
"Hati-hati ya kak."
"Hem."
Sandra mengantar riski keluar dari pintu pagar rumahnya.
__
Riski yang sedang menunggu angkutan umum dengan seorang diri, ia melihat seorang wanita paruh baya yang membawa belanjaan dengan keberatan.
BUKK
"Hati-hati bu." riski pun membantu wanita paruh baya itu berdiri dan memapah nya duduk di kursi halte.
"Iya terimah kasih." ujar wanita paruh baya itu dengan tersenyum.
"Ib- bu anita." kata riski dengan kaget.
"Riski?, ibu kira siapa, makasih nak ya oh iya kenapa sekarang udah jarang main kerumah hem."
"Em itu em soalnya tugas sekolah riski sangat numpuk bu, jadi belum ada waktu untuk kesana." ujar riski dengan linglung.
Riski pun menyalami wanita paruh baya itu.
"Beni juga gitu, tapi kata nya sangat malas buat ngerjain tugas nya, padahal ibu sudah marah habis-habisan tapi masih saja, bahkan sekarang itu dia selalu saja bawa motor kebut-kebutan, ibu tidak bisa lagi harus gimana."
"Iya bu." jawab riski dengan canggung.
Riski tidak ingin banyak bicara karna ia sangat merasa canggung dengan situasi yang sekarang.
__
"Ma." panggil seorang pemuda.
"Eh iya kenapa hem."
"Mama kok tumben banyak banget belanja nya buat apaan?."
"Nggak, cuman buat kita sehari-hari saja, ini mama banyak belanja nya biar nggak belanja terus."
"Oh gitu." beni pun duduk di kursi meja makan dengan santai sambil mengotak-ngatikan ponsel nya.
"Oh iya mama baru ingat, tadi mama ketemu sama riski di halte waktu mama akan menunggu angkutan umum datang dan ia yang bantuin mama bawa belanjaan ini ke halte."
"Kok bisa?."
"Ya bisa lah ben, lagian kan secara riski teman baik kamu, tadi nya sebenarnya mama mau ngajak dia ke sini tapi mama liat dia sepertinya keburu mau pergi, jadi nggak jadi."
"Ngapain harus ngajak dia kerumah ini segala sih ma, untung nggak mama ajak."
"Lah emang kenapa kalau mama ngajak dia kerumah."
"Beni nggak suka."
"Loh kenapa hem dia kan teman nya kamu, ingat kata-kata mama selesaikan masalah kalian dengan cara dewasa dan bijak jangan malah berdiam diri lalu tidak menyapa satu sama lain, ya udah kalo gitu mama mau masak dulu."
****
__ADS_1
Beni masuk ke dalam toilet dan tanpa sengaja ia bertemu riski yang sedang mencuci kedua tangan nya.
"Riski." panggil beni saat riski akan keluar dari toilet tersebut.
"Gua hanya ingin berterima kasih sama lo karna sudah bantuin nyokab gue kemarin, tapi mulai sekarang jangan melibatkan diri dalam kehidupan gua atau pun orang terdekat gua."
Terlihat riski yang masih setia berdiri di tempat nya itu.
"Apa yang lo lakuin?." ujar beni sambil menepis tangan riski yang sedang melambai-lambai di depan wajahnya.
"Gua cuman ingin mengecek apakah lo nggak kesambet." riski pun keluar dari toilet tersebut.
__
Terlihat sandra yang berlari menuju halte sekolahnya tanpa sengaja ia melihat riski yang sedang duduk dengan santai sambil mendengarkan musik dengan headset.
"San tungguin." teriak alia.
"Cepat banget sih larinya, capek tau ngejarnya." ujar melinda dengan ngos-ngosan.
Namun sandra tidak menghiraukan mereka, ia masih dengan setia melihat ke arah riski.
"Pantesan, ada tu cowok klo gitu kita nunggu di dekat gerbang sekolah aja yuk mel." alia dan melinda pun pergi dari sana.
Sandra langsung duduk di samping riski dengan pelan.
