Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan

Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan
6. Balok es


__ADS_3

🌺🐻🌺


Setelah mengantarkan itu sandra berjalan ke kelas nya yang dimana diikuti oleh riski, kebetulan kelas mereka searah.


"Em kak makasih ya udah bantuin gue ngantarin itu tadi."ujar sandra.


"Hmm." riski pun berlalu pergi dari hadapan sandra.


"Dasar balok es, bilang iya aja susah, ngirit banget ngomong nya." ujar sandra bicara sendiri.


"San lo dari mana sih, kita dari tadi cariin lo ternyata lo disini." kata alia.


"Tadi gue disuruh sama bu mirna nganterin kardus yang berisi kertas ke ruang guru." jawab sandra.


"Oh kita kira lo kemana, ya udah ke kelas yuk." ajak melinda.


****


Di perjalanan pulang


"Pak nanti mampir ke tokoh buku tempat biasa ya, soal nya aku mau lihat-lihat mungkin saja ada buku baru." ujar sandra.


"Iya non." jawab pak toni.


Setelah sampai di tempat yang ia tuju sandra pun keluar dari mobil nya dan masuk ke tempat tokoh tersebut.


Baru saja masuk tiba-tiba hp sandra berdering.


"Halo kenapa pak?." tanya sandra.


"Aduh non bapak mintak maaf ya nggak bisa nunggu non soalnya istri bapak masuk rumah sakit jadi bapak harus kesana non." ujar pak toni yang berada di luar tokoh tersebut.


"Oh ya udah pak kalo gitu nggak apa-apa kok, nanti sandra naik kendaraan umum saja." kata sandra.


"Bapak mintak maaf non ya." ucap pak toni.


"Iya pak nggak apa-apa, ya sudah bapak buruan kerumah sakit nya nanti istri bapak nungguin." kata sandra.


"Iya non." jawab pak toni lalu mematikan panggilan tersebut.


Setelah sandra melihat-lihat akhirnya ia menetapkan untuk membeli buku cerita yang sangat tren akhir-akhir ini.


Selesai membeli buku ia keluar dari tokoh dan berjalan menuju tempat tunggu dimana kendaraan umum sering berhenti, bahkan tidak terasa hari sudah semakin sore.


BRUKK


"Akhh." Tanpa sandra sadari ia di tabrak oleh motor yang melaju sangat kencang.


"Kamu baik-baik saja." ujar sandra kepada pengendara motor tersebut, karna ia melihat pengendara tersebut terguling.


Namun sama sekali tidak di respon oleh pengendara tersebut.


"Gimana ni, lo nggak terluka kan?." tanya sandra dan menghampiri pengendara motor yang telah bangun dan terduduk.


Pengendara motor tersebut membuka helm nya disaat ia akan melihat ke arah sandra ternyata ada segerombolan motor yang menghampiri nya, ia pun melemparkan helm tersebut ke sandra dan berlari sekencang mungkin, bahkan sandra tidak sempat melihat wajah dari pengendara motor tersebut.


"Berhenti." teriak salah satu pengendara motor mengejar lelaki yang menabrak sandra tadi.


Sandra pun tercengang melihat kejadian itu.


"Woi beni berhenti kamu." ujar salah satu pengendara motor tersebut.

__ADS_1


"Cepat tangkap dia." mereka pun melewati sandra.


"Apa beni?, jangan bilang kak beni." sandra pun berlari mengikuti mereka pergi.


Di sisi lain lelaki tadi berusaha untuk menghindari para pengendara motor yang mengejarnya.


Tapi sial nya ia harus bertemu jalan buntu, akhirnya ia tidak bisa kemana-mana lagi semua pengendara motor tersebut mengepung nya.


"Lo nggak bisa kemana-mana lagi berandal." ujar salah satu di antara meraka seperti nya ia adalah ketua nya.


"Berandal? bukan nya lo yang berandal." jawab lelaki itu.


Dengan seketika ketua di antara mereka pun memukul perut lelaki tersebut atau yang di panggil beni tadi dengan amat keras.


"Hei lo pikir kita akan berdiam diri disaat lo memenangkan balap tadi hah." ucap ketua dari mereka.


Sedang kan orang yang dipanggil beni tadi hanya terseyum saja.


Ketua dari mereka ingin memukul wajah nya tetapi beni menghindar.


"Gua nggak akan ngembiarin lo memukul wajah gua." ujar nya.


"lo menghindar?, baiklah mati saja kalo begitu." ujar ketua dari mereka.


Disaat ketua dari mereka ingin memukul lelaki tersebut, mereka mendengar suara mobil polisi, terpaksa para pengendara motor tersebut berlari kecuali lelaki tersebut atau beni hanya berdiam diri disaat.


