
"Rain.. sampai kapan Kamu akan seperti ini?" Tanya Rinjani khawatir melihat Anaknya.
"Seperti apa sih ma.. Rain baik baik saja" ucap Pria dewasa itu dengan Pakaian rapi sedang menikmati Sarapannya.
Rinjani menggeleng kan kepala nya melihat anak sematawayangnya yang sangat menyedihkan "apa Kamu akan menunggu mama mati baru kamu akan menikah!" To the point.
Rain menghentikan makannya "Ma.. Rain sudah katakan belum ada wanita yang pas" jawabnya santai
"Yang Pas seperti apa? Seperti Al.."
"Ma! Jangan sebut nama itu lagi" potong Rain sebelum Ibu nya menyebut nama yang sangat ia cintai dan juga menjadi Luka baginya.
Rinjani pun tertekun atas ucapan Rain dengan mata yang berkaca kaca "Maa.. Maafin Rain. Bukan Rain bermaksud membentak Mama" ucap Rain merasa bersalah pada ibu nya
Rinjani Hanya diam memalingkan wajahnya "kalau begitu Mama carikan saja jodoh yang terbaik untuk Rain" pasrah Rain
"Benarkah? Janji tidak mengulangi waktu itu?" Rinjani mengingatkan Kejadian pembatalan nikah putra nya dulu
Rain mengusap muka nya dan mengangguk. Mungkin Ia akan benar benar menikah saat ibu nya menemukan jodoh untuknya.
"Rain berangkat kekantor ya Ma. Hati hati dirumah jika ada apa apa tolong langsung telfon Rain" ucapnya
Rinjani mengangguk "baiklah.. kamu juga hati hati dijalan" jawabnya
**
Diperjalanan Rain terus melamun memikirkan Perjodohan yang ia sama sekali tidak mengenal wanita itu. Semenjak Gadis yang ia cintai menikah dengan pria pilihannya. Ia pun menutup rapat hatinya. Bahkan ia tidak berniat mencari pengganti gadis itu.
"Tuan" sapa karyawan saat Rain memasuki Kantor mewah dan megah nya.
Rain tak menanggapi nya, Ia hanya memandang lurus kedepan tanpa berniat Menjawab ataupun sekedar memberi senyuman.
Walaupun sikapnya dingin bagaikan kulkas sepuluh pintu seperti itu, Rain berprinsip Setiap karyawan yang bekerja diperusahaannya, Ia akan mensejahterahkan kehidupan Karyawannya mulai dari tunjangan dan juga gaji yang besar.
"Tuan.." sapa Asisten pribadi Rain yang bernama Rangga.
Rain pun mengangguk "hari ini kita akan mengadakan meeting bersama kolega yang sangat penting Tuan" ujarnya memberitahu Agenda hari ini.
"Baiklah. Siapkan semua nya kita akan memenangkan proyek besar ini" ucap Lantang Rain
__ADS_1
Rangga pun mengangguk dan berpamitan meninggalkan Ruangan Rain.
Rain melirik bingkai foto yang terpajang dimeja nya. Gadis yang sangat ia cintai. Walaupun ia tidak ingin berkomunikasi dan mendengar namanya namun Foto Gadis itu tetap Ia pajang.
"Kenapa Sangat sulit melupakan mu" gumamnya pada Foto itu.
Setelah membaca Sekilas berkas berkas yang akan di rapatkan kali ini, Rain pun bersiap untuk menuju ruangan Meeting.
**
"Wahh Bibi ini rumahnya sangat besar" ucap Gadis cantik itu
Inah mengangguk membenarkan Ucapan keponakan yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.
"Sekarang kamu makan ya" Ucap Inah memberi Tara makan.
Tara pun mengangguk. Ia datang dari kampung untuk bertemu dengan Bibi nya. Ia baru saja lulus sekolah menengah atas dan berencana mencari pekerjaan di kota. Ia juga sangat merindukan bibi yang mengasuh dan membiayai nya hingga besar seperti ini.
Tara Diandra Azahra.. nama gadis yang lugu dan polos itu.
"Siapa ini Inah?" Tanya Rinjani tiba tiba. Ia ingin meminta tolong Inah membuatkannya Jus
Rinjani menggeleng "tidak Apa apa.. siapa nama mu gadis cantik?" Tanya Rinjani
"Tara Nyonya" jawab Alya menyalim Rinjani
Melihat kesopanan Tara, Rinjani pun tersenyum "lanjutkan lah makan mu. Inah tolong buatkan saya Jus Apel" ujar Rinjani beralih kepada Inah
Inah mengangguk Dan segera membuatkan pesanan Rinjani.
