Mengejar Cinta Tuan Rain

Mengejar Cinta Tuan Rain
Mahkota


__ADS_3

"Itu loh Ramuan kuat dan Subur. Karna Si Noni sudah kebelet ingin momong cucu" jelas Lastri


"APA!!!" Teriak Rain tak percaya.


Ia langsung menuju washtafel untuk memuntahkan kembali.


"Hahahahahha" Gelak Tawa Rinjani dan juga Lastri Menggema di rumah.


"Sebentar Lagi aku akan mempunyai cucu" Batin Rinjani senang.


"Rain. Sudah sudah percuma Nak. Kamu sudah meminum nya" Ucap Rinjani yang tak berhenti tersenyum.


Lastri yang bingung dan tak tau permasalahan Rumah tangga Rain pun hanya menggeleng.


Lastri sangat pandai membuat ramuan ramuan tradisional.


"Ya sudah Rain mau tidur Dulu" ujar Rain dengan kesal nya.


Rinjani tertawa melihat Anak nya seperti itu.


"Tuan.. kenapa?" Tanya Tara melihat baju dan juga wajah Rain kusut Dan basah


Rain menggeleng dan segera masuk kekamar Mandi.


"Tuan Mandi?" Tanya Tara berteriak


"Ya. Tolong ambilkan handuk" jawab Rain.


"Bukan nya Tuan tadi sudah mandi ya" gumam Tara pelan. Ia pun tak menghirau kannya.


Ia memberikan handuk yang dimaksud dan langsung Turun kebawah menemui Rinjani dan juga Lastri yang baru dikenal nya. Karna Lastri tidak dapat menghadiri acara pernikahan mereka dikarenakan Lastri sedang di Luar negri merawat Anak nya yang sakit.


Mereka bertiga menonton film drama dan komedi. Sesekali mereka tertawa dibuat nya.


Waktu menunjukkan pukul 10 malam. Kini Tara menaiki Tangga untuk menuju kamar nya dan juga Rain.


Sedari Tadi Rain tak turun bergabung bersama mereka.


Tara bingung Lampu kamar dimatikan "Tuan. Lampu nya rusak ya?" Ujar Tara meraba raba Kasur. Ia sudah berhasil naik keatas Ranjang mereka.


"Tidak. Ayo cepat tidur" jawab Rain dengan Nada serak.


"Tapi kenapa Lampu nya mati?"


"Tara. Tidur lah" ucap Rain menahan sesuatu.


Tara pun mengangguk "Tapi nyalakan sebentar. Tara ingin menukar baju. Baju ini tidak nyaman"


Rain menghembuskan Nafas nya dan menyalakan kontak Lampu disamping nya.

__ADS_1


Tara mengambil baju nya dan segera mengganti nya di kamar Mandi.


Sementara Rain sangat tersiksa menahan sesuatu dibawah sana. Keringat membasahi wajah nya. Walaupun Ac sudah ia nyalakan dengan suhu dingin namun tetap saja Rain kepanasan.


Ia melihat Tara keluar dari kamar Mandi dengan piyama yang biasa ia pakai. Namun Piyama yang sangat seksi menurut Rain malam ini.


"Tuan kenapa?" Tanya Tara sedikit khawatir melihat Rain


Rain menggeleng "Ayo tidur" jawab Rain


"Tuan sakit? Kenapa berkeringat seperi ini?" Ucap Tara sambil mengelap Wajah Rain dengan lembut.


"Aaaisshh" ujar Rain sungguh tidak tahan menahan Nya lagi saat Tangan Tara tak sengaja menyentuh daun telinga nya.


"Tuan kenapa? Ada yang bisa Tara bantu?" Tanya Tara cemas


Tanpa Ragu Ragu lagi Rain menarik tengkuk tara dan langsung mencium Bibir Tara dengan sedikit brutal.


"Hhhmmhh " Ucap Tara. Ia berusaha menyadarkan Rain karna ia tidak bisa bernafas.


Setelah beberapa saat Rain menghentikan nya "Tara.. Tolong akuu. Ini sangat sesak. Tolonggg" mohon Rain yang tidak bisa menahan nya lagi.


Tara meneguk saliva nya melihat tonjolan dibalik celana Rain. Ia mengerti maksud Rain.


