
Tara sedang mengolesi Tangan nya yang memerah akibat Air panas dikamar Mandinya.
"Aduhh Tara makanya hati hati. Jika nyonya tau pasti dia akan marah sama saya" ucap Mirna membantu Tara.
"Bibi tenang Saja. Ibu tidak akan marah" tenang Tara.
"Terimakasih Bi" ucap Tara setelah selesai mengolesi Tangan nya yang melepuh itu.
"Sekarang istirahatlah" ujar Mirna dan tara mengangguk sebagai jawaban Iya.
Tara menaiki tangga menuju Kamar nya. Setelah sampai ia pun mengganti baju nya dengan dress tidur.
Lalu merebahkan Tubuh nya di kasur yang sangat empuk. Beberapa saat Lalu rinjani mengabari jika ia akan menginap dihotel karna ada pertemuan dengan rekan rekan bisnis. Rinjani juga mempunyai kesibukan yaitu mengurus hotel yang sangat terkenal. Selain perusahaan yang besar, Rain dan Rinjani juga memiliki Usaha dibidang kuliner dan juga perhotelan. Setelah Ayah Rain meninggal Rinjani mengambil Alih Hotel dan juga Rain memegang Perusahaan dan kuliner nya. Karna Rinjani sangat kasihan melihat beban besar yang ditanggung Anak sematawayangnya.
Tara memejamkan matanya dan segera menuju Alam mimpi nya.
"Apa dia sudah tidur" gumam Pelan Rain.
Rain pun memasuki kamar Tara dengan perlahan takut membangunkan tara.
Ia kesini disuruh Ibu nya untuk mengecek keadaan Tara.
"Apa begitu parah hingga Memerah seperti ini" gumam nya memegang Tangan Tara. Walaupun Rain bersikap dingin kepada Tara, namun Rain juga tetap memperhatikan Tara. Karna ia sudah memutuskan untuk menerima perjodohan dari ibu nya.
Rain menatap Wajah Tara lekat lekat dan tersenyum "Aku merasakan Alya ada disini" batin nya.
Sekilas tara mirip dengan wanita yang ia cintai.
"Kenapa disini sangat panas, apa ia tak menyalakan Ac?" Gumam Rain
Tak beberapa lama Tara pun mengubah Posisi tidurnya membelakangi Rain, dengan selimut yang terbuka.
Rain yang melihat itu membulat kan mata nya saat meilhat punggung yang putih dan mulus milik Tara. Walaupun Rain belum mencintai Tara namun tetap saja Jiwa laki laki nya masih Ada.
Melihat itu Rain langsung berlari keluar Kamar Tara. Ia takut akan terjadi sesuatu jika ia tidak menjauh dari sana.
**
Hari ini Rinjani dan Juga Tara menuju salah satu Universitas untuk mendaftarkan tara. Tara sangat bahagia karna ia akan benar benar menjadi mahasiswa seperti teman teman nya yang ada dikampung.
Semua persyaratan dan juga Administrasinya sudah dilunas kan oleh Rinjani.
"Terimakasih Bu" ucap Tara dengan mata yang berkaca kaca.
__ADS_1
Rinjani membawa Tara kepelukannya "ibu yang harus berterimakasih kepadamu karna kamu sudah hadir ditengah keluarga Kami. Ibu sangat bersyukur mempunyai anak perempuan seperti mu" jawab Rinjani. Ia sangat bahagia saat Tara benar benar memilih tinggal bersama nya setelah Inah meninggal. Dan ini adalah tanggung jawab nya. Jika suatu saat Rain menolak menikahi Tara, Rinjani akan tetap merawat Tara sebagai Anak nya sendiri.
"Bagaimana dengan Rain. Apa dia masih bersikap dingin kepadamu?" Tanya Rinjani membuka topik pembicaraan nya
Tara mengangguk "Tara akan berusaha mendapatkan hati Tuan Rain bu" ucap Tara. Rinjani pun tersenyum dibuat nya.
Dua minggu bersama Tara membuat nya lebih tenang karna Ia mempunyai teman cerita. Rinjani sangat tertutup kepada Orang orang.
Tara mengumpat kepada dirinya sendiri, bagaimana bisa ia dengan PD nya mengatakan seperti itu. Melihat sikap Rain sangat cuek dan dingin kepadanya sangat sulit untuk mendapatkan hatinya. Jangan kan hati nya, mendapat perhatian nya saja mungkin itu adalah anugrah menurut tara.
"Bu.. wanita yang sangat dicintai Tuan Rain seperti apa Bu?" Tanya Tara ingin mengetahui seperti apa wanita cantik itu.
