Mengejar Cinta Tuan Rain

Mengejar Cinta Tuan Rain
Jeju


__ADS_3

"Ada Apa?" Tanya Rain saat genggaman Tangan tara semakin kuat ditangannya


"Tara takut Tuan" jawab Tara pelan


Rain tersenyum "tidak apa apa. Saya ada disamping mu" tenang Rain kembali membalas genggaman tangan Tara. Ia tau Tara sangat takut dengan ketinggian.


Dengan yakin Tara pun mengangguk. Ini adalah pertama kali nya ia menaiki pesawat. Selama itu pula Tara tak berhenti nya berdoa dan juga menggenggam Tangan Rain dengan erat.


Rain hanya tersenyum sesekali melirik Tara yang sangat Lucu dimata nya.


"Permisi Tuan.. Nona.. ini Lunch nya" ujar Sang pramugari memberikan makan siang dan juga beberapa buah buahan.


Rain mengangguk " Tolong buat kan saya Susu ibu hamil" pinta Rain kepada pramugari. Dengan Ramah dan senang hati Pramugari itu menerima sekotak Susu Hamil dan segera membuatkannya. Rain dan juga Tara memilih penerbangan VVIP.


"Kita makan Siang Dulu ya" tawar Rain melepaskan genggaman nya


Tara yang merasa genggaman itu terlepas membuka mata nya "Tuan.." ujarnya dengan suara yang menggigil


"Tidak apa apa.. tenang lah.. insyaallah kita akan sampai dengan selamat" tenang Rain mengerti akan ketakutan istri nya.


Tara pun mengangguk dan menerima suapan nasi dari tangan Rain. Mereka pun makan bersama sama.


Setelah makan dan meminum susu ibu Hamil, Tara pun tertidur, begitu juga Rain yang tak lepas memandang Wajah cantik Tara. Gadis yang sebentar lagi menginjak Usia dua puluh Tahun ini mengorbankan hidup nya dan Waktu muda nya menikah dengan nya. Walaupun Rain tak mengungkap kan cinta nya secara Langsung namun Rain yakin bahwa ia sudah benar benar jatuh hati kepada Tara.


Setelah melewati kurang lebih 7 jam kini mereka sudah sampai di bandara seoul incheon international. Beberapa petugas dengan sigap membantu membawakan koper milik Rain dan juga Tara.


"Terimakasih" ujar Rain berbahasa korea dengan fasih


Petugas pun mengangguk dengan hormat tap lupa pula Rain memberikan uang tips untuk petugas.


"Kenapa?" Tanya Rain kepada Tara yang melihat nya tanpa berkedip mata


"Tuan sangat hebat, bisa berbahasa korea dengan bagus" puji Tara


Rain tersenyum "apa kau Lupa kalau aku pernah tinggal disini bertahun tahun bahkan aku lulusan salah satu universitas disini" jelas Rain


Tara mengangguk "kenapa kau terlihat sedih? Bukannya kau seharusnya bahagia"

__ADS_1


Tara menggeleng dan memasang senyum palsu nya "Tara bahagia. Ini kali pertama Tara mewujudkan mimpi Tara" jawab nya


"Apa mimpi mu?" Tanya Rain menasaran


"Datang ke negara ini" jawab nya


"Hanya Itu?" Tanya Rain


Tara mengangguk " Itu adalah mimpi yang sangat Tinggi Tuan bahkan teman teman Tara dikampung selalu meremehkan Tara karna mempunyai mimpi yang sangat mustahil untuk diwujudkan" jelas Tara memandangi seluruh jalanan Di Seoul.


Rain tersenyum sambil mengelus Rambut Tara "Kau sudah mewujudkan nya" Jawab nya dengan lembut


"Terimakasih Tuan" kini Tara beralih menatap suami nya.


Rain mengangguk menjawab ucapan Tara "Aaawhh" keluh Tara langsung memegangi perut nya yang sudah membesar


"Ada apa? " cemas Rain


Tara tersenyum dan mengambil tangan Rain dan meletakkan ke perut nya"lihat Tuan, Baby B bergerak"


"Ia mungkin sangat senang bisa ke negara ini" ujar Tara


Rain mengangguk "kau benar sayang" jawab Rain.


