Mengejar Cinta Tuan Rain

Mengejar Cinta Tuan Rain
Pernikahan kelam


__ADS_3

Pagi pagi sekali Tara sudah duduk didepan cermin yang besar sedang diriasi Oleh para perias pengantin.


"Nona sangat cantik.. ayo tersenyum" ujar Salah satu Para perias itu


Dengan kecut Dan terpaksa Tara tersenyum. Semalaman Ia menangis memikirkan Nasib nya yang seperti ini. Menikah dengan pria yang sama sekali tidak mencintai nya. Dan tidak ada keluarga nya satupun yang mendampinginya.


"Gadis malang" gumamNya pelan menatap dirinya dengan Iba dipantulan cermin.


Tak berapa Lama pintu kamar pengantin pun terbuka "sayang" panggil Rinjani didampingi Wanita cantik disampingnya.


"Bu" jawab Tara


"Ini Nama nya mbak Rania. Teman ibu" memperkenalkan Rania. Rania sangat ingin menemui Wanita pilihan Rinjani karna Ia sangat penasaran wanita seperti apa yang akan mendampingi Rain.


"Saya Tara mbak" ucap Tara mencium tangan Rania.


"Kamu sangat cantik. Mbak Doa kan pernikahan kalian lancar dan hidup bahagia" ujar Rania


Mereka pun berbincang bincang "seperti nya wajah mbak rania tidak asing. Tapi mirip siapa ya" batin Tara.


Setelah berapa lama Riasan pun selesai, Tara dibawa Oleh Rinjani dan juga Rania menuruni Tangga.


"Wahhh sangat cantik pengantin wanita nya" bisik para tamu undangan yang mengagumi kecantikan Tara.


Tara duduk disamping Rain dengan Gugup. Rain tampak sangat tampan dengan peci dikepalanya.


"Sudah bisa kita mulai?" Ucap Sang penghulu


Semua nya mengangguk. Mendapat jawaban itu Pak penghulu mengulurkan Tangan nya kearah Rain.


Rain sedikit gugup karna pernikahan waktu itu batal akibat nya. Ia terlebih dahulu melirik Rinjani dengan sendu dan beralih melirik Tara disamping nya.


Tak ada lagi kursi kosong untuk sang pujaan hati nya dan kini ia akan segera menunaikan janji nya kepada Sang pujaan hati dan Ibu nya.


"Saya terima nikah dan kawin nya Tara diandra Azahra binti Sugeng dengan mas kawin tersebut dibayar Tunai" ucap Rain dengan Lantang sekali tarikan nafas


"Sah??" Tanya Pak penghulu


"Sahhhhh" jawab Semua tamu undangan.


Semua nya mengucap Syukur atas kelancaran Ijab Qobul yang suci itu.


Kini telah Resmi Tara menjadi istri Rain Adi wijaya.


"Ibu,Ayah, nenek, Bibi Tara sudah menjadi Seorang istri " batin nya Menahan Tangis nya. Disaat yang sangat penting Ini Tara hanya seorang diri tanpa didampingi oleh mereka.


Penandatanganan buku nikah dan pemasangan cincin sudah selesai dilakukan. Kini saat nya mereka menyambut para Tamu undangan.

__ADS_1


"Ibu sangat bahagia Rania" ucap Rinjani kepada Rania.


Rania mengangguk "Rania juga bahagia bu.. seandainya Alya bisa menyaksikan pernikahan ini. Ia akan sangat bahagia melihat sahabat nya menikah"


Mendengar Itu Rinjani mengangguk walau didalam hatinya merasa kasihan kepada Anak dan juga menantu nya Tara.


Semua acara sudah selesai dan tamu undangan pun Telah pulang kerumah nya. Kini Saat nya pengantin baru Beristirahat.


Rain tak ingin menghabiskan malam pertamanya dihotel. Ia hanya mengajak Tara kembali kekamar Tara yang dijadikan hiasan kamar pengantin. Lengkap dengan bunga mawar yang bertebaran di kasur.


"Aku ingin mandi" ucap Rain kepada Tara.


Mendengar Itu Tara pun mengangguk. Ia yang masih menggunakan baju pengantin pun segera menyiapkan baju ganti untuk Rain.


Rain melarang Tara ke kamar nya oleh karna itu Bibi sudah menyiapkan beberapa baju Rain dilemari Tara.


Tara mengambil piyama dan meletakkannya diatas kasur.


"kemana gadis itu pergi?" Gumam Rain mencari cari Tara. Sambil mengeringkan Rambut nya.


Ia melihat Baju piyama untuk nya sudah ada di atas kasur " kerja yang bagus" puji nya mengambil baju itu dan segera memasang nya.


"Permisi Tuan" ucap Tara melangkah masuk


Rain hanya diam tak memperdulikan Tara. Ia hanya sibuk dengan laptop yang ada dipangkuan nya


Tara mengambil bantal dan juga Selimut disamping Rain dan membawa nya ke arah Sofa.


