
"Alya......." Teriak Rain bangun dari tidur nya. Seketika itu Tara pun bangun menyusul Rain.
Tara mendengar jelas Teriakan Rain yang membuat Rain terbangun.
Dengan cepat Tara memberikan Rain minum agar Rain tenang.
"Tuan.. kenapa??" Tanya Tara memberanikan diri. Rain dengan peluh dan kesesakan dada melirik ke sumber suara.
"Tidak Apa apa" jawab Rain. Tara mengangguk mengerti disertai dengan senyuman kecut.
Hari ini adalah pernikahan mereka yang ke 5 bulan. Dan Kejadian malam ini sudah beberapa kali terjadi saat Rain terbangun tengah Malam memanggil Nama Gadis yang ia cintai.
"Kembali lah tidur" ucap Rain membenarkan Selimut Tara dan juga Dirinya dan lekas berbaring.
Tara masih setia memandangi Rain tanpa berbuat apa apa. Senyum yang dipaksakan itu semakin memudar.
Ia tak tau kenapa Hati nya sangat sedih mendengar Nama itu. Ia ingin sekali rasanya menangis. Selama 5 bulan Ini Rain baru dua kali menyentuh nya. Dan itu dilakukan Rain karna pengaruh Obat yang ia minum waktu berkunjung Kerumah Bude Lastri 2 bulan yang Lalu.
Tara dengan pelan menuruni Tangga dan segera masuk ke kamar Mandi.
Ia menatap Diri nya dipantulan kaca. Tak bisa membendung Air mata nya lagi. Ia melepaskan nya dengan Shower yang ia hidup kan agar tangis nya tak terdengar.
Ia sudah berusaha Sebisa nya membuat Rain jatuh cinta kepada nya namun Tetap saja Nama gadis Itu lagi yang ia sebut. Tara tidak menyalahkan gadis itu karna gadis itu tidak salah Apapun.
Sesak didada nya semakin menjadi jadi. Ia memukul pelan dada nya agar Sesak itu semakin berkurang.
Ia sudah menjalan kan kewajibannya sebagai istri namun Rain masih belum mencintai nya.
"Tara.. apa kau di dalam" Teriak Rain mengetuk pintu kamar mandi
Dengan cepat Tara menghapus Air mata nya dan mematikan Shower "Ya Tuan tunggu sebentar" jawab Tara
Ia tersenyum dipantulan kaca mencoba menghibur dirinya agar Didepan Rain tidak bertanya tanya.
"Tuan ingin sesuatu?" Tanya Tara membuka pintu
"Hmm Saya Lapar. Saya ingin memakan mie instan" ujar Rain
__ADS_1
Tara pun mengangguk dan segera memakai cardigen nya. Rain mengikuti Tara dari belakang.
"Ia tampak lebih berisi dari sebelum nya" batin Rain memandangi tubuh Tara dari belakang.
Tara langsung membuatkan Rain mie instan dengan toping sosis dan telur.
Tak sampai 5 menit makanan pun jadi "silahkan dimakan Tuan" ucap Tara menghidangkannya. Tara ikut duduk di mini bar dapur.
"Apa kau tidak lapar?" Tanya Rain karna tara hanya membuat satu porsi.
Tara menggeleng. Ia terus memandangi Rain memakan Mie. Mie nya telah habis ia makan hanya tersisa Kuah kuah yang sangat enak "Tuan.. boleh kah Tara mencoba kuah nya? Kelihatannya sangat enak" ucap Tara langsung mengambil mangkok Dihadapan Rain
Rain terkejut melihat itu. Tadi ia menawarkan tara di tolak. setelah mie nya habis langsung ia minta. Rain menjadi bingung melihat Kelakuan tara.
Dua hari yang lalu Tara meminta dibelikan Martabak dan setelah martabak nya dibelikan, Tara memberikan martabak itu untuk satpam. Rain sangat kesal dibuat nya.
"Sangat Enak" ujar Tara setelah mangkok itu kosong
Rain kembali menggelengkan kepala nya melihat kelakuan Aneh Tara.
