Mengejar Cinta Tuan Rain

Mengejar Cinta Tuan Rain
Kantor


__ADS_3

"Mau kemana?" Tanya Rain saat Tara tengah bersiap siap untuk Kuliah


Tara membalikkan Badannya menghadap Rain "Tara ada jadwal Kampus hari Ini Tuan" jawab Nya


"Apa tidak bisa ditunda saja Kuliah mu sampai kau melahirkan? Sangat berbahaya jika Berada diluar tanpa saya. Bagaimana jika tiba tiba perut mu sakit dan kau merasakan Mual mual" ujar Rain panjang Lebar


"Tapi Kan Tuan Tara sudah 2 minggu tidak masuk kuliah. Tara bosan dirumah" jawab Tara memelas


"Ikut lah dengan Ku kekantor" jawab Rain


Mendengar Itu Tara pun membelalakkan mata nya karna Baru kali ini Rain mengajak nya kekantor.


"Tapi Bagaimana dengan Kuliah Tara?" Tanya nya Memastikan


"Akan saya urus. Mungkin kau akan cuti kuliah sampai kau melahirkan" jawab Rain


Mendengar Itu Tara mengangguk pasrah. Ia tak akan menang melawan suaminya yang sangat dingin dan keras kepala.


"Bakal lama Tara wisudanya" batin Tara.


Tara mengambil Tas kecil dan memegang nya. Walaupun ia sedikit sedih atas penundaan kuliah nya namun Ia juga senang karna Rain benar benar akan mengajak nya Kekantor.


Setelah beberapa Saat Kini Tara dan Rain pun sampai di Kantor yang sangat besar bahkan Parkiran nya sangat Luas.


"Pagi pak" sapa karyawan Menunduk hormat saat Rain dan Juga Tara memasuki Kantor.


Tak ada respon Dari Rain, Rain hanya berjalan memandang ke depan tanpa memperdulikan Sapaan Para karyawannya. Berbeda dengan Tara yang tersenyum Ramah dan anggun nya kepada setiap orang menyapa nya.


"Siapa Gadis itu?" Bisik salah satu Karyawan yang sangat penasaran


"Jika si Ajeng Tau pasti Ia akan mencakar Wajah Gadis itu" ujar salah satu teman nya.


Tara yang mendengar samar samar hanya menghembuskan nafasnya Pasrah. Bukan ia takut Namun Ia sudah menduga pasti ia akan mendapatkan kebencian dari orang orang lagi seperti di Kampus nya.


"Ada apa?" Tanya Rain saat melihat Tara gelisah dan keringat didahi nya


"Tidak ada Tuan. Tara hanya panas dan sedikit pegal. Kantor Tuan sangat luas" jawab Tara


"Lain kali jangan memakai Sepatu tinggi. Menyusahkan saja" jawab Rain


Mendengar Itu Tara hanya diam. Kata kata Rain hanya sedikit namun sangat menyakitkan.


Lift pun berbunyi dan mereka sudah sampai didepan ruangan Rain.


"Tuan.. Nona" hormat Rangga dan juga Raisa. Raisa adalah Asisten Rangga.


Rain mengangguk begitu juga dengan Tara yang membalas sapaan dari Rangga dan juga Raisa.

__ADS_1


"Kau beristirahat lah disini. Aku dan Rangga akan mengadakan meeting" jawab Rain. Tara mengangguk paham.


"Cup" kecupan Rain di Kening Tara "jika perlu apa apa Panggil saja Raisa" ujar Rain.


Tara mengangguk paham. Walaupun Rain dingin dan kata kata nya yang Menyakitkan namun Disisi Lain Rain adalah pria yang menunjukkan kelembutannya dari perbuatannya.


"Apa Nona ingin sesuatu?" Tanya Raisa setelah beberapa saat Rain dan Rangga meninggalkan Ruangan nya.


"Tadi saya melihat Pedagang Somay jadi saya ingin memakan itu" ujar Tara


"Hmm Apa Tuan Rain mengijinkan Nona untuk memakan itu? Apa Nona ingin makanan yang ada dikantin kami? Saya akan memesan nya" jawab Raisa menawarkan makanan yang lain nya.


Tara menggeleng " Saya ingin memakan itu. Ayo Temani saya" ajak Tara


"Tapi.. Nona Na..nti Tuan Rain marah" ucap Raisa terbata bata


"Jika kamu tidak memberitahu nya, Ia tak akan marah. Ayolah saya ingin memakan nya"


Dengan penuh ketakutan dan juga keterpaksaan Raisa pun mengangguk setuju Ajakan Tara. Mereka pun meninggalkan Ruangan Rain dan menuju parkiran.


"Pak saya pesan 1 porsi ya" ujar Raisa memesan Nya


"Siap Neng"


Tak sampai 5 menit Somay pun siap disajikan "Makasih Pak" ucap Tara.


