
Mendengar Itu Rain terdiam saat Tara berbicara seperti itu. Ia merasa Malu karna disaat sakit seperti Ini Tara masih berusaha menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri.
"Maaf Tara hanya membuat kan Tuan nasi Goreng" ucap nya menghidangkan Nasi goreng.
Rain mengangguk dan melahap makanan itu. Walaupun hanya nasi goreng namun sangat enak dilidah nya.
Tara juga ikut Duduk dikursi menemani Rain makan. Walaupun kepalanya masih sangat sakit, ia mencoba menahan Nya Agar ia terlihat baik baik saja.
"Maaf kan Aku atas ucapan ku pagi tadi" ujar Rain memulai pembicaraan
Tara yang sedang bersandar dikasur dengan memegang buku Materi kuliah nya menghentikan aktifitasnya
"Tidak apa apa" jawab nya
"Hanya itu? Jika kau marah Kenapa tidak mengeluarkan isi hati mu" ucap Rain sedikit bingung dengan perubahan sifat Tara
Tara menghembuskan nafas nya Dalam "Untuk Apa marah dan memaki mu Tuan? Walaupun kau tidak mencintaiku, Namun kau Tetap Suamiku yang harus aku hormati. Tapi aku mempunyai Satu permintaan dari mu"
"Apa itu?" Potong Rain
"Berhentilah bersikap Seolah olah kau peduli dengan ku. Itu sangat menyakitkan ku" ucap Tara
Rain tertegun mendengar itu. Ia tidak bisa berkata apa apa lagi untuk menenangkan Tara.
Melihat Rain, Tara menghentikan Aktivitasnya dan segera merubah posisi untuk tidur.
"Tuan, maafkan aku hari ini tidak bisa tidur disofa" ucap Tara
"Kau harus tidur dikasur. Hmm Apa boleh aku juga Tidur disana?" Pinta Rain
"Lakukan sesuka mu Tuan. Ini adalah Rumah mu" jawab nya
Rain pun mendekati Ranjang dan membaringkan Tubuh nya disamping tara. Dengan cepat Tara merubah posisi membelakangi Rain.
**
Pagi pagi sekali Tara sudah bangun dari tidur nya dan merasakan berat dipinggang nya. Tanpa pikir panjang Tara langsung melihat nya "Tuan" gumam Tara yang melihat Tangan kokoh Rain memeluk pinggang nya seakan akan ia adalah Guling
Tara menggeserkan tangan kokoh itu namun sangat berat dan Erat.
"Awwhh" ucap Tara saat Rain semakin mengeratkan pelukannya
"Kau tidak menyukai ku namun sekarang kau memeluk ku. Dasar Laki laki" Protes Tara setelah berhasil melepaskan pelukan Rain.
Tara langsung menuju kamar Mandi untuk membersihkan dirinya. Panas badan nya sudah turun.
Setelah siap Ia langsung menyiapkan kebutuhan Rain seperti baju kerja nya.
Lalu ia menuju dapur untuk memasak.
"Tara.. ada telfon dari nyonya" ucap Mirna
__ADS_1
"Baik bi. Makasih" jawab Tara dan segera menuju telfon Rumah
"Iya ma ini Tara" ucap Tara
"Sayang.. kamu sedang apa? Sudah makan?" Tanya nya
"Tara sedang membuatkan sarapan untuk Tuan Ma. Mama kapan pulang?"
"Mungkin minggu depan nak. Mama sangat banyak pekerjaan" ujar Rinjani sedikit berbohong. Ia ingin memberikan waktu Luang untuk anak nya. Ini adalah saran dari Rania.
"Kalau begitu Mama harus jaga kesehatan. Jangan lupa waktu karna bekerja" peringatan Tara
Rinjani tersenyum mendengar ucapan Tara "iya sayang. Bagaimana dengan Suami mu? Mama telfon tidak dia jawab"
"Tuan sedang tidur Ma. Sebentar Lagi Tara akan membangunkannya" jawab Tara
"Baiklah sayang. Jagalah diri mu. Mama sangat menyayangimu" ucap Rinjani
"Mama juga. Tara menyayangi mama" jawaj Tara dan telfon pun mati.
"Siapa?" Tanya Rain tiba tiba.
"Mama Tuan" jawab Tara sedikit terkejut
Rain mengangguk " Tuan tidak bekerja?" Tanya Tara melihat Rain masih menggunakan pakaian rumah nya. Padahal Tara sudah menyiapkan baju kantornya.
