Mengejar Cinta Tuan Rain

Mengejar Cinta Tuan Rain
Hamil


__ADS_3

"Tuan... kenapa pintu nya langsung dikunci?" Tanya Tara bingung karna Rain mengunci pintu dijam segini dan Sangat jarang sekali Rain mengunci pintu kamar mereka. Biasa nya Tara lah yang mengunci pintu ataupun jendela Balkon.


Rain hanya Diam, ia mulai mendekati Tara. Walaupun ia belum bisa melupakan Alya namun Tetap Saja Jiwa laki laki Rain masih Ada apalagi melihat Tara hanya menggunakan Baju piyama yang sangat tipis. Ia selama ini menahan nya.


Melihat Rain mendekat, Tara pun melangkah mundur "tuan.. ada Apa?" Tanya Tara memberanikan diri


"Aku menginginkan mu" jawab Rain yang sudah didepan Tara dengan jarak yang sangat dekat.


Tara meneguk saliva nya terus memandangi wajah Tampan Milik Rain.


Rain mulai memajukan wajah nya dan mencium Bibir ranum Tara.


"Hhhmmmhh" leguh Tara. Namun seketika itu Tara mendorong Rain dan berlari kekamar Mandi.


"Ooekk ooekkk ooekk" ujar Tara memuntahkan isi perut nya.


Rain dengan cepat mengikuti Tara. Ia dengan sigap mengelus punggung Tara.


"apa kau baik baik saja?" Tanya Rain setelah Tara berhenti muntah.


Tara mengangguk. Keringat dingin membasahinya. Baru kali ini ia merasakan seperti ini. Biasanya jika ia demam, tidak separah ini.


"Apa kau bisa berjalan?" Tanya Rain memastikan nya


Tara hanya diam dan terkulai lemas di lantai. Dengan sigap Rain menggendong Tara ke Atas Ranjang.


"Tadi kau baik baik saja. Kenapa sekarang seperti ini?" Tanya Rain sambil mengelap baju Tara. Baju Tara sudah basah oleh Air dan bekas muntahan nya. Ia tidak geli ataupun Jijik mengelap bekas muntahan tara. Setelah bersih Rain langsung membuka kancing baju milik Tara.


Tara hanya pasrah karna Ia sangat pusing dan wajahnya pucat.


Kini Rain beralih keruang Ganti untuk mencari baju ganti Tara. Saat memasangkan baju nya, Lagi lagi Rain meneguk saliva nya melihat dua gundukan kenyal yang sangat padat itu.


"Tuan jangan seperti itu. Tara tidak bisa melayani Tuan saat ini" ujar Tara yang masih dalam keadaan lemah dan menutup mata.


Rain langsung menyadarkan diri nya "Tidak usah ke pede an" jawab Rain membela dirinya.

__ADS_1


"Apa saya bau?" Gumam Rain menciumi badan nya. Ia bingung kenapa Tara tiba tiba seperti ini saat ia mulai mencium Tara.


"saya akan memanggil bi Mirna untuk membuat kan mu teh hangat dan menelfon dokter Irvan" ujar Rain beranjak turun dari kasur. Tara tak menjawab nya. Kepala nya sangat pusing dan perutnya sangat lah tidak nyaman.


**


Tara sudah diperiksa oleh Dokter Irvan "bagaimana dok keadaannya?" Tanya Rain memastikan.


Dokter irvan pun tersenyum "seperti nya Tuan akan segera menjadi Ayah" jawab Dokter irvan mampu membuat Rain dan juga Tara membelalakan matanya karna sangat terkejut.


"Aay..ahhh" ulang Tara dan Rain secara bersamaan.


Dokter Irvan mengangguk "untuk Mengecek keadaan pasti nya. Saya akan menghubungi Dokter Linda karna ia adalah dokter kandungan dan teman saya" ujar Dokter Irvan.


Rain pun mengangguk dan terus memandangi Tara yang terbaring di Ranjang.


"Benarkah Dia hamil? Alhamdulillah Ya Yaallah" batin Rain senang. Namun ia tidak memperlihat kan nya didepan Tara.


Berbeda dengan Tara. Tara sangat sedih karna ia langsung mengingat Ucapan Rain kepada Mertua nya waktu itu. Tara dengan susah payah menahan air mata nya agar tidak jatuh didepan Rain dan dokter irvan.


Tak beberapa Lama Dokter Linda pun datang dan segera memeriksa kondisi Tara.