Dengan lahap Tara memakan makanan yang dulu sering ia beli saat masih dikampung.


"Apa kau tidak ingin mencoba nya?" Tawar Tara


"Tidak Nona. Saya sudah sarapan" jawab Raisa menolak dengan halus. Tara pun mengangguk mendengar jawaban Dari Raisa.


"Berapa pak?" Tanya Tara mengeluarkan dompet nya


"10 ribu saja neng" jawab Pedagang Somay yang sudah cukup Berumur


"Ini Pak kembaliannya ambil saja" ujar Tara memberikan selembar uang 100 ribu


"Masyaallah Makasih Atuh neng. Makasih banyak" ucap Bapak itu dengan penuh syukur dan terharu.


"Sama sama ya pak. Saya pamit dulu" pamit Tara dan juga Raisa.


Tara dan Raisa memasuki kantor. Raisa terlebih dahulu meminta izin untuk ke toilet sebentar. Tara pun mengangguk dan berjalan sendirian menuju Ruangan Rain. Namun ia dihadang oleh Ajeng dan juga kedua teman nya.


"Lu siapa nya Tuan Rain?" Tanya Ajeng to the point dengan nada cukup tinggi


"Kamu bicara dengan Saya?" Tara menunjuk dirinya

__ADS_1


"Ya iyalah siapa Lagi"


Tara menghembuskan nafasnya pasrah "maaf ya saja Harus pergi" jawab Tara tak ingin menanggapi


Namun Ajeng dengan keras nya menggenggam lengan Tara.


"Kalau ditanya orang itu dijawab jangan main pergi aja. Ga ada sopan santun nya!!"


"Awhh Lepasin" ujar Tara menghempaskan Tangan Ajeng dilengan nya


"Maaf ya Tante. Yang harus sopan itu kamu. Bukan saya! Tolong bahasa nya diperbaiki lagi ya agar tidak seperti orang orang yang tidak pernah diajarkan sopan santun yang suka berteriak teriak" jawab Tara kesal.


"Dasar Anak ingusan sok sok ngajarin gue!! emang Lu siapa ceramahin gue ha!!"


"Hubungan Lu apa sama Tuan Rain? Kenapa Kalian datang nya berbarengan" tanya Salah satu Dari mereka bertiga


Tara hanya diam, tidak mungkin Ia mengaku jika ia adalah istri dari Rain. Ia takut Rain marah dan malu kepada nya.


"Kenapa diam? Lu pasti pembantu nya ya. Atau Lu simpanan Tuan Rain? Dibayar berapa Lu sama Tuan Rain?Dasar murahan" ungkap Ajeng melihat Tara hanya diam saat ditanya Oleh Ani.


Tara hanya diam dengan Mata yang sudah memerah akibat hina an Perempuan dihadapannya ini.


"Nona Ada apa?" Ujar Raisa menghampiri Tara yang sudah dikepung oleh Tiga wanita yang membuat Raisa Muak. Raisa melirik Ajeng sekilas dan langsung beralih ke Tara


Tara tak menanggapi Ucapan Raisa " Saya itu bukan perempuan murahan yang dibayar oleh Tuan Rain!!" Jawab Tara dengan nafas yang memburu dan pergi meninggalkan Mereka.


"Awas saja kalian" ancam Raisa kepada ketiga wanita genit dihadapannya dan langsung mengejar Tara.


Tara menghapus Air mata yang ada dipipi nya "kenapa mereka menghinaku" gumam Tara sambil berjalan.


"Nona.. Ada apa? Kenapa Nona menangis? Mereka membuat Nona kesal?" Tanya Raisa mencoba mencari Tau apa yang sudah membuat Tara menagis


Tara hanya menggeleng tak menjawab pertanyaan Raisa.


"Raisa.. saya ingin pulang saja. Tolong sampai kan kepada Tuan Rain jika saya pulang" ungkap Tara


"Tapi Nona.. Tuan Rain.."


"Saya ingin pulang!" Jawab Tara


"Baiklah saya akan meminta Staff mengantarkan Anda" jawab Raisa. Tara pun mengangguk.


Ia sangat sedih mendengar kata kata dari ketiga wanita yang menghadang nya. Ia memandangi cincin pernikahannya dengan Rain melingkar di Jari manis nya. Sementara Rain tidak pernah memakai cincin pernikahan tersebut. Ucapan wanita tadi memenuhi Isi kepalanya.


Ia tidak bisa menjawab siapa dirinya karna Memang tidak banyak yang tau bahwa ia adalah istri sah Rain. Dan pernikahannya hanya dihadiri keluarga dan kerabat dekat saja. Dan juga Rain tidak pernah memakai cincin pernikahan mereka. Tidak ada yang percaya jika Ia adalah Istri Rain kalau bukan Rain sendiri yang mengucapkannya.


Note :terimakasih sudah membaca cerita iniπŸ’œπŸ’œ

__ADS_1


__ADS_2