
" kenapa bangun sepagi ini?" Tanya Rain melihat Tara yang sudah duduk dipinggir ranjang. Ia baru saja selesai mandi dan masih menggunakan handuk yang melingkar dipinggang nya.
"Kenapa Tuan tidak membangunkan Tara" ujar Tara berusaha bangkit dari ranjang yang empuk dan juga sedikit tinggi
"Hati hatiii" ucap Rain meraih tangan Tara dengan sigap.
Tara berjalan menuju Ruang ganti Dan memilih pakaian apa yang akan Rain kenakan nanti nya.
"Istirahat lah, tidur mu Tidak terlalu nyeyak semalam" jawab Rain menerima Baju yang tara pilihkan.
"Nanti saja Tuan, setelah menyiapkan Keperluan mu. Tara akan istirahat" ujar Tara.
Mendengar itu Rain pun mengangguk dan segera memasang baju nya. Tak Lupa Tara memasangkan dasi suami nya.
"Baiklah aku akan Segera meeting dan tunggu lah dikamar. Tidak baik jika kau sendirian keluar. Jika butuh apa apa langsung tekan bel. Pelayan akan menghampiri mu" titah Rain. Ia sebenarnya tak tega meninggalkan Tara sendirian dikamar ini.
Tara mengangguk dan menyalim Tangan Rain. Begitu juga mencium kening sang istri.
**
Tak banyak yang Tara lakukan dikamar yang sangat Luas. Ia bahkan sudah beberapa kali tertidur dan bangun namun belum juga Rain memasuki kamar Mereka.
Tara melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 8 malam "kenapa lama sekali" gumam Tara.
Tak beberapa Lama pintu kamar pun Terbuka. Tara pun segera bangkit dari ranjang untuk menyambut suaminya.
"Tuann.." panggil Tara dengan semangat
Melihat Itu Rain pun tersenyum. Walaupun tenaga dan juga pikiran nya sudah habis namun saat melihat Tara tenaga itu kembali datang. Tara langsung menghambur kepelukan Rain yang sangat kokoh dan bidang.
"Heeii Ada apa? Kenapa manja sekali" ujar Rain mendekap Tara
"Tuan sangat Lama. Baby B sudah Rindu" jawab Tara bergelut manja
"Hahahah Anak papa Rindu?? Maaf ya sayang. Papa harus menyelesaikan pekerjaan agar kita bisa kepulau jeju" ujar Rain menyamakan Wajahnya dengan perut Tara.
"Serius Tuan??" Ucap Tara dengan semangat nya
Rain mengangguk "kalau begitu segera lah Mandi. Pasti Tuan sangat Lapar" sambung Tara.
Melihat semangat Tara, Rain pun tersenyum dan segera menyegarkan dirinya.
"Apa Ini?" Tanya Rain saat melihat minuman yang sangat segar dimata nya.
"Ini Minuman yang sehat untuk Tuan. Segeralah minum dan juga berbaring disini" tepuk Tara kepaha nya.
Rain mengikuti ucapan sang Istri. Meminum minuman yang dibuat Tara dan segera berbaring dengan berbantalan Paha Tara.
__ADS_1
Tara mulai memijit kepala sang suami dengan lembut dan perlahan. Itu mampu membuat Rain menikmati sentuhan Tara.
"Kau sangat kelelahan" ujar Tara
"Aku menyelesaikan semua pekerjaan agar Kita bisa liburan kepulau Jeju" jawab Rain masih memejamkan mata.
"Apa kau sudah minum susu?" tanya Rain saat pijatan Tara telah selesai
Tara mengangguk "sudah" jawab Tara
Rain bersandar ke bahu ranjang dan membentangkan tangan nya "kemarilah" ucap Rain. Dengan senang hati Tara langsung mendekap Rain.
"Tidur lah" titah Rain
"Apa Tuan tidak keberatan? Badan tara sudah membesar"
"Tidur lah. Semalam kau tidak tidur dengan nyaman"
"Bagaimana Tuan tau?" Tanya Tara penasaran
"Aku melihat mu selalu bergerak tak nyaman. Apa itu membuat mu kesulitan?"