Mendengar itu lagi lagi Tara tersipu malu, kalimat "sayang" itu sangat jarang Rain ucapkan kepadanya.


"Lihat Ia tak berhenti bergerak" titah Rain mendekatkan wajah nya keperut Tara. Tara yang melihat pemandangan itu hanya mengangguk dan terus tersenyum. Ia baru pertama kali melihat Rain bahagia seperti ini.


Setalah beberapa saat Mereka pun tiba dihotel milik Rain "selamat Datang Tuan dan Nyonya" sapa manager hotel.


Rain mengangguk "siapkan makan malam dan juga Susu ibu hamil" perintah nya. Dengan sigap manager pun melaksanakan perintah Tuan nya itu.


Tara yang dibuat kagum itu pun tak bisa berkata kata lagi. Ia hanya menikmati setiap sudut ruangan itu dengan sangat takjub.


"Apa kau tidak lelah terus memperhatikan Ruangan ini?" Kini Rain datang dengan handuk yang sudah terlilit dipinggang nya. Setelah masuk kamar, Rain langsung mandi menyegarkan diri nya.


Tara menggeleng dan terus tersenyum "segera lah mandi. Sebentar lagi waktu Sholat Isya akan masuk" jawab Rain

__ADS_1


"Baik Tuan" ucap Tara langsung menuju kamar mandi sambil mengelus elus perut nya.


Mereka pun sholat berjamaah seperti biasanya, setelah menunaikan sholat dilanjut dengan makan yang sudah dihidangkan oleh pelayan yang bertugas tak lupa susu hamil untuk Tara.


"Besok aku akan meeting setelah itu kita akan berjalan jalan di Seoul" ujar Rain


"Tuan.. hmm Tara ingin ke pulau jeju" titah nya


Rain melirik Tara " Apa kau sedang mengidam?" Tanya Rain. Tara tidak pernah meminta apapun yang ia inginkan melainkan Permintaan ngidam nya.


Tara mengangguk " itu sangat jauh dari sini. Sebaik nya tidak perlu diturut kan Tuan" ujar Tara tak enak hati merepotkan Rain. Ia hanya menemani Rain bekerja bukan untuk liburan.


"Apapun keinginan anak ku harus terpenuhi" ucap Rain menghampiri Tara yang sedang bersadar dibahu ranjang


"Apa Tuan tidak keberatan. Pekerjaan mu sangat banyak. Lihat lah dokumen itu sangat tinggi dimeja"


Rain mencium perut Tara "Tidak perlu dipikirkan. Berkas itu akan selesai malam ini" tenang Rain


Tara membelai Rambut Rain "tidak perlu dipaksakan Tuan.. kau juga perlu beristirahat"


Rain tak menjawab Ucapan Tara, Ia sibuk mencium dan mengelus perut tara "Aawhh" keluh Tara saat bayi nya menendang sedikit kencang


"Apa sangat sakit?" Tanya Rain yang merasakan tendangan itu kencang


Tara menggeleng "tidak terlalu sakit Tuan tapi tara sedikit terkejut" tenang nya.


Rain pun mengangguk mengerti, setelah puas mengelus dan bermain dengan perut Tara, Rain pun kembali melanjutkan pekerjaannya.


Tara pun terus memandangi punggung Rain. Ia sangat beruntung bisa menikah dengan Rain dan mendapatkan mertua sebaik Rinjani yang tulus menyayangi nya. Walaupun hingga detik Ini Rain belum mengungkap kan cinta nya, Namun Tara tak terlalu mempermasalahkan itu. Bagi nya perlakuan Rain yang lembut dan hangat kepadanya itu jauh lebih cukup.


"Kau ingin kemana?" Tanya Rain melihat Tara menuju Pintu


"Tara ingin membuat Minuman yang Tara bawa dari indonesia Agar Tuan lebih nyaman dan rileks dengan pekerjaan Tuan yang sangat banyak" jawab Tara


"Aku akan menemani mu" ungkap nya.


Note : terimakasih sudah membaca💜💜

__ADS_1


__ADS_2