
"Tara Mana Rain?" Tanya Rinjani yang tak melihat Menantu nya menuruni Tangga bersama anak nya.
"Rain makan dikamar Saja Ma. Tara juga kurang enak badan" jawab Rain sedikit berbohong kepada Rinjani
"Serius kamu. Mama ingin mengecek nya" ujar Rinjani terkejut dan langsung berjalan menaiki tangga
"Ma Tara lagi tidur. Sudah rain berikan obat. Nanti tara bangun" Tolak halus Rain dengan Beribu alasan nya. Jujur saja pasti ia akan sangat malu jika Ibu nya Tau apa yg sudah ia lakukan
Rinjani tak menghiraukan Rain, Ia sedikit berlari ingin melihat keadaan Tara.
"Tara..kamu baik baik saja nak?" panggil Rinjani khawatir
Tara yang baru bangun pun masih belum menyadari Rinjani sudah didepan nya
"Mama. Tara baik baik saja" jawab nya polos
Seketika itu Rinjani langsung melirik Tajam Rain. Sedangkan Rain langsung berpura pura tidak Tau. Ia sangat Malu jika Rinjani mengejek nya saat Melihat Tara berjalan.
"Ya sudah.. Kamu siap siap lah, Mama akan ke hotel sebentar setelah itu Kita akan jalan jalan" ujar Rinjani
Tara dengan wajah senang nya pun bersorak gembira. Ia belum menyadari bahwa ia akan kesakitan saat berjalan.
Setelah mandi, Ia hanya terbaring diatas Ranjang. Tara pun mencari Alasan tidak enak badan kepada Rinjani.
Tara tidak ingin memberitahu Rinjani kejadiaan yang sebenarnya karna ia sangat malu.
"Apa masih sakit?" Tanya Rain mendekati Tara
Tara mengangguk "Apa tuan butuh sesuatu?" Tanya Tara berusaha bangkit
Rain pun membantu Tara "Tidak.. aku hanya ingin mengajak mu jalan jalan. Tapi tidak usah kasihan Kamu lagi sakit" Ajak Rain.
"Baiklah Tuan" jawab pasrah Tara.
Tara sangat ingin sekali mengiyakan namun ia Malu jika berjalan seperti ini.
Rain ikut berbaring disamping Tara.
**
Seminggu telah berlalu, kini waktu nya Tara dan juga Rain kembali pulang untuk kembali memulai aktivitas mereka masing masing.
"Tara Pamit ya Ma. Mama jangan Lupa pulang" ujar Tara dipelukan Rinjani
Rinjani terkekeh "iya sayang iyaa. Dua minggu lagi mama pulang Nak" tenang Rinjani
"Tara pamit ya bude" kini Tara beralih ke Lastri dan kepada Suaminya Lastri. Yang bernama Mulyo.
"Iyo cah Ayu, Hati hati Di jalan Yo nak" jawab Lastri memeluk Tara.
Begitu juga dengan Rain berpamitan dengan Rinjani dan Lastri.
Rain melajukan mobil nya dengan kecepatan yang sedang. Semenjak kejadian itu Rain tak pernah lagi menyentuh Tara. Bukan ia tidak menginginkannya namun gengsi nya terlalu besar.
__ADS_1
Ia memohon kepada Tara untuk membantu nya bukan memohon menginginkan Tara. Dan hasil nya ia sendiri yang Rugi dan tersiksa.
Flashback on
Rain memasuki kamar Karna Ia baru saja selesai menonton bola dengan Pak de Mulyo. Waktu menunjukkan pukul 1 malam.
Rain menghidupkan Lampu yang sudah dimatikan Tara.
"Hah" ujar Rain terkejut melihat pemandangan di depan nya. Tara yang tengah tertidur menggunakan Piyama yang sangat seksi dan Juga Terangkat Keatas memperlihatkan paha yang sangat mulus milik Nya.
Rain menenguk Saliva nya menyaksikan pemandangan itu.
"Apa kau berencana menggoda ku?" Batin Rain menyelimuti Paha Tara
Tak tunggu Lama Rain langsung mematikan lampu dan ikut berbaring disamping Tara.
Ia berusaha untuk memejamkan matanya agar segera memasuki Alam mimpi namun sangat sulit.
Keringat dingin membasahi tubuh nya menahan sesuatu yang mulai menyesakkan nya.
"Kau sangat tidak tau Malu. Bisa bisa nya hanya dengan melihat itu kau langsung bangun!" Maki nya pelan kepada adik nya.
Semakin ia tahan semakin sesak, tak Bisa menunggu Lama Rain langsung lari kekamar Mandi untuk mandi Air dingin.
