Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan

Mengejar Cinta Kakak Kelas Berujung Perjodohan
28. Kedatangan tiba-tiba


__ADS_3

Jam sudah menunjuk ke angka 21:00 riski pun berpamitan pulang dari rumah sandra.


"Riski pulang ya." ujar riski


"Iya hati-hati." jawab sandra.


"Kenapa nggak nginap disini saja nak sesekali kan." timbal mama nya sandra.


"Lain kali saja ma, pasti riski nginap kok."


"Ya sudah kalo begitu kamu hati-hati ya."


"Iya ma."


Mereka pun mengantar riski kedepan pintu rumah.


"Ma san riski pulang ya, assalamualaikum." riski pun melambaikan tangan nya dan tidak lupa menyalami mama nya sandra.


"Waalaikumsalam."


__


Alia : San makasih ya udah ngajak kita gue nggak percaya kita akan jalan-jalan bersama. Ujar alia disebrang sana.


Sandra : kalian tau nggak kakak gue pasti seneng gue ngajak kalian berdua.


Alia : Bagus deh kalo kakak lo seneng san.


Melinda : untung saja nyokab gue nggak ngajak gue keluar kota jadi gue bisa ikut deh.


Sandra : oke baiklah jadi lusa kita semua pergi.


Melinda : oke deh kalo gitu udah dulu ya gue mau siap-siap buat lusa.


Alia : yaelah mel kan bisa besok nggak usah buru-buru kali.


Melinda : takut lupa ya udah bay.


Alia : kalo gitu gue juga tutup ya san dada.


Sandra : oke baiklah bay.


****


Keesokan harinya


Terlihat sandra yang sedang rebahan di sofa ruang tamu sambil mengotak-ngatikkan hp nya dengan muka yang kusam dan rambut yang acak-acakan.


BUK


"Aiss kakak." teriak sandra setelah bantal kursi mengenai jidatnya.


Sedangkan aldi bukannya merasa bersalah tapi malah ketawa nyengir.


"Nyonya ada den riski di depan." Ujar bik wati yang berlari menghampiri mereka di ruang tamu.


"Hah kak riski? mama kok nggak bilang sih Kalo kak riski mau kesini aiss." dengan secepat kilat sandra langsung berlari menuju ke kamar nya.


"Mama juga nggak tau sayang." teriak mama nya.


"Hadeh anak mama yang satu itu kenapa?." tanya aldi yang tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


"Entahlah." jawab mama nya yang ikut geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Assalamualaikum ma kak." ucap riski setelah ia memasuki rumah tersebut.


"Waalaikumsalam." jawab mama nya sandra dan kakak nya.


"Sini nak duduk dulu."


"Sandra nya mana ma?." tanya riski.


"Tadi pergi ke kamar nya." jawab mama nya sandra.


"Tadi dia langsung lari ke kamar nya pas tau kalo kamu sudah ada di depan rumah." kata aldi.


"Kenapa lari." Ujar riski yang kebingungan.


"Biasa kalo kebanyakan cewek kan malas mandi apa lagi hari libur sama tu kayak sandra belum mandi masih acak-acak kan mungkin dia malu diliat kamu ki." jawab aldi.


"Ini silahkan den." bik wati pun meletakkan makanan ringan diatas meja.


Ha ha ha


Mereka pun tertawa dengan apa yang aldi bicarakan itu.


Disisi lain sandra yang sedang kesana kemari untuk memperbaiki penampilannya sebelumnya.


"Aduh ini gimana sih aisss gue harus pake baju apa, ini aja kali ya." Sandra pun mengeluarkan baju tangan panjang dan kelihatan akan longgar jika ia memakainya.


"Terus bawahannya yang mana ya, kenapa sih tu cowok nggak ngabarin dulu kalo mau kesini."


15 menit kemudian


Dengan pakaian yang serba panjang sandra menuruni anak tangga di rumah nya tersebut dan berjalan dengan sedikit gugup takut kalau riski melihat penampilan ia sebelumnya.


