Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan

Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan
24. Cewek tempo hari


__ADS_3

****


Terlihat sandra yang sedang termenung di balkon kamar nya dengan seorang diri. karna hari ini adalah hari minggu sedangkan mama dan kakak keduanya mengantar kakak pertamanya ke bandara. bahkan ayah nya sudah pergi ke kantor sandra sengaja tidak ikut mama dan kakak nya ke bandara karna ia belum siap jika kakak nya harus kembali lagi ke negara china.


"Huhh bosan juga ya dirumah nggak ada kerjaan lagi, gimana kalo gue keluar aja kali ya buat nenangin pikiran." kata sandra yang berbicara kepada dirinya sendiri.


Setelah lama nya berdiri di balkon kamarnya akhirnya sandra berniat untuk pergi keluar.


"Bik." panggil sandra yang baru saja turun dari tangga.


"Iya non." dengan tergesa-gesa bik wati mengampiri nona muda nya itu dengan wajah yang panik.


"Bik jadi gini sandra mau keluar em mau kerumah alia." ujar sandra berbohong.


"Nanti kalo mama sama kak aldi pulang, tolong bibik bilang kalo sandra kerumah alia." ujar sandra.


"Em iya non." tanpa berpikir panjang akhirnya sandra keluar dari rumah nya dan langsung menghampiri mobil nya yang berada di garasi lalu menancapkan gas.


__


"Kayak nya enak deh panas-panas gini makan bakso jadi pengen, dimana ya tempat bakso yang enak." ujar sandra kepada diri nya sendiri sambil memperlambat mobil nya ia celingak-celinguk melihat di sekeliling nya mungkin saja ada tempat bakso.


Sekian lama nya sandra mencari tempat bakso di pinggiran jalan tapi tidak ada sama sekali namun tiba-tiba.


"Eh eh eh kok mobil gue berhenti sih, ini kenapa ya Aiss menyebalkan." umpat sandra sambil memukul-mukul setir mobilnya.


Sandra keluar dari mobil nya sambil mengecek ada apa dengan mobil nya sampai-sampai tidak bisa jalan sama sekali.


"Hem, ngapain mobil lo." mendengar suara laki-laki yang sangat familiar bagi nya seketika sandra langsung membalikkan badan nya menghadap kepada laki-laki tersebut.


"Kak riski."


"Mobil nya kenapa?." tanya riski lalu turun dari motor ninja yang ia naiki.


"Tumben banget naik motor emang kakak mau kemana?."


"Ke rumah arjun."


"Minggir biar gua yang ngecek nya." mendengar perintah dari riski akhirnya sandra menggeser ke samping kanan riski.


"Lo mau kemana?." tanya riski sambil memeriksa mobil sandra.


"Hey." panggilan itu membuat sandra tersadar dari lamunannya.


"Eh kakak nanya sama gue." ujar sandra yang menunjuk diri nya sendiri.


"Selain lo sama gua disini siapa lagi."


"He he he em itu gue mau em healing saja sambil cari bakso kua." jawab sandra.


"Sudah selesai, lo coba dulu sudah bisa nggak." Sandra pun berlari masuk ke mobilnya lalu memutar kunci mobil.


Klikk


"Bisa kak." Sandra turun dari mobil nya dan ia menghampiri riski yang masih berdiri di depan mobilnya.


"Makasih kak ya."


"Hem."

__ADS_1


"Lo bawa mobil lo dan gua bawa motor gua, kita ke tempat dimana bakso." ujar riski dengan spontan.


"Kakak serius? dimana kak."


"Ayo." melihat riski yang menaiki motor ninja nya akhirnya sandra juga masuk ke mobil nya dan menancapkan gas mengikuti riski dari belakang.


~


"Banyak banget pelanggannya." ujar sandra setelah mereka sampai di tempat bakso.


"Hem ayo duduk." mendengar perintah dari riski akhirnya sandra duduk ditempat yang belum ada pelanggannya.


"Pak bakso dua porsi." ujar riski.


"Kakak nggak ke rumah kak arjun katanya tadi mau kerumah kak arjun."


"Nanti."


"Bakso apa mas silahkan dipilih." pelayan itu memberikan menu kepada riski.


