Mengejar Cinta Tuan Rain

Mengejar Cinta Tuan Rain
Mengantar Tara


__ADS_3

Tara bangun lebih pagi dari biasanya. Ia terlebih dahulu membersihkan dirinya. Ia mengambil wudhu dan akan menjalani kewajibannya sebagai muslim melaksanakan sholat fardu 2 rakaat yaitu Sholat Subuh bersama Rain.


"Tuan.. Ayo sholat Subuh" ujar Tara membangunkan Rain. Walaupun ia masih sangat kecewa dan juga Sedih dengan kejadian Tadi malam. Namun Tara harus bisa sabar dan Menerima nya. Inilah Kehidupannya yang harus ia jalani. Ia berharap suatu saat nanti tanpa dipaksa dan tanpa Ia minta Rain akan mencintai nya dengan Tulus.


"Hhhhmmm" leguh Rain


Tara tersenyum melihat Tingkah suaminya yang seperti Anak kecil.


"Tuan...." Ulang Tara


Rain membuka matanya memandangi Seluruh sisi kamar dan Pandangannya berhenti didepan Wanita dengan paras cantik yang sudah 5 bulan Ini menjadi istrinya. Rain tersenyum melihat Tara memakai Mukena.


"Tuan Ayo sholat berjamaah" ungkap Tara


Rain pun mengangguk dan segera bangun dari Posisi tidur nya.


Sementara Rain sedang membersihkan Diri nya, Tara pun mempersiapkan baju Koko dan juga sarung Untuk Rain.


Mereka pun sholat berjamaah seperti biasa nya.


"Yaallah Terimakasih atas yang telah engkau berikan kepada Hamba. Terimakasih Atas kenikmatan Dan rezeki yang engkau berikan kepada Hamba. Disaat Hamba kehilangan Bibi hamba satu satunya, Engkau mengirim Dua malaikat untuk Hamba yaitu Mama Rinjani dan juga laki laki yang sudah sah menjadi suami Hamba. Hamba Tau jika Suami hamba belum bisa mencintai Hamba, Namun Hamba mohon kepada-Mu datang kan lah cinta itu untuk Hamba dan berikan lah hamba kesabaran untuk menunggu waktu itu. Aamiin Ya Allah" doa Tara sambil meneteskan Air matanya.


"Apa Doa mu sesedih itu hingga mengeluarkan Air mata?" Ujar Rain setelah Tara berdoa. Dari tadi Rain memperhatikan Tara yang sangat fokus dalam berdoa.


Tara hanya membalas ucapan Rain dengan tersenyum.


"Apa kau masih Marah kepada ku?"


Tara menggeleng "Tara tidak marah, itu Hak Tuan. Tara tidak bisa memaksanya. Sekuat apapun Tara berusaha Tetap saja Dr. Alya pemenang nya. Namun Tara berharap Suatu saat Tuan bisa mencintai Tara dengan Tulus" jawab Tara dengan nada yang sedikit gemetar.


"Baiklah Tuan ingin lanjut tidur atau ingin makan sesuatu?" Tanya Tara mengalihkan pembicaraan nya.


"Aku ingin membaca proposal yang sudah dibuat oleh Rangga" jawab Rain.


Tara pun mengangguk dan mulai melepas mukena nya.


Tara sangat suka memakai daster jika dirumah.


Rain berjalan menuju Ranjang dengan masih menggunakan Sarung. Ia mengambil beberapa Proposal yang sudah dikerjakan sekretaris pribadinya Rangga.


Ia membaca Proposal itu sambil selunjuran di Ranjang. Sementara Tara yang sudah kebawah untuk membuatkan Rain minuman dan membawa beberapa peralatan penyedot debu untuk karpet yang ada dikamar.


"Ini Tuan minum lah" ujar Tara


"Terimakasih" jawab Rain.

__ADS_1


Tara mengangguk dan mulai melakukan pekerjaannya. Ia memulai dari kamar Mandi mereka. Mengemaskan pakaian kotor dan juga handuk kotor untuk diletak kan ke Ruang pencucian. Menyedot Debu dan juga merapikan beberapa pakaian yang kusut.


Rain terus memperhatikan Tara. Gadis yang sangat cantik dan Lugu yang ia nikahi 5 bulan yang lalu namun saat ini ia belum mencintai nya. Walaupun ia belum mencintai Tara namun ada sesuatu dihati nya yang tak ingin Tara pergi meninggalkannya. Rasa takut kehilangan dan juga Ingin selalu didekat Tara. Rain juga bingung dengan perasaan nya.