Kini mereka kembali untuk Tidur. Tara dan Rain saling berharapan. Namun Tara langsung membalik kan badan nya membelakangi Rain.
"Tara.." Panggil Rain
"Ya Tuan" jawab Tara tanpa membalikkan badan nya
"Apa kau marah kepada ku?" Tanya Rain merasa ada yang aneh Dengan sikap Tara.
Tara hanya Diam, Ia tengah menangis kini. Ia juga bingung melihat perubahan sikap dan mood nya yang sangat cepat berganti.
"Kau Tidak menjawab berarti Benar kau marah kepada ku" jawab Rain menebak
Tara membalikkan badan nya kini menghadap Rain "Tara boleh bertanya sesuatu?" Izin Tara
Rain mengangguk "Kenapa Tuan selalu memanggil nama gadis itu. Apa Tara memang tidak ada artinya dihidup Tuan?" Tanya Tara dengan tangis nya
Rain terdiam. Setelah 5 bulan menikah baru kali ini Tara membahas Alya.
__ADS_1
"Tuan Hanya diam. Apa Tara boleh melihat foto gadis itu? Tara sangat penasaran"
Rain bangun dari tidur nya disusul oleh Tara. Rain mengambil Tangan tara dan membawa Tara menuju kamar nya yang tak pernah Tara tau.
Tara sangat terkejut saat pertama kali melihat foto gadis pujaan hati Rain.
"Nona Alya" gumam Tara menutup mulut nya
"Apa kau mengenal nya?" Tanya Rain terkejut
Tara mengangguk "Aku sangat menyukai nya. Saat masih dikampung Tara selalu menonton berita atau acara yang mengundang nya. Ia wanita yang sangat hebat" Puji Tara
Walaupun hati Tara sangat sakit mengetahui siapa gadis pujaan hati suami nya, Namun Tara tak bisa pungkiri bahwa Gadis pujaan hati Suaminya bukan lah saingannya. Ia tak ada apa apa dibandingkan Alya.
Tara tersenyum kecut memikirkan Nasib nya seketika. Ia tidak bisa lagi berharap jika Rain benar benar akan mencintai nya.
Tara langsung meninggalkan Rain dan kembali ke kamar nya. Dilubuk hati Tara ia sangat terpukul mengetahui siapa Gadis yang bernama Alya.
Ia sangat minder karna Alya bukan tandingan Nya. Pantas saja Suami nya tak bisa melupakan Alya.
"Tara.." Panggil lembut Rain
Tara hanya tersenyum kecut " Mungkin memang Akan seperti ini hubungan kita Tuan. Sekarang Tara sudah melihat siapa gadis yang bernama Alya dan menjadi ratu di hati Tuan. Mungkin Tara tidak aka berharap lagi untuk Tuan cintai" ucap Tara sambil mengelap Air mata yang mengalir di pipi nya
Rain terdiam menunduk. Baru kali ini Tara mengungkap kan kata kata yang sangat dalam arti nya.
"Tara ikhlas jika Tuan tidak bisa menerima Tara. Namun Tara punya satu permintaan jangan pernah Cerai kan tara. Maaf Tara sedikit tidak Tau malu" sambung Tara
"Maaf kan aku. Saya akan terus mencoba belajar mencintai mu. Tapi saya butuh waktu" jawab Rain
"Tak usah dipaksakan Tuan. Buat senyaman Tuan saja. Tara tidak akan memaksa Tuan untuk mencintai Tara lagi. Karna Dokter Alya memang Gadis yang sempurna untuk dimiliki. Tara bukan lah tandingannya"
Rain yang mendengar itu pun langsung menatap Tara "Maafkan Aku" ungkapan Rain.
"Tuan Tidur lah. Besok akan bekerja" ujar Tara membenarkan selimut dan segera merebahkan tubuh nya.
Ia kira setelah mengetahui siapa Alya ia akan semakin semangat mendapatkan hati Rain. Namun ia sangat malu dan Ia berfikir Alya bukan lah tandingannya.
__ADS_1
Ia pun menerima keadaan dan biarlah kehidupannya berjalan sebagaimana nya saja. Tak ingin berharap Rain akan mencintai nya lagi.
Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini 💜💜