
"Siapa dia?" Tanya Rain setelah pria yang menyapa Tara pergi.
"Yang mana Tuan?" Tanya Tara bingung
"Dia" tunjuk nya dengan Kode mata
"Ooo itu Bukan siapa siapa. Dia hanya ingin memastikan Kalau Tara bukan teman nya" ucap Tara jujur. Karna Pria tadi mengejutkan Tara dan menyangka Tara adalah teman yang sudah lama ia cari.
"Apa wajahmu sangat pasaran hingga banyak yang mirip dengan mu" judes Rain meninggalkan Tara
Tara pun mengikutinya "walaupun menurutmu pasaran, tetapi aku cantik" batin Tara Memuji dirinya sendiri sambil memandangi Punggung lebar Calon Suami nya.
Rain terus mengikuti Tara yang semangat memilih bahan bahan segar mulai dari daging, Ayam, ikan hingga bumbu dapur.
"Kenapa sangat Lama. Jika kau Ragu beli saja semua nya. Kalau perlu akan ku belikan Supermarket ini untuk mu" Kesal nya. Tara sedari tadi memilih bumbu dengan sangat Lama.
"Tuan.. saya tau Tuan mempunyai banyak Uang namun Bersabarlah sebentar"jawab tara dengan tenang
Mau tidak mau Ia pun mengalah karna percuma saja mendesak wanita sedang berbelanja.
Rain memperhatikan semua sudut Supermarket ini. Jika pulang ke indonesia Rain dan gadis yang sangat ia cintai pasti mengunjungi supermarket ini. Karna Gadis yang ia cintai itu sangat suka memasak.
Rain tersenyum mengingat Masalalu nya yang begitu indah.
"Tuan.. sedang apa?" Tara mengejutkan rain karna Sedari tadi Tara melihat Rain tersenyum sendiri
"Tidak apa apa. Sudah selesai?" Tanya Rain mengalihkan pembicaraan
Tara mengangguk dengan mendorong belanjaan dengan jumlah yang banyak.
Mereka pun membayar semua belanjaan itu.
"Ini untuk Stock 1 bulan. Bulan depan belajarlah untuk belanja sendiri" titah Rain yang sedang memasuki barang barang belanja kebagasi mobil
Tara pun mengangguk mengiyakan Ucapan Rain.
"Kau itu Tampan Tuan tapi sayang nya sangat dingin seperti kulkas 10 pintu" Batin Tara Memasuki mobil.
**
"Sangat melelahkan" Gumam Rain merebahkan Badannya di sofa.
Sementara Tara langsung menuju dapur untuk menyimpan bahan masakannya.
Ia mulai menyusun dan menyisihkan bahan apa yang akan ia masak untuk makan malam.
"Tara ada yang bisa saya bantu?" Tanya Mirna
__ADS_1
Tara menggeleng "bibi kerjakan saja yang lain nya, urusan dapur Biar Tara saja" ucap Tara
Mendengar itu Mirna pun mengangguk dan segera meninggalkan Tara.
Tara mulai mengikat rambut nya dan mulai membersihkan Bahan masakan.
Ini sudah menjadi kebiasaannya dan ia sangat lihai dalam memasak.
"Sayang" sapa Rinjani
"Ya bu? Ada yang bisa tara bantu?" Tanya Tara langsung menghentikan Kegiatannya memotong bawang
"Ibu akan pergi sebentar karna ada acara" ujar Rinjani memberitahu
Tara mengangguk "hati hati bu" jawab nya
Rinjani mengangguk dan mencium pipi Tara. Ia akan menghadiri acara Arisan nya bersama Rania dan juga teman teman nya.
Melihat Rinjani pergi, Tara langsung melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda.
" Dimana Mama?" Tanya Rain menghampiri Tara
"Baru saja pergi Tuan menghadiri acara" jawab Tara sambil fokus memasak.
"Apa yang kau masak?" Tanya Rain lagi.
"Aku membuat Sup Daging Tuan. Apa mau mencicipinya?" Tawar Tara
Melihat sikap Rain, Tara bertambah kesal namun ia hanya bisa memendam. Mana berani ia melawan Tuan yang sangat Dingin dihadapannya ini.
"Lekas lah aku sangat lapar" ucap Rain
Tara hanya mengangguk sebagai jawaban iya.
