Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan

Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan
14. Siska berulah


__ADS_3

Terdengar suara motor dari belakang sandra dengan kecepatan tinggi.


Tin Tin


"aiss bisa hati-hati nggak sih." teriak sandra.


"Kesempatan gue." sandra pun memotret beni yang turun dari motornya.


"Lo sedang apa?."


"Ng-nggak gue nggak ngapa-ngapain kok." sandra pun menyembunyikan hp nya.


"Awas lo kalo berani potret gua tanpa izin, abis lo."


"Iy-Iya."


Riski yang baru saja memasuki gerbang melihat mereka berdua beradu mulut.


Beni pun pergi dan meninggal kan sandra yang masih berdiri.


"Dasar main nya selalu ngancam terus." gerutu sandra.


Sandra yang melihat riski melewati diri nya tanpa menyapa atau melirik diri nya ia pun langsung berjalan di samping riski.


"Pagi kak."


"Hem."


__


"Ciee yang sedang jatuh cinta." ujar alia saat sandra baru saja masuk ke kelas nya.


"Lo apaan sih lia." ujar sandra dengan malu.


"Kenapa emang bener kan sahabat gue yang satu ini lagi kasmaran, gimana sama teman gue kemarin, asik nggak orangnya."


"GETOT, gagal total." ujar sandra.


"Maksud lo?."


"Balok es gagalin semua nya."


"Ha balok es? emang kalian pergi kemana kemarin sampai-sampai ada balok es segala."


"Bukan balok es sungguhan markonahh."


"Lah terus apaan?."


"Kak riski."


"Kenapa sama kak riski?."


"Dia yang gagalin semua nya."


"Gimana cara nya."


"Waktu gue di telpon sama cowok yang lo kenalin ke gue itu tiba-tiba kak riski langsung merebut hp gue, terus dia bilang, lo tau nggak dia bilang apa sama tu cowok." kata sandra.


"Mana gue tau, emang dia bilang apaan."


"Dia bilang kalo dia pacar gue."


"Ha, lo serius, gue nggak percaya."

__ADS_1


"Ya udah terserah lo mau percaya apa nggak, tapi kenyataannya dia emang bilang gitu."


"Tapi gue aneh deh kok dia tiba-tiba bilang gitu ke dimas, masak kak riski suka sama lo itu nggak mungkin kan, tapi bisa jadi sih.


"Kenapa nggak mungkin secara dia mau dijod-


Upss


Sanda langsung menutup mulut nya


"Secara dia apa?."


"Nggak kok, secara em secara dia-


"Jujur sama gue san." kata alia yang merasa curiga kepada sandra.


"Em jujur apaan."


"Gue tau ada yang lo sembunyiin dari gue, soalnya keliatan banget dari muka lo itu." kata alia.


"Nggak kok, emang kenapa sama muka-


"San kita kan udah janji nggak akan ada yang disembunyikan."


"Hai guys, hadeh gue telat hari ini." ujar melinda yang baru saja sampai."


"Huh untung ada melinda." batin sandra.


"San ingat lo masih ada hutang penjelasan sama gue." kata alia.


"Aduh gimana ya, gue belum siap mereka tau, tapi kan mereka emang harus tahu karna mereka sahabat gue, apa gue jujur aja ya, hadeh nanti deh mikirin nya buat tambah pusing saja." batin sandra.


__


"San jujur apa yang lo sembunyiin ke kita?." ujar alia disaat mereka berjalan menuju ke kantin.


"Awas kalo nggak."


"Iya bawel."


"Emang apa yang lo mau ceritain?." sahut melinda.


"Nanti aja deh bahas nya gue mau makan dulu."


"Beneran ya." ujar alia.


"Iya pulang sekolah nanti."


"Kelamaan." kata melinda.


"Ya udah kalo nggak mau."


"Iya deh tapi awas ya kalo nggak."


"Hem ya udah ayo."


