
"Tuan memanggil kami?" Tanya Salah satu diantara mereka bertiga.
Rangga mengangguk "Apa yang kalian lakukan kemana Nona Tara?" Tanya Rangga Tanpa basa basi
Mereka bertiga sedikit mundur Dan menatap satu sama lain karna Mereka bertiga sudah tau Apa yang dimaksud Rangga
"Tara siapa? Kami tidak mengenal nya Tuan" jawab Ajeng berlaga Polos
"Brukkk.." pukulan meja Oleh Rangga.
"Panggil Nona Tara! Apa Kau tidak tau sopan santun kepada Atasanmu!" Teriak Rangga
Mereka bertiga langsung menunduk melihat Rangga sangat marah seperti ingin menerkam Mereka bertiga.
"Jawab saya!!!!" Teriak nya lagi
"Ma..aaf T..uan Ka..mi hanya bermaksud menanyakan siapa Nona Tara karna datang bersama Tu..an Rain" jawab Ani terbata Bata
"Apa urusan kalian menanyakan itu!! Apa kalian ingin Tuan Rain pecat?"
"Maaf kan kami Tuan maaff Jangan pecat kami" mohon Ani dan juga Rina. Sedangkan Ajeng Hanya menunduk Malu
"Apa kalian Tau siapa wanita itu? Dia adalah Istri Tuan Rain" ungkap Rangga
Mereka semuanya membelalakan mata sangat terkejut atas apa yang didengar nya.
"Habislah riwayatku" batin Ajeng
"Saya akan menandai nama kalian bertiga. Besok kalian akan mendapat hukuman nya" jawab Rangga meninggalkan mereka disusul Oleh Raisa yang hanya tersenyum sinis kepada tiga wanita yang sudah terkulai lemas akibat kelakuan mereka yang salah sasaran.
**
sementara Rain tengah sibuk uring uringan dikasur nya. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam namun mata nya tak bisa dipejam kan.
"Tara..." gumam nya. Ya Ia sudah terbiasa memeluk Tara. Selama 5 bulan ini mereka tidak pernah terpisahkan dan kali ini adalah kali pertama nya mereka pisah.
Ia mengambil laptop nya dan mencoba membaca proposal yang sudah dibuat Rangga namun tetap saja pikirannya hanya kepada Tara.
"Rain.. Rain..." teriak Rinjani dari kemar Utama
Mendengar Itu Rain langsung beranjak dari ranjang nya dan berlari mendekati sumber suara
"Ada apa ma??" Tanya Rain cemas takut terjadi sesuatu kepada Rinjani atau Tara
__ADS_1
"Tara.. Ia tak berhenti muntah sedari tadi" jawab Rinjani panik
"Ooekk ooekkk oooeek" Muntahan Tara tak bisa berhenti
"Kenapa bisa seperti ini Ma?" Tanya Rain panik sambil mengelus Pundak Tara
"Mama tidak Tau. Tara tiba tiba bangun dan muntah seperti ini" jawab Rinjani
Setelah beberapa saat, Tara pun bersandar ditepi washtafel dengan sigap Rain membawa tara kepelukan nya.
"Sudah selesai?" Tanya Rain lembut. Dengan lemah Tara mengangguk sebagai jawaban Iya.
Rain membawa Tara Keranjang nya dan menidurkan tara disana.
Dengan sigap Rain membuka baju Tara dan mengganti nya. Melihat itu Rinjani tersenyum sendiri melihat Anak nya yang sudah sedikit demi sedikit berubah.
"Tentu saja Tara muntah muntah. Rain lupa mengoleskan ini" ujar Rain memperlihatkan minyak telon yang diberikan dokter Linda. Dokter Linda memberikan minyak telon dan Menyarankan Rain memakaikannya setelah Tara tertidur. Agar Tara tidur dengan nyaman tanpa merasa mual disaat tidur nya.
"Pantas saja Tara langsung bangun dan lari ke kamar mandi" jawab Rinjani mengelus pucuk kepala Tara
Rain mengangguk. Ia biasanya setiap malam mengoleskan minyak telon untuk Tara Agar tidur tara Tidak terganggu karna mual mual yang ia Alami cukup parah. Bahkan tara bisa terkulai lemas dengan keringat dingin seperti saat ini.
"Kasihan tara Ya sayang, Tidur nya tak Nyaman. Sangat besar pengorbanan nya" ujar Rinjani mengelus kepala Tara yang sudah kembali tidur.
