Mengejar Cinta Tuan Rain

Mengejar Cinta Tuan Rain
Mencari informasi


__ADS_3

"Hai Tara.." Sapa Alga menghampiri Tara


"Hai .. " jawab Tara tanpa melirik Alga. Ia sedang mencari keberadaan Tina


"Lagi cari Tina ya?" Tebak Alga.


Tara mengangguk "Tina sedang diperpustakaan"


"Ooo gitu. Makasih ya" jawab Tara langsung berlari meninggalkan Alga. Ia tak nyaman jika didekat Alga. Tara menjaga jarak Karna Ia sudah menikah dan menghargai perasaan Rain. Walaupun Rain tidak mencintai nya namun Tara harus menjaga Pernikahan nya.


Dengan cepat Tara menuju Perpustakaan untuk bertemu sahabat nya Tina.


Sementara itu Alga menatap punggung Tara yang berlari menjauhi nya. Sudah lama ia berusaha mendapatkan perhatian Tara walaupun sedikit namun ia tidak berhasil.


Alga melihat ponsel nya atau lebih tepat nya mengecek Pesan yang ia kirim tadi kepada Tara dan berharap balasan namun tidak kunjung memdapatkannya.


Alga tersenyum kecut, Ia sangat menyukai Tara namun ia belum mengetahui rahasia Tara yaitu Tara sudah menikah.


Tara menyembunyikan pernikahan nya Kepada teman Kuliah nya dengan Alasan tertentu. Rinjani lah yang melarang Tara untuk memberitahu pernikahan Tara dengan Rain. Karna Rinjani tidak ingin Tara mendapat bullying atau apapun karna menikah diusia sangat muda.


Hanya Tina yang mengetahui rahasia Tara.


Berbeda dengan Rain, Rain tampak gelisah dan juga pikiran nya terus terfokus kepada Pria yang bernama Alga.


"Rangga..." panggil Rain


"Ya Tuan" jawab sigap Rangga


"Tolong carikan saya informasi tentang Anak laki laki ini" ujar Rain memberikan foto Alga.


Dengan cepat Rangga mengangguk mengerti dan mulai menelfon bawahannya untuk mencari informasi yang diminta Rain.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Ia akan segera menjemput Tara dan Ia juga ingin membelikan Tara beberapa Baju dan juga sepatu. Saat ia baru sadar dengan perubahan badan Tara, dan melihat baju yang dikenakan Tara. Rain berniat untuk membelikan nya beberapa baju yang Mungkin Tara sukai dan lebih bagus nya ia membawa tara ke pusat perbelanjaan agar Tara memilih baju yang ia sukai.


"Tuan" Sapa Ajeng. Staff keuangan yang terkenal centil.


Rain hanya memandang sekilas dan berlalu pergi.


"Kan saya sudah bilang. Tuan Rain tidak menyukai wanita centil seperti kamu" ujar salah satu Teman Ajeng.


"Tidak ada satupun orang yang tidak menyukai ku" jawab Ajeng dengan nada sombong nya dan segera meninggalkan Rita dan Ani yang tertawa melihat Kekesalan Ajeng.


Rain melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Baru kali ini ia keluar dijam segini dan akan menjemput Tara.


Selama menikah Ia tidak pernah menjemput ataupun mengantar Tara. Memikirkan itu Ia sedikit Iba melihat Istri kecil nya.


Rain sudah sampai diparkiran Dan menunggu Tara. Ia sudah mengabari Tara bahwa ia sudah menunggu diparkiran.

__ADS_1


"Tara.. saya antar pulang ya" ajak Alga


Tara menggeleng "maaf Ya Alga. Tara sudah dijemput" tolak halus Tara sambil menunjuk Mobil mewah berwarna hitam milik Rain.


Alga pun mengangguk mengerti "lain kali saja kalau begitu" ucap Alga.


"Maaf ya Alga. Tara pamit dulu" pamit Tara meninggalkan Alga.


Rain sedari tadi memperhatikan itu hanya bisa menebak nebak dan sesekali meremas kuat stir nya.


"Tuan sudah lama menunggu?" Tanya Tara memasuki mobil


"Siapa laki laki itu?"


"Yang mana Tuan?" Tanya Tara bingung. Sangat banyak laki laki di parkiran.


"Yang berbicara dengan mu" jelas Rain


"Ooo itu Namanya Alga. Ia teman Tara Tuan" jawab Tara


"Apa kalian ada hubungan?" To the point Rain.


Mendengar itu Tara menjadi terkejut "tidak. Tara tidak ada hubungan dengan nya" tolak Tara


Rain mengangguk "baiklah. Ayo kita pergi" ucap Rain menyalakan mobil dan segera meninggalkan kampus Tara.


