Mengejar Cinta Tuan Rain

Mengejar Cinta Tuan Rain
Saling mencintai


__ADS_3

"Silahkan diminum Teh nya" Tawar Alya mempersilahkan Rain Dan Tara meminum teh Buatannya.


"Terimakasih "jawab mereka berdua. Rain tak melepaskan Genggaman tangan Tara sama sekali. Walaupun Tara tak meminta nya namun Inilah cara Rain menunjukkan bahwa ia benar benar sudah melupakan Alya sebagai gadis yang ia cintai.


"Kenapa tak mengabari kami jika kau akan berkunjung kesini?" Ujar Alya memulai obrolannya


"Awalnya Aku dan istri ku hanya menggantikan Mama untuk kunjungan hotel dan juga Ada beberapa Berkas yang harus diperiksa. Namun setelah kesini Tara mengidam untuk kepulau ini" jelas Rain


Alya dan Suga pun mengangguk paham. Tentu saja Suga mengerti apa yang Rain ucapkan menggunakan bahasa indonesia.


"Bagaimana kabar Tante Rinjani?" Tanya Alya


"Kabar nya sangat baik. Dan kau Tau Al mama ku sangat bersemangat dalam bekerja. Bahkan ia jarang pulang karna terlalu sibuk mengunjungi hotel yang ia kelola Dan jika ia pulang pasti yang ia cari Adalah Tara" jelas rain sambil tersenyum menampakkan gigi nya yang rapi


Mendengar itu Alya tersenyum "Syukurlah jika baik baik saja. Oh Ya sudah memasuki bulan keberapa usia kandungan mu?" Tanya Alya beralih kepada Tara


"Sudah memasuki Lima bulan Mbak" jawab Tara dengan senyum nya.


Melihat Tara, Alya seperti melihat dirinya sekilas.


"Apa kalian tinggal disini?" Tanya Rain beralih ke Suga


"Tidak.. kami hanya berlibur dan juga semalam kami merayakan ulang tahun putra kami yang ke 4 tahun" jawab Suga


Rain pun mengangguk mengerti.


"selamat ya Rain atas pernikahan kalian dan juga selamat juga karna kalian akan segera menjadi orang Tua. Maaf baru sekarang mengucapkannya" ujar Alya.


Rain mengangguk "terimakasih Al" ucap Rain. Tara hanya tersenyum dan segera pamit dari Villa Alya dan juga suga.


Mereka akan menuju Villa yang sudah disiapkan oleh Anak buah Rain.


"Tuan.. Dokter Alya sangat cantik" puji Tara


Rain yang sedang berkutik dengan Ponsel nya menghentikan aktivitas nya "Dengar Ya Ra, Kau sudah menjadi istri ku dan Tidak ada perempuan Lain yang ada didalam pikiran ku saat ini kecuali kau" jelas nya sambil menatap Tara


Baru kali ini Tara mendengar ungkapan Rain seperti itu. Dengan mata berbinar binar mendengar kalimat Itu tara langsung memeluk Rain. Begitu juga dengan Rain membalas pelukan sang istri.

__ADS_1


Ya Rain sudah menyadari perasaan nya kepada Tara. Ia sudah mencintai Tara saat ini.


Begitu juga Tara walau ia tak mendapat ungkapan Cinta dari Rain, Namun pernyataan yang tegas dari Mulut Rain tadi mampu menghilangkan fikiran yang berkecamuk dikepala nya saat Tara melihat Alya.


"Tak perlu berfikir macam macam" sambung Rain lagi meyakinkan Tara.


Tara mengangguk bahagia nya "apa Tuan Lapar?" Tanya Tara mengalihkan suasana


Rain mengangguk "Ayo Tara akan buatkan makanan yang enak" ajak Tara keminu Bar Villa yang mereka sewa.


Tara dengan telaten memasak yang Rain inginkan. Hanya berbatas dengan meja Bar, Rain terus memperhatikan Tara tak pernah Lepas. Ia tak menyangka wanita yang dulu ia benci sekarang sudah merebut Hatinya dan membuat kehidupannya yang sangat Suram menjadi bewarna. Rain juga tak menyangka Bisa Sampai ketahap seperti ini. Setelah sekian tahun jatuh dalam kenagan masa lalu yang tak berujung kini Rain menemukan kebahagiaan yang ia cari.