Kadang Rain juga sangat kasihan melihat Tara seperti ini Tidur tidak nyaman, Makan pun hanya sedikit.
"Baiklah Mama Pindah ke kamar Mama saja. Kamu temani Tara" ungkap Rinjani sambil mencium kening Tara.
"Iya Ma.. selamat Malam ma" jawab Rain dengan penuh semangat karna ini lah yang ia ingin kan.
Melihat Rinjani pergi, Rain pun bangun dari Duduk nya dan berjalan mengunci pintu kamar Mereka.
Rain kembali mendekati Ranjang "Sayang.. Anak Papa kamu jangan nakal Ya nak. Jangan ganggu Mama istirahat. Jangan buat Mama seperti ini ya Nak. Kasihan Mama" ujar Rain tepat diperut Tara sambil mencium perut Tara yang teralas Selimut mereka.
Rain pun merebahkan Tubuh nya disamping Tara dan ikut keAlam Mimpi menyusul Tara.
****
" Ada Apa Tuan?" Tanya Rangga dengan nafas yang memburu. Tentu saja Ia sedang kelelahan saat Rain langsung memerintah Rangga untuk datang kerumah nya.
Rangga yang sedang beristirahat langsung meraih kunci mobil dan segera melajukan mobil nya. Sesampai di Rumah megah Rain yang sangat Luas, Rangga pun Harus berlari agar segera memasuki rumah besar itu.
"Istri ku ingin bertemu dengan mu" jawab Rain dengan wajah Datar nya
__ADS_1
Rangga mengangguk "Baik Tuan" ujar Rangga mengikuti Rain.
"Nona ingin bertemu dengan saya?" Tanya Rangga menghampiri Tara yang sedang duduk ditepi ranjang.
"Saya ingin memakan nasi goreng buatan Anda" jawab Tara
Rangga yang belum tau tentang kehamilan Tara, hanya bingung "baik Nona saja akan membuatkan nya" jawab Rangga.
Tara pun dengan semangat langsung bangun dari duduk nya.
"Kau diam saja disini. Biar Rangga yang membuatkan nya sendiri" cegah Rain. Tara pun kembali duduk.
Rangga dan Rain pun meninggalkan Tara dikamar " Tara sedang mengandung Anak ku" ujar Rain memulai percakapan
Lagi lagi Rangga sangat terkejut "Selamat Tuan" jawab Rangga. Ia turut bahagia mendengar kabar Bahagia dari Tuan nya.
Rain tersenyum "ya Aku sebentar lagi akan menjadi seorang ayah"
"Ya Tuan. Anda benar dan sekali lagi Selamat" Ungkap Rangga yang sedang memindahkan Nasi goreng untuk Tara.
Rangga Tidak jago dalam memasak bahkan ia tidak pernah memasak Nasi goreng sebelum nya dan Ini permintaan wanita hamil jadi tidak boleh ditolak apalagi Tara adalah Istri Bos nya.
"Ini Nona makanan nya sudah siap" Ucap Rangga
Dengan semangat Tara pun melahap makanan yang dibuat Oleh Rangga.
Melihat Tara makan dengan Lahap, Rain pun tak henti nya tersenyum karna setelah mengetahui Tara Sedang mengandung Anak nya Nafsu makan Tara pun berkurang.
"Sangat Enak Tuan" puji Tara kepada Rain
"Jika Enak habiskan lah" jawab Rain.
Rangga pun ikut Tersenyum melihat Nasi goreng yang ia buat pertama kalinya Ludes dimakan oleh Istri Bos nya.
"Sekarang minum Susu Ya" jawab Rain memberikan Susu
Tara Yang Awal nya menggeleng pun harus terpaksa Meminum nya.
"Baiklah,, Segeralah Tidur istirahat" ajak Rain. Tara pun mengangguk menuruti apa kata suami nya.
Rain menyelimutkan Tara "Aku akan kebawah mengurus beberapa pekerjaan bersama Rangga. Tidurlah, jika butuh sesuatu segera telfon saya" perintah Rain
"Baik Tuan" jawab Tara dengan senyum tak hilang diwajahnya. Ia sangat bahagia karna Akhir akhir Ini Rain sangat peduli kepadanya walaupun itu Karna Anak yang ada diKandungannya.
__ADS_1
Note : terimasih sudah mampir💜💜