
πΊπ»πΊ
****
Di kantin
"Kalian mau pesan apa?." tanya melinda.
"Air putih." jawab sandra dengan malas.
"Lo kenapa?." tanya melinda melihat ke arah sandra yang sedang duduk dengan murung nya.
"Gue nggak mood." ujar sandra.
"Hadeh lo mah gitu." kata melinda.
"Lo kenapa sih san?." tanya alia dengan heran.
"Nggak kok lagi males aja." jawab sandra.
"Kalo gitu gue pesan bakso dulu, lia lo mau apa?." tanya melinda.
"Gue juga nggak mood, gue males makan, ke kelas yuk di sini bosan." kata alia.
Seketika sandra pun berdiri dari duduk nya dan langsung menggandeng tangan kanan alia.
"Ayo gue juga nggak mood." sandra pun langsung menarik tangan alia.
Mereka berdua pergi begitu saja tanpa memperdulikan melinda yang dengan setia berdiri di tempat nya.
"Eh kok kalian gitu sih, tungguin." teriak melinda dan berlari mengejar mereka berdua.
Di sisi lain terlihat kelas 11 IPA atau kelas sandra yang sangat berisik, ada seorang cowok ia adalah kakak kelas yang menyuruh para murid di kelas itu untuk menghias kelas tersebut, kata nya ia akan menembak seorang cewek.
"Buat lah agar terlihat cantik." ujar salah satu murid tersebut di mana saat itu ia sedang menghias kue untuk cewek yang akan di tembak cowok tersebut.
"Hei dia datang." teriak salah satu teman kelas mereka.
"Bersiap-bersiap cepat." ujar taman nya yang lain.
"Huuuuuuuuuuuuuuuuuh." semua murid yang berada disana pun bersorak gembira.
Terlihat cewek itu tercengang melihat itu semua, ia merasa sangat malu campur senang, karna cowok yang dia taksir selama ini memberi nya kejutan, tapi ia belum tahu untuk apa semua itu di persiapkan.
"Ini buat lo dek." ujar cowok tersebut kepada cewek itu.
"Ha buat gue." ujar cewek tersebut kaget.
Lelaki itu pun mengangguk kan kepalanya dan jongkok dengan kaki satu di lipat kebelakang.
__ADS_1
"Apa lo mau jadi pacar gua ALIA PUSPITA." ujar cowok tersebut yang tak lain adalah robi.
"Astaga gue nggak percaya ini." ucap alia yang sedang tersipu malu.
"Gimana apa lo mau?." tanya robi.
Alia pun mengangguk kan kepala nya pertanda ia menerima robi sebagai pacar nya.
Seorang cowok teman kelas mereka yang ingin melempar kan kue ke arah robi dan alia agar mereka berdua berlumuran kue dan mungkin akan terlihat sangat romantis.
Namun itu semua di luar dugaan disaat kue itu akan mendarat ke arah robi dan alia tak di sangka teman kelas mereka tersebut terjatuh dan kue tersebut mengenai baju sandra.
Mereka yang berada di sana semua nya panik tanpa terkecuali.
"Sandra." panggil melinda dan menghampiri sandra yang masih berdiri persis seperti patung.
"Berikan tisu." ujar alia.
"Siapa suruh lo ngelakuin itu." robi pun memarahi teman kelas sandra tersebut.
"Maaf kak, tadi gua ingin melempar nya ke arah lo dan alia tapi malah mengenai sandra." ujar ciwok tersebut dengan panik.
"Apa perlu tisu basah?." tanya teman cewek kelas sandra.
"Lo ganti baju olahraga aja san." kata alia.
"Ayo cepat-cepat-
"STOPPPP." teriak sandra seketika kelas tersebut menjadi sunyi dimana yang tadi berisik namun sekarang tidak ada suara sama sekali.
"Jangan ada yang nyentuh gue." kata sandra ia pun berlari keluar mungkin ke toilet.
