Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan

Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan
26. Ke perpustakaan


__ADS_3

Jam menunjuk ke angka 11 malam terdengar suara mobil di depan rumah sandra. Sandra yang belum tidur ia pun langsung turun dari kamar nya dan menuju ke pintu masuk rumah nya.


"Assalamualaikum." Ucap papa dan kakak nya yang baru saja memasuki pintu tersebut.


"Papa kakak kalian sudah pulang." Ujar sandra sambil berlari ke arah mereka berdua.


"Kamu belum tidur dek?." Tanya aldi.


"Belum kak."


"Pa kok pulang nya sudah larut malam gini?." Tanya mama sandra yang baru saja keluar dari kamar nya lalu menyalami suami nya.


"Iya ma tadi banyak berkas-berkas yang belum di tanda tanganin." Jawab papa nya.


"Ya sudah kalau begitu papa mandi dulu." Ujar papa nya.


"Kamu juga al sana mandi dulu kalau kalian belum makan setelah mandi makan dulu." Kata mama nya.


"Sebelum pulang tadi kami mampir ke tempat makan dulu ma jadi nih perut sudah kenyang." Ujar aldi sambil tersenyum.


__


"Hai guys." sapa sandra yang tersenyum sambil berjalan duduk ke bangku lalu meletakkan tas nya.


"Tumben lu senang banget hari ini." ujar melinda.


"Kenapa nggak boleh." tanya sandra yang masih senyum-senyum.


"Yaelah lo baperan banget dah." ujar melinda.


"Habis lo sih gue ceria gini dibilang tumben kan emang sudah biasa."


"Iya-iya deh serah lu mau ngapain aja." ujar melinda.


"Hayo ada apa nih ye coba cerita ke kita." kata alia.


"Nggak apa-


"Eh lo sandra kan?." tiba-tiba ada seorang gadis yang menghampiri mereka bertiga.


"Em iya ada apa ya." jawab sandra dengan kebingungan.


"Kenalin gue bella teman nya riski." bella pun menyodorkan tangan nya kepada sandra dengan masih kebingungan sandra pun menjabat tangan bella yang membuat kedua sahabat nya menjadi ikutan bingung.


"Oh iya lo dekat ya sama riski?." tanya bella.


"Dia bukan dekat lagi sama kak riski tapi sud-


"Tapi sudah lama berteman mungkin lo saja yang belum mengetahuinya." potong sandra kepada melinda.

__ADS_1


Bella yang merasa aneh dengan jawaban sandra tersebut ia pun memberikan sesuatu yang berada di tangan nya dari tadi.


"Oh gitu ini ada titipan dari beni buat lo." terlihat ditangan bella ada sebungkus coklat bella pun memberikannya kepada sandra.


"Ha kak beni? tumben banget dia kasih makanan buat gue di titipin lagi ke orang, maaf ya ngerepotin lo."


"Iya santai saja kalau begitu gue permisi." bella berlalu pergi dari hadapan mereka bertiga dengan langkah yang lambat.


"San mending lo hati-hati deh sama tu cewek bisa saja kan dia dekatin lo cuman mau jahatin lo secara kan dia juga suka sama kak riski." kata alia.


"Iya gue tau kok tapi ingat jangan berprasangka buruk sama orang lain." jawab sandra.


"Iya san."


~


"Gimana sudah lo berikan?." tanya seorang siswa laki-laki.


"Sudah lo tenang saja mungkin sekarang dia sedang senang."


"Bel makasih."


"Iya sama-sama ben."


"Oke kalo gitu gua traktir lo makan ayo ke kantin." ajak beni.


"Gue lagi males lo aja gue nggak mood."


"Bisa santai nggak sih nggak usah narik gue kayak nari kebo saja deh lo."


"He he he ya maaf sudah ayo."


mereka berdua pun menuju ke kantin tanpa ada perdebatan lagi.


Disaat beni yang sedang memesan makanan mereka berdua tiba-tiba ada seorang cewek yang mendekati bella.


"Hai bell lo makin cantik saja deh selama nggak masuk-masuk sekolah." sapa siska lalu duduk di bangku yang ditempati bella.


"Makasih."


"Tapi percuma sih karena lo masih tetap nggak bisa buat riski suka sama lo." bisik siska sambil menampilkan senyuman jahat.


"maksud-


"Lo nggak usah pura-pura nggak ngerti deh gue tau kalo riski masih tetap nggak mencintai lo balik kan dan kalo dia emang benar suka sama lo coba dong buktiin nggak ada buktinya kan oh iya satu lagi lo harus ingat kalo riski itu sudah punya pacar." setelah siska bicara seperti itu akhirnya ia pergi dari sana dengan jalan yang sangat angkuh.


"Gue tau kalo lo juga masih ngejar riski." batin bella.


__

__ADS_1


"San lo langsung pulang?." tanya alia.


"Nggak gue mau ke perpustakaan tempat biasa."


"Gue boleh ikut ya."


"Ya ikut aja kali, tapi melinda mana?."


"Bareng pulang sama kak beni tadi."


"Oh gitu."


Mereka pun pergi tanpa ada kata-kata lagi.


Setelah mereka sampai disana mereka langsung masuk ke tempat tersebut.


"San ini bagus nggak, coba deh lo liat." alia pun memperlihatkan buku yang ia pilih barusan.


"Hadeh nggak ada buku lain? heran deh gue sama lo selalu saja baca buku yang kayak ginian."


"Emang kenapa sih, nih lo liat cerita nya bagus tau."


"Baca buku itu yang kaya gini biar ni otak cerdas dikit dan satu lagi ni buku banyak manfaatnya jangan yang bucin mulu." ujar sandra ia pun menyodorkan buku yang ia pegang itu yang bertema pembelajaran.


"Yaelah lo san sudah ketularan pintar nya sama kak riski, lagian kenapa sih ini kan cerita nya bagus."


"Iya deh terserah lo." dengan pasrah.


"San nggak apa-apa lah sekali-kali boleh dong dan ini juga banyak manfaatnya kok, lagian lo baca buku yang horor mulu dan sekarang malah tentang pembelajaran."


"Ye lo belum tau saja walaupun gue selalu baca buku yang horor mulu tapi seru."


"San lo itu sekali-kali baca yang kayak gini seru tau ketimbang horor serem tau lo nggak takut ya, dan lo tau nggak semua buku yang teman nya bucin kayak gini banyak banget cowok fiksi nya ganteng-ganteng, coba deh lo baca kalo nggak percaya." ucap alia sambil senyum-senyum.


"Ogahhh lagian lo lia ingat kak robi dari pada sama cowok fiksi nggak bisa dimiliki."


"Iya san ya walaupun kak robi ganteng tapi nggak kalah ganteng nya sama cowok fiksi."


"Terserah lo de gue mau baca dulu." ujar sandra lalu ia berjalan ke kursi yang telah tersedia disana.


"Tu anak kemana sih." ujar alia yang berbicara kepada dirinya sendiri lalu duduk di tempat sandra.


"San gimana kalo kita libur sekolah nanti jalan-jalan."


"Em ya terserah, gue sih ikut saja tapi gue sudah janji sama kakak gue kalo libur nanti kita mau jalan-jalan juga, kalo nanti nggak keberatan gimana kalo gue ajak kakak gue juga."


"Boleh san ajak saja tapi lo harus ikut ya."


"Lia kalo kakak gue ikut otomatis gue juga ikut."

__ADS_1


"He he he iya."


__ADS_2