
Pagi pagi Tara sudah bersiap siap membuat sarapan dan juga akan berangkat Kuliah.
Sudah Dua minggu Tara dan Juga Rain hanya tinggal berdua. Karna Rinjani memutuskan untuk tinggal sementara di Luar Kota. Ia beralasan mengembangkan cabang Hotel baru nya disini dan Ia akan mengelola nya sendiri.
Ini adalah pernikahan mereka yang ke tiga bulan. Seperti janji Rain Ia akan membahagia kan tara walaupun Sampai saat ini Ia belum memberikan Tara nafkah Bathin sebagai pasangan suami istri. Walaupun begitu Tara mengerti dan tidak mempermasalahkan itu. Selagi Rain bersikap baik kepada nya ia sudah bersyukur.
"Tuan.. Bangun ya" Ujar Tara membangunkan Suami nya dengan Lembut.
"Hmmm" Jawab Rain masih enggan untuk bangun
"Tuan..." ujar Tara sambil menggoyangkan badan Rain.
"Ada apa Ra?" Ucap Rain menyadarkan diri nya
"Tuan tidak ke kantor?"
Rain menggeleng "Kenapa?" Tanya Tara penasaran
"Saya ingin mengunjungi Mama" jawab Rain menyandarkan Diri nya dibahu Ranjang
Mendengar Itu Tara langsung meloncat kesenangan karna ia akan bertemu dengan Mertua nya "Tara ikut Tuan" Rayu Tara
Rain berfikir sejenak untuk mengulur waktu "Tuan.. Tara ikut Yaa" bujuk Tara lagi sambil Naik ke atas ranjang
Rain ingin mengerjai Tara "Kamu kan Kuliah" ucap Rain
"Tara Bisa Meminta izin. Ya Tuan Tara ikut ya. Tara rindu Dengan Mama" Mohon Tara semakin dekat Dengan Rain tanpa Tara sadari
Jarak mereka sangat dekat, Kedua mata mereka bertemu. Lagi lagi Rain mengagumi kecantikan Tara walaupun Ia belum mencintai Tara namun Ada rasa dihati nya tidak ingin kehilangan Tara.
"Kenapa Bibir nya terlihat sangat manis" batin Rain
Tara yang baru tersadar Langsung menjauhkan badannya namun Ia terjatuh akibat kurang keseimbangan.
Rain yang ingin menangkap nya pun, Ikut terjatuh dan Tubuh nya menindih Tara.
Wajah mereka benar benar sangat Dekat bahkan mereka bisa merasakan hembusan nafas satu sama Lain.
Tanpa Rain sadari Ia mulai mencium Tara. ******* bibir Tara yang sangat manis itu. Sedangkan Tara hanya bisa merasakan tanpa tau berbuat apa apa.
"Hhhmmmhh" keluh Tara kehabisan Nafas
Mendengar Itu Rain langsung tersadar dan menghentikan aktivitas nya "Tarik nafas Ra" ucap Rain
Tara pun menuruti dan menarik nafas kemudian menghembuskan nya dengan cepat "Tu..an Berat Sekali" titah Tara ingin melepaskan diri
Rain pun membangunkan badannya dan membantu Tara duduk.
__ADS_1
"Apa kepala mu sakit?" Tanya Rain khawatir
Tara mengangguk "Tentu saja Tuan. Ditambah dengan apa yang Tuan lakukan hahhhh" ucap Tara tersadar dan langsung memegang Bibir nya yang terasa kebas.
"Tuan!!!" Teriak Tara tidak terima
"Aku disini! Kenapa berteriak!" Protes Rain memegangi telinga nya
"Tuan jahat. Itu ciuman pertama Tara!!" ucap Tara dengan nada marah
Rain tidak bisa menahan tawa nya "hahahaha Benarkah?" Goda Rain
"Tuan jahat sekali. Tara kan belum siap hamil" Racau nya lagi
"Hah? Hamil?" Ulang Rain kebingungan
"Tuan mencium Tara. Dengan begitu Tara akan hamil. Tuan sendiri yang tidak ingin anak dari Tara!" Jelas nya panjang
Lagi lagi Rain tertawa dibuat nya. Memang gadis yang sangat polos.
"Aduhh" Racau Tara ketika jidad nya di jentik oleh Rain
"Ciuman tidak bisa hamil. Kamu bisa hamil jika melakukan hubungan suami istri" jelas Rain bangun dari Duduk nya.
