
Rian berada disampingnya, menggenggam tangan kanan Jesi erat, dia selama ini tahu apa yg terjadi pada Jesi.
Yah trauma yang bisa datang jika Jesi terjatuh kedalam air. Alasan kenapa dia lebih memilih Jesi dari pada wanita-wanita yang lain.
Firs love? Tentu saja. Bagaimana seorang anak kecil jatuh cinta.
*Flashback on*.
Bocah laki-laki berambut hitam dan bermata cokelat sedang serius dengan gamenya.
"Ahkk, koinnya habis". Ucapnya sedih, artinya dia harus kembali lagi besok dan bermain game itu. Tiba-tiba...
'Takk'.
Seseorang menaruh koin ditangannya.
Mengalihkan pandangannya pada seorang anak kecil dengan senyumannya.
"Main lagi, kamu jago yah mainnya" ucapnya sambil tersenyum.
Dia mengangguk, lalu mengalihkan pandangannya kearah tangan.
"Kamera?". ucapnya. bocah imut mengangguk tersenyum.
Yah dialah Adrian kecil. Memainkan game yang saat itu digemarinya.
"Nama kamu siapa?" Tanyanya.
"Angel, mama panggil aku Angel". Jawabnya.
"Angel yah" ucapnya. dia memikirkan sesuatu, lalu tersenyum. "kalo gitu aku Angelo". Jawabnya.
Mereka bermain game bersama sambil tertawa. Lalu Angel kecil memotret Angelo dengan kameranya, karena Angel terus mngambil fotonya...
"Gimana kalo kita foto bareng?!" Ucapnya.
"Boleh". Mereka mengambil beberapa foto debgan kamera angel kecil, yah kamera yang langsung mencetak foto.
Angelo kecil menerima beberapa foto dari Angel.
"Angell" panggil ssorang
Angel menoleh. "Mama" jawabnya
"Yuk, udah sore. Pulang yuk" ajak mamanya.
"Angelo, aku plng dulu, byee". Dia pergi. Namun mereka sering bertemu ditmpat yang sama.
__ADS_1
Suatu hari, Angel kecil tak prnah datang lagi. Dia seperti menghilang, namun...
"Kamu Angelo?" Tanya sseseorang. Dia mngangguk.
"Ini ada titipan dari Angel". Pria itu membrikan sebuah amplop, Angelo kecil menerima lalu membukanya. Ada beberapa foto dan sepuncuk surat.
*Dear Angelo*
Hai, kamu apa kabar?. Maaf yah aku nggak Dateng lagi. Aku pindah keluar nergri sama kakakku. Nanti kita ketemu lagi yah disini, tapi pas aku pulang, kamu jangan lupain aku yah angelo. I Love Youđź’ť..
Oh iya, hampir lupa namaaku sebenarnya Jesica.
**From Angel.**
Sejak saat itu Angelo kecil yang sebenarnya adalah Adrian juga meninggalkan tanah air. Bertahun-tahun dia selalu mencari Angel kecil, mengutus seseorang membeli tempat game itu dan selalu menerima kabar darinya. namun tak pernah ada kabar dari orang yang sama.
12 tahun berlalu....
Adrian baru saja turun dari jet pribadinya. Berjalan bersama beberapa orang kepercayaan dan pngawalnya. Semua orang menatapnya takjub namun tidakk dengan seseorang yang sedang fokus dengan bukunya sambil memakai headset.
'Brukk'.
Dia terpental lalu terjatuh Sadangkan Rian tetap berdiri kokoh dengan badannya yang kekar, gadis itu memungut buku-buku nya dan menatap kearah orang yang ditabraknya.
"Sorry, saya nggak sengaja" ucapnya lalu membungkuk dan meninggakan orang yang sudah ditabraknya. namun beda drngan Rian.
"Wajah itu" gumamnya. Gadis cantik dengan tampang tomboynya.
"Angell" gumam Rian.
Jesi berjalan meninggalkan orang yang sudah ditabraknya tanpa sengaja, Rian masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Tuan muda" panggil Hengky. Rian tersadar dan melihat kesekeliling.