Terlihat segerombolan cowok berjalan melewati lorong kelas dengan gaya sok cool siapa lagi kalau bukan beni dan para teman-teman nya.
"Bentar gua ngikat tali sepatu dulu, kalian duluan saja ke kelas." ucap beni ia pun jongkok lalu mengikat tali sepatu nya.
Dari kejauhan terlihat sandra yang sedang tergesa-gesa berlari menuju ke arah toilet yang dimana semua teman kelas nya mengikuti ia dari belakang.
"MINGGIR." teriak sandra seketika ia pun melompati punggung beni dan tidak lupa menginjak nya.
"Sial, siapa itu." beni pun melihat ke arah belakang dimana seseorang itu berlari.
"Sandra." gumam nya.
"SANDRA." teriak melinda yang berlari mengikuti sandra bahkan teman kelas nya mengikuti ia dari belakang.
"Minggir." teriak alia.
Segerombolan siswa kelas sandra melewati beni dan teman-teman nya bahkan ada yang menabrak nya dengan sangat keras.
__ADS_1
"Sial, apa kalian cari mati hah." teriak beni namun tidak ada yang mendengar kan suara nya.
"Sandra tunggu kami." teriak melinda mereka semua menghampiri sandra yang berhenti di depan toilet perempuan.
"Kenapa lo nggak masuk aja san?." tanya alia.
"Penuh." jawab sandra singkat.
"Ini semua gara-gara lo, kalo lo nggak ngelempar tu kue mungkin sandra nggak akan lari-lari kayak gini." kata alia.
"Sekarang lo minta maaf sama sandra." perintah melinda
Dalam waktu bersamaan semua murid sekolah mereka mendekat ke arah mereka.
"Kenapa ini apa yang terjadi." bisik siswi perempuan kepada teman nya.
"Entah lah gue juga baru liat." jawab teman nya.
Tanpa mereka semua sadari ada seorang cowok yang menghampiri sandra ia melepas jas yang ia kenakan dan membalut kannya ke badan sandra.
Sandra pun melihat siapa yang telah berbaik hati ke dia sampai-sampai rela memberikan jas nya kepada diri nya.
Sandra menatap orang itu, yang di tatap pun melihat nya mereka berdua bertatapan satu sama lain. betapa kaget nya sandra setelah tahu siapa yang telah memberikan jas itu.
"Kak riski." ujar sandra tercengang.
"Ayo." riski pun membawa sandra ke toilet atas dimana disana kelas para 12.
Semua yang berada disana melongok setelah tahu siapa yang memberikan jas tersebut kepada sandra, mereka semua tidak mengira ternyata riski lah orang yang memberikan jas tersebut, seorang yang terkenal di sekolah itu dengan julukan makhluk super dingin, namun melihat insiden ini riski malah membantu sandra. tidak biasa nya seorang riski dinata ikut campur namun untuk kali ini ia malah sebalik nya
"Ha? kak riski, nggak biasa nya deh tu cowok dingin nyampuri urusan orang lain." ujar alia ia pun menarik tangan melinda dan berlari mengejar sandra dan riski.
"Ayo kita liat." ajak teman kelas sandra.
"Nggak usah mending kalian ke kelas saja nanti ada guru, ayo buruan masuk." ujar robi.
"Nggak kok kak." sahut salah satu cowok.
"Emang kamu yang akan mengganti kan baju nya? nggak kan, kalo gitu masuk ke kelas." ujar robi.
"Yah kok gitu sih." mereka pun pergi ke kelas.
"Kalian juga sana bubar, disini nggak ada konser." ujar robi mengusir mereka semua yang berada disana.
"Ayo ke kelas." ajak robi kepada teman nya
"Lo nggak jenguk alia?." tanya teman nya.
"Biarin aja dulu dia nemenin teman nya." jawab robi ia dan teman nya pun pergi ke kelas nya.
__ADS_1