
"Kak riski? kenapa dia ada disini?." tanya gadis itu dalam hati.
"Sandra, hai apa kabar sayang?." sapa susan mama riski, ya gadis yang akan berjodoh dengan riski adalah sandra.
"Alhamdulillah baik tante, tante apa kabar?." tanya sandra balik.
"Alhamdulillah tante juga baik."
"Em jadi tante mama nya kak riski?."
"Iya tante mama nya riski."
"Apa kalian saling kenal?." tanya mama riski.
"Iya tante."
"Berarti anak tante yang di jodohin sama sandra itu kak riski atau anak tante yang lain?.'" tanya sandra kaget.
"Iya nak anak tante yang akan dijodohkan kekamu itu adalah riski anak tante satu-satunya." jawab mama nya sandra.
"Oh jadi kak riski anak tunggal tan?."
"Iya riski anak tunggal." ujar mama riski.
Sedangkan riski hanya berdiam diri tidak membuka pembicaraan sepatah pun.
"Kalo gitu sebelum kalian pulang kita makan dulu ya san, tadi saya sudah masak banyak, buat kalian berdua." ajak mama nya sandra kepada mama riski dan riski.
"Nggak usah repot-repot segala, kita hanya mampir kesini." ujar susan mama nya riski.
"Iya tidak apa-apa sekalian kita makan malam dulu."
Padahal mama riski dan riski telah makan di rumah nya tadi, tapi kalau menolak ajakan dari mama sandra mungkin tidak enak akhirnya mereka makan bersama.
"Saya harap kalian suka dengan masakan saya san." ujar mama sandra sambil tersenyum.
"Ini enak sekali rit." jawab mama riski.
"Syukur lah kalau kalian suka."
Disaat mama sandra dan juga mama nya riski sedang asik bicara, terlihat riski yang kesusahan mengambil sayur yang berada di piring kecil, akhirnya sandra berniat membantu nya.
"Ini kak."
"Terima kasih."
Sandra pun mengganggukan kepala nya saja.
Setelah kepulangan riski dari rumah sandra, mama nya sandra pun bertanya kepada sandra tentang soal perjodohan ini.
"San mama mau tanya sama kamu." ujar mama nya.
"Mau tanya apa ma?."
"Apa kamu tidak terpaksa menerima perjodohan ini?."
"Nggak kok ma, lagian kata orang pilihan orang tua itu adalah pilihan terbaik buat anak-anak nya, dan yang di bilang itu benar." jawab sandra.
"Syukur lah kalau kamu tidak terpaksa, mama takut kamu terpaksa nerima perjodohan ini nak."
"Nggak kok ma."
"Ya sudah kalau gitu kamu tidur gih, ini sudah malam." perintah mama nya.
"Iya ma."
****
Di sekolah
"Guys gimana kalo kita belajar bareng setelah pulang sekolah nanti." ujar alia.
"Setuju, setelah pulang sekolah nanti, ingat kalo lo bolos atau ngebucin sama kak robi, lo nggak usah di ajak." kata melinda.
__ADS_1
"Iya bawel." jawab alia.
"Eh san semalam gue ngasih nomor lo sama cowok, dan dia akan gue kenalin sama lo." kata alia.
Saat riski berjalan di belakang mereka ia pun mendengarkan itu dengan wajah yang terlihat cemburu.
"Ha serius?." tanya sandra.
"Iya, dan coba lo liat deh dia sangat ganteng." ujar alia yang memperlihat kan sosok cowok di layar hp nya.
__
Terdengar hp sandra berbunyi di saat ia menunggu jemputan nya di halte.
"Iya assalamualaikum pak." ujar sandra kepada seseorang di seberang sana.
"Waalaikumsalam, non bapak tidak bisa jemput non, karna ban mobil kempes, ini bapak lagi di jalan simpang empat." ujar pak toni.
"Terus bapak gimana dan bapak sekarang masih di sana?."
"Ini bapak lagi memperbaiki nya di bengkel."
"Oh yah udah kalo gitu, sandra naik angkutan umum saja."
"Maaf ya non bapak tidak bisa jemput non."
"Iya pak."
Mereka pun mengakhiri panggilan tersebut.
__
Sandra yang melihat riski masuk bis itu dan duduk di samping nya ia pun tercengang.