Dengan cepat Dokter Irvan pun langsung mengubah posisi nya membelakangi Tara mengerti Kode yang diberikan Rain.


Mendengar Itu Dokter Linda hanya tersenyum melihat keposesifan dari Tuan Rain.


"Selamat Ya Nona. Usia kandungan Nona sudah menginjak 6 minggu. Kondisinya sangat baik dan sehat. Namun anda harus meminum vitamin dan mengkonsumsi makanan yang sehat. Hindari makanan cepat saji dan rajin meminum susu Ibu hamil" ujar Dokter Linda.


Tara pun mengangguk. Ia tidak sabar ingin memberitahu berita besar ini kepada Rinjani yaitu mertua nya.


"Saya pamit Dulu Tuan dan Nona. Jika terjadi apa apa langsung hubungi saya" ujar Dokter Linda


"Terimakasih dok" jawab Tara.


Rain pun mengantarkan Kedua dokter Yang memeriksa Istrinya.

__ADS_1


Setelah mengantar Dokter irvan dan Dokter Linda. Rain langsung menghampiri Tara dikamar mereka.


"Tuan.. Jangan Paksa Tara menggugurkan nya" ujar Tara melihat Rain baru saja sampai dikamar nya


Mendengar Itu Rain terkejut "kenapa bicara seperti itu?" Jawab Rain meminta penjelasan


"Tuan sendiri yang tidak ingin Anak dari Tara. Tapi tolong jangan minta tara untuk menggugurkannya" jelas Tara dengan Mata yang sudah memerah mengeluarkan Air mata nya.


Rain mengingat ucapannya dulu yang menyakiti Hati Istri kecil nya.


Ia langsung memeluk Tara "Maaf kan saya yang telah berbicara seperti itu. Maafkan saya..Jangan pernah berfikir lagi jika Saya akan meminta mu menggugurkan bayi Kita. Kita akan bersama sama membesarkan nya. Maafkan saya"


Tara yang sudah berada dipelukan Rain Hanya mengangguk dan menangis. Tangis bahagia yang ia rasakan saat ini. Setelah mendengar jawaban yang membuat nya menjadi lebih tenang. Tak ada yang ia khawatirkan lagi.


"Terimakasih sudah mengandung Anak ku" ucap Rain mencium bibir Tara dan ******* nya. Ia sangat bahagia mendengar kabar ini. Walaupun ia belum mencintai Tara namun ia harus segera mungkin mencintai Tara yang tengah mengandung Anak nya.


"Lusa mama pulang. Perkiraan cuaca akan membaik Lusa. Kamu hati hati. Sekarang kamu dan Rain pindah ke kamar Utama. Mama tidak mau kamu naik dan turun tangga" ujar Rinjani di sebrang Telfon. Ia sedang berada di korea memantau cabang hotel Yang sudah berdiri selama 6 tahun disana. Disana juga sedang musim Salju jadi kondisi cuaca belum memungkin kan untuk terbang.


Semenjak Alya menikah, Rain tidak pernah lagi menginjakkan kaki nya di korea oleh karna itu Rinjani lah yang selalu mengecek sekali 6 bulan disana.


"Baik Ma. Mama jaga kesehatan. Tara rindu Mama dan segeralah pulang" jawab Tara setelah mendengarkan ceramah dan aturan aturan yang diucapkan Ibu mertua nya.


"Mama juga merindukan mu. Jaga kesehatan ya nak" ujar Rinjani. Dan telfon pun terputus setelah mengobrol Sangat Lama.


"Tuan.." panggil Tara


"Apa kau ingin sesuatu?" Tanya Rain yang sedang berbaring langsung bangun untuk duduk sambil mengelus perut Tara.


"Hmmm Tara ingin bertemu Tuan Rangga" ujar Tara


Rain pun membelalakkan mata nya "kenapa? Apa kau menyukai nya?" Protesnya


Tara langsung menggelengkan kepala nya "Tara ingin bertemu Tuan Rangga Tuan" ulang nya lagi


Rain pun menghembuskan nafas nya kasar " Baiklah Tunggu sebentar. Akan saya hubungi dulu" jawab Rain mengikuti permintaan Tara.

__ADS_1


Melihat Itu Tara pun tersenyum senang sambil mengelus perutnya yang masih Rata. Ia berharap kelak Anak nya lah yang membuat Rain mencintai nya. Tara selalu berdoa dan berharap suatu saat itu akan benar benar terjadi.


Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini 💜


__ADS_2