Menikah Dengan Presdir

Menikah Dengan Presdir
EPS. 17


__ADS_3

Aku perlu bantuan kalian". Ucapnya dingin. Baru kali ini Jesi terlihat seperti ini sejak bertahun-tahun yang lalu.


Jesi berlalu kedalam walk in closed, dia membuka koper miliknya yang tersimpan disudut lemari, dia menyembunyikan koper itu. Didalamnya terdapat satu set pakaian ninja yang dirancang khusus, senjata api berjenis revolver 4 buah, Double-Action Revolver 2 buah dan juga beberapa belati tajam. Jika kalian bertanya dari mana dia mendapatkan nya, maka jawabannya adalah dari kakaknya. (Kalian ingat aja orang yg bunuh Elyna, lupa part berapa😁😁).


Jesi mengenakan pakaian ninja miliknya, yang diambil beberapa hari yang lalu, dia sempat merasakan firasat buruk akan terjadi pada keluarga ini. Mengambil masing senjata miliknya. 2 buah revolver, satu Double-Action Revolver, dan dua pisau yang dirancang khusus. Lalu melesat keluar dari dalam kamarnya.


Tentu saja bukan melewati pintu. Mengapa? Karna Rian menyuruh beberapa orang penjaga untuk menjaga Jesica agar tak keluar.


Hal ini tak pernah diketahui oleh keluarga suaminya. Apa lagi Rian?. Tentu saja dia tak tahu. Dia bahkan tak tahu latar belakang keluarga Jesica.


Jesi keluar dari balkon kamarnya, menempel seperti kadal. (😁😁). Sangat cepat, untung saja masih ada tempat sebagai pijakan kakinya. Setelah dia berada dibawah, dia berlari dan melompati pagar yang tingginya sekitar 2,1/2 meter.


Diluar sana sudah ada seseorang yang menunggunya, siapa lagi jika bukan Exsel Admalja. kakak sepupunya.


Setelah Jesi memasuki mobil sport milik Ex, Dia memacu mobilnya mengikuti alamat yang sudah diberitahukan oleh Jesi. Untung saja tadi Jesi mendengar alamat yang harus didatangi oleh suaminya.


'Tunggu aku, kalian semua'. Gumamnya. Kini jawah Jesi yang selalu tersenyum tergantikan dengan tatapan bengis, dingin dan kejam miliknya. Inilah Jesica Admalja yang dulu.


Sementara diluar sana. Rian sampai ditempat yang disebutkan oleh si penculik. Didalam sana terlihat wajah Rey yang sudah babak belur, akibat dipukuli oleh anak buah orang yang berhasil menculik nya. Mama juga sangat berantakan serta mendapat beberapa luka diwajah dan sekitar tubuhnya akibat ingin melindungi Rey.


Diluar sana, Rian dan beberapa orang kepercayaannya berdiri berhadapan dengan anak buah penculik. Mereka di ijinkan masuk, namun hanya Rian, Papa dan Hengky, selain itu dilarang masuk.

__ADS_1


Mereka membawa apa yang di inginkan oleh bos penculik, ketika Rian melihat. Mama dan Adiknya yang di ikat tergantung, kedua tangan mereka di ikat keatas, wajah dan wajah mereka mengeluarkan sedikit darah. Emosi Rian langsung meledak melihat orang yang disayangi nya seperti itu.


"Papa, Kakak". Ucap Rey lirih, dia masih sadar


Sama seperti Rey, mama juga masih sadar.


"Papa. Rian". Ucap mama lirih. Dia tau, suami dan putra sulungnya akan datang menyelamatkan mereka berdua.


'Prokkk..Prokkk...Prokkk'.


seseorang menepuk tangannya.


Dia selalu melakukan apa saja agar mendapat apa yang dia inginkan.


"Keparattt kau Andy". Teriak papa marah.


Tepat disaat itu juga, Jesi dan yang lainnya sampai dibangunan yang tak terpakai. Diluar saja berjejer banyak pria dengan badan kekar, mata Jesi menangkap mobil suaminya.


"Kak X, itu". Tunjuknya. Ex dan yang lainnya berhenti dan menyembunyikan kendaraan mereka. Ex membawa 30 orang pengawal terlatih miliknya. Dia meneruskan organisasi mavia, salah satu mavia terbesar di Asia. Organisasi milik Orang tua Jesica.


Seperti ninja, mereka terbagi menjadi 5 kelompok, masing-masing mulai menjalankan tugas mereka dengan hati-hati. Jesi sendiri bersama Ex, Danil, dan Kaito. Mereka perlahan memasuki Bangunan itu.

__ADS_1


Senyum tipis keluar Jesi dan Ex. Ex menggenggam tangan kecil milik adiknya, menuntunnya berada dibelakang Ex. Dengan cepat namun hati-hati mereka berhasil lolos dari keamanan yang begitu ketat.


Tak berselang lama, mereka bertemu dengan penjaga yang tak bersenjata, dengan mudahnya keempat orang itu berhasil membereskan beberapa penjaga. Mereka melanjutkan langkah, namun mendengar suara Rian.


"Lepaskan mereka!!". Bentak Rian.


Andy tertawa terbahak bahak sampai bahunya bergetar. "Apa kau bilang? Lepaskan? Hahahaa". Dia seperti orang gila. Sangat menyeramkan bagi siapa saja yang baru pertama kali melihat dia tertawa.


"Aku menangkap mereka dengan sudah payah, lalu kau dengan gampangnya menyuruhku untuk melepasnya? Jangan bercanda!!". Bentaknya.


Dengan cepat Jesi dan yang lainnya mencari celah, mereka menaiki tangga dan bersembunyi melihat kearah orang-orang dibawah sana.


Terlihat beberapa pengawal mendekati Rian dan yang lain. Ada juga yang mendekati mama dan Rey yang sedang tergantung.


Mata Jesi memerah menyaksikan semua ini. Dika paling benci dengan hal ini.


'Bertahanlah, sebentar lagi'. Batinnya. Dia memegang revolver kesayangannya. Bersiap dengan apa yang harus dia lakukan selanjutnya.


Orang-orang itu mengeroyoki Rian, Papa, dan Hengky. Tentu saja mendapat perlawanan dari ketiga pria itu. Namun kekuatan saat ini tak seimbang.


Rian dan yang lain berhasil dikalahkan.

__ADS_1


__ADS_2