"Lo mau bakso apa?." riski melihat ke arah sandra yang masih melihat pelanggan disana karna baru kali ini ia melihat tempat bakso seramai ini.


"Em itu em bakso urat saja kak."


"Bakso urat dua porsi pak."


"Minum nya apa." tanya riski.


"Teh manis saja kak."


"Teh manis dua."


"Iya mas silahkan ditunggu ya."


"Kakak jadi kerumah kak arjun." setelah mereka berdua makan bakso akhirnya mereka ketempat parkir dimana kendaraan mereka berada.


"Iya, kalau gitu gua pergi dan lo hagi-hati." ujar riski


"Iya kak, kakak juga hati-hati." sedangkan riski hanya tersenyum dan melanjukan motornya.


****


"Guys pulang sekolah nanti kita ke panti yuk." ajak alia kepada kedua sahabatnya itu.


"Oke nanti setelah pulang sekolah." jawab sandra.


"Gue ikut." ujar melinda.


"Oke berarti deal nanti kita kesana."


"Oh iya gue lupa, sebentar gue ngambil cemilan di mobil gue dulu." ujar sandra.


"Lo bawa mobil?." tanya alia.


"Iya."


"Tumben."


"Sesekali lah masak harus di jemput terus sih, udah deh gue mau ke parkiran sebentar." Sandra pun berlari ke luar kelas.

__ADS_1


"Aduh kenapa sih parkiran harus jauh banget dari kelas gue, nanti keburu masuk lagi." umpat sandra sambil berlari kearah parkiran sekolah.


Setelah sampai didepan mobilnya tanpa sengaja sandra melihat riski keluar dari mobil bersama cewek yang ia lihat tempo kemarin dan diikuti oleh supirnya.


"Itu kan, cuihh semua cowok sama saja, padahal sudah tau dijodohin masih saja ganjeng sama cewek lain." sandra pun langsung pergi dari sana. tanpa ia sadari riski melihat ia pergi.


"Ni kalian makan saja." ujar sandra langsung meletakkan cemilan nya yang tak lain adalah basreng atau Lebih dikenal dengan bakso goreng ya begitulah sandra cewek pencinta bakso.


"Lo kenapa datang-datang cemberut nggak jelas seperti ini."


"Iya coba cerita kenapa sih." ucap melinda.


"Cowok balok eh buaya." ujar sandra.


"Maksud lo apaan sih san."


"Padahal sudah dijodohin tapi masih saja ganjeng sama cewek lain."


"Oh bilang saja dari tadi kalo itu kak riski." ujar alia.


"Lo marah ya apa cemburu." goda melinda.


"Nggak gue nggak marah kok apa lagi cemburu gue cuman nggak mau kalo mama sama papa gue tau bahwa dia buaya."


"Emang kenapa sama kak riski."


"Nggak."


"Gue semalam nggak belajar kalian belajar nggak." tanya alia langsung mengalihkan topik pembicaraan.


"Gue tau kenapa lo nggak belajar, kak robi kan itu pasti." kata sandra.


"He he he semalam kak robi kerumah."


"Lo serius." ucap melinda.


"Iya."


"Terus gimana cerita dong kalian bahas apa saja." mulai lah jiwa kepo melinda keluar.


"Nggak cuman ngobrol-ngobrol biasa saja."


"Sudah mending kalian belajar, sebentar lagi mau masuk ingat gue nggak akan nyontekin." sahut sandra.


"Yaelah san gitu amat sama sahabat sendiri."


"Biarin siapa suruh nggak belajar."


Walaupun gimana pun sandra nggak akan tega sama sahabat nya karna cuman sahabatnya yang selalu ada buat dia.


"Gue janji deh gue akan belajar nanti malam buat ulangan besok." ujar alia.


"Gue juga janji san, tapi hari ini saja ya hemm." melinda pun memperlihatkan wajah nya yang dibuat seimit mungkin.


"Sok imut." ujar sandra.


"Emang gue imut, ya san hari ini saja."


"Hadeh iya-iya deh." Sandra pun pasrah.

__ADS_1


"Yeyy makasih sahabat kuu."


Tiba-tiba saja melinda memeluk tubuh sandra yang diikuti oleh alia.


__ADS_2