"Kita akan ke Mall" jawab Seadanya Rain


"Kenapa?" Tanya Tara penasaran.


Rain sangat bingung melihat Istri nya. Bisa bisa nya Tara bertanya hal yang tidak masuk Akal. Tentu saja jika ke Mall orang orang akan berbelanja ataupun sekedar makan. Rain memilih Diam dan menghiraukan pertanyaan Tara.


Melihat Rain diam Tara pun ikut Diam.


"Pilihlah baju yang kau sukai" ujar Rain setelah tiba disalah satu brand Ternama


"Tapi Tuan Baju Tara masih banyak" jawab tara


"Apa kau sangat menyukai pakaian yang lusuh dan super ketat itu"


Mendengar Itu Tara membelalak kan mata nya merasa tidak terima atas ucapan Rain. namun ia tidak bisa berbuat apa apa, Apalagi jika ia protes pasti Rain Akan memarahinya didepan banyak orang seperti ini.


Dengan tatapan sinis dan Hentakan kaki Tara menjelajahi Seluruh ruangan butik itu dengan nada kesal nya.


Rain hanya mengikuti Kemana Tara pergi tanpa berniat membujuk Tara yang sedang kesal Dengan Diri nya.


Sesekali ia tersenyum melihat tingkah istri nya.

__ADS_1


"Ini terlalu mahal. Yang lain saja" ujar Tara menolak baju yang ditawarkan oleh pramuniaga Butik ini.


Tara Lupa jika suami nya adalah pengusaha tersukses bahkan Rain bisa membeli butik tersebut saat ini juga.


Sedang asik memilih baju yang Tara ingin kan, Tak sengaja Tara melirik salah satu baju yang terpajang.


Dress yang sangat cantik dan elegan. Tara mendekati nya Dan menyentuh dress nya. Setelah puas memandangi nya Tara melihat Price tag yang tertulis dengan terkejut dan membelalak kan mata, Ia tak menyangka harga pakaian ini bisa membayar uang kuliah nya sampai selesai.


Dengan cepat Tara menjauhi nya "kenapa? Apa kau suka?" Tanya Rain mendekati Tara


Tara langsung menggeleng dengan cepat "Baju nya sangat mahal" imbuh nya berlalu pergi


"Jika kau suka Ambil lah. Uang ku tidak akan berkurang jika hanya membeli baju seperti itu" ucap Rain


"Mending Uang beli baju Itu Tara gunakan untuk ber Amal" jawab Tara


Mendengar Itu, Rain terdiam. Tak menyangka rasa peduli Tara sangat lah besar.


Tara meninggalkan Rain, dan kembali melanjutkan memilih baju. Setelah mendapatkan baju yang diingin kannya, Tara juga ketempat sepatu.


Ia sangat kaget melihat harga harga yang dipajang bersama sepatu. Sangat lah mahal dan memang kualitas Sepatu nya juga menyesuaikan harga.


"Apa sudah selesai? Hanya ini saja?" Tanya Rain melirik baju yang dipegang oleh Staff hanya berjumlah 2 pasang dan juga sepasang sepatu


"Ya Tuan. Sudah cukup" jawab Tara


Rain lagi lagi takjub melihat Sifat Tara, Selama menikah dengan nya Tara tak pernah meminta apapun untuk nya. Seperti wanita wanita lain yang meminta dibelikan perhiasan, Tas mewah bahkan mobil. Tara berbeda dengan yang lain.


Jangan kan Meminta Sesuatu, Saat Rain memberikan uang Jajan Tambahan Tara menolak. Alasannya Uang nya sudah melebihi dari cukup.


Apalagi Rinjani selalu memberi nya uang jajan untuk Kuliah.


"Terimakasih Tuan" ucap Tara.


"Hmm" jawab Rain masih fokus menghadap kedepan tanpa melihat Tara. Saat ini mereka sedang berhenti di lampu merah.


Tara melirik kiri dan kanan memperhatikan jalanan dan para pengendara.


"Cupp" Ciuman singkat Diberikan Tara untuk Rain.


Rain sangat terkejut atas serangan mendadak dari Tara. Dengan cepat Tara menutup Mata nya menggunakan Tangan karna ia sangat Malu.


Rain yang melihat tingkah lucu Tara hanya tersenyum. Ia rasanya ingin mencium Tara dan ******* bibir Ranum yang sudah lama tak ia rasakan namun Kondisi nya tidak tepat.


"Kau memancing ku. Tunggu saja Setelah sampai dirumah"batin Rain melajukan mobil nya.


Note: terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini 💜💜

__ADS_1


__ADS_2