"Baby B terlalu aktif dan selalu bergerak. Itu membuat Tara terbangun dan terkejut. Mungkin Tara belum terbiasa dengan gerakan yang diberikan oleh Baby B" jelas nya
Rain mengangguk mengerti dan mengelus pucuk kepala Tara " apa sekarang membuat mu nyaman?" Tanya Rain
Rain terus mengelus Rambut Tara yang sangat wangi dihidung nya. Ia bingung dengan perasaannya biasanya ia selalu memikirkan Alya gadis yang ia cintai namun bayangan Alya sudah menghilang di ingatannya. Bayangan itu sudah digantikan Oleh Tara yang sangat cantik dimata nya saat ini.
Rain sangat bersyukur saat ini Ia sudah menemukan pasangan yang merawat dan menyayangi nya dengan setulus hati bahkan Tara akan segera memberikan nya keturunan. Hari hari yang buram dan semu dimasa lalu kini sudah berubah menjadi hari yang indah dan selalu di nantikan.
**
" Aduh"Ujar Tara saat bola kecil mengenai punggung nya
" Apa sakit sayang?" Cemas Rain langsung menghampiri Tara
Tara menggeleng " Tidak terlalu sakit Tuan tapi sedikit terkejut" jawab Tara.
"Hai ganteng" Ucap Tara menyapa Anak laki laki yang berusia 4 tahun yang menghampiri nya.
"Maafkan Saya Ahjumma" ujar Anak laki laki tersebut
Tara mengangguk karna Tara masih mengerti apa yang dimaksud dengan anak laki laki dihadapan nya ini.
"Dimana ibu mu?" Kini Rain bersuara
Anak laki laki itu menunjuk kearah wanita yang sedang memandangi Lautan
__ADS_1
Rain tampak sangat mengenal siapa wanita yang dimaksud anak ini.
"Eomma..."teriak nya
Seketika yang dimaksud itu menyahut dan membalikkan badan nya.
"Alya.." gumam Rain pelan namun sangat jelas ditelinga Tara.
Begitu juga dengan orang Tua anak laki laki itu menghampiri Rain dan juga Tara.
"Rain.." ucap Wanita yang sudah ada dihadapan Rain dan Tara.
"Hai.. Lama tidak bertemu Al" ujar Rain mencair kan suasana. Tak ada gugup ataupun sakit dihati nya. Ia hanya menyapa selayak nya teman lama.
"Ya Rain Lama tidak bertemu" jawab Alya.
"Ini Anak ku " sambung Nya memperkenalkan Putra mereka
" Sayang.. ayo beri salam kepada Paman" ucap Alya kepada Anak nya
"Hallo Paman. Nama ku min Hyuk" ujarnya memberi salam dengan sopan dan Lucu
Rain pun menerima salam itu sambil tertawa. Sangat lucu dimata nya.
Sementara Itu Tara hanya memasang senyum yang ia paksakan. Sangat sakit rasanya jika melihat pujaan hati suami sendiri yang saat ini Ada dihadapan nya.
"Perkenal kan ini Istri ku Al" Ujar Rain tiba tiba menggandeng Tangan Tara yang sontak membuat tara terkejut dibuat nya. Tara tak menyangka bahwa Rain akan mengenalkan dirinya kepada gadis yang sangat Rain cintai.
Alya pun beralih memandang Tara dengan senyum tulus dan juga bahagia nya "Hai.. perkenalkan Namaku Alya" ucap Alya
"Tara dokter" jawab Tara
"Jangan panggil dokter. Aku bukan lagi bekerja sebagai dokter. Panggil saja Alya" sanggah Alya
Tara tersenyum, Alya sangat cantik dimata nya "sayang.." tiba tiba Suga datang menghampiri Alya Rain dan juga Tara.
"Rain.." sapa Suga mengulurkan tangan nya kepada Rain
Begitu juga Rain membalas jabatan tangan itu "lama tidak bertemu" ujar Rain.
"Ya kau benar.. mari ikut ke Villa kami" ajak Suga menggandeng Istri dan anak nya. Rain mengangguk dan juga tak lupa menggandeng Tara.
Ia melihat Tara sedikit tak nyaman "cup.." kecupan dilayangkan oleh Rain dibibir Tara.
"Tak perlu Berfikiran yang aneh aneh" ujar Rain menebak pikiran tara kepadanya. Tara hanya mengangguk dan menggenggam erat Lengan sang suami. mempercayakan semua nya kepada Rain.
Note : terimakasih sudah mampir dan membaca 💜.
__ADS_1