"Tuan baru Siap mandi?" Tanya Tara yang memperhatikan Rain.
Rain mengangguk mengiyakan ucapan Tara.
Tara dengan cepat turun dari ranjang dan segera keruang ganti "kau Mau Apa?" Tanya Rain bingung
Rain pun menggeleng dan mengikuti Tara dari belakang.
"Kenapa dua hari ini Tuan sangat rajin mandi malam? Apa tuan tidak dingin?" Tanya Tara penasaran.
Rain tak menjawab Tara, ia langsung meninggalkan Tara diruangan ganti.
setelah semua nya selesai, Tara dan Rain kembali berbaring diranjang mereka.
"berapa Lama lagi akan seperti ini?" Batin Rain sangat tersiksa.
Flashback Off
Hari ini Semua nya kembali melakukan Aktivitasnya. Rain yang harus kekantor dan juga Tara yang harus kuliah.
"Tuan Ayo sarapan" Ajak Tara setelah menyiapkan sarapan untuk Suaminya.
Rain mengangguk dan berjalan menyusul Tara.
"Tuan.. Hmm Tara hari ini kuliah dengan jadwal penuh. Tara akan terlambat Pulang" Ucap Tara sedikit takut.
Rain lagi lagi mengangguk "Nanti supir akan menjemput mu" jawab nya dengan santai.
Tara mengangguk dengan senyum yang ia paksakan "sadar lah Tara tak perlu terlalu berharap" batin Tara.
__ADS_1
Ia sangat berharap jika Rain yang menjemput nya namun Kenyataannya sangat pahit dari harapan nya.
"Baiklah Aku berangkat" jawab Rain meninggalkan Tara.
Tara sangat bingung dengan sikap Rain kepadanya. Seketika ia sangat baik dan perhatian dan seketika ia juga sangat cuek dan dingin.
"Mungkin Tuan sedang banyak pekerjaan" hibur Tara kepada dirinya sendiri.
Setelah bersiap siap ia pun segera berangkat ke kampus nya.
"Tara.."panggil Tina disebrang sana.
"Hai Tina" jawab Tara tersenyum lebar kepada sahabat nya dan teman Sekelasnya.
"Sudah Lama menunggu?" Tanya Tara menghampiri Tina
"Belum.. ayo sebentar lagi mulai" jawab Tina merangkul Lengan Tara.
Tara tersenyum, Walaupun ia saat ini sedang sedih melihat perlakuan Rain yang lagi lagi dingin kepadanya Berkat Ada Tina Mood nya kembali lagi.
Tina adalah teman satu satunya Yang Tara punya. Tara tidak terlalu bisa bergaul dengan orang Baru. Ia sangat bersyukur bisa bertemu Tina waktu Mos itu.
Hanya Tina yang mengetahui tentang Pernikahan Tara.
jadwal Tara sangat padat hingga ia tak sempat untuk mengirim makanan kepada Rain.
"Apa Tuan sudah makan?" Isi pesan teks yang Tara kirim kepada Suami nya.
Tara sedang berada dikantin bersama Tina "Apa suami mu sudah membalas pesan mu?" Tanya Tina penasaran
Tara menggeleng "mungkin Ia lagi sibuk" jawab Tara berfikiran positif.
Sementara Rain tengah sibuk mempersiapkan Proyek yang sangat besar. Ia berharap akan segera menyelesaikan nya Agar Proses pembuatan proyek ini segera dilakukan.
"Desain nya sangat Bagus Tuan. Dan saya sudah membaca hasil laporan yang Anda Kirim kan. Saya sangat suka dengan ide dan Konsep yang anda buat." Ujar Kolega Rain yang akan menjadi investor terbesar proyek nya kali ini.
"Terimakasih Pak Anda sudah mempercayakan nya kepada kami" jawab Rain menerima jabatan tangan Kolega nya.
Ia dan Rangga sangat senang proyek nya akan segera memasuki proses pembangunan.
Setelah Kolega Rain pamit, Rain langsung membuka ponsel nya "Tara" gumam nya membaca pesan.
Ia membaca pesan yang dikirim Tara satu jam yang Lalu.
"Saya Baru saja selesai meeting" balas nya.
Rain berjalan menuju Ruangan nya untuk beristirahat.
Ia semalam bermimpi bertemu dengan gadis yang ia cintai. Lagi lagi Rain gagal untuk melupakan nya. Setiap kali Rain berniat membuka hati nya untuk Tara namun bayangan Alya selalu ada dipikirannya.
Hal itulah yang membuat Rain bersikap dingin kepada Istri nya.
Ia jadi pusing memikirkan nya.
__ADS_1
Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini 💜💜