Mengejar Cinta Tuan Rain

Mengejar Cinta Tuan Rain
Pulang


__ADS_3

"Terimakasih atas kunjungan anda Tuan Rain. Kami sangat terhormat dengan kedatangan anda dipesta ini" ungkap Gatot kepada Rain. Setelah membahas bisnis dan projek kali ini, Gatot juga mengadakan pesta yang sangat mewah untuk menyambut tamu tamu yang sangat penting yaitu Rain dan rekan rekan yang lainnya.


Rain tersenyum "sama sama Pak.. anda tidak perlu repot repot membuat acara seperti ini hanya untuk menyambut kedatangan saya" ujar Rain tidak enak hati


"Tidak perlu sungkan Tuan.. oh sebentar saya punya kejutan untuk anda" jawab nya sambil tersenyum


"Tania... kezia... kesini sayang" panggilnya kepada gadis yang seksi dengan tubuh yang sempurna ditambah pakaian yang sangat ketat dan pendek


"Ada apa sayang.." jawab wanita yang bernama Tania.


"Perkenalkan ini adalah Tuan Rain. Ayo layani dia" ujar Gatot


Mendengar Itu Rain melangkah mundur "tidak perlu Pak.. saya tidak ingin ditemani wanita" tolak halus Rain


"Kenapa sayang apa kau tidak akan menyesal menolak kami?" Goda Kezia mendekati Rain dengan gaya menggodanya.


Rain tersenyum sinis "Maaf kan saya Nona.. saya sudah mempunyai istri dan saya tidak akan pernah menyesal menolak anda" ujar Rain menepis tangan Kezia yang menyentuh dada bidang nya


Begitu juga dengan Gatot yang sangat terkejut "A..pa Anda sudah menikah Tuan" ulang nya


Rain mengangguk "silahkan nikmati saja wanita ini untuk mu sendiri Pak. Saya tidak bisa lama lama disini karna istri saya sudah menunggu dirumah" jawab Rain dan segera pamit, begitu juga Rangga yang setia mengikuti Rain dari belakang


"Kita pulang Sekarang" perintah Rain kepada rangga dan supir


"Tapi tuan.. ini sudah sangat malam. Bagaimana jika besok?" Tawar Rangga


Rain menggeleng "ini sudah hari Keempat kita disini. Kasihan Tara yang menunggu saya sedari kemarin untuk pulang." Jelas Rain


Mendengar Itu Rangga pun mengangguk dan segera memerintahkan supir untuk melajukan mobil nya.


Seharus nya Rain sudah pulang dari kemarin namun Pekerjaan sangat banyak dan kolega kolega berbondong bondong menghampiri Rain untuk membahas projek yang akan dikerjakan ataupun sudah dalam proses pengerjaan.


Ia mencoba menelfon Tara namun tidak ada jawaban. kemudian Ia menelfon telfon Rumah "halloo Bi.. Dimana Tara?" Tanya Rain kepada Mirna


"Nona Tara sedang istirahat Tuan. Ia sangat kelelahan karna sudah berkali kali memuntahkan isi perutnya" jawab Mirna jujur.


"Bagaimana bisa.. Ah sudah lah" ujar Rain langsung mematikan sambungan telfon.


"Bagaimana bisa kau berbohong kepadaku" gumam Rain sambil menelfon Tara

__ADS_1


Setelah beberapa kali menelfon Akhirnya sang pemilik Telfon pun mengangkat panggilan "Tuan" gumam Tara


"Hallo Tuan.. ada apa? Apa kau baik baik saja" Ujar Tara disebrang telfon


"Kenapa kau membohongi ku. Kau mengatakan bahwa kau baik baik saja" to the point Rain


"Hmm hmmm Bukan beg..itu Tu..an Tara Han..ya" ucapannya terputus


"Tak ada tapi tapian. Aku akan pulang sebentar lagi" ujar Rain mematikan sambungan telfon nya.


"Tambah lah kecepatan mobil nya" perintah Rain kesal.


Bisa bisa nya Tara membohongi nya seakan Tara baik baik saja selama ia tinggal.


Berbeda dengan Tara yang merasakan sedikit takut dengan Rain. Rain terlihat sangat marah ditelfon.


Tara mencoba bangkit dari Ranjang nya. Ia akan menyiapkan baju Ganti untuk Rain nanti. Pasti Rain akan segera mandi membersihkan dirinya karna ia tak tau Rain akan tiba dirumah pukul berapa.


Hari sudah menunjukkan pukul satu malam, Namun mobil Rain masih belum terdengar. Tara memutuskan untuk naik keranjang dan menyandarkan dirinya diBahu Ranjang. Beberapa saat yang Lalu ia kembali memuntahkan makanan yang baru diisi oleh perutnya.


"Nak.. kamu kenapa seperti ini? Mama Selalu memuntahkan makanan yang Mama makan. Mama kasihan kepada mu karna kau pasti kekurangan makanan didalam. Bantu mama ya Nak. Kasihan papa mu selalu khawatir" ujar Tara mengelus perutnya yang sudah keliatan membuncit.


