Mengejar Cinta Tuan Rain

Mengejar Cinta Tuan Rain
Perlakuan sangat manis


__ADS_3

"Dimana Tara?" Tanya Rain mencari keberadaan istri nya


"Tadi Nona pulang Duluan Tuan" jawab Raisa sambil menunduk


"Bagaimana bisa? Apa terjadi sesuatu padanya?"


Raisa mengangguk "tadi Nona bertemu


dengan Ajeng. Mereka membicarakan Sesuatu. Saat saya Tanya Nona tidak menjawab nya" jelas Raisa


"Urus mereka. Saya akan menyusul Tara" perintah Rain kepada Raisa dan Juga Rangga.


"Baik Tuan" jawab mereka.


Rain langsung menuju parkiran Mobil nya. Ia melirik jam dipergelangan tangannya sudah memasuki waktu makan siang. Ia pun bergegas meninggalkan Parkiran itu.


"Taraa.." panggil Rain setelah sampai dirumah mereka.


Tak ada jawaban, Rain langsung mencari Tara kekamar mereka.


"Tara" gumam Rain saat melihat istri nya tengah melakukan kewajibannya sebagai Seorang muslim.


Rain mendengar Rintihan doa Tara saat Mengadu kepada Allah tentang perasaannya. Ia sangat sedih mendengar kalimat yang di Lontarkan Oleh Tara. Tanpa ia sadari Mata nya sudah memerah menahan Tangis.


Rain tersentuh mendengar Kalimat Doa Tara yang sangat Tulus mendoa kan keselamatan dan kesehatan untuk nya. Tara juga berdoa agar hubungan pernikahannya juga Selalu langgeng dan Harmonis dan Tak lupa kalimat "semoga Rain segera mencintai nya"


"Tara.." panggil Rain setelah Tara selesai sholat


"Tu..an" jawab Tara sedikit terkejut


Rain langsung memeluk Tara Dengan Erat "ada Apa Tuan?" Tanya Tara bingung melihat Rain tiba tiba seperti ini


Rain tak menjawab "Cup" Kecupan singkat dibibir Tara


"Terimakasih sudah berdoa untuk ku" ujar Rain megusap bibir Tara.


Tara yang mendapat perlakuan itu tersipu Malu "apa Tuan mendengar semua nya? Tara sangat Malu"


Rain tersenyum dan terus memperhatikan Tara. Menurutnya akhir akhir ini Tara sangat cantik dan juga Seksi.


Rain mendekat kan wajah nya kewajah Tara dengan cepat ******* bibir Ranum Tara.


"Hhhmmmhh" Racau Tara saat ******* itu berubah menjadi Gigitan kecil dibibir nya.


"Aku menginginkannya" ucap Rain menahan sesuatu.


Tara pun mengangguk karna mereka sudah sangat Lama tidak melakukan itu.


Tara mengalungkan tangannya keleher Rain, mendapat Respon seperti itu Rain dengan semangat menggendong Tubuh Tara menuju Ranjang Mereka.

__ADS_1


Rain memulai aksinya tanpa henti. Gengsi nya yang sangat besar itu mendadak hilang entah kemana. Yang ada dipikirannya hanya menikmati permainan yang ia buat.


"Tuan.. Jangan terlalu kasar. Kasihan Baby B" ujar Tara


Rain mengangguk dan sedikit bingung sejak kapan Tara memberikan nama Bayi mereka dengan sebutan" Baby B" namun Rain tak ingin menanyakannya sekarang karna Ia sangat menikmati permainan ini.


Satu jam pun selesai. Ia menyelimuti Tara sampai menutupi Dada dengan nafas mereka yang memburu. Rain sangat menikmati dan terus menatap wajah Tara.


"Kau sangat cantik Sayang" ujar Rain mampu membuat Tara tersipu Malu dibuat nya. Tara memukul pelan dada bidang Rain.


"Tuan.. Kau semakin Tua semakin agresif" ujar Tara


"Kau sudah mulai nakal sekarang" jawab Rain menggoda Tara.


Mendengar Itu Tara langsung menutupi wajah nya dengan Tangan nya. Hal itu membuat Rain terkekeh dibuat nya.


"Baby B.. apa kau senang Papa kunjungi?" Tanya Rain menuju perut Tara.


Tara langsung mencubit Lengan Rain atas ucapan frontal itu.


"Auhh sakit Ra" jawab Rain


"Tuan sangat mesum" ujar Tara beranjak Bangun


"Kau ingin kemana?"


"Ayo Mandi bersama" ajak Rain


Tara langsung menolak dan dengan cepat mengunci pintu kamar Mandi. Hal itu membuat Rain terkekeh Geli.