Mereka pun memesan makanan, saat mereka lagi menikmati makanan itu tanpa mereka duga ada kua bakso tumpah dan menyembur ke pakaian sandra, sandra langsung terkaget dan kepanasan.


Byurr


"Aw panas." ujar sandra.


"Upps sorry sengaja." kata seorang gadis yang tak lain adalah siska.

__ADS_1


"Lo apa-apaan hah, gila lo ya." bentak alia ia pun berdiri dari duduk nya.


Byurr


"Jangan mentang-mentang lo senior terus lo seenak nya saja nyiram gue pakai kua bakso, lo bisa gue juga bisa." ujar sandra membalas siska dengan menumpahkan kua bakso pedas dan panas itu.


"Kurang ajar." umpat siska.


"Kenapa nggak terima begitu pun sebaliknya gue juga nggak terima lo perlakukan gue seperti itu emang lo siapa hah, lo itu hanya manusia sama seperti gue jadi nggak usah banyak tingkah." ujar sandra ia pun meninggalkan kantin.


"AISSSS awas lo ya gue akan balas dendam." teriak sìska yang disaksikan banyak orang, saat ia melihat semua murid melihat ke arahnya ia pun berlari keluar kantin.


__


"San apa yang lo mau ceritain tadi ayo cepat nanti keburu supir gue jemput." ujar alia.


Saat ini sandra, alia dan melinda sedang berada di halte.


"Tapi kalian janji ya jangan kasih tahu orang lain."


"Iya gue janji." ujar melinda.


"Emang apaan sampai-sampai lo nyuruh kita janji jangan kasih tahu orang lain." sahut alia.


"Nanti kalian juga tahu kok tapi janji dulu." ujar sandra sambil mengangkat jari kelingkingnya.


"Iya deh, apa." kata alia yang tidak sabaran.


"Em gu-gue aduh gimana ya bilang nya, em itu gue mau dijodohin sama bokap dan nyokap gue." kata sandra.


"Ha." alia dan melinda pun kaget secara bersamaan.


"DIJODOHIN, lo serius san terus lo dijodohin sama siapa?." ujar alia.


"Volume suaranya bisa di kecilin nggak nanti kedengaran sama yang lain." kata sandra.


"Iya maaf, jadi lo beneran mau di jodohin san?." tanya alia.


"Iya." sandra pun menganggukkan kepalanya.


"Terus lo mau dijodohin sama siapa?." tanya melinda.


"Em sam-sama balok es."


"Balok es siap-


"Jangan bilang kak riski." ujar alia.


"He'em tepat sekali, hadeh belum jadi istrinya saja gue selalu di cuekin apa lagi sudah jadi istrinya nanti, jawaban nya mungkin selalu hem, hem, hem ya biasalah kata-kata istimewa nya itu selalu dia andalin."


"Lo nggak sakit kan san, semua cewek berbondong-bondong ingin jadi pacar nya terus lo malah mengeluh di jodohin sama dia, kalo gue gas kerana kesempatan nggak akan datang dua kali apa lagi cowok nya kayak kak riski." kata melinda.


"Ya itu kan lo bukan gue, lagian mau cewek banyak yang suka sama dia atau nggak itu bukan urusan gue."


Tin Tin


"Ayo non." ujar supir sandra atau pak anton.


"Iya pak, gue duluan ya kalo nggak kalian bareng gue aja yuk."


"Nggak usah lo duluan aja." ujar alia.


"Ya udah kalo gitu assalamualaikum, bayyy." sandra pun melambaikan tangan nya kepada kedua sahabatnya dan masuk ke mobil tersebut

__ADS_1


"Iya Waalaikumsalam hati-hati." ujar kedua gadis itu yang membalas lambaian tersebut.


"Iya aman, ya udah gue duluan ya, selamat menunggu bay sahabat-sahabat gue yang cantik." sandra pun berlalu pergi dari hadapan kedua gadis tersebut.


__ADS_2