Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan

Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan
15. Kue bolu dari calon mertua


__ADS_3

ASSALAMUALAIKUM GUYS MAAF SEMUA NYA🙏 SAYA AKHIR-AKHIR INI JARANG UPDATE KARENA LAGI FOKUS ULANGAN DAN TUGAS NUMPUK, ALHAMDULILLAH ULANGAN NYA SUDAH SELESAI, DAN SAYA HANYA MINTA DUKUNGAN NYA DARI PEMBACA SAYA AGAR SAYA LEBIH SEMANGAT LAGI UPDATE, TERIMA KASIH😇. BAIKLAH KALAU BEGITU KITA LANJUT LAGI OKE DAN JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN CERITA INI🤗.


****


Keesokan harinya


"Baiklah anak-anak apa kalian semua sudah belajar untuk ujian lusa?." tanya wanita paru baya yang tak lain ialah ibu mia selaku wali kelas 11 IPA.


"TIDAK." teriak para murid dengan suara yang lemes.


"Oke baiklah kalau begitu, ibu janji jika kalian mendapatkan nilai bagus ibu akan mentraktir kalian semua."


"Serius bu." ujar seorang murid laki-laki dengan kegirangan.


"Iya buat apa ibu berbohong, jadi pastikan nilai kalian semua sempurna."


"Iya bu." sahut para murid-murid di kelas tersebut.


__


Sandra, alia dan melinda berjalan pergi ke kantin setelah mendengar kan suara bel istirahat berbunyi.


"Lo mau kemana?." tanya seorang cowok dengan perawakan tinggi.


"Kita nggak di tanya kak." sahut melinda dengan iseng.


"Buat apa nanyain kalian, nggak penting." ujar cowok tersebut yang tak lain beni.


"Yaelah gitu amat sama sepupu sendiri." gerutu melinda.


Namun beni tidak merespon nya ia malah menatap ke arah sandra.


"Kenapa lo ngeliat gue kayak gitu, mau ngancam gue lagi." ujar sandra.


"Apa salah gua ngeliatin lo, gua juga punya mata bukan lo aja, jadi urusan gua mau ngeliatin siapa saja." beni pun pergi tanpa mendengar kan respon dari sandra.


"Tu sepupu lo kenapa dah, nggak jelas banget." ujar sandra.


"Tau tu gue juga nggak tau, lagian nggak usah di ladenin deh mending kita makan perut gue udah laper."


"Benar tu kata melinda, nggak usah diladenin."


__


"Ini." terlihat seorang cowok meletakkan bekal bermotif cantik di atas meja sandra.


"Eh kak riski, ini apa kak?." tanya sandra dengan heran kerna tumben riski memberikan sesuatu kepadanya.


Sedangkan para teman-teman kelas sandra yang cewek pada salting semua.


"Kue bolu buatan mama, dia minta gua kasiin ini ke lo."


Sandra pun membuka bekal tersebut dan terlihat lah kue yang kelihatannya sangat enak namun ia menutup kembali bekal tersebut.


"Oh iya, em kak nanti sampaikan ke tante susan makasih banyak ya, dan bilang ke dia kalo kue nya sangat enak."


"Bukannya belum lo makan?." tanya riski dengan bingung.


"Udah bilang aja kayak gitu, lagian walaupun belum gue cicipi, udah keliatan kue nya enak."


"Hem, gua permisi." riski pun berlalu pergi keluar kelas itu.


"Cie apaan tu." goda alia.

__ADS_1


"Apaan si lia."


"Nggak usah malu-malu gitu kali, tinggal jawab aja susah banget."


"Kue ya san, minta dong keliatan nya pas lo buka tadi kayak nya enak deh." sahut melinda.


"Jangan ini buat gue dari camer gue jadi hanya gue yang boleh makan nya."


"Jadi orang jangan pelit banget, nanti kuburan nya sempit lo mau." ujar melinda.


"Kok lo doa nya gitu sih jahat banget." kata sandra.


"Lo sih nggak mau kasih tu kue, gue kan cuman pengen cicip sedikit aja."


"Mel mending kita pulang sekolah nanti beli, dan lo nggak usah minta sama sandra, itu dari calon mertua nya, ya udah ayo kebangku."


"Hadeh iya-iya."


__


Terdengar suara motor di depan rumah yang terlihat cukup mewah tapi sederhana dan seketika seorang wanita paruh baya memarahi pemuda yang telah mengendarai motor itu dengan sangat kesal.