Ia sudah masuk kealam mimpi nya yang mana hanya dia lah yang tau.


"Tara.." panggil Rain melihat pemandangan yang sangat ia rindukan.


Ia langsung menghampiri Tara "kenapa Tertidur seperti ini" gumam Rain berusaha memindahkan istri nya dengan sangat pelan.


Ia ingin mencium Tara namun niat nya ia urungkan, Ia lebih baik mandi terlebih dahulu.


Dua puluh menit pun berlalu, Rain saat ini sudah tidur disamping Tara dan memandangi Tara dengan jarak yang dekat, ia berencana menghukum Tara namun Saat melihat wajah tara yang kelelahan seperti ini, Niat nya pun hilang entah kemana.


"Kenapa kau terlihat kurus.. apa kau sangat kesulitan menjalani kehamilan mu?" Tanya Rain dengan pelan.


Tubuh Tara yang mula mula nya berisi sekarang sudah sedikit demi sedikit menyusut. Pipi nya yang beberapa bulan Lalu chubby sekarang sudah menirus.


Tak lama memandangi Tara kini tara terbangun langsung lari kekamar mandi "oekk ooekk ooeekk" ia kembali memuntahkan makanan yang ia makan.


"Tara.. apa kau bisa berdiri?" Cemas Rain sambil membantu memegangi Rambut panjang Tara agar tak terkena muntahan.

__ADS_1


Tara mengangguk dengan sangat lemas "hikss hikss hikss Tuan... ini sakitttt" tunjuk tara Dileher nya.


Rain mengerti maksud istri nya bahwa tenggorokan Tara sakit akibat muntah terus menerus.


Rain membopong Tara dengan sayang nya lalu mengganti baju sang istri "aku akan menelfon dokter linda. Aku akan meminta kau diinfus saja agar tenaga mu bertambah"ucap Rain langsung mendapat anggukan Tara. Kali ini Tara benar benar tidak tahan lagi. Setiap malam tidur nya selalu terganggu akibat rasa mual nya yang sangat parah. Biasa nya Rain mengoleskan minyak telon namun itu hanya mampu beberapa jam dan kemudian tara akan berlari lagi kekamar mandi.


"Kenapa kau membohongiku. Lihat lah kondisi mu sekarang" ujar Rain mencium cium wajah Tara sambil menunggu Dokter Linda yang sudah diperjalanan.


Tara tak mampu menjawab ucapan Rain, Ia hanya menikmati ciuman lembut dari suaminya yang sangat ia rindukan dengan Tangan yang setia menggenggam tangan kekar itu.


"Itu Dokter Linda sudah datang" ujar Rain melepaskan genggaman nya ditangan Tara.


"Selamat pagi Tuan" sapa Linda walaupun saat ini masih menunjukkan pukul 4 pagi.


Rain hanya mengangguk dan mempersilahkan Dokter Linda masuk kekamar mereka.


"Pagi Nona" sapa nya kepada Tara


"Pagi Dokter.. maaf sudah merepotkan mu untuk datang sepagi ini" ujar Tara sangat sungkan


"Tidak apa apa Nona. Ini adalah tugas saya" jawab nya dengan lembut. Ia mulai memeriksa keadaan Tara dan juga bayi yang ada dikandungan Tara.


"Keadaan bayi anda sangat sehat namun Kondisi Anda lah yang cukup mengkhawatirkan Nona. Mungkin ini dikarenakan Tidur anda kurang teratur dan juga tubuh Anda kekurangan zat gizi yang menjaga daya tahan tubuh Anda. Saya akan memberikan resep Obat yang aman untuk Anda dan juga suplemen penambah nafsu makan" jelas Dokter Linda


Rain pun mengangguk angguk paham "terimakasih dokter" ujar Tara dan juga Rain setelah dokter Linda selesai memeriksa tara.


"Sama sama Tuan Dan Nona. Saya pamit dulu" pamit Dokter linda.


Setelah Dokter Linda diantar oleh pengawal Rain, Rain langsung menuju Kamar "Makan ini dan juga sering sering lah minum susu. Kau sangat memerlukan asupan tenaga" titah Rain


Tara hanya mengangguk tak berani menatap Rain karna baru saja mereka berdebat saat Rain ingin dokter Linda memasangka infus dan Tara langsung menolak nya.


"Mari Tidur" ajak Rain langsung memeluk Tara. Ia sangat merindukan tara dan terlebih lagi ia sangat merindukan Rambut tara yang sangat wangi seperti Bau bayi.


"Tuan.. ini sangat sesak" protes Tara saat Rain mencoba memeluk erat Tara


Rain pun terkekeh dan segera melonggarkan pelukannya.


Tangan nya beralih keatas perut tara yang sudah membuncit dan mengelusnya dengan sayang.

__ADS_1


Note: terimakasih sudah mampir dan membaca cerita ini 💜💜


__ADS_2