
"Mau popcorn?" Tawar Rain setelah Memesan dua tiket film Horror
Tara mengangguk "tunggu disini" ucap Rain.
Sambil menunggu Rain mengantri makanan, Tara melirik setiap sudut ruangan yang telah dipajang layar berbagai macam judul film yang sedang ditayangkan. Ia mengamati semua jenis nya dan sesekali tersenyum.
Baru kali ini ia kesini dan menonton salah satu film dibioskop ini.
"Hallo Nona" sapa Pria yang tidak asing
Seketika itu Tara langsung melirik sumber Suara "Tuan" jawab Tara dengan senyuman
Mereka pernah bertemu diSupermarket Waktu itu "Lama tidak bertemu" ucap nya lagi
Tara mengangguk setuju "Nona sendirian?" Tanya Pria yang bernama Arbani.
Tara menggeleng "saya kesini bersama Suami saya. Itu orang nya" tunjuk Tara kepada Rain, Rain juga sedang melirik Tara.
Arbani tersenyum kecut "Ternyata Anda sudah menikah" ucap nya
Tara mengangguk " Iya, baru dua hari yang Lalu" jawab Tara polos
Mendengar jawaban Tara, Arbani tak bisa menahan tawa nya "kau sangat polos Nona" ujar nya
Tara hanya tersenyum Mendapat ucapan seperti itu "Sayang.. dia siapa?" Ucap Rain menghampiri Tara dan juga Arbani.
Tara cukup terkejut mendengar kata "sayang" yang dilontarkan Rain.
"Ini Tu.. oh Ini Mas Teman Tara yang waktu itu disupermarket" jawab Tara gugup. Ia mengganti Panggilan biasanya Dengan "Mas".
"Gadis pintar" batin Rain
"Oh Iya kenalkan saya Arbani" ujar Arbani memperkenalkan diri.
"Rain suami nya Tara" jawab Rain singkat.
Arbani mengangguk "Baiklah Sayang, sebentar Lagi film nya akan dimulai. Permisi" ucap Rain berpamitan kepada Arbani walaupun terkesan sinis.
"Selamat menikmati film nya" ucap Arbani.
"Tuan, saya Pamit Dulu" pamit Tara diikuti anggukan oleh Arbani.
Arbani mahendra Adalah salah satu pengusaha di dunia perfilman. Ia juga pemilik Bioskop ini.
Ia memandangi Tara yang berjalan menjauhi nya "aku terlambat" batinnya tersenyum kecut.
Film pun dimulai, tara Dengan antusias menonton nya.
Sementara Rain tidak berminat sama sekali dengan film itu. Rangga lah yang Memberi arahan untuk nge date kali ini.
Rain hanya memperhatikan Tara sedari Tadi yang merasa ketakutan namun penasaran dan juga kadang tersenyum ketika ada adegan romantis nya.
Pertengahan Film, Tara merasakan sakit dibagian perut dan Pinggang nya "kenapa?" Tanya Rain cemas
__ADS_1
Tara menggeleng "Aku izin ke toilet sebentar Tuan" bisik nya.
"Aku temani" ucap Rain. Tara mengangguk dan berjalan cepat mencari Toilet.
"Ada apa?" Tanya Rain
"Tuan.. Tara sedang datang bulan. Bisa tolong beliin Pembalut?" Pinta nya.
"Baiklah Tunggu disini. Jangan kemana mana" perintah Rain dan segera ke super market Mall.
"Yang mana ya.. beli semua nya saja" gumam Rain membeli semua merk Pembalut yang ada disitu. Ia sangat malu namun terpaksa ia lakukan kalau tidak Tara tidak akan keluar dari toilet. Ia juga membeli beberapa pakaian dalam wanita yang ia minta tolong pilihkan oleh karyawati super market.
"Terimakasih Tuan" ucap Kasir kepada Rain dengan tersenyum senyum. Ia juga geleng kepala melihat Rain membeli banyak Pembalut.
"Tara.. ini" Ucap Rain memberikan kantong plastik besar yang berisi pembalut
"Tuan.. kenapa banyak sekali" protes Tara dari dalam
"saya tidak tau ukuran dan merk yang kau pakai. Jadi saya beli saja semua" ungkap Rain jujur
Tara pun menggelengkan kepalanya "Terimakasih Tuan" ucap Tara setelah selesai
"Mau makan atau apa?" Tawar Rain
Tara menggeleng "perut Tara sakit. Kita pulang saya ya Tuan" ajak Tara.
Rain memegang tangan Tara yang dingin "apa Sesakit itu hingga Tangan mu dingin begini?" Tanya Rain yang tak mengerti sama sekali tentang hal itu.
"Mau saya gendong?" Tawar Rain
Tara dengan cepat menggeleng " Tidak usah Tuan Tara bisa jalan sendiri" jawab nya cepat
Mereka pun segera menaiki lift untuk menuju parkiran mobil.
**
"Hallo Ma.. Mama kapan pulang?" Tanya Rain sedang menelfon Rinjani
"Yaampun Rain, Mama baru saja sehari di sini. Mama mau liburan juga sambil kerja disini. Ada apa?" Tanya Rinjani
"Hmm itu hmm Tara"
"Tara kenapa?" Potong rinjani Khawatir
"Mama jangan potong Omongan Rain dulu. Tara lagi kesakitan karna datang bulan pertama nya. Mama tau obat untuk meredakan nya?" Tanya Rain yang tidak tega melihat Tara uring uringan menahan sakit
Mendengar Itu Rinjani tersenyum sendiri, seperti nya ia akan lama disini dan membiarkan Rain bersama Tara lebih lama berdua " itu hal biasa, Minta tolong bi mirna membuatkan jahe hangat untuk mengurangi sakit nya" ucap Rinjani
"Oke ma makasih ya ma. Rain mau mintak bi mirna buatkan jahe dulu" jawab Rain mematikan telfon nya.
Sementara Rinjani tengah tersenyum bahagia "seperti nya Cara Rania berhasil" gumam Nya..
Ia langsung menelfon Rania untuk memberitahu kabar baik ini.
__ADS_1
**
"Tara.." panggil Rain lembut
"Ada apa Tuan? Tuan ingin sesuatu?" Tanya Tara tanpa melihat Rain memasuki kamar. Ia sangat kesakitan menahan Segugut nya
"Saya bawain kamu Jahe hangat kata Mama kamu bisa minum ini buat ngilangin Sakit nya" ucap Rain memberikan segelas Air hangat
"Mama tau dari mana Tara sakit Tuan"
"Hmm Itu Itu Tadi mama Nelfon nanyain keadaan kamu" jawab Rain berbohong. Ia sangat gengsi mengungkap kan jika Diri nya lah yang menelfon Rinjani terlebih dahulu
Tara mengangguk mengerti dan mengambil Gelas ditangan Rain dan langsung meminum nya.
"Istirahatlah" ucap Rain
"Terimakasih Tuan" jawab Tara.
Rain naik keatas Ranjang itu dan bersandar dibahu Ranjang. Ia diam diam membuka google untuk mencari cara agar sakit Wanita datang bulan berkurang.
Ia membaca beberapa Artikel dan Mata nya tertuju pada Artikel yang menurutnya menarik tapi tidak masuk Akal.
"Apa benar?" Gumam nya sendiri
"Benar Apa Tuan?" Tanya Tara penasaran
Rain menggeleng sebagai jawaban untuk pertanyaan Tara.
Setelah beberapa saat Rain ingin membuktikan "apa perut mu masih sakit?" Tanya Rain lagi
Tara mengangguk sebagai jawaban Iya.
Rain mendekatkan Tangan nya keperut Tara "Tuan sedang Apa?" Tanya Tara bingung
"Menurut Artikel yang saya baca, jika wanita sedang Datang bulan, Pasangannya akan mengelus perut wanita itu supaya sakit nya berkurang. Aku ingin membuktikannya" jawab Rain
Tara yang kikuk hanya menuruti Ucapan Rain dan membuka selimut nya "Maaf yaa" ucap Rain
Tara mengangguk "kenapa harus minta maaf. Tara kan istri mu" batin Tara
Rain mengelus elus perut Tara mempraktek kan apa yang ia baca "bagaimana Sudah lebih membaik?" Tanya Nya
"Sudah berkurang Tuan. Terimakasih" jawab Tara
"Hmm baik lah sekarang kamu tidur ya. Sudah malam" titah Rain membenarkan selimut Tara.
"Terimakasih Tuan untuk hari ini. Ini adalah hari yang bahagia" ucap Tara karna Sikap Rain benar benar berubah. Seperti es yan sudah mencair.
"Kau bahagia? Syukurlah saya senang mendengarnya" jawab Rain tersenyum.
"Tugas ku hari ini selesai. Maaf aku belum bisa memberikan nafkah bathin untuk mu" batin Rain. Ia ingin tara bahagia menikah dengan nya. Walaupun tanpa nafkah Bathin, karna Ia belum benar benar siap untuk hal itu.
Note : terimakasih sudah membaca💜
__ADS_1