"Mama sudah berapa kali bilang sama kamu beni jangan menggunakan motor lagi, mama tidak mau kamu kenapa-napa karna kamu itu selalu saja ngebut-ngebutan setiap bawa motor."


"Maaf ma, tapi ma kalau beni nggak pakai motor apa lagi pergi sekolah, terus beni harus pakai apa ma." ujar beni kepada mama nya.


"Itu urusan kamu, kamu kan bisa naik angkutan umum kenapa harus pakai motor segala."


"Ma naik angkutan umum itu cuman boros-boros uang saja."


"Sama saja motor juga boros-boros uang saja selalu beli bensin terus pokok nya mama tidak mau tahu mulai besok kunci motor kamu mama yang pegang."


"Nggak gitu juga ma."


"Mana kuncinya."


"Mana kuncinya."


Beni pun memberikan kunci motor nya kepada mama nya tersebut dengan wajah yang terpaksa.


__


"Assalamualaikum aku pulang, mama aku lapar." ujar sandra.


"Waalaikumsalam, putri ku yang manis sudah pulang."


Sandra pun menoleh ke arah mama nya ia tercengang mendapati seorang pemuda yang sedang duduk di samping mamanya di kursi sofa ruang tamu.


"Ma disamping mama itu apakah kak riski?."


"Iya sayang jawaban yang tepat sekali." jawab mama nya.


"Kenapa kak riski ada disini."


"Em gua mau nganterin kue yang di buat mama tadi, sebenar nya tadi mama yang akan mengantarkannya tapi dia tadi harus mendatangi acara mendadak di kantor terpaksa gua pulang sekolah langsung kesini."


"Oh, tapi kenapa nggak sekalian aja di titipin sama sandra tadi biar nggak terlalu ngerepotin."


"Sebenarnya mama tadi sekalian mau ngobrol-ngobrol kesini tapi nggak jadi karna ada acara mendadak di kantornya."


"Oh, ma sandra ke kamar dulu ya mau ganti pakaian."


"Jangan lupa langsung mandi." teriak mama nya saat sandra berlari menuju kekamarnya.

__ADS_1


"Iya."


__


"Gimana her apakah hari ini pekerjaannya melelahkan?." tanya mama sandra.


Saat ini mereka semua sedang berada di meja makan.


"Ya begitu lah ma, nama nya kerja pasti capek."


"Iya nak ya sudah kita makan."


"Riski kapan kesini?." tanya heru.


"Pulang sekolah tadi kak."


"Oh nanti setelah makan kalau kamu belum pulang temanin kakak main game yuk, bosan main sendiri."


"Iya kak."


"Mangkanya cepat nikah biar nggak sendiri mulu." sahut sandra.


"Tidak usah ngomong yang aneh-aneh kamu, masih bocah." ujar heru.


"Nggak aneh-aneh kok, emang bener kan, biar ada yang masangin dasi, ada yang masakin, ada yang nyiapin baju, dan lain-lain, iya nggak ma." Sandra pun minta pendapat kepada mama nya.


"Benar sayang, tapi ingat kamu nggak boleh pikirannya nikah mulu, apa kamu mau mama papa sama orang tua nya riski langsung menikahkan kalian berdua."


"Nggak jangan sekarang mama."


"Hahaha iya nggak nanti setelah kedua kakak kamu menikah baru kamu yang nyusul."


"Hem." kata sandra.


Sedangkan riski hanya diam dan tersenyum namun tidak ada yang melihat nya.


"Ayo makan dulu setelah itu ngobrol lagi."


"Iya ma."


"Her besok kamu jadi kan jemput adek kamu'."


"Iya ma, jadi besok jam setengah sebelas aku menjemput nya."


"Emang kakak mau jemput siapa?."


"Siapa lagi kalau bukan kakak kamu yang satu nya." ujar heru.


"Kak aldi pulang?."


"Iya dek karna kampusnya dicepetin liburnya."


"Oh gitu, yey jadi makin rame dong rumah." kata sandra kegirangan.


Mama, kakak nya dan riski tersenyum senang.


"Ya udah kalau begitu ayo-ayo dimakan, riski ini nak makan yang banyak." kata mama nya sandra dan ia memnggeserkan makanan dipiring kecil namun unik, kepada riski.


"Iya tante."


"Kok masih manggil tante sih, panggil mama dong."


"Iya maaf tan- eh ma."

__ADS_1


"Nah gitu kan enak."


__ADS_2