Rinjani tak berhenti hentinya memandangi Tara. Walaupun tara gadis kampung namun ia memiliki wajah yang sangat cantik dan Ayu. Kulit yang putih dan tinggi semampai menambah kecantikannya.
"Berapa usia mu?" Tanya Rinjani
"Umur Saya 19 tahun Nyonya" jawab Tara
"Jangan panggil saya nyonya. Panggil saja saya ibu"
Tara merasa tak enak hati namun ia pun harus mengikuti permintaan Majikan Bibi nya.
__ADS_1
"Kamu kuliah atau bagaimana?"
"Saya Berencana mencari pekerjaan Bu, jika kuliah saya tidak punya biaya dan juga saya tidak ingin merepotkan Bibi saya terus menerus" jawab Tara Mengutarakan perasaannya
" Apa kamu ingin kuliah?" Tanya Rinjani
Dengan cepat Tara mengangguk "baik lah kamu akan saya biayai kuliah namun saya punya persyaratan" ucap Rinjani.
Saat pertama kali melihat Tara, Rinjani sudah berpikir akan menjodohkan Rain dengan nya. Karna Rinjani merasa Tara adalah gadis yang sangat baik dan polos. Ini lah yang ia cari untuk menjadi pasangan anaknya dan ia berharap Tara bisa merubah sifat dingin Anaknya.
Mendengar itu Tara pun penasaran dengan persyaratan nya..
Kini Mereka bertiga sudah berkumpul diruangan Keluarga. Tara dan inah menatap satu sama lain saat persyaratan itu di ucapkan.
"Saya akan membiayai kuliah Mu asal kau ingin menikah dengan anak ku" ucap Lantang Rinjani
Mendengar itu Tara membelalakkan matanya tak percaya atas persyaratan semacam itu. Bagaimanapun ia butuh biaya kuliah karna ia tau mencari pekerjaan dikota ini sangatlah susah. Namun ia juga tak ingin Mengorbankan hidupnya dengan menikahi pria yang sama sekali ia tak mengenalnya.
"Kau boleh memikirkan nya dan jika sudah mendapatkan keputusan, bicaralah kepadaku" ucap Rinjani.
Tara pun mengangguk. Ia meminta pendapat dari bibi nya.
"Jika kamu ingin kuliah, maka turuti saja persyaratan itu dan jika tidak kau akan bernasip sama seperti bibi mu. " Ucap Inah. Ia sangat ingin membiayai kuliah Keponakannya namun badannya yang sudah tua tak akan sanggup bekerja seperti ini lebih lama lagi.
Tara pun mengangguk mengerti maksud dari Bibi nya.
"Tara akan mencoba menyesuaikan diri dengan tuan itu dan juga mengikuti persyaratan yang diberikan demi masadepan Tara" ucap nya
Inah pun mengangguk dan tersenyum setuju. Mungkin ini adalah jalan hidup Anak dari kakak nya ini.
"Bibi doa kan semoga kelak Kau akan menjadi orang yang sukses " ujar Inah membelai rambut lurus Tara.
Tara pun mengangguk dan memeluk Inah "terimakasih atas semua nya bi.. bibi sudah merawat dan menanggung kehidupan tara" ucap Tara dengan tangis yang membasahi pipinya.
"Bibi sangat menyayangimu" gumam Inah pelan.
Umurnya sudah tidak muda Lagi namun ia memutuskan untuk tidak menikah dan bekerja selama bertahun tahun disini sebagai asisten rumah tangga. Ia merawat dan membiayai Tara dengan hasil kerja kerasnya seorang diri. Ketika ia ingin merantau kekota,!ia menitipkan tara kepada Ibu nya dan ia yang menanggung keperluan Tara dan juga ibu nya setelah Orang Tua tara meninggal dunia disaat Tara masih bayi.
Kini Ibu nya sudah meninggal dan Ia pun meminta tara Untuk mengikuti nya kekota. Berharap Ada harapan untuk Keponakan yang sangat ia sayangi ini.
__ADS_1
Note: terimakasih sudah mampir dan membaca cerita baru Author. Semoga teman teman menyukainya💜💜