Ia sudah menebak dan sadar diri bahwa Mereka tidak akan satu Ranjang.


Ia meletakkan bantal dan juga merebahkan Badannya. Rain yang melihat apa yang dilakukan oleh gadis yang sudah berstatus istri nya hanya diam tanpa berniat membuka suara.


seakan tak peduli dengan gadis itu.


Sementara Tara sedang menangis dibalik selimut nya. Ia tak menyangka hidupnya akan seperti ini Terjebak dikehidupan yang sangat menyedihkan.


Setelah puas menangis, Ia pun langsung tertidur dengan posisi yang sama yaitu dibalik Selimut.


Rain menatap jam dinding yang ada dikamar Tara menunjukkan pukul Satu malam. Pekerjaannya telah selesai dan waktu nya ia tidur.


Sebelum merebahkan Badannya, ia terlebih dahulu melihat Tara. Namun ia hanya melirik sekilas tanpa berniat memindahkan istri nya dan langsung merebahkan tubuh nya.


Rain menatap Langit langit Kamar Tara "sampai kapan kau Selalu ada dipikiran ku Al" gumam nya pelan.


Rasa cinta yang masih sama seperti dulu. Ia tak tau sampai kapan akan berakhir dan hilang. Semakin Rain mencoba melupakannya semakin Ia tersiksa.


Tak butuh waktu Lama Rain pun tertidur diranjang Tara.

__ADS_1


***


"Sayang" Panggil Rinjani menghampiri Tara.


"Ya bu" jawab Tara menghentikan aktivitasnya


"Kenapa kamu bangun sepagi ini?" Tanya Rinjani bingung. Ini masih hari pengantin baru bagi Mereka seperti pasangan pengantin lainnya yang masih setia dengan kasur dan selimut nya dikamar. Tetapi berbeda dengan Tara dan Rain. Bahkan Tara sudah rapi dan membuatkan Sarapan.


Tara tersenyum " Tara ingin buat Sarapan bu" jawab Nya


"Ma.." kini Rain menyapa Rinjani. Ia baru saja turun dari tangga dengan pakaian kantor nya yang Rapi


Lagi lagi Rinjani bingung "Rain kamu mau kemana kenapa sudah rapi begini" tanya Rinjani


"Kantor Ma" jawab nya santai.


Mendengar Itu Rinjani terbawa Emosi "Setelah makan temui mama diruangan kerja kamu!" Ucap Rinjani tegas


Mendengar Itu Rain pun mengangguk. Ia tau betul apa yang akan dibahas oleh Rinjani nanti nya.


"Tara.. Tolong Buat kan Mama cake ya sayang. Mama hari ini ada Meeting di Hotel dan juga akan keluar kota" ucap Rinjani mencari alasan untuk Tara. Agar Tara tak mendengar obrolan nya dengan Rain nanti nya.


"Baik bu" jawab Tara


"Sekarang kamu bisa panggil Mama. Kamu kan sudah menjadi istri nya Rain" ujar Rinjani menekan kan kata istri Rain.


Lagi lagi Tara hanya mengangguk dengan senyum yang terkesan dipaksakan nya.


**


"Ada apa sih ma? Rain ada meeting sama klien" ujar Rain


"Kamu mempermain kan Mama ya. Rain kamu baru saja menikah kemarin. Kenapa hari ini sudah kembali bekerja. Selama seminggu ini kamu harus dirumah menemani Tara"


Rain menghembuskan nafas nya panjang "Tapi Ma Pekerjaan Rain itu sangat banyak. Mana bisa ditinggalin dengan alasan yang tidak penting ini" jawab Rain


"Apa kamu bilang Tidak penting?! Benar benar keterlaluan kamu ya!! Mama kira kamu akan berubah setelah pernikahan ini tapi Kenyataannya Tidak. Sampai kapan kamu hidup dibayangan Alya terus menerus" Maki Rinjani setelah kesabarannya hilang


"Maa!!! Jangan sebut nama nya lagi. Apa yang mama ingin kan Rain sudah wujudkan menikah dengan gadis itu. Tapi jika Mama menginginkan Rain menyentuh nya Maaf ma Rain tidak bisa!! Rain mencintai Alya bukan dia! Jika mama ingin mempunyai cucu maka Adopsi saja Anak dipanti asuhan!" jelas Rain dengan nada tinggi


"Plakk.." Tamparan keras dari Rinjani. Baru kali ini ia menampar Anak sematawayang nya. Dengan tangan yang gemetaran Rinjani mundur perlahan.


"Prank" Suara pecahan Gelas terdengar dari Arah Luar ruangan yang pintu nya sedikit terbuka. Dengan cepat Rain dan Rinjani berlari keluar ruangan.


"Tara.." panggil Rinjani


Note : terimakasih sudah membaca💜

__ADS_1


__ADS_2