
"Apa kau ingin ikut bersama ku kekantor?" Tanya Rain Kepada Tara yang masih menghadap kaca
Tara sedikit berfikir "Apa Tuan tidak malu membawa wanita hamil seperti ku?" Tanya Tara
"Kau kan istri ku.. kenapa harus malu" jawab Rain masih setia memandangi kaca yang memantulkan dirinya dan Tara yang masih duduk ditepi ranjang
Mendengar Itu Tara tersenyum dan segera beranjak untuk menukar bajunya. Kehamilan Tara sudah berjalan Lima bulan dan perutnya sudah membesar.
Semenjak Perutnya membesar tara lebih sensitiv dari biasanya. Ia lebih sering dirumah karna Menurut Tara jika Ia dan Rain jalan jalan Ia akan membuat Rain Malu. Menurut nya ia sangat jelek dan tidak menarik. Padahal Dimana Rain Tara semakin cantik dengan badan yang berisa dan perut nya yang sudah membesar. Bahkan Tara sangat seksi dimata Rain. Dan sudah sebulan ini nafsu makan Tara meningkat dan juga mual mual yang sangat parah sudah tidak ada lagi.
Tara sudah siap dengan penampilannya yang sangat memukau. Dengan rambut yang ia kuncir ditambah dress yang sangat elegan dengan sepatu berwarna hitam senada dengan dress..
Rain tersenyum melihat istri nya "ayo berangkat" ajak nya menggandeng tangan Tara.
Tara pun dengan senang hati membalas genggaman tangan dari suaminya.
Tak beberapa Lama mereka pun sampai dikantor Rain yang besar dan mewah. Tara cukup gugup karna setelah kejadian waktu itu ia tak pernah lagi menginjak kantor suaminya.
"Pagi Tuan.. Pagi Nona" sapa Rangga menunduk dengan hormat diikuti oleh karyawan Lainnya.
Rain mengangguk begitu pun dengan Tara tersenyum sangat manis membalas sapaan karyawan suaminya.
Sejak kejadian itu semua Karyawan Rain mengetahui jika Rain telah menikah dan akan segera menjadi Ayah.
"Nona.." Giliran Ajeng menyapa Tara dengan hormat, Tara sedikit menjauh ia takut kejadian dulu akan terulang lagi.
Melihat Itu Ajeng menjadi kikuk dan juga Malu. Ia tau apa yang difikirkan Tara karna Ia sangat menyesal sudah memperlakukan Tara sangat jahat.
Tara hanya tersenyum yang seperti nya nampak ia paksakan "Ayo sayang" ajak Rain melangkah menuju Ruangannya.
"Hallo ma.." Jawab Rain menerima Telfon
"Rain.. Tara mana? Kenapa Tara tidak ada dirumah?" Tanya Rinjani
"Tara hari ini ikut bersama Rain kekantor Ma" jawab Rain melirik sekilas Tara yang sedang bersandar dikursi sambil mengelus perut nya.
"Baiklah.. Rain mama sangat sibuk akhir ini.. bisa kah kamu mengecek hotel kita yang ada di korea?" Tanya Rinjani
"Tapi Ma.. Rain kan "
"Tidak ada Tapi tapian. Sekalian kamu ajak istri kamu berlibur disana. Apa kamu tidak kasihan melihat istri mu hanya menghabiskan waktu nya dirumah menunggu mu pulang?" Potong Rinjani
__ADS_1
Rain menghembuskan nafas nya pasrah "tolong ya Nak.. mama sangat sibuk sayang" mohon Rinjani
"Hmm Baiklah Ma, Besok Rain bersama Tara akan terbang ke korea" jawab Rain.
"Terimakasih sayang.. nanti mama hubungi lagi. Mama ada meeting sebentar lagi" tutup Rinjani.
Saat ini Usaha Perhotelan Rinjani sangat meningkat, Bahkan ia jarang pulang bertemu dengan Tara karna pekerjaan nya yang sangat banyak dan sibuk. Apalagi Ia sedikit kesulitan mengontrol Hotel yang ada diluar negri seperti Korea dan juga Singapura.
Rinjani juga ingat tara pernah bercerita bahwa suatu saat nanti ia ingin sekali mengunjungi Korea selatan karna Negara itu adalah Negara impiannya. Dan saat nyalah Ia mengujutkan mimpi sang menantu tercinta.
Rain menatap Tara dan tersenyum. Memang ia belum menyadari bahwa ia sangat mencintai Tara dan juga rasa gengsi nya yang sangat tinggi.
"Tara.." panggil Lembut Rain
"Ya Tuan" jawab Tara langsung beranjak dari duduk nya
"Tetap disitulah" ujar Rain langsung menghampiri Tara.
