Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan

Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan
25. Kakak tampan


__ADS_3

Terlihat semua siswa-siswi kelas 11 IPA sedang mengisi kertas soal yang diberikan oleh guru nya.


Dengan tenang sandra mengerjakan soalnya sedangkan kedua sahabatnya kebingungan dengan semua soal itu.


"San sutt san sandra." panggil melinda dengan sangat pelan dan kecil.


Sandra tau maksud dari sahabat nya itu ia pun langsung melemparkan secarik kertas disaat guru tidak melihat mereka.


Ujian telah berlalu semua siswa-siswi berbondong-bondong keluar dari kelas tersebut.


"Ayo." ajak riski disaat ia melihat sandra berjalan ke arah parkiran.


Dengan berjalan secepat mungkin sandra tidak merespon riski ataupun meliriknya.


"Sandra." panggil riski ia pun langsung turun dari motor nya dan menarik pergelangan tangan sandra dengan spontan.


"Apa sih kak, lepasin." ujar sandra ia pun langsung menghempaskan genggaman tangan riski dari pergelangan tangan nya.


"Ayo bareng kakak." ajak riski lagi.


"Gue mau pergi ke suatu tempat." ujar sandra dengan males.


"Kemana?." tanya riski yang kebingungan.


"Kamu nanya kamu bertanya-tanya gue mah kemana, lo nggak perlu tau gue kemana." ucap sandra dengan judesnya.


"Lo kenapa-


"Ayo guys kita pergi." Sandra pun langsung memotong pembicaraan riski dengan mengajak kedua sahabatnya menuju ke mobilnya.


"Mereka mau kemana." batin riski.


Tanpa Mereka sadari riski mengikuti mereka dari belakang.


Riski yang menyadari tempat yang dituju oleh sandra dan kedua sahabatnya itu terkagum. karena jarang sekali jaman sekarang remaja yang suka pergi ke panti.


"Ternyata selain cantik tu anak baik juga." kata riski sambil tersenyum.


Disaat riski sedang memperhatikan sandra tanpa ia sadari ibu murni selaku pengurus panti asuhan melihat nya.


"Eh pemuda tampan itu siapa?." tanya ibu panti itu kepada sandra.


"Mana bu."


"Itu nak yang duduk di atas motor gede itu."


"Ha ngapain kak riski disini." kata sandra yang kebingungan.


"Mungkin dari tadi kak riski ngikutin kita." ujar alia.


"Seperti nya begitu."


"Kak ngapain lo disini." teriak melinda.


"usstt mel nggak usah keras-keras tau kak riski belum budek." kata alia.


"Biar dia dengar."


"Iya tapi kan nggak gitu juga konsepnya kan bisa kesana."


Sandra langsung menghampiri riski dengan menampilkan wajah yang masam.


"Ngapain lo disini?."


"Ngikutin lo." jawab riski dengan spontan tanpa ada rasa malu.

__ADS_1


"Ngapain ngikutin gue?."


"Cuman mau tau aja kalian kemana."


"Ngapain mau tau?." tanya sandra lagi.


"Non mending non suruh saja cowok nya masuk kedalam jangan dikasih pertanyaan yang membuat dia bingung untuk menjawab." kata ibu panti.


"Ayo sini den masuk." ajak ibu panti dengan tersenyum lebar.


Dengan tampang yang dingin riski turun dari motor nya lalu masuk kegerbang panti asuhan tersebut.


"Siapa yang nyuruh lo masuk." ujar sandra.


"Ibu."


Riski pun menyalami ibu panti itu lalu tersenyum kepada nya.


"Ayo kalian masuk dulu ibu akan buatkan makanan dan minuman."


"Nggak usah repot-repot bu." ujar riski.


"Sudah tidak apa-apa."


Mereka mengikuti ibu murni kedalam panti yang dimana disana ada anak-anak panti yang sedang bermain.


"Kakak akhirnya kalian datang juga, kami sangat merindukan kalian." ujar seorang gadis kecil yang bernama sesil.


"Kami juga sangat merindukan kalian."


"Ini siapa kak?." tanya gadis kecil yang bernama olivia sambil menunjuk ke arah riski.


