
Kabut embun dipagi hari bertebaran di udara 2 remaja telah berdiri di halaman depan rumah nya.
"Maaf telat." Ujar riski yang baru saja sampai namun tidak disangka yang lain juga belum datang.
"Nggak apa-apa kok kak lagian yang lain juga belum datang." Ujar sandra.
6 menit kemudian
Terlihat sebuah mobil berhenti di depan gerbang rumah sandra dan terlihat lah teman-teman nya dan diikuti oleh seorang cewek yang tidak asing menurut sandra dan riski.
"Bukannya itu bella ya." Ujar sandra dalam hati.
"Pasti ini ulah beni." kata riski dalam hati.
"Maaf tadi macet dijalan." Ujar alia.
"Mereka-
"Oh iya kak kenalin ini pacar alia namanya robi." Ujar alia.
"Robi kak." Robi pun mengulurkan tangan nya kepada aldi dan dijabat dengan aldi.
"Ini arjun em-
"Pacarnya melinda kak." dengan spontan arjun langsung memperkenalkan siapa dirinya.
"Pacar dadakan." sahut robi yang diiringi gelak tawa para teman-teman nya.
"Lo bisa diam nggak rob." Ujar arjun yang kesal.
"Gue bella kak teman nya beni dan...
Bella berhenti sejenak dan melirik kearah riski.
"Riski." Ujar bella melanjutkan perkataannya.
"Tapi bukankah beni bilang kemarin bahwa dia tidak mengenal riski sama sekali." ucap aldi.
"Em merek-
"Kak ayo buruan berangkat takut kesiangan sampainya." Ujar riski.
Mendengar riski yang mengajak nya akhirnya aldi menyetujuinya walaupun dengan perasaan yang heran.
"Oke ayo."
"Yey let's go." teriak alia dan melinda.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai juga.
"Oke baiklah sebelum kita semua pergi ke pantai mending kita cari tempat penginapan." Ujar aldi.
Mereka pun akhirnya menemukan vila yang tidak jauh dari pantai.
"Buat para laki-laki kalian di sebelah sini." aldi pun menunjuk ke arah kiri.
"Dan untuk para perempuan kalian disebelah sana." lanjut aldi menunjuk yang berada di sebelah kanan.
Mereka pun masuk ke tempat penginapan tersebut.
"Nggak apa-apa kan gue disini?." tanya bella dengan tersenyum.
"Iya nggak apa-apa kan disini emang khusus cewek." Ujar sandra.
Mereka pun membereskan barang-barang dan lain-lain nya.
krukkk
Mendengar suara tersebut mereka pun mencari asal suaranya.
"He he he laper tapi gue nggak ada makanan yang mau dimakan." Ujar melinda.
"Gue juga nggak punya udah nanti kita makan setelah ini." kata alia.
"Tapi gue udah laper banget gimana dong."
"Lo ada nggak san." Sandra pun hanya menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
"Ini gue bawa roti buat persiapan dijalan tadi takutnya laper nih ambil saja." Bella pun menyodorkan bungkusan besar itu kepada melinda.
"Makasih." ujar melinda sambil tersenyum riang.
"Iya sama-sama."
"Apa internet berfungsi di sini?." Ujar alia yang menggoyang-goyangkan hp nya ke udara.
"Kebiasaan deh kecanduan banget sama internet." sahut sandra.
"Gue nggak bisa hidup tanpa internet."
"Lebay lo." balas melinda.
Sedangkan bella hanya tersenyum melihat ketiga sahabat itu.
Tok Tok Tok
"Sebentar." Sandra pun menuju ke arah pintu.
"Dek ayo kita makan dulu disana ada tempat makan." Ujar aldi.
"Oh iya kak sebentar sandra ngajak yang lain." Sandra pun menghampiri teman-teman nya.
Setelah mereka semua sampai ditempat yang mereka tuju akhirnya mereka memesan makanan.
"Kelihatannya enak nih." Ujar arjun.
Disaat arjun akan mengambil makanan tersebut ada sebuah tangan yang menepis tangan nya.
Plak
"Bentar gue mau fotoin." Ujar alia.
Semua teman-teman nya yang berada disana hanya diam tanpa berkata-kata dan pasrah melihat tingkah alia.
"Kakak." Ujar seorang anak laki-laki yang mungkin berusia 11 tahun.
"Bolehkah saya meminta makanan nya saya sangat lapar sudah seharian ini tidak makan." Ujar anak itu sambil memegang perut nya.