Tidak di sangka ternyata suara itu tadi berasal dari hp sandra, ya sandra lah pelaku nya, ia pun melihat kearah para pengendara motor tadi apakah sudah pergi atau belum ternyata mereka semua sudah pergi kecuali beni.


"Apa mereka sudah pergi?." ujar sandra sambil melihat ke arah mereka berlari.


"Akhh." Tanpa ia sadari ia malah menabrak beni.


"Lo teman nya melinda?." tanya lelaki itu dengan tampang yang cuek ternyata ia adalah sepupu melinda.


Sandra yang merasa gugup ia berniat menipu beni agar ia bisa kabur.


"Eh coba lo liat dibelakang lo." ujar sandra sambil menunjuk ke arah belakang beni, namun beni tidak terpancing.


"Apa yang lo lakuin?." tanya beni cuek.


"Aisss sial." sandra pun berbalik badan dan bersiap berlari.


Namun sial nya lagi ia malah kesandung oleh sepatu nya sendiri. dengan sigap beni langsung menarik tas sandra agar ia tidak terjatuh.


Sandra langsung melihat kebelakang dan berhadapan dengan beni.


"Apa yang lo liat?." tanya beni masih dengan cuek nya.


"Makasih." ujar sandra dengan suara yang lembut.


"Dah" sandra pun langsung kabur begitu saja.


"Dia kenapa?." gumam beni.


Baru saja ingin pergi dari tempat itu, beni pun ingat jika helm nya di bawa kabur oleh sandra.


"Eh tunggu, helm gua." teriak beni namun tidak di dengar oleh sandra.


"Aisss sial." ujar nya.


****

__ADS_1


Lapangan sekolah


"Tangkap." ujar salah satu murid perempuan.


Hari ini kelas 11 IPA pelajaran olahraga kebetulan sekali kelas 12 IPA juga pelajaran olahraga.


"Sandra lempar." ujar alia.


Mereka memainkan bola tangan dengan sangat asik.


Di sisi lain riski dan beni sedang tangkap menangkap bola tangan tersebut namun seperti ada rasa dendam di antara mereka berdua.


"Oke bagus." ujar teman kelas 12 IPA


"Ayo riski." ujar seorang cowok kelas mereka ia adalah arjun yang sangat ingin berteman sama riski tetapi riski selalu tidak perduli.


"beni, ayo ben." ujar salah satu cowok di antara mereka.


"Beni keluar." teriak arjun dan mendapat tatapan tajam oleh beni, ia pun merendahkan volume suara nya.


Beni pun berjalan dengan gaya cuek nya pergi dari area permainan.


"Hei harus nya kesana." ujar arjun kepada beni namun tidak ada respon.


Di sisi lain seorang murid perempuan kelas sandra melempar bola ke arah lawan nya namun bola nya malah keluar, tepat di belakang sandra, sandra pun mengambil bola tersebut sambil berlari.


Di saat ia akan mengambil bola tersebut, seketika ada kaki yang menginjak bola tersebut.


"Hei." sapa beni kepada sandra.


"Iya." sahut sandra.


"Lo kemarin yang lari bersama helm gua kan?." tanya beni yang masih setia menginjak bola tersebut.


"Awas di atas kepala lo ada bola." ujar sandra sambil menunjuk ke atas.


"Lo sudah mencoba itu tapi nggak akan bisa lo nipu gua." sahut beni dengan percaya diri.


Bukk


"Aisss dasar siapa yang-


"Ma-maaf, ketua kelas yang melempar." ujar salah satu murid laki-laki kelas nya.


melihat beni yang sedang berdebat sama teman kelas nya kesempatan sandra untuk mengambil bola tersebut.


Namun sial nya ia malah tersungkur dengan sangat keras.


"Cihh." beni pun menggelang-gelangkan kepala nya.


Sandra yang melihat riski berjalan ke arah nya, ia berpikir riski akan membantu nya ternyata riski hanya melewati nya saja dengan tampang tanpa dosa bahkan sandra di langkahi nya.


Alia dan melinda yang melihat itu langsung menghampiri sandra dan membantu nya berdiri.


"San lo nggak apa-apa kan?." ujar melinda dengan panik.


"Kak lo gila ya kenapa lo kasar banget sih sama teman gue." ujar melinda kepada beni.


"Kasar maksud lo, salah dia sendiri jalan nggak liat." jawab beni dan berlalu pergi dari sana.


"Dasar sepupu laknat." ujar melinda.

__ADS_1


Sedangkan sandra masih menatap kepergian riski.


"Gue kira dia akan bantuin ternyata mustahil." gumam sandra dalam hati.


__ADS_2