"Kakak nggak pakai mobil?." tanya sandra.
"Nggak."
Terdengar suara hp sandra berbunyi pertanda ada seseorang yang menelpon nya.
"Halo, ini dimas teman alia, oh iya disimpan ya nomor gua."
"Oh iya nanti gue simpan."
"Kamu lagi apa?."
"Gue lag-
"Kenapa lo menghubungi pacar gua?." riski menarik hp sandra dari tangan nya.
"Ih kakak apaan sih." bisik sandra.
"Oh jadi lo sudah punya pacar, tapi kata alia lo masih jomblo, maaf gua ganggu hubungan kalian, kalo gitu gua tutup ya." panggilan pun terputus.
"Kakak kenapa bilang gitu sih."
"Kenapa salah?, wajar kalo gua ngomong begitu secara lo sama gua sudah di jodohin." riski pun langsung menyuruh supir bis itu berhenti ia pun turun.
__
Terlihat seorang pemuda sedang duduk di kursi tunggu rumah sakit.
"Mama." teriak nya sambil melambaikan tangan kepada seorang wanita paru baya yang baru saja keluar dari ruangan.
"Kenapa kamu datang, seharusnya langsung kerumah setelah pulang sekolah." kata wanita paruh baya yang di panggil mama itu.
"Kamu naik motor lagi?." tanya mama nya yang melihat beni membawa helm nya.
"Em hanya kali ini saja ma, lagian kenapa mama harus cemas, beni kan cowok ma." ujar beni.
"Karna mama ini mama nya kamu beni, kalo mama orang lain belum tentu mama peduli sama kamu."
"Hehehe iya ma, untuk ke depan nya beni nggak akan naik motor lagi."
__ADS_1
"Oh iya ma kata dokter tadi gimana?."
"Mama di suruh untuk tidak lupa minum obat."
"Terus ma apakah mama sudah sembuh."
"Iya nak kata dokter kondisi mama sudah ada perkembangan."
"Itu bagus ma, gimana kalau kita merayakan nya dengan makan di tempat pak jo." ujar beni dengan semangat.
"Lain kali saja ya, hari ini kamu temani mama ke rumah teman mama."
"Huh iya ma."
__
"Assalamualaikum." ucap mama beni.
"Waalaikumsalam. "
"Eh anita, masuk masuk." ajak seorang wanita paru baya.
"Iya, ini anak saya." ujar anita.
"Tante." beni pun menyalimi rita.
"Astaga anak kamu tampan sekali." puji rita.
"Assalamualaikum ma." ucap seorang gadis yang memasuki butik nyokap nya.
"Waalaikumsalam, nah ini putri bungsu saya nama nya sandra." ujar rita.
Sandra pun melihat ke arah orang yang ada di dekat mama nya.
"Sandra." ujar beni.
"Kak be-beni."
"Kalian saling kenal?." ujar mama beni.
"Dia adek kelas aku ma."
"Apa kalian dekat?." tanya mama sandra.
"Tidak." sahut sandra spontan.
Mama sandra dan mama beni pun tertawa renyah
"Besok datang lah kerumah, tante akan memasakan makanan untukmu." ujar mama sandra.
"Iya tante."
"Tapi sandra akan belajar dengan teman-teman besok." ujar sandra.
"Dia besok akan pergi pacaran tante." ujar beni.
"Kata siapa kakak jangan sok tahu." balas sandra.
"Kata melinda." jawab beni.
"Melinda awas lo." gumam sandra dalam hati.
"Sandra." panggil mama nya.
"Kalau beni tidak suka pacaran mainan nya motor terus tapi akhir-akhir ini dia sudah jarang membawa motor." ujar mama beni.
"Tante dia masih membawa motor ke sekolah tiap hari, bahkan sampai menambarak sandra."
"Ma kalau aku tidak mengendarai motor aku harus naik bis cuman buang-buang uang saja." ujar beni merengek seperti anak kecil.
"Hadeh cowok sok cool dia selemah kakak saat didepan mama." ujar sandra dalam hati.
"Mama tidak akan menyuruh kamu mengendarai motor lagi, sandra tante minta tolong kamu awasi dia."
__ADS_1
"Iya tan."