Rinjani pun mengambil ponsel nya namun saat menunjukkan foto Digaleri ponselnya pun mati karna kehabisan batrai "aduhh Mati, Ini harus dicas dulu ya sayang" ucap Rinjani
Tara pun mengangguk sebagai jawaban iya.
"Mungkin wanita itu sangat cantik" batin Tara
"Gadis itu sangat baik dan sangat cantik Juga sangat pintar. Ia sudah menjadi seorang dokter muda di Korea" ucap Rinjani memulai menceritakan gadis pujaan hati Rain
"Lalu bu?" Tanya Tara dengan penuh penasaran
Rinjani tersenyum jika mengingat Masa lalu anak nya dan gadis pujaan hatinya " Dia adalah cinta pertama Rain. Namun gadis itu lebih memilih Menikah dengan pilihannya yang sangat terkenal dan tampan" sambung Rinjani
"Bagaimana dengan kabar Gadis itu bu?"
"Dia sudah menikah dan Sudah memiliki Anak laki laki yang sangat tampan" jawab Rinjani.
"Namun Kamu tidak boleh menyebut Nama nya didepan Rain karna Rain akan sangat marah" sambungnya lagi.
Tara yang mengerti pun langsung menganggukkan kepalanya.
Setelah beberapa Saat, Mereka pun tiba dirumah. Tara dan Rinjani segera memasuki rumah yang sangat mewah itu.
**
"Tara mau kemana?" Tanya Rinjani yang sedang bersantai diSofa sambil menonton film ke sukaannya.
"Tara mau ke supermarket bu, Bi mirna lagi kurang enak badan dan Perlengkapan bahan masak sudah banyak yang habis bu" jawab Tara
Belum sempat Rinjani menjawab ucapan dari Tara, terdengar suara mobil yang memasuki pekarangan Rumah.
"Rain pulang. Kamu ditemani sama Rain aja ya sayang" ucap Rinjani dengan semangat
__ADS_1
"Tapi bu.. Tara bisa se.."
"Tidak ada tapi tapian Tara" potong Rinjani
"Aduh Si tampan sudah pulang" Rayu Rinjani
Rain hanya menyerngitkan dahi nya mendengar rayuan dari ibu nya.
"Rain,, Temani tara ya nak ke supermarket. Bi mirna lagi sakit"
"Kan ada Supir Ma, kenapa harus Rain. Rain sangat lelah Ma" alasan Rain
"Tara tidak tau Harus berbelanja dimana. Kepala mama lagi pusing Nak"
"Dari tadi ibu baik baik saja. Kenapa tiba tiba sakit" batin Tara. Namun ia lebih memilih diam dan melihat acting dari sang calon mertua nya.
"Ayolah temani Tara. Dia kan calon istri Mu sayang" bujuk Rinjani
Dengan pasrah Rain pun mengangguk "Ayo" ucapnya meninggalkan Rinjani dan juga Tara
Rain lebih dahulu memasuki mobil nya dan disusul oleh Tara yang menempati kursi dibelakang.
"Apa aku seperti supir mu!" Ucap Rain dengan nada menyeramkannya
Tara tersentak terkejut "Duduklah didepan" jelas Rain lagi.
Tara dengan ragu dan takut pun mengikuti perintah Rain. Mobil mewah itu pun melaju dengan cepat. Membuat Tara takut dan mencengkram erat SafetyBelt nya.
Ia tak berani Protes kepada Rain karna ia sangat takut kepada Rain.
Sementara Rain melirik sekilas Gadis disampingnya yang sedang ketakutan "Apa kau takut?" Tanya nya
Tara mengangguk dengan cepat. Kemudian ia menambah kecepatan mobil itu. Membuat Tara keringat dingin dibuat nya.
Tak beberapa Lama mereka telah sampai di Supermarket yang sangat besar "turun lah" ucap Rain. Dengan tangan dan kaki yang gemeteran Tara menghampus keringat nya dan merapikan rambut nya yang berantakan karna ia kehilangan kendali akibat laju mobil Rain.
Rain yang melihat itu tertegun "apa aku terlalu berlebihan. Ia menjadi ketakutan seperti ini" batin Rain
Seketika itu Rain mengambil tangan Tara dan menggenggam nya "Tenang kan diri mu dahulu. Setelah itu baru keluar" ucap Rain menenangkan Tara.
Tara mengangguk mengikuti Ucapan Rain.
"Maafkan Aku" batin Rain. Ia tak hentinya memandangi Wajah Tara dengan kasihan.
__ADS_1
Note : terimakasih sudah membaca💜