"Ayo-ayo sini makan bersama kita." ucap aldi sambil memberikan tempat duduk disampingnya kepada anak itu.
"Kita butuh 1 sendok untuk dia, oh iya nama kamu siapa?." Ujar aldi.
"Ramuna." jawab nya.
"Oh iya ramuna silahkan makan jangan sungkan ya." Ujar aldi.
"Iya kak."
"Iya ayo silahkan makan." timbal sandra.
"Makanlah." riski pun memberikan lauk kepada ramuna.
"Iya."
"Ramuna sekolah kelas berapa?." tanya aldi
"Em saya sudah tidak lagi sekolah kak."
"Kenapa?." tanya sandra.
"Karna orang tua saya tidak ada biaya buat menyekolahkan saya dan sekarang saya fokus membantu orang tua saya mencari uang kak."
"Emang orang tua kamu kerja apa?." ujar aldi.
"Mereka mulung kak."
Mendengar itu semua mereka yang berada di sana tampak sangat prihatin melihat kondisi dan kehidupan anak kecil itu.
"Ayo semua nya makan." suara aldi memecahan keheningan dimeja tersebut.
Mereka pun makan bersama yang diikuti gelak tawa.
Melihat kehangatan dimeja makan tersebut membuat ramuna tidak pantas berada di meja itu. tanpa pikir panjang setelah makan beberapa suap ramuna berniat akan pergi dari sana. dan melanjutkan pekerjaannya.
"Terima kasih atas makanannya." Ujar ramuna.
__ADS_1
"Apa? kamu sudah selesai makan?." kata aldi.
"Makanlah lebih banyak lagi." sahut sandra.
"Saya sudah makan banyak saya akan pergi."
"Baiklah kalau begitu saya akan membungkus-
"Tidak perlu saya sudah kenyang."
Ramuna pun beranjak dari kursinya dan tanpa sengaja ia melihat sepatu yang dipakai oleh riski sangat bagus dan terlihat mewah beda dengan sepatunya yang sudah sangat kusam dan jelek.
__
"Kalian lihat sepatu gua nggak?." tanya riski setelah mereka sudah berada di vila.
"Sepatu lo yang mana?." tanya robi.
"Yang gua pakai tadi."
"Emang tu sepatu lo tarok dimana?." Ujar robi.
"Di depan, tadi pas gua mau masukin ternyata sudah nggak ada."
"Lah terus siapa yang ngambil." Ujar robi.
"Entahlah lagian kalo gua tau siapa yang ngambil gua nggak akan tanya kalian."
"Tanya sama cewek mungkin mereka yang minjam." sahut arjun.
"Sudah kalau begitu kita cari sama-sama." timbal aldi.
Mereka berempat pun keluar dari vila kecuali beni yang hanya berdiam diri.
"San kita mau kemana sih." Ujar melinda yang mengikuti sandra dari belakang.
"Cari kerang." jawab sandra santai.
"Buat apaan cari kerang mending cari cogan." kata melinda.
"Ingat kak arjun."
"Ngapain ngingetin dia."
"Dia kan pacar lo."
"Lebih ke pacar paksaan." sahut melinda yang menampilkan wajah masam.
"Ha ha ha."
"Ih kok ketawa sih san."
"Ya karna lucu lah."
"Lucu nya dimana sandra."
"Entahlah lucu saja, lagian lo kenapa juga ngikutin gue."
"Bosan berdiam mulu di sana mending ikut lo cari udara."
"Cari kerang bukan udara."
"Sama saja, lagian kenapa sih kok kita belum pergi juga ke pantai kan kita kesini mau ke pantai."
"Besok karna hari ini masih capek."
Disaat melinda mengedarkan pandangan ia melihat anak laki-laki tadi.
"Eh san coba lo liat itu kan anak yang tadi di tempat makan kayak nya dia dari vila para cowok deh tapi ngapain dia kesana." kata melinda.
Namun tidak dihiraukan oleh sandra sama sekali.
"San kenapa dia sangat terburu-buru dan apa yang ia pegang didalam plastik itu." ujar melinda dengan curiga.
"Mungkin makanan buat dia sama orang tua nya mel." jawab sandra.
"Tapi aneh kena-
__ADS_1
"Udah lah mel ngapain kita campurin urusan orang lain sudah ayo katanya mau ikut gue."
Melinda pun mengikuti langkah sandra dan ia pun tidak menghiraukan anak laki-laki itu lagi.