"Aku butuh istirahat. Perut ku sangat sakit"
"Sebentar, Tara akan menyelesaikan Membuat sarapan dan akan memberi Tuan Obat" jawab Tara menuju dapur.
Tanpa Rain sadari senyum tipis terukir indah diwajah nan tampan nya.
Flashback On
Rain menatap Punggung Tara dengan Sendu "aku akan belajar mencintaimu" batin Rain. Melihat sikap dingin tara membuat nya merasa Aneh dan sedikit ada yang beda.
Biasanya Rain selalu Merasa terganggu oleh Tara yang selalu mengusik nya. Namun hari ini ia merasa sepi.
Beberapa saat kemudian Tara membalikkan badan nya kearah Rain. Membuat Rain semakin mudah memandang nya. Baru kali ini Rain menatap Tara sedekat ini.
Rain memegang bulu mata Tara yang begitu lentik seperti memakai bulu mata palsu dan tersenyum.
"Bantu aku agar bisa melupakan Alya" gumam nya menatap Tara. Tara tak merasa terganggu dan terus menikmati tidur nya.
Mulai malam ini Ia akan benar benar mencoba belajar mencintai Tara dan membuka hati nya. Mungkin butuh waktu sedikit lebih Lama agar benar benar bisa move on dari sang pujaan hati nya.
Ia akan meminta Saran Dari Rangga untuk mendekati Tara.
Flashback Off
"Tuan Makanannya sudah siap" ucap Tara menghampiri Rain yang sedang menonton acara televisi.
__ADS_1
Rain mengangguk dan segera berdiri menuju meja makan.
"Tadi Mama mengabari jika Ia akan pulang seminggu Lagi" ujar Tara memulai pembicaraan.
Rain hanya mengangguk karna ia juga sudah tau.
"Apa kau suka menonton film?"Tanya Rain tiba tiba.
"Huhhkk huuukkhh" Tara yang sedang mengunyah itu menjadi tersedak
"Minum lah" ucap Rain memberi air putih
Tara meminum nya dengan cepat "terimakasih Tuan" jawab nya.
"Bagaimana Apa kau suka menonton film?" Tanya Nya Lagi
"Nonton tv?"
Rain menggeleng "Nonton di bioskop" ucap Rain
Tara menggeleng "Tara belum pernah menonton dibioskop Tuan" jawab nya dengan polos
"Ayo kita ke bioskop" ajak Rain
Lagi lagi Tara terkejut mendengar Rain sedang mengajak nya. Ia sangat ingin menyiyakan namun Ia tidak akan tertipu lagi dengan perlakuan manis Rain.
"Maaf Tuan tara tidak bisa" ucap nya
"Kenapa? Bukannya kau belum pernah kesana"
Tara menggeleng "Tara tidak ingin lagi merasakan sakit hati. Tara tidak ingin salah mengartikan Perlakuan Tuan lagi" jelas Tara
Rain menghentikan makan nya dan mendekati Tara "Maafkan aku karna sudah menyakiti mu. Namun izin kan Aku mencoba belajar mencintai mu dan melupakan Dia" pinta Rain
Mendengar Itu Tara langsung meneteskan Air mata nya. Ia tidak menyangka Bahwa Rain akan benar benar meminta maaf kepadanya dan meminta kesempatan itu.
Tara dengan tersenyum mengangguk Setuju "Tuan tidak berbohong?" Tanya nya lagi.
Rain mengangguk dengan Yakin.
"Aku pasti bisa" batin Rain memandangi wajah cantik istri nya.
"Baiklah habiskan lah makanan mu Tuan setelah itu aku akan memberi mu obat terlebih dahulu" ucap Tara dengan pipi yang memerah.
Ada rasa bahagia didalam hati Tara ketika mendapat perlakuan manis dari Suami nya.
Setelah makan, Tara bersiap siap mengganti baju nya "Ayo Tuan kita berangkat" ajak Tara
Rain yang sedang memainkan ponsel nya melirik kesumber suara. Tara sangat cantik memakai baju dress selutut bewarna hitam dengan lengan sepertiga. Kaki putih mulus dan juga baju yang dibagian leher nya transparan membuat nya semakin cantik.
Rain sangat pangling melihat Tara " Ayo kita jalan" ucap Rain setelah menyadarkan diri nya.
__ADS_1
Note : terimakasih sudah membaca💜💜