
Semua turun tepat didepan penginapan mewah berlantai 5. Masing² dari mereka memegang koper ada pula yg hanya membawa tas ransel.
"Baiklah, Kalian akan menginap selama tur diadakan disini". Ucap jenny.
"Msing² kamar akan ditempati 2 orang. Ini daftar kamar Kalian, sesuai dengan nomor kamar". