Mengejar Cinta Tuan Rain

Mengejar Cinta Tuan Rain
Memulai kehidupan baru


__ADS_3

Mereka telah sampai didepan pintu apartment Rain yang sudah lama sekali Tak Rain tempati.


"Ayo Kita masuk sayang" ajak Rain kepada istrinya


Tara tersenyum tipis dan mengikuti Langkah suami serta mertua nya. Rinjani hanya mengantarkan dan melihat tempat tinggal anak nya. Ia juga sangat paham dengan keadaan Kedua anak nya ini yang ingin memulai hidup baru.


Dan juga Rinjani juga memutuskan untuk menetap di luar kota agar dekat dengan cabang hotel yang sudah berjalan selama kurang lebih setahun ini.


Rinjani dan Rain juga menjual Rumah yang mereka tempati dulu karna Mereka tak ingin Kenangan yang menyakitkan itu terus membayangi mereka.


Tara hanya mengikuti semua keputusan suami dan juga mertuanya.


Semua nya sudah selesai dirapikan dan juga Rinjani sudah berpamitan menuju kota yang akan ia tempati. Bukan tak menyayangi Anak nya namun Tara Dan Rain juga butuh waktu berdua. Ia juga ingin menyembuhkan Hati nya yang saat ini terlalu rapuh dan sesak dengan bayangan tara dan juga calon cucu nya waktu itu.


*


"Mulai sekarang kita tinggal disini ya sayang. Jika kamu bosan, Dibawah ada supermarket dan juga beberapa tempat perbelanjaan" ujar Rain memberitahu istrinya.


Lagi lagi Tara tersenyum sebagai jawaban Atas ucapan Rain.


Rain membalas senyuman Tara dan mengelus pipi putih Tara.


"Semoga ini awal untuk kita memulai yang baru" ujar Rain


"Makasih mas" jawab Tara langsung memeluk erat Sang Suami.


Mendengar itu Rain dengan senyuman mengukuri wajah tampan nya "Ayo panggil Aku lagi" pinta Rain masih memeluk Tara


"Mass" ulang Tara.


Gelak tawa kecil mereka terdengar satu sama lain.


Tara juga memandangi setiap sisi ruangan dengan tersenyum. Inilah kehidupan baru yang akan ia jalani setelah kepergian Baby B.


"Apa Mas lapar?" Tanya Tara yang mendengar bunyi perut Rain


Rain mengangguk Malu. Ini adalah hari bahagia mereka setelah 2 minggu lebih Tara tak banyak bicara dengannya. Rain sangat senang melihat perubahan istri nya.


Tara pun bergegas ke dapur untuk membuatkan Rain makanan.


Ia mulai mengolah bahan makanan dan segera memasak makanan untuk Rain.

__ADS_1


"Sayang.. aku akan kekantor untuk mengurus beberapa dokumen. Jika ada apa apa segera hubungi aku" titah Rain saat mendapat telfon dari Rangga.


Tara mengangguk "hati hati Mas" ujar Tara menyalim tangan Rain.


Rain mencium pucuk kepala Tara dan mengangguk.


Rain berencana untuk libur hari ini namun tiba tiba Rangga memberitahu nya ada beberapa dokumen yang harus dicek dan ditanda tangan.


**


Setelah Rain berangkat, Tara pun segera berkemas Rumah nya. Mulai dari baju baju yang beberapa belum tersusun kelemari dan juga Tara akan segera memulai kuliah nya lagi. Walaupun ia sudah ketinggalan semester oleh Tina, Tara harus semangat untuk mendapatkan gelar sarjanahnya.


Dua minggu waktu yang tara habiskan mengurung dirinya dan terus menagisi kepergian baby B. Dan kini ia akan bangkit dari masalah yang paling berat baginya. Ia juga harus mengurus suami dan juga mertua nya. Namun Saat Tara mendengar keputusan Rinjani untuk tinggal diluar kota, Ia pun memahami bahwa bukan Ia saja yang terluka.


suami dan Mertua nya juga sangat Terluka.


Kini waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, Tepat Tara selesai mandi, Bel rumah pun berbunyi.


Tara mengingat pesan Rain, Jika bel berbunyi tara harus memastikan siapa yang datang melalui layar cctv tersembunyi yang Rain pasang untuk keamanan mereka.


"Mas.." teriak bahagia Tara segera membuka pintu.


Ia lupa jika ia hanya menggunakan handuk.


Tara yang baru sadar menepuk jidad nya "maaf Mas, Tara ga sadar" jawab Tara


Rain langsung memeluk Tara "Apa kau berencana menggodaku sayang?" Goda Rain


Tara memukul pelan lengan Rain yang mendekap nya "Mas.. ini sangat sesak.. lepasin" protes Tara


"Hahahahah.. Kau sangat menggemaskan" ucap Rain melepaskan pelukannya.


"Kenapa sangat lama?" Tanya Tara mengikuti Rain kekamar nya


"Banyak berkas yang harus ditanda tangani sayang" jawab Rain memegang kepala nya


"Apa sakit?" Tanya Tara


Rain menggangguk "Tunggu sebentar, Tara tukar baju dulu" jawab nya


"Tak memakai baju pun tidak apa apa sayang" goda Rain.

__ADS_1


Tara hanya menjulurkan lidah nya mengejek suami nya.


Tak beberapa lama, Setelah menukar baju Tara juga membawa nampan untuk mengobati Rain.


"Itu apa?" Tanya Rain melihat nampan berisi minuman dan juga minyak


"Ini minuman agar Kamu hangat. Dan juga Ini Minyak zaitun. Tara mau memijat kepala Mas" jelas tara.


Rain mengangguk dengan senang hati ia menerima service dari istrinya.


Tara dengan lihai memijat kepala Rain dengan lembut mampu membuat Rain tersenyum.


"Kenapa tersenyum?" Tanya Tara disela sela mengurut Suaminya.


"Aku sangat merindukan ini. Kau sangat sering memijat kepala ku" jelasnya


Tara tersenyum "maafkan tara ya Mas. Sudah mengabaikan mu beberapa minggu ini" ucap Tara


Rain mengangguk " Kita haris ikhlas kehilangan Dia. Yang pasti dia sudah menunggu kita disurga sayang" tenang Rain.


Tara mengangguk setuju "Apa mau minum dulu?" Tanya Tara


Rain mengangguk dan bangun dari tidur nya "terimakasih sayang" ucap Rain mencium bibir istrinya nya.


Tara tersipu malu mendapat perlakuan Rain yang sangat manis.


Setelah itu Rain segera mandi untuk membersihkan dirinya.


Tara dengan sigap menyiapkan semua keperluan Rain.


"Minggu depan Tara akan mulai kuliah mas" ujar Tara


Rain mengangguk dan membelai rambut hitam panjang Tara " Jika butuh apa apa langsung beritahu Aku. Karna mama jauh dari kita" ucap Rain


Tara tertawa kecil. Ia ingat setiap apapun yang ia perlukan pasti Ia akan mengadu kepada Rinjani. Namun sekarang berbeda, Rinjani sudah menetap diluar kota.


Tara mengangguk "iya sayang" jawabnya dengan tersipu malu.


Rain pun mendekat kan wajah nya "aku sangat bahagia melihat kau tersenyum seperti ini" ucap Rain mencium pipi istri nya.


Mereka pun segera tidur melepas kepenatan menjalani hari ini.

__ADS_1


Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini 💜💜


__ADS_2