Ia memperhatikan Setiap gerakan yang dilakukan Tara dan mengabaikan proposal nya "benar dugaan ku Ia lebih terlihat berisi dari beberapa minggu yang lalu" Batin Rain memperhatikan badan Tara.


Tara sangat sigap dalam bekerja karna ia sudah biasa melakukan semua nya.


"Trreett..treetttt" notice yang masuk diponsel Tara.


"Nomor baru?" Gumam nya


"Trettt treeettt.." bunyi ponsel Tara lagi


"Tina" gumam Rain lagi. Ia langsung membuka pesan dari Tina.


"Tara maafkan Aku karna aku memberikan nomor mu kepada Alga. Ia memaksa ku untuk memberikannya" isi pesan Teks itu.


Rain langsung membuka Pesan dari nomor baru yang dimaksud Tina.


"Hai Tara.. ini Aku Alga" isi pesan dari nomor baru.


Rain menekan Foto milik sang pengirim pesan "masih Gantengan Saya" Guman Rain.


"Ohh ini .. ini Tadi ada pesan dari Teman mu tidak sengaja Terbaca" jawab Rain


Tara langsung mengambil ponsel ditangan Rain dan membaca isi pesan teman nya.


"Tidak ada nomor baru masuk" gumam Tara mencari nomor baru yang dikatakan oleh Tina.


Mendengar itu Rain pun tersenyum jahil. Tentu saja tidak ada pesan dari nomor baru karna Rain telah menghapus nya terlebih dahulu.


"Aku sangat lapar" ujar Rain mengalihkan perhatian Tara


"Baiklah Tara akan memasak Untuk Tuan" jawab Tara langsung bangkit.


Tara pun berjalan keluar kamar dan menuju ke dapur.


"Siapa Itu Alga? Berani sekali ia mengirim pesan kepada istri ku" gumam Rain mengepalkan tangan nya.


"Aku akan mengantar mu ke kampus" ujar Rain setelah bersiap siap


Tara yang mendengar itu terkejut. Baru kali ini Rain menawarkan Untuk mengantar nya.


"Tuan Kan bekerja. Dan Arah kita berlawanan" ujar Tara

__ADS_1


"Lalu apa kau ingin diantar Laki laki lain?"


Tara menyerngitkan dahi nya bingung " Laki laki yang tuan maksud Mang Asep?" Ulang Tara


"Aku akan mengantar mu" titah Rain tak ingin berlama lama


Tara mengangguk dan masih bingung dengan sikap Rain pagi ini.


sebelum pergi meninggalkan Kamar Rain terlebih dahulu melirik pakaian Tara yang memakai dress selutut dan lengan tiga per empat. Tidak terlalu terbuka namun menurut Rain itu sangat seksi.


"Tukar pakaian mu. Ini terlalu terbuka" ungkap Rain


"Tapi tara biasa nya memakai dress ini" jawab Tara memandangi Dress nya.


"Tukar" titah Rain


Dengan pasrah tara mengangguk dan menukar nya dengan celana Levis dan bau kemeja.


"Sudah Tuan" jawab Tara


Rain memandangi Tara "kenapa pakaian ini membentuk tubuh nya" batin Rain


"Apa baju mu tidak ada yang lain? Apa kau sengaja memakai baju ketat seperti ini?" Protes Rain


Tara pun bingung " Ini satu satu nya baju Tara yang sangat tertutup Tuan. Tara kan memakai celana levis dan kemeja lengan panjang. Apa masih terlihat ketat dan terbuka?"Ulang Tara


Rain pun menggeleng "Terserah kau saja. Ayo berangkat" perintah Rain. Tara pun mengangguk dengan wajah kesal nya.


"Tara kan tidak memakai pakaian yang seksi hingga keliatan dada. Kenapa Dia selalu protes" batin Tara. Ia mengikuti Rain dari belakang.


"Ini bekal nya Tuan. Jangan lupa dimakan" ujar Tara setelah sampai diparkiran kampus nya.


Rain mengangguk tanpa memperhatikan Tara. Ia sedang sibuk mencari laki laki yang bernama Alga.


"Apa Tuan mencari seseorang?" Tanya Tara.


"Tidak.. aku hanya melihat kampus mu. Jam berapa kau pulang?" Tanya Rain.


"Sebelum makan siang Tuan. Karna Kelas hari ini hanya satu saja" jawab Tara


"Baiklah akan aku usahakan menjemput mu" ujar Rain lagi lagi Tara dibuat nya kaget. Tak percaya atas ucapan dari sang suami.


"Terimakasih Tuan. Hati hati dijalan" ujar Tara menyalim Tangan Rain dan segera keluar dari mobil milik Rain.


Note : terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini 💜💜

__ADS_1


__ADS_2