Dengan cepat ia menghidangkan semua masakan yang sudah ia masak.
tanpa basa basi Rain menyendok makanan nya dan menghiraukan Tara.
"Sabar tara sabar. Ini ujiann mu" batin nya.
***
"Rain.. Mama sudah di butik fitting baju pengantin kamu. Segeralah kemari" ujar Rinjani di telfon.
"Iya Rain akan segera kesana " jawab nya pasrah.
Setelah mendapat jawaban dari Anaknya, Rinjani langsung mematikan telfon dan kembali bergabung dengan Tara dan juga Pemilik butik.
__ADS_1
"Sayang.. seperti nya baju itu bagus" ucap Rinjani kepada Tara sambil menunjuk gaun yang sangat mewah itu
Tara mengangguk karna ia juga sedari tadi memandangi gaun bewarna Putih dilengkapi dengan mutiara dan juga Hiasan bewarna purple.
"Bagaimana bu? Bagus?" Tanya Tara setelah mencoba gaun yang mereka maksud
Dengan kulit Tara yang putih bersih membuat ia sangat cantik memakai gaun itu "sempurna" gumam Rinjani dengan senyum bahagia nya
"Rain.. lihat calon istri mu" kini Rinjani menggoncangkan bahu Anak nya saat Rain tengah sibuk menelfon urusan pekerjaannya.
Sambil menelfon, Rain mengikuti pandangan Rinjani dan Ia sangat terkejut melihat Tara yang begitu cantik memakai gaun pilihan nya "baiklah nanti aku hubungi kembali" ucap Rain menutup telfon nya.
"Bagaimana? Sangat cantik bukan?" Ucap Rinjani
"Terserah mama Saja. Lakukan sesuka mama" Jawab Rain dingin. Ia kembali menyadarkan diri nya sebelum ia benar benar Terbawa suasana.
"Kau sangat cantik" batin Rain memuji Tara.
Seminggu ini mereka sudah cukup dekat karna Rinjani selalu mencari cara Agar Rain dan Tara selalu bersama.
Mendengar Itu Tara hanya tersenyum kikuk. Merasa Malu dan juga Canggung tidak enak hati dengan senyum bahagia yang terukir diwajah nya sedangkan Rain tak menginginkan pernikahan ini. Rasanya ia sangat tidak tau diri.
Tara kembali masuk keruang ganti nya dengan Mata yang berkaca kaca "tak perlu menangis. Ini lah takdir mu Ra. Tak perlu bahagia seperti ini karna bukan kamu yang ia inginkan" batin nya menyadarkan dirinya.
Ia menghapus buliran Kristal itu dan segera melepaskan gaun nya.
"Baiklah Saya akan mengambil gaun ini" ucap Rinjani
"Baik bu, kami akan mempersiapkannya dan segera mengirim gaun ini ke Alamat ibu" jawab pemilik butik itu.
Setelah menentukan Gaun dan juga Cincin. Mereka pun kembali kerumah.
"Rain.." panggil Rinjani
"Ya ada apa ma?" Jawab Rain fokus mengendarai Mobil nya
"Tara sangat cantik ya memakai gaun tadi" ulang Rinjani.
Rain hanya berdehem tak ingin menanggapai ucapan Rinjani. Tentu saja Ia sangat gengsi mengungkap kannya.
"Tara.. Bagaimana dengan kuliah mu? Apa ada kendala?" Tanya Rinjani mengalihkan pembicaraannya. Ia sangat kasihan melihat Tara karna ulah Anak nya.
Tara tersenyum "Tidak bu. Semua nya baik baik saja. Terimakasih Ya bu" jawab Tara dengan senyum yang dipaksakan
Tentu saja ia sangat sedih melihat perlakuan Rain kepadanya. Ingin rasa nya tara menghentikan pernikahan ini namun ia tidak tega untuk mengecewakan Rinjani yang sangat baik dan tulus menyayanginya.
Sementara itu Rinjani masih memikirkan Tara. Ia sangat tidak Tega melihat tara diperlakukan seperti itu oleh Anak nya namun Sudah terlambat untuk membatalkan semua nya karna semua persiapan sudah 80 persen dilakukan.
__ADS_1
"Bersabar lah Tara, ini hanya membutuhkan sedikit waktu untuk meluluhkan Rain" batin Rinjani yang masih setia memandangi Tara.
Note : terimakasih sudah membaca💜💜