"Jadi Tara tidak hamil?" Ulang nya lagi
Rain langsung menuju kamar Mandi untuk bersiap siap.
"Kenapa sangat manis.. ahhh kenapa aku harus mencium nya tapi kenapa aku ingin lagi" Gumam Rain didepan kaca washtafel kamar mandi mereka.
Ia menggusar muka nya frustasi. Kemarin Rain diam diam mencium Pipi Tara disaat tara Tidur dan pagi ini Ia mencium bibir Ranum Tara dengan sedikit brutal.
Rasa ingin Meneruskan dan juga Gengsi yang besar didiri Rain.
Rain langsung mengguyur badan nya dengan Air Dingin. Menghilangkan Pikiran yang kotor dari otak nya dipagi hari.
Sementara Tara langsung mengemasi Baju Nya dan juga Rain kedalam koper. Ia akan menginap disana dan tentu nya ia sudah meminta izin dosen nya untuk cuti seminggu.
"Tara.. tolong ambilkan Handuk" Teriak Rain dari dalam kamar mandi
Tara yang mendengar Itu pun langsung mengambil kan handuk "kebiasaan" ucap Tara didepan pintu
"Terimakasih" ujar Rain langsung memasang Handuk nya.
Setelah memasang handuk, Rain langsung keluar Kamar mandi dengan Telanjang dada.
Tentu saja Tara tidak kaget lagi melihat roti sobek Suaminya.
__ADS_1
"Untuk apa sebanyak ini membawa baju?" Tanya Rain bingung
"Tara ingin lama lama disana Tuan. Rindu Mama" rayu Tara agar Rain memperbolehkan nya membawa beberapa baju.
Rain menghembuskan nafas nya pasrah "terserah kau saja" jawab nya berjalan keruangan pakaian
"Yess Yess yeess" ucap Tara bahagia sambil melompat lompat kegirangan.
Rain tertawa melihat reaksi tara seperti anak kecil yang dikasih uang tambahan oleh ibu nya.
Ia harus mengabari Rangga untuk mengosongkan waktu nya seminggu ini.
"Rangga.. saya akan keluar kota untuk seminggu ini. Tolong atur dan kosong kan waktu saya. Saya percayakan kantor kepada mu" ucap Rain kepada Rangga. Ya Rain menghubungi Rangga untuk mampir kerumah nya.
"Baik Tuan.." jawab Rangga mengangguk.
"Ini berkas yang sudah saya cek" Rain memberikan beberapa berkas.
Rangga mengangguk mengerti "Hati hati dijalan Tuan. Selamat menikmati bulan madu nya" goda Rangga
Mendengar Itu Rain membesarkan mata nya "Apa kau ingin mati Hah?"
Rangga menahan tawa nya. Ia sangat mengenal Rain. Tentu saja Rangga tau jika Sebenar nya Rain sudah hampir berhasil melupakan cinta pertama nya karna Tara. Namun Rain masih gengsi mengungkap kannya.
"Tuan Tara sudah siap" teriak Tara dari Atas
Rangga yang melihat itu pun hanya tersenyum, ia sudah tidak heran lagi melihat Sikap Istri Tuan nya yang begitu polos dan terkadang Lucu.
"Baiklah. Tunggu saja disana. Saya akan membawa koper nya" balas Rain berteriak.
Lagi lagi Rangga menggeleng menahan tawa nya. Baru kali ini Ia melihat Rain seperti ini. Jiwa wibawa dan dingin nya seakan hilang ditelan bumi.
"Baiklah Saya pergi dulu. Saya percayakan padamu" ujar Rain mengakhiri Pertemuan mereka.
"Baik Tuan" jawab Rangga
"Terimakasih" ucap Rain diikuti Anggukan oleh Rangga.
"Tuan Rangga, Tara ingin bertemu Mama. Tuan Rangga ingin Tara bawa kan Oleh oleh?" Tawar Tara menghampiri Rangga dan juga Rain
"Hati hati dijalan Nona. Tidak usah repot repot Nona. Bawa kan saja saya kabar bahagia" jawab Tara dengan senyum menghiasi wajah tampan nya.
Sementara Rain kembali membelalakan mata nya kepada Rangga yang selalu menggoda istri nya dan juga dirinya.
"Nanti tara bawa kan kabar bahagia untuk Tuan" jawab polos Tara
Mendengar itu, Rain langsung menepuk jidad nya. Betapa polos dan Lugu nya gadis yang ia nikahi 3 bulan yang lalu.
__ADS_1
Note : terimakasih sudah membaca💜💜