"Ini Tuan.. makanan nya" ujar Tara menghidangkan masakannya didepan Rain


"Terimakasih sayang" ucap Rain sambil melahap makanan yang sangat nikmat dilidah nya. Tara hanya tersenyum malu mendengar ucapan Rain dan melihat Rain makan selahap ini. Ia tak menyangka bahwa ia bisa merebut hati suami nya walaupun harus butuh proses yang lama.


"Pelan pelan Tuan" cegah Tara


Rain mengangguk sebagai jawaban Nya.


hari ini Rain dan Juga Tara akan bersiap pulang. Telah menghabis kan beberapa hari dan juga kerjaan Rain juga sudah selesai.


"Kenapa?" Tanya Rain melihat istrinya sedikit kesakitan


"Perut Tara keram Tuan" jawab nya memegang perut yang sudah membesar


Rain mendekati Tara dan menyamakan kepala nya Dengan perut Tara " sayang.. apaa kau masih ingin disini? Jika begitu Papa akan menunda kepulangan kita" ujar Rain berbicara kepada bayi nya yang masih dikandungan Tara


Lalu bayi mereka bergerak Membuat Rain tertawa dibuat nya "kau sangat lucu nak" elus Rain kepada perut tara sesekali mencium nya


"Belum melihat mu aku sudah mencintai mu" ujar Rain masih setia memeluk perut Tara. Tara yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengelus rambut Rain.


"Ayo kita jalan jalan" ajak Rain dengan semangat


"Kita tidak jadi pulang?"


Rain menggeleng "kita akan disini sehari Lagi. Ini demi anak ku" jawab Rain mengelus perut Tara. Tara pun tersenyum dan mengangguk mengikuti ucapan Suaminya.

__ADS_1


Ia dan juga Rain akan mengunjungi beberapa tempat, Tentu saja Tara akan berbelanja Membelikan oleh oleh untuk Rinjani, Tina, Rangga dan juga Raisa.


Mereka memasuki pusat perbelanjaan, Selama menikah Baru kali ini Tara menggunakan Credit card milik Rain untuk berbelanja.


Tara sangat sibuk memilih milih barang yang akan ia berikan kepada orang orang yang ia sayang.


"Ini untuk siapa?" Tanya Rain melihat pakaian laki laki yang Tara pegang.


"Ini untuk Tuan Rangga" jawab Tara tanpa melirik Rain


Rain menggaruk tengkuk nya yang tak gatal. Baru saja ia suuzon kepada istrinya. Ia berfikiran bahwa pakaian itu untuk Alga ternyata Bukan.


Setelah memilih Baju untuk Rangga, Tara kembali mencari pakaian wanita. Ia tak sabar akan memberikan kepada Rinjani Tina dan juga Raisa.


"Pasti mereka sangat suka" gumam Tara melihat beberapa baju yang ia beli. Tak Lupa pula ia membelikan mirna dan juga Ratna.


"Apa sudah selesai?" Tanya Rain


Tara mengangguk "Tuan ingin makan?" Tanya Tara melirik jam


"Kau sangat sibuk hingga kau melupakan ku" ujar Rain


Tara hanya Tertawa melihat suami nya yang merajuk karna ulahnya.


"Nanti Tara akan memasakkan Tuan makanan yang sangat enak" bujuk Tara.


Rain pun tersenyum mengelus pipi Tara. Walaupun sesibuk apapun Tara tidak akan memberikan Rain makan diluar kecuali mereka akan makan bersama. Tara akan mengusahakan Raib makan dengan masakannya.


"Terimakasih Tuan" ucap Tara


Rain mengangguk dan mencium kening Tara. "Apa kau bahagia?"


"Ya Tara sangat bahagia" jawab Tara dengan semangat.


Melihat itu Rain pun tersenyum, ia berharap semoga kebahagiaan ini tidak berakhir dengan cepat.


Note : terimakasih sudah membaca💜

__ADS_1


__ADS_2