Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan

Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan
20. Dikunci ditoilet


__ADS_3

"Guys temanin gue." ujar sandra.


"Kemana?."


"Ke Kantin."


"Ayo gue juga mau beli makan." ujar alia.


"Tapi san lo kan bawa bekal, dua lagi buat siapa-siapa sih terus lo mau kekantin, emang dua bekal nggak cukup buat lo." kata melinda.


"Ini punya kak riski, gue ke kantin cuman mau nganterin ni bekal ke dia."


"Tumben banget lo."


"Sudah ayo temanin gue." Sandra pun menarik kedua sahabat nya menuju kantin.


"Sesuai perjanjian kakak semalam, nih gue bawain nasi sama masakan yang gue buat sendiri." ujar sandra saat mereka sudah berada di meja makan tempat riski dan teman nya.


"Riski, bukan kah lo tidak boleh makan pedas." bisik arjun.


"Nggak apa-apa karna ini masakan calon gua."


"Ha calon, maksud lo?." tanya arjun.


"Nanti lo akan tau sendiri."


"Jangan hanya makan daging nya saja, nasi nya juga di makan." ujar sandra.


"Gimana enak nggak kak?."


"Enak."


"Benarkah, kalo begitu kakak harus makan lebih banyak."


Mereka pun memakan masakan sandra.


"Gua rasa selera kita cukup sama, nanti harus makan bersama setiap hari." ujar riski.


"Iya kak."


"Terima kasih untuk makan siang nya." riski pun beranjak bergi dari sana sambil menahan rasa pedas.


--


Kak riski : "tolong antarkan gua sebotol gelas rasa stroberi kelapangan basket."


Tanpa membalas pesan dari riski, sandra pun pergi dari kelas nya menuju lapangan basket.


Terlihat sandra yang sedang mengelap keringat riski dilapangan dengan rasa malu karna semua teman riski melihat itu termasuk beni.


"Alay sekali." gumam beni.


Melihat sandra yang telah duduk di bangku tunggu yang berada dilapangan basket akhirnya alia dan melinda pun ikut duduk di sana.


"Kalian." ujar sandra kaget.


"Hehehe lo sama kak riski tadi serasi banget tau." ujar alia.


"Udah ah gue malu dilihatin teman nya kak riski."

__ADS_1


"Nggak apa-apa kali."


"Tadi gue sempat fotoin kalian berdua, lihat deh bagus kan." melinda pun menyodorkan hp nya.


Dengan saksama sandra melihat foto itu ternyata memang sangat bagus.


"Terima kasih." ujar sandra dengan bodo amat.


Tanpa sandra sadari riski mendekat ke arah nya, siska yang melihat riski mendekat ke arah sandra tanpa menghiraukan ia, ia pun sangat marah.


"San lihat deh kak riski kesini."


"Biarin saja."


"Handuk." ujar riski, baru saja sandra akan memberi kan handuk itu, tiba-tiba siska langsung mengelap wajah riski tanpa rasa malu.


"Lo apa-apaan." ujar riski marah.


"Ngelap wajah lo lah pakai nanya lagi, oh iya ini minum nya mungkin saja lo haus kan." siska pun yersenyum kepada riski tanpa menghiraukan sandra.


Namun riski tidak menghiraukannya.


"Dek-


"Gue mau ke kelas, ayo guys."


Riski pun langsung menarik tangan sandra.


"Gue harus pergi ke kelas kak takutnya guru sudah datang."


"Ikut gua."


"Gue harus kekelas kak."


"Kakak budek ya?, gue mau ke kelas jadi jangan maksa gue untuk ikut lo, kak sudah seharian ini gue sibuk melayani lo, masih tidak cukup kah?,gue beri tau lo gue nggak akan melayani lo lagi." Sebelum sandra benar-benar pergi dari hadapan riski ia pun mengambil selembar uang dan memberikan nya kepada riski.


"Ini utang gue kemarin jadi lo nggak perlu gue harus melayani lo lagi." Sandra pun berlalu pergi dari sana.