"Kak riski." panggil sandra.
"Hem iya." riski pun pangsung mencabut headset nya dan menoleh kearah sandra.
"Belum."
Terlihat sebuah mobil lexus es berwarna abu-abu berhenti di depan mereka, riski pun langsung berjalan menghampiri mobil tersebut.
"Kenapa dia cuek banget sih." gerutu sandra.
Saat riski sudah masuk kedalam mobil tersebut ia memanggil sandra dengan sedikit teriakan.
"Sandra."
Sandra yang sedang berkelana dengan pikiran nya tidak mendengarkan panggilan riski.
"Sandra." panggil riski lagi.
"Iy-iya kak."
Sandra yang mengira riski memanggil namanya berpikir riski akan mengantarnya pulang, sandra pun bangkit dari duduk nya lalu menghampiri riski dengan wajah yang sangat bahagia.
Diaat sandra akan membuka pintu mobil tersebut riski pun langsung berkata.
"Gua nggak bermaksud agar lo masuk." Sandra tercengang dan tidak berniat untuk melanjutkan membuka pintu mobil tersebut.
"Kata mama lo, gua harus ngajari lo buat belajar agar lo dapat nilai yang sempurna, besok temui gua di cafe dekat taman setelah pulang sekolah." ujar riski.
Riski pun langsung menutup pintu mobil itu dan berlalu pergi.
"Menyebalkan, tapi nggak apa-apa deh karna dia mau ngajari gue besok."
__ADS_1
"San lo belum juga pulang?." tanya alia.
"Kalo gue masih ada disini berarti gue belum pulang alia."
"Hehe iya juga, eh tapi kenapa lo nggak pulang bareng sama kak riski tadi san?." tanya alia.
"Nggak diajak."
"Kok bisa?." tanya melinda.
"Ya bisa lah masak nggak sih."
"Maksud gue kenapa kak riski nggak ngajak lo buat pulang bareng secara kan lo udah di jodohin sama dia oleh kedua orang tua kalian, tapi kok dia gitu sih, harusnya nih ya dia itu ngajak lo buat pulang bareng tapi ini sama sekali nggak ada tawaran." kata melinda.
"Kalian kayak kagak tau aja sama tu cowok balon es dasar nyebelin banget tu cowok, tapi nggak apa-apa asalkan dia besok mau ngajarin gue buat belajar bareng "
"Lo serius san." ujar alia.
"Iya masak gue bohong sih."
****
Keesokan harinya
Sandra yang sedang membaca dan menghafalkan dialog, tanpa ia sadari ia tidak melihat jalan.
Bukk
"Astaga hampir saja gue memecah kan kepala gue sendiri." ujar sandra dan ia melihat sebuah tangan yang berada di depan wajah nya sambil menempel ke dinding yang hampir saja di tabrak oleh nya.
"Terima kasih kak." Sandra pun berterima kasih setelah melihat siapa yang telah membantunya.
"Gua melindungi dindingnya." riski pun memegang jidat sandra.
"Ini batu yang keras." ujar riski dengan cuek dan berlalu pergi.
"Apa kakak bilang, batu yang keras?." Sandra pun dengan sengaja menabrak kan bahu nya ke punggung belakang riski.
"Lo baca apa?." tanya riski masih dengan gaya cool nya.
"Kepo."
"Cuman ingin tau bukan kepo." balas riski.
"Sama aja kepo."
"Mungkin saja gua bisa bantu." ujar riski.
"Nggak perlu, ya udah gue duluan ya kak bayyy." sandra pun berlari menuju kelas nya dan berlalu meninggalkan riski seorang diri.
"Huh dasar cewek ceroboh."
"San." panggil melinda saat ia melihat sandra yang akan masuk ke kelas sambil berlari.
"Mel, lia mana?." tanya sandra.
"Gue nggak tau mungkin belum datang ya udah masuk yuk." Sandra pun mengangguk, mereka berdua pun masuk kedalam kelas.
__ADS_1