Satu jam pun berlalu, Kini mereka sudah membersihkan diri nya "Apa Tuan Lapar? Ini sudah lewat makan siang" ujar Tara


Rain mengangguk sebagai jawaban iya. Tara pun segera pamit untuk ke dapur. Ia sudah memasak Makan siang untuk Suaminya yang hanya tinggal dipanaskan saja.


Rain mengikuti Tara dari belakang.


"Mama..." ujar Tara menghampiri Rinjani


"Tara.. jangan lari lari nanti kamu jatuh" ucap Rinjani saat Tara berlari kecil menghampiri nya


"Tara sangat merindukan Mama" jawab Tara langsung memeluk ibu mertua nya.


"mama juga sayang" jawab Rinjani mencium pipi Tara


Begitu pun Rain yang berdiri menghampiri Rinjani.


"Kenapa Jam segini Kamu masih dirumah Rain? Dan ini kenapa rambut mu basah?" Tanya Rinjani namun seketika ia sadar Dan tersenyum membayangkan kelakuan anak sematawayang nya kepada menantu nya.


"Ti..dak Tadi Rain kehu..janan Ma. Jadi Rain mandi" jawab Rain dengan Alasan nya

__ADS_1


"Kamu kan pakai mobil tidak mungkin kehujanan" sanggah Rinjani


Rain pun menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"Mari Ma kita makan siang bersama" ujar Tara mengalihkan pembicaraan. Ia sangat malu dengan kejadian ini.


"Kenapa jam segini baru makan siang sih sayang. Kasihan loh cucu Mama kalau makan nya sudah jam segini" ujar Rinjani mengelus elus perut Tara


Tara tersenyum Canggung " Tara tadi sudah kenyang Ma makan Somay dikantor Tuan" jawab Tara


"Apa? Kamu makan somay? Siap yang izinkan?" Kini Rain bersuara. Ia tak pernah mengijinkan tara makan sembarangan.


"Hmm Tapi Tara sangat ingin memakan somay Tuan"


"Sudah Lah Rain. Itu Artinya tara sedang mengidam. Jika Tara sedang mengidam tidak dituruti nanti anak kamu ileran. Kamu mau Cucu Mama ileran terus" kini Rinjani membela Tara


Rain menggeleng "kalau begitu jika ingin makan sesuatu harus izin kepadaku dulu" jawab Rain posesif.


Rinjani yang melihat itu pun tersenyum bahagia karna sedikit demi sedikit sikap Rain sudah mulai terlihat berubah.


"Kamu jangan terlalu sering melakukannya. Kasihan Tara sedang hamil" bisik Rinjani menggoda Rain


Mendengar Itu Wajah Rain langsung memerah menahan Malu " Ga ada yang ngelakuin itu kok ma. Memang tadi hujan jadi kepala Rain basah" ulang Rain membela dirinya. Ia saat ini sangat malu dengan kelakuannya.


Mendengar jawaban Anak nya, Rinjani pun hanya mengangguk sebagai jawaban iya.


"Tara.. malam Ini Tara tidur dengan Mama ya sayang" ucap Rinjani


Tara mengangguk dengan senang hati berbeda dengan Rain yang merasa keberatan namun Ia juga tak berani menolak karna Sudah pasti ia akan di goda lagi dengan Ibu nya.


"Boleh kan Rain?" Tanya Rinjani menggoda putra nya


"Itu terserah Tara saja ma. Kenapa Mama meminta izin Rain" jawab Rain kikuk


"Hmm baiklah" jawab Rinjani.


Setelah makan, Rain langsung membuatkan Tara susu Ibu Hamil.


"Apa masih Mual?" Tanya Rain. Karna sehabis makan tadi Tara langsung memuntahkan nya lagi


Tara menggeleng " Sudah mendingan Tuan" jawab Tara mengelus perut nya yang masih Rata


Rain turun Dari sofa dan duduk di Karpet Ruang keluarga. Ia ingin menyetarakan kepala nya dengan perut Tara.


"Baby B.. kamu jangan seperti itu ya. Kasihan mama Muntah terus setelah makan. Mama kan harus tetap sehat. Jangan nakal Ya nak" ujar Rain kepada Baby B sambil mencium perut Tara.


Hari ini adalah perlakuan termanis yang diberikan Rain untuk nya. Mulai dari Rain mengungkapkan Menginginkan dirinya dan hingga saat ini mengelus mencium perut nya. Tara sangat bahagia mendapat perlakuan seperti itu. Ia berharap sifat dan sikap Rain akan segera berubah menjadi seperti keinginan Tara.


Note : terimakasih sudah membaca💜

__ADS_1


__ADS_2