Mengejar Cinta Tuan Rain

Mengejar Cinta Tuan Rain
Minuman mujarab


__ADS_3

Rangga pun pamit kepada rain dan juga tara.


"Tunggu disini sebentar. Saya akan mengambil koper nya" ujar Rain.


Tara mengangguk dan duduk disofa.


Rain mendorong koper mereka dan ingin menuruni Tangga. Namun Rain melirik ke kamar nya yang berada disebelah Kamar Tara yang sekarang menjadi kamar mereka berdua.


Rain masuk dan menatap Foto foto Gadis yang ia cintai. Ia berencana mengambil jam yang tertinggal beberapa hari yang Lalu dikamar ini.


Rain memasang jam yang ia maksud dan mata nya tertuju pada foto yang berbingkai Love. Ia biasanya membawa foto ini saat ia melakukan perjalanan bisnis Ataupun perjalanan jauh. Ia memegang Foto itu dan tersenyum. Kali ini ia tidak akan membawa foto itu. Ia pun bingung kenapa ia tak berniat membawa nya seperti biasanya.


"Tuan..." panggil Tara


Dengan cepat Rain keluar dari kamar nya dan menghampiri Tara.


"Ayo buruan" ajak Tara tak sabaran. Rain hanya tersenyum kepada istri kecil nya.


"Jaga Rumah Baik baik ya Pak. Nanti Tara bawa kan oleh oleh" ucap Tara kepada kedua satpam yang setiap hari menjaga rumah mereka.


"Baik Nona. Selamat sampai Tujuan Tuan dan Nona" jawab Mereka dengan hormat.


Dirumah hanya Ada Tara, Rain dan juga Bi Ratna yang bertugas membersihkan Rumah dan pakaian. Sedangkan Mirna ikut bersama Rinjani diluar kota.


"Kau sangat bahagia" ujar Rain memulai obrolan nya sambil fokus menyetir.


"Tentu saja Tuan. Tara akan bertemu Mama" jawab Tara


"Hmm Seperti nya kau mencuri Ibu ku"


"Hahahaha Tuan bisa aja. Tara tidak mencuri Mama" bantah Tara


Rain sesekali melirik Tara "kenapa bibir nya sangat menggoda" batin Rain


"Tuan.. bisa berhenti disana?" Tiba Tiba tara melihat anak kecil dijalanan


"Kenapa?" Tanya Rain bingung


"Tunggu disini sebentar ya Tuan" jawab Tara langsung keluar dari mobil. Rain yang takut terjadi apa apa pun mengikuti Tara.


"Hai.. Kamu ngapain disini?" Tanya Tara kepada Anak kecil


"Saya sedang berjualan koran kak untuk makan. Tapi koran nya tidak laku dan saya belum makan dari kemarin" jawab Anak kecil itu dengan lemas dan wajah pucat nya.


Tara sangat kasihan "Tunggu sebentar Ya" ucap Tara berlari ke Mobil. Rain semakin bingung.


Tara mengambil kotak makan Yang sudah ia siapkan untuk diri nya dan juga Rain untuk diperjalanan.


"Ini makan lah. Dan juga kakak juga punya uang jajan untuk mu" ucap Tara memberikan 1 lembar uang merah dan juga kotak Nasi milik Rain.


"Terimakasih Kak terimakasih" jawab Anak kecil itu mencium tangan Tara.


"Sama sama. Kakak pergi dulu ya. Kamu jaga kesehatan disini" pamit Tara dengan lambaian tangan dari anak kecil itu.


Sementara Rain tak berhenti nya tersenyum melihat pemandangan didepan nya.


"Pantas saja Mama sangat menyayangi mu" batin Rain memuji Tara.


"Sudah selesai?" Tanya Rain

__ADS_1


Tara mengangguk "sudah Tuan" jawab Tara.


Mereka pun melanjutkan perjalanan nya.


Kini mereka sudah melewati Tol, sekitar 4 jam lagi sampai.


Rain sudah menyarankan Untuk naik pesawat tapi Tara menolak nya karna ia takut ketinggian dan juga takut jatuh. Dengan berat hati Rain mengikuti keinginan tara menggunakan mobil saja.


"Tuan Tara lapar" ujar Tara memegangi perut nya.


"Disekitar sini Restaurant masih sangat jauh. Mau makan roti dulu?" Tawar Rain


Tara menggeleng "Tara menyiapkan bekal. Tuan pinggirkan mobil nya" titah Tara diikuti Oleh Rain.


Tara mengeluarkan makanan yang sudah ia siap kan dari Rumah.


"Hanya satu? Untuk ku mana?" Tanya Rain


"Hehehe tara berikan makanan Tuan kepada Anak kecil Tadi. Maaf ya Tuan" jawab nya tanpa merasa bersalah


"Lalu aku makan pakai apa?"


"Tuan mau Tara suapkan?" Tawar nya sambil menyendok makanan


Tara langsung menyodorkan makanan itu ke mulut Rain.


"Baiklah" Ucap Rain dan menerima suapan Tara. Rasa nya sangat Enak apalagi di suapkan seperti ini.