"Eh kak riski ngapain kesini?." tanya sandra yang pura-pura tidak tahu.


Tiba-tiba sandra langsung membukam mulut kakak nya. Sedangkan riski hanya tersenyum saja melihat tingkah laku adik beradik itu.


"Nih gua cuman balikin novel tempo hari makasih ya." riski pun menyodorkan novel tersebut ke sandra.


"Oh iya gue lupa iya sama-sama kak." Sandra langsung mengambil novel itu dari tangan riski.


"Non ada non alia sama non melinda." ujar bik wati menghampiri mereka.


"Suruh masuk saja bik."


"Iya non." bik wati pun menuju ke arah pintu dan menyuruh mereka masuk.


"Assalamualaikum." ucap mereka kompak yang diikuti seorang cowok di belakang mereka.


"Waalaikumsalam."


"Tante." mereka pun menyalimi mama nya sandra.


"Eh beni kamu juga disini." Ujar mama nya sandra dan tersenyum kepada beni.


"Iya tan."


"Kenapa kalian ajak kak beni?." bisik sandra kepada kedua sahabat nya itu.


"Tadi itu dia di suruh sama nyokab gue buat jagain gue selama nyokab dan bokap gue pergi ke luar kota dan dia nganterin kita kesini deh karna katanya mau jagain gue." Ujar melinda.


"Tapi lo sudah ngomong kan sama ortu lo kalo besok lo akan pergi sama kita?." kata sandra.


"Sudah kok tapi kata nyokab gue kak beni harus ikut em nggak apa-apa kan san."

__ADS_1


"Hedah iya nggak apa-apa."


"Serius?."


"Iya mel serius."


"Riski kenalin ini beni anak dari teman nya mama oh iya mungkin kalian sudah saling kenal ya secara kan kalian satu sekolah." ujar mama Sandra.


"Beni nggak kenal tan." sahut beni dengan menampilkan wajah yang judes.


Mendengar beni bilang seperti itu sandra dan kedua sahabat nya pun tercengang karna tidak mungkin beni tidak mengenal riski secara mereka satu kelas.


"Bukanny-


"Kenalin gua riski." sebelum sandra bicara riski langsung mengulurkan tangan nya kepada beni.


"Beni." Ujar beni sambil menjabat tangan riski.


"Beni ikut mereka juga besok?." tanya mama sandra.


"Iya tan beni ikut buat jagain melinda karna tadi mama nya nitip dia ke beni."


Riski yang mendengar beni akan ikut besok ia langsung terkejut.


"Bagus kalau gitu buat perame besok." Ujar aldi dengan semangat.


"Kalo gitu beni boleh ajak teman cewek beni ikut."


"Boleh tu ajak saja."


"Kak kalo gitu alia juga boleh dong aja pacar nya alia."


"Melinda juga kak boleh ya."


"Boleh tapi ingat batasannya karna besok kita mau ke pantai dan lagian disana kita akan nginap di vila."


"Siap." jawab mereka kompak.


__


"Hati-hati ya sampai ketemu besok." teriak sandra kepada teman-teman nya sambil melambaikan tangan.


"Gua pulang ya." ujar riski."


"Iya kak Hati-hati ya."


"Iya assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah kepergian mereka sandra kembali tiduran lagi di sofa sambil makan cemilan yang berada diatas meja.


"Hei sudah sore mandi sana bau asem." aldi langsung mengambil remot tv yang berada di tangan sandra dan mengganti siaran favoritnya.


"Ih kakak bola lagi bola lagi jangan diganti sini mana remot nya balikin."


"Eh mandi dulu sudah sana bau tau."


"Idih sok wangi."


"Emang wangi."


"Pd." Sandra pun pergi dari hadapan aldi sambil menggerutu sebal kepada kakak nya karna telah membuat ia kesal pertama bilang dia bau kedua ganti siaran kesukaan nya.

__ADS_1


"Dasar kakak sok ganteng." Sandra pun memasuki kamar nya dan langsung mandi.


__ADS_2