"Ada apa Tuan? Apa Tuan ingin sesuatu?" Tanya Tara membenarkan posisi duduk nya
"Hmm Apa kau ingin ikut bersama ku ke korea?" Tanya Rain
Tara mengangguk "Apa Tuan ingin bertemu dengan dokter Alya?" Tanya Tara tiba tiba
Dengan cepat Rain menggeleng kan kepala nya merasa dituduh oleh pertanyaan istrinya "tidak... Apa yang kau maksud. Tidak sama sekali"
"Lalu?"
"Mama ingin meminta tolong Mengontrol Hotel yang ada disana karna ini jadwal waktu kunjungan dan Mama sangat sibuk jadi Mama meminta ku untuk mewakilkannya" jelas Rain
Tara mengangguk paham "bagaimana apa kau ingin ikut?" Ajak Rain
Dengan cepat Tara mengangguk "baiklah kita akan berangkat besok. Rangga akan mengurus semua nya" jawab Rain sambil mengelus Perut Tara.
Tanpa di minta oleh Rinjani, Rain akan membawa Tara ikut bersama nya. Ia tak ingin jauh jauh lagi dari istri dan juga calon anak nya seperti waktu itu.
Setelah memberitahu Tara, kini Rain pun memanggil Rangga untuk mengurus dokumen mereka. Rain juga mengambil cuti Selama 2 minggu. Karna ia juga ingin berlibur bersama Tara. Mungkin ia akan mengunjungi Alya.
Namun ia tak tau dengan jelas perasaannya saat ini kepada Alya. Yang jelas ia rasakan bahwa ia tidak bisa jauh jauh dari tara.
Sementara Tara cukup gugup dan juga khawatir bahwa Rain akan semakin mencintai Wanita pujaannya setelah bertemu kembali nanti.
__ADS_1
"Tenang tara tenang. Tuan Rain sudah hampir melupakan Dokter Alya. Ingat Kalian akan segera mempunyai Anak. Itu akan mengurangi rasa cinta Tuan Rain kepada Dokter Alya" batin Tara menenangkan dirinya sendiri.
"Apa kau ingin makan sesuatu?" Tanya Rain melirik Tara sekilas
"Tuan.. Tara ingin makan rujak" ungkap Tara
Rain menghentikan aktivitas nya dan segera menelfon Raisa.
"Hallo Tuan.. ada yang bisa saya bantu?" Ujar Raisa disambungan telfon
"Keruangan saya segera" perintah Rain
Seketika itu Raisa langsung berjalan keruangan Rain dan mengetuk pintu bos nya itu.
"Ada yang bisa saya Bantu Tuan?" Tanya Raisa
"Istri saya ingin memakan Rujak. Tolong carikan Rujak yang bersih dan juga buah buahannya bagus" perintah nya.
Mendengar Itu Raisa mengangguk dan tersenyum menghadap Tara "Nona Maafkan saya yang merepotkan mu" ungkap Tara tak enak hati
"Tidak apa apa Nona. Ini sudah menjadi tugas saya menyediakan apa yang dibutuhkan" jawab Raisa dengan sopan dan juga segera pamit.
Sementara menunggu Rujak Datang, Rain tidak bisa fokus dengan pekerjaannya. Mata nya selalu tertuju pada Tara yang kesulitan mengurut kaki nya sendiri.
"Ada apa dengan kaki mu? Apa sakit?" Tanya Rain menghampiri Tara
Melihat itu Tara langsung menghentikan Aktivitas nya "tidak ada apa apa Tuan" jawab Tara dengan cepat
"Kenapa?" Tanya Rain dengan nada dingin nya
"Hmm kaki Tara terasa keram dan juga sedikit pegal" ungkap Tara
Mendengar Itu Rain pun mengangkat kaki Tara dan meletakkan kepaha nya. Ia mulai memijat kaki Tara dengan lembut.
Dua hari yang Lalu, Rain sempat membaca Artikel tentang perubahan sikap da fisik wanita hamil. Ia juga paham apa yang dirasakan oleh Tara. Untuk usia kandungan Tara yang sudah menginjak 5 bulan membuat Tara kesulitan menjalani aktivitas nya seperti biasa dan juga umur tara yang masih tergolong muda.
"Tuan.. tidak perlu seperti ini" cegah Tara tak enak hati
"Diam lah dan nikmati saja. Saya suami mu tidak perlu berfikiran macam macam" ujar Rain mampu membuat Tara terdiam. Namun Tara sangat bahagia diperlakukan seperti ini oleh Rain.
Note : terimakasih sudah membaca💜💜
__ADS_1