Mereka pun makan satu bekal berdua.


"Sudah kenyang?" Tanya Tara setelah merapikan tempat makan mereka.


Selama 3 bulan lebih bersama Tara, Kehidupan Rain semakin berubah. Yang awal nya hanya monoton dengan pekerjaan kini Rain sedikit sedikit merasakan Bahagia seperti tertawa lepas melihat kepolosan Tara dan tingkah Lucu Tara.


Sebentar lagi mereka sampai ditujuan. Rain melirik sekilas Tara yang tertidur dengan pulas. Ia menepikan mobil nya dan membenarkan posisi tidur tara agar leher nya tidak sakit.


"Cup" Rain mencium bibir manis Tara. Kemudian ia ******* nya, Tara yang tertidur pun mengikuti permainan Rain. Merasakan Itu Rain semakin bergairah namun ia tersadar bahwa ia sedang dipinggir jalan.


"Cihhh" Racau nya. Semenjak Tadi pagi ia tidak bisa berhenti memikir kan Bibir Tara yang sangat manis.


Ia melajukan lagi mobil nya dan berharap segera sampai disini. Jika tidak mungkin ia akan langsung membawa Tara ke hotel.


**


"Tara bangun " ucap Lembut Rain


"Tuan.. sudah sampai?" Tanya Tara diikuti anggukan oleh Rain.


Tara bangun dan segera mengemasi barang nya. Lagi lagi Ia merasakan kebas di bibir nya. Rain yang menyadari itu hanya tersenyum geli melihat kelakuan nya tadi.


"Mama.." panggil Tara dan langsung berhamburan kepelukan Rinjani


"Mama sangat merindukan mu sayang" ucap Rinjani


"Tara juga Ma" jawab Tara


"Kalian sudah makan?" Tanya Rinjani


Tara dan Rain mengangguk. Mereka masih kenyang dengan Bekal satu berdua tadi.

__ADS_1


"Baiklah istirahat Lah. Pasti kalian sangat lelah" ujar Rinjani mengantarkan anak dan menantu nya kekamar Mereka.


"Jika butuh apa apa langsung panggil Mama ya sayang" ucap Rinjani.


"Baik Ma. Mama harus beristirahat juga" titah Tara diikuti anggukan oleh Rinjani.


**


"Tuan.. Ini sesak sekali" protes Tara saat tangan kekar Rain memeluk nya


"Hmm hhmmm" Ujar Rain. Tak ingin melepas kan nya.


"Tuaannn" Rengek Tara. Rain pun melepaskan Tara.


Tara segera berlari ke kamar Mandi. Jujur saja setiap ia dipeluk oleh Rain jantung nya selalu berdebar dengan kencang nya.


Sementara Tara membersihkan diri, Rain melangkah keluar.


"Ini apa Ma?" Tanya Rain kepada Rinjani memandang Minuman yang sangat enak


"Ooo itu minuman racikan bude kamu untuk tetangga sebelah" jawab Rinjani sedang menonton televisi tanpa melirik Rain.


Rain duduk di sofa bergabung bersama Rinjani.


Ya Rinjani Tinggal dirumah Kakak satu satu. Ia merasa nyaman disini dan juga tak jauh dari hotel yang baru saja di buka.


"Bude mana?" Lagi lagi Rain mengganggu konsentrasi Rinjani


"Itu Lagi di dapur" jawab nya.


"Ma.. Rain mau minum itu" Pinta Rain. Ia sangat Ingin meminum minuman yang terletak diatas meja itu.


"Minum saja" jawab Rinjani. Rinjani juga tidak tau Minuman yang Racik oleh Kakak nya.


"Bude.. Rain minum Ya" izin Rain berteriak. Dan langsung meminum Nya.


Mendengar Itu Lastri (bude Rain) langsung menghentikan Aktivitasnya dan menghampiri Rain "Rain.. Yaallah Ndok ndok. Ini Bukan minuman sembarangan" Pekik Lastri.


Rinjani yang terkejut pun langsung menghampiri Rain dan Juga Lastri.


"Kenapa Mbak?" Tanya Rinjani.


"Ini loh anak kamu. Minum sembarangan saja" Ujar Lastri menggeleng kan kepala nya melihat Gelas yang sudah kosong.


"Kan bisa di buat ulang mbak. Lagian Mbak buat nya digelas" Bela Rinjani


"Kamu Tau ndak kalau minuman itu Untuk anak tetangga mbak yang baru Nikah" jelas Lastri


"Terus apa salah nya mbak?" Tanya Rinjani belum mengerti.


"Itu loh Ramuan kuat dan Subur. Karna Si Noni sudah kebelet ingin momong cucu" jelas Lastri


"APA!!!" Teriak Rain tak percaya.


Ia langsung menuju washtafel untuk memuntahkan kembali.


"Hahahahahha" Gelak Tawa Rinjani dan juga Lastri Menggema di rumah.


"Sebentar Lagi aku akan mempunyai cucu" Batin Rinjani senang.

__ADS_1


Note : terimakasih sudah membaca💜💜


__ADS_2