" Cari dia, jangan sampai lepas" ucap Rian. pengawalnya langsung berlari dan mengejar Jesi, Rian bahkan ikut mencarinya, namun ninih tak ada jejak. Semua kembali berkumpul ditempat yang sama.
"Maaf tuan muda, kami tak menemukan orang yang anda cari". ucap salah satu pengawalnya.
"Cari orang itu, bagaimanapun kalian harus menemukannya. tapi ingat, jangan sampai dia terluka, kalau tidak, kalian tahu sendiri akibatnya" ucapnya dingin, baru saja Rian melangak kakinya, namun Hengky menghentikannya.
" Tuan muda, orang yang anda cari sudah ditemukan. dia berada diparkiran saat ini" ucap Hengky.
Rian langsung berlari keluar dari bandara, semua orang yang melihatnya hanya melongo tak percaya, hengky dan yang lainnya segera menyusul Rian yang terlebih dahulu pergi.
Rian melihat kesekeliling, dua orang pengawalnya terpapar diaspal.
"Dimana dia?!" bentak Rian, ini adalah kesempatan untuk bisa melepaskan rindunya. bertemu dengan orang yang selama ini dia cari.
__ADS_1
"Maaf Tuan muda, Nona berhasil lolos" ucap salah satu. mereka cukup diam dan tak berani melakukan apapun atau bicara lagi, jika tidak mereka berdua bisa kehilangan nyawa.
"Hengky!!" panggil Rian, Hengky tahu apa yang akan terjadi dan harus melakukan apa.
"Kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan?" ucap Rian dengan tegas.
"Baik tuan muda". Hengky menelpon seseorang dan bicara beberapa langkah dari tempat Rian berdiri.
Rian sudah menunggu saat ini terlalu lama, bagaimanapun dia berusaha selalu gagal. Dan sekarang, dia menemukan Angelnya.
***Flashback Off***
Rian masih setia menunggu Jesi sadar dari pingsannya. tangannya mengelus rambut halus Jesi. wajah pucat itu masih menghiasi wajah cantik istrinya. tangannya menyentuh kening Jesi, ada sesuatu yang aneh. suhu tubuh Jesi meninggi.
"Hen, siapkan mobil, sekarang! tidak,, bukan mobil, siapkan heli, CEPAT!!!" ucap Rian stelah Hengky menerima telponnya.tak butuh waktu lama, untung saja helikopter yang tadi digunakan Dokter. Arman belum pergi, karna Dokter Arman menginap bersama yang lain dilantai bawah.
Rian mengangkat tubuh mungil Jesi ala bridal stile. berjalan tergesa-gesa kearah helikopter yang mendarat, diikuti Hengky dan Jenny yang membawa selimut. setelah berada dalam Heli dan heli mulai bergerak naik keudara, Rian menerima selimut dari Jenny, dan menyelimuti tubuh Jesicha.
sementara beberapa kariawan yang belum tidur mendengar suara baling-baling helikopter.
"lo denger gak?" tanya salah seorang dari mereka.
"Iya nih, helikopter kan?". yang lain mengangguk, mereka mengintip keluar dan menemukan helikopter yang pergi.
"Mungkin si bos kali yah?" ucap mreka bersamaan.
Helikoter mendarat mulus diatap rumah sakit, beberapa dokter dan perawat yang membawa bangsal sudah menunggu, Riang menggendong Jesi turuh dari heli, berjalan dengan gagah kearah semua orang yang sudah menunggu mereka. membaringkan tubuh lemah itu diatas bangsal rumah sakit.
"Rawat dia dengan baik!!" ucap Rian, tampak wajah khawatirnya, bagaimana tidak, orang yang sangat dicintainya sedang sakit saat ini, dia tak mau kejadian dimasa lalu kembali terulang. dan kini terulang kembali karna wanita tak tahu diri itu.
"Jenny, cari tahu siapa dalang dibalik semua ini". ucap Rian dengan tatapan membunuh.
.
.
.
.
.
.
****NOTE****
Jangan lupa like, komen dan Vote-nya...
__ADS_1