Mungkin ini waktu nya ia memberikan mahkota nya yang sangat berharga untuk membalas kebaikan Rain dan juga Rinjani.


Tara mengangguk pelan "Tuan. Tolong pelan, Tara belum pernah melakukannya" Titah Tara sedikit takut.


"Sakitt.. sakitt" Racau Tara merasakan sakit dibagian inti nya.


Rain berusaha mengalihkan Rasa sakit itu dengan membungkam bibir Tara dengan bibir nya.


Mereka pun melakukan hubungan suami istri pertama kali setelah 3 bulan menikah.


"Terimakasih" Ujar Rain mengecup kening Tara.


Tara yang sudah basah keringat akibat pertempuran itu pun hanya mengangguk.


Rain mencabut Senjata nya dan segera bangkit membersihkan diri nya. Terlebih dahulu Ia menyelimutkan Tara dengan Bercak bercak darah dikasur dan selimut.


Rain tersenyum dan meninggalkan Tara.


Ia tak menyangka malam ini adalah malam yang berarti untuk nya. Baru pertama kali ia melakukan kewajiban nya sebagai Suami. Tak ada penyesalan seperti yang ia bayangkan. Ia terus tersenyum.


Setelah membersihkan diri nya. Kini giliran Tara yang membersihkan dirinya.


"Tuan Tara bisa jalan sendiri" gigih Tara


Ia memaksakan Untuk bisa jalan walaupun sangat sulit kaki nya untuk melangkah. Ia sangat Malu kepada Rain atas kejadian tadi.

__ADS_1


"Tara.." panggil Rain. Tara tak menjawab nya. Ia langsung menutup pintu kamar mandi dengan Rapat.


Tanpa tunggu lagi Rain langsung membersihkan Dan mengganti Alas kasur dengan yang baru.


"Ceklek" pintu kamar Mandi terbuka.


Dengan Cepat Rain menggendong Tara dan menidurkannya dikasur.


"Tuan Tara bisa sendiri" jawab Tara kesal


"Bisa Tapi sangat lama"


Tara menatap Rain dengan kesal "ini gara gara Tuan" protes Tara


"Buka handuk nya. Aku akan memakaikan baju mu" titah Rain.


"Tara bisa sendiri. Tara malu" tolak tara


Rain menggeleng "Kenapa harus malu. Aku sudah melihat semua nya dan merasakannya" goda Rain


"Tuannn!!!!!!" Pekik Tara


"Hahahhaah suttt nanti Mama bangun" bungkam Rain dengan Mulut nya.


Tara langsung mundur "Tuan mesum sekali" ucap Tara kesal


"Sudah, Jangan protes" jawab Rain langsung memakai kan baju Tara.


Mereka pun berbaring di Kasur yang sangat empuk sambil menatap satu sama Lain.


"Terimakasih sudah menjaga dan memberikannya untuk ku" ucap Rain


Tara mengangguk tersenyum. Sekarang ia sudah resmi manjadi istri Rain sepenuh nya.


"Tetap lah disamping ku walaupun aku masih terikat dengan masa lalu ku. Bantu aku melupakannya" Ucap Rain memohon. Baru kali ini ia meminta dan mengungkapkan perasaannya kepada Tara.


"Tuan.. Bagaimana pun Kau, Aku akan selalu disamping mu" jawab Tara


Rain tersenyum dan mengelus pipi mulus Tara. Malam ini ia sangat takut kehilangan Tara. Entah apa sebab nya ia begitu takut kehilangannya.


Tak butuh waktu Lama, Rain pun langsung tertidur dengan tangan saling berpegangan.


Tidur Rain terlihat sangat nyenyak, berbeda dengan Tara yang merasakan sakit dan ngilu dibawah sana.


Ia memandangi wajah Rain yang sangat Tampan. Tanpa tara sadari Ia sudah dulu jatuh cinta kepada suami nya.


Ada rasa senang dan takut di dirinya. Bagaimana jika dia hamil. Rain pasti akan marah kepada nya.


Namun Tara tidak bisa menolak Rain menginginkan dirinya.

__ADS_1


Tara memilih menutup mata nya menghilangkan ketakutan ketakutan yang memenuhi isi kepala nya.


Note : terimakasih sudah membaca💜💜


__ADS_2