Begitu pun riski setelah sandra pergi ia juga pergi dari hadapan siska.


"Nggak disangka ternyata sandra juga bisa marah sama riski." ujar arjun kepada robi.


"Ternyata riski suka cewek yang seperti itu, dan lo nggak ada harapan lagi." arjun pun berlalu dari hadapan siska.


"Sandra awas lo untuk kali ini lo sangat menyebalkan lihat saja nanti." ujar siska.


__


"Bu permisi ke toilet." ujar sandra


"Silahkan."


Kebetulan di saat siska keluar dari ruang guru ia melihat sandra keluar dari kelas ia pun mengikuti sandra dengan diam-diam.


Tanpa sandra sadari siska menikuti ia ke toilet, disaat ia masuk ke toilet tersebut siska langsung meluncurkan aksinya ia pun mengunci sandra dari luar.


"Mampus lo, lo pikir lo bisa nyaingin gue NGGAK hahaha." siska pun pergi begitu saja.


"Lo ini kenapa pintu nya nggak bisa di bukak sih."

__ADS_1


Tok Tok Tok


"Tolong, apakah ada orang?." teriak sandra.


"Tolong, tolong, tolong."setelah lelah berteriak akhirnya sandra terduduk di lantai namun tidak lupa ia berteriak walau suara nya sudah sangat lemah


Saat riski dan arjun selesai latihan basket ia mendengar suara teriakan dari dalam toilet perempuan.


"Ki lo dengar nggak suara apa itu." ujar arjun


"Iya gua dengar."


"Atau jangan-jangan suara penghuni sekolah ini."


"Huss kalo ngomong itu dijaga jangan asal sembarangan ngomong saja." kata riski.


"Maaf."


Riski yang sangat penasaran dengan suara itu akhirnya ia mendekati toilet tersebut.


"Suara itu kenapa sangat familiar." beberapa detik berpikir riski pun langsung berlari ke arah toilet itu.


"Sandra."


Riski pun lari masuk kesana tanpa berpikir panjang, ia langsung menerobos pintu toilet tersebut.


"Kakak gue sangat sesak berada disini." ujar sandra yang sangat lemah.


Akhirnya riski menggendong sandra dan membawa nya ke UKS sekolahan.


"Bu tolong bantu dia." kata riski setelah mereka sampai di UKS tersebut.


"Ini kenapa, dia kenapa riski?."


"Dia terkunci di toilet perempuan bu."


"Astaga sebentar ya nak."


"Baik bu."


"Arjun, gua minta tolong sama lo, tolong lo selidiki siapa yang telah berani-berani nya mengganggu milik gua dan cek CCTV."


"Iya lo tenang saja, ya sudah gua permisi dulu."


"Oh iya sebelum lo ke ruangan pak darwin, lo beri tau dulu kepada guru yang mengajar di kelas sandra biar dia tidak marah karna sandra tidak masuk ke kelas."


"Iya ki."


Disisi lain alia dan melinda tidak sama sekali melihat kehadiran sandra.


"Sandra tadi kemana, kenapa dia tidak masum-masuk, ke toilet lama sekali." ujar ibu guru yang mengajar di kelas mereka.


"Assalamualaikum bu." ujar arjun lalu ia masuk ke kelas sandra.


"Waalaikumsalam."


"Permisi bu saya arjun dari kelas 12 IPA 1 ingin memberi tahu ibu bahwa sandra tadi terkunci di toilet perempuan, saya dan teman saya mendengar suara ia minta tolong dan setelah kami lihat dia sudah sangat lemah karna sesak berada didalam sana untung saja saya dan teman saya membawa nya ke UKS, sekarang ia sedang berada di UKS dan sudah ditangani oleh ibu citra."


"Kenapa bisa terkunci di dalam sana?."

__ADS_1


"Saya juga belum tau bu, ini saya akan meyuruh pak darwin mengecek CCTV di ruangan nya, kalo begitu saya permisi bu." arjun pun berpamitan pergi.


"Iya semoga bisa di selidiki ya."


__ADS_2