"Hai kenalin nama kakak riski." sebelum sandra menjawab riski lebih dulu merespon gadis kecil tersebut.


"Wah kakak tampan sekali nanti jika sesil sudah besar sesil ingin punya pasangan yang seperti kakak."


"Sebentar ibu ke dapur dulu ya."


"Melinda ikut bu." hanya tersisa mereka berdua diruang tamu itu.


"San-


"Kenapa kakak ngikutin gue?." tanya sandra dengan berat.


"Cuman ingin tau lo kemana."


"Kakak nggak perlu tau."


"Gua minta maaf." ujar riski dengan menggantung kalimat tersebut.


"Maaf buat apa?." tanya sandra.


"Mungkin gara-gara tadi pagi lo marah sama gua."


"Emang kenapa tadi pagi."


"Gua lihat lo langsung pergi waktu diperkirakan tadi pagi."


"Terus kenapa kalo gue langsung pergi."


"Apa karena gua pergi sama bella, kalau itu benar gua minta maaf tapi gua jujur bukan gua yang ngajakin dia tapi dia yang ingin pergi bersama-


"Terus kenapa kakak mau."


"Dia dulu pernah jadi teman gua jadi apa salahnya gua bantu lagian dia belum sembuh total."

__ADS_1


"Bilang saja kalau lo suka kan sama tu cewek."


"Kamu cemburu hem." sandra yang mendengar riski bilang begitu akhirnya salah tingkah.


"Nggak siapa bilang."


"Cara lo yang nunjukkin kalau lo cemburu."


"Em nggak."


"Oke baiklah kalau nggak cemburu tapi gua mohon lo jangan begini."


"Oke karena kakak ada niat baik sama tu cewek kakak gue maafin, dan satu lagi kakak mau tau kenapa gue begini karena kita itu sudah dijodohin sama kedua orang tua kita jadi kita harus menjaga perasaan sama satu lain." kata sandra.


"Iya makasih dan gua akan jaga perasaan lo."


Beberapa saat kemudian


"Nah ini dia makanannya sudah siap ayo silahkan dimakan." ujar ibu panti.


"Eh bu maaf sandra nggak bantu ibu."


"Sudah tidak apa-apa non lagian ada non melinda yang bantuin ibu."


"Eh alia tadi mana bu?." tanya sandra.


"Itu di taman main sama anak-anak."


~


Sebelum sandra pulang ia memberikan beberapa beberapa bingkisan kepada anak-anak panti tersebut.


"Makasih ya kalian telah memberikan semua ini."


"Iya bu sama-sama ya sudah bu kalau begitu kita pulang dulu." kata sandra.


"Iya bu nanti kapan-kapan lagi kita kesini kalau ada waktu." ujar alia.


"Iya nak makasih banyak ya."


"Iya bu kalau begitu kami pamit dulu."


"Iya hati-hati ya." kata ibu murni.


"Iya bu assalamualaikum."


"waalaikumsalam."


"Dada kakak tampan jangan lupa ya kembali lagi." teriak sesil disaat mereka sudah berada di luar gerbang.


"Pasti." jawab riski sambil melambai kan tangan nya kepada gadis kecil itu.


__


"Ma kak aldi kemana?." tanya sandra yang sedang menuruni anak tangga.


"Ke kantor dipaksa sama papa tadi sini sayang duduk sini." ujar mama nya yang sedang duduk di ruang tamu sambil menonton siaran tv film favoritnya.


"Sudah tau kakak nggak mau masuk ke dunia perbisnisan ini malah dipaksa." ujar sandra sambil tangan nya mengambil basreng di atas meja lalu memasukkan nya ke mulutnya.


"Sayang biar nanti kalau mama sama papa sudah tua yang akan mengurus perusahaan siapa coba."


"Kan ada kak heru ma kenapa nggak heru saja lagian kak heru juga sudah mahir kan." jawab sandra.


"Sayang nggak semua nya kak heru sebab itu papa maksa kak aldi ke kantor biar suatu saat nanti kak aldi juga bisa mengembangkan perusahaan kita."

__ADS_1


Sandra hanya menanggapi dengan mengangguk kan kepala nya saja.


__ADS_2