
Sudah seminggu Rain tidak memasuki kantor karna Kondisi Tara semakin memburuk. Ia selalu memuntahkan makanan Apa saja yang ia makan.
Kehamilan Tara sudah menginjak usia Tiga bulan, namun Morning sick yang ia alami makin bertambah parah.
Melihat kondisi Tara, Rain sangat kasihan.
"Tuan..." panggil Tara
"Kenapa? Apa kau ingin muntah?" Tanya Rain penuh Siaga
Tara menggeleng " Tuan tidak bekerja? Sudah seminggu Tuan hanya dirumah dan merawat Ku"
"Bagaimana bisa Saya bekerja jika Kau seperti ini" jawab Rain membenarkan posisi duduk nya
"Maafkan Saya" ujar tara sambil menunduk. Ia merasa sangat tidak enak kepada Rain.
"Tidak apa apa. Sebenarnya Yang harus minta maaf itu saya" jawab Rain menenangkan Tara.
"Bagaimana kita keluar menghirup udara segar . Udara Pagi seperti ini sangat bagus untuk Ibu hamil seperti mu" ajak Rain
Tara tersenyum dan mengangguk.
Mereka pun mengganti baju dan segera keluar mengelilingi kompleks mereka.
"Bagaimana? Apa kau terasa mual?" Tanya Rain khawatir melihat Tara menghentikan langkah nya tiba tiba
Tara menggeleng "Tara ingin itu" tunjuk Tara melihat Penjual Bubur keliling
"Itu tidak sehat. Nanti kau sakit perut. Makan dirumah saja ya minta tolong Bi mirna membuatkannya" tawar Rain
Tara menggeleng "ya sudah jika Tuan tidak mau membelikannya, Tara bisa beli sendiri pakai Uang jajan Tara sendiri" jawab Tara meninggalkan Rain
Rain pun menggelengkan kepala nya, dan mengikuti Sang istri.
"Pak.. Pesan satu ya makan disini" ucap Tara memesan bubur.
"Siap neng" jawab pedagang bubur.
"Tuan Mau?" Tanya Tara saat bubur yang ia pesan sudah ditangannya
Dengan cepat Rain menggeleng. Melihat itu tara pun melanjutkan makan yang sempat tertunda..
**
kini Tara dan Juga Rain tengah bersantai sambil menikmati buah buahan dan juga menonton Drama korea kesukaan Tara.
__ADS_1
"Tara.." panggil Rain
"Ya Tuan" jawab Tara langsung melirik kesumber suara
Rain tampak berfikir sejenak "Saya akan menghadiri pertemuan Para kolega diLuar kota. Apa Kau tak keberatan jika tinggal kan?" Tanya Rain mencoba meminta izin. Sebenarnya ia tak tega meninggalkan Tara disaat kondisi tara seperti ini namun Pekerjaan nya ini tidak bisa diwakilkan oleh Rangga.
"Tara baik baik saja Tuan"jawab Tara mengerti kegelisahan Suami nya.
"Bagaimana jika kau mual, Siapa yang akan membantu mu"
Lagi lagi tara Tersenyum, Walaupun Rain tidak mencintai nya namun Rain sangat peduli kepada Nya.
" Tara bisa mengatasinya Tuan" tenangnya lagi.
Mendengar jawaban Tara, Rain pun mengangguk dan tersenyum.
"Kapan Tuan akan berangkat?"
"Besok" jawab Rain kembali melanjutkan mengerjakan beberapa proposal yang diberikan Rangga tadi siang.
"Kau mau kemana?" Tanya Rain melihat Tara turun dari ranjang mereka
"Tara ingin menyiapkan beberapa baju dan keperluan Tuan saat disana" jawab Tara
Tara menggeleng "itu sudah tugas Tara. Tuan tenang saja tara bisa mengerjakan nya" jawab Tara.
Rain hanya menggeleng Kan kepala nya dan ikut menyusul Tara keruangan Ganti mereka,
"Apa kau yakin tinggal sendiri? Bagaimana jika kau ikut dengan ku" tawar Rain lagi
Tara yang sedang menyusun baju Rain kedalam koper pun menghentikan aktivitas nya "tara baik baik saja Tuan. Tuan tenang saja" jawab Tara
"Bagaimana saya bisa tenang. Kau hanya sendiri dirumah. Mama sedang diluar kota dan saya juga akan keluar kota"
"Tara Bai.. Oekk oekkk oeekkk" kalimat Tara terhenti dengan rasa mual yang muncul tiba tiba. Dengan cepat Ia berlari ke washtafel
"Tara... Muntah kan saja" cemas Rain mengusap tengkuk Tara
"Ooek ooekkk" setelah memuntahkan isi perut nya Tara lagi lagi terkulai Lemas
Dengan sigap Rain menggendong Tara "bagaimana bisa saya meninggalkan mu dalam seperti ini" titah Rain mengelap Mulut Dan juga baju Tara yang terkena Muntahan
tak ada ucapan Tara langsung memeluk Rain dengan erat "Tara baik baik saja.. tuan Pergi lah dan segera pulang" ujar nya didalam dekapan Rain
Rain pun membalas pelukan Tara, Jujur Ia sangat berat meninggalkan Tara namun kali ini Rangga tidak bisa mewakili nya seperti biasanya
__ADS_1
"Baiklah saya akan pergi selama Tiga hari. Jaga dirimu baik baik." ujar Rain mengelus kepala Tara.
Ia beralih turun sedikit menyamakan wajahnya dengan perut tara "sayang... Papa akan pergi selama tiga hari. Kamu jaga mama Ya nak. Jangan nakal dan tolong jangan buat mama muntah muntah seperti ini" Titah Rain mencium perut Tara yang sudah sedikit berisi.
Tara pun tersenyum. Sudah beberapa bulan ini ia tidak pernah berpisah dengan Rain. Dan kali ini ia akan berpisah sebentar.
**
Mentari sudah menampak kan cahaya nya dan menembus jendela kamar milik Rain dan Tara. Merasa sedikit terganggu akibat cahaya, Rain pun menepuk nepuk sisi kanan nya berharap yang ia cari Masih berada diposisi awal.
"Kenapa Dia?" Gumam Rain Menyadarkan dirinya saat Tara sudah tidak ada dikamar mereka
Rain bangkit dan turun dari ranjang mereka. Ia terlebih dahulu mencari sang istri ke Kamar mandi mereka namun Yang dicari tak terlihat. Lalu rain pun segera mencari Tara kedapur "Tara.." panggil Rain melihat istrinya tengah sibuk didapur
"Ya Tuan" jawab Tara menghentikan aktivitasnya
"Kau sedang apa disini?"
"Tara ingin membawakan Tuan bekal dan juga menyiapkan sarapan untuk mu" jawab Tara
Rain pun langkah mendekati Tara "tidak perlu. bi mirna akan membuat nya. Kau harus istirahat " ujar Rain
Tara menggeleng " Segaralah mandi dan juga bersiap siap Tuan " perintah Tara
Mendengar Itu rain pun menggaruk tengkuk nya yang tak gatal dan melangkah menaiki tangga.
Entah kenapa pagi ini Tara terlihat sangat cantik dimata nya. Ingin rasanya ia memeluk dan mencium tengkuk Istri nya.
Namun Rain kembali meyadarkan dirinya agar pikiran aneh itu hilang.
Ia segera mandi Dan bersiap karna perjalanan nya cukup jauh dan melelahkan.
"Hati hati Tuan" lambaian tangan Tara masih setia diujung pintu melihat mobil Rain melaju meninggalkan parkiran rumah.
begitu juga dengan Rain yang sangat keberatan meninggalkan Tara.
Tara pun melangkah masuk keRumah. Tentu saja ia segera kekamar nya karna tidak ada orang dirumah untuk menjadi teman nya.
Tara juga Merasa keadaan nya baik baik saja, Biasanya jam segini ia sudah memuntahkan makanan yang ia makan tadi.
Tara mengelus perutnya dengan sayang "Makasih ya Nak, kamu sudah membuat Papa mu sedikit peduli kepada mama. Dan kamu juga jangan buat mama Muntah muntah ya nak kasihan papa kamu khawatir disana" ujar Tara mengelus perutnya.
Ia sangat berharap Rain akan segera mencintai nya setelah 8 bulan pernikahan mereka.
Note : terimkasih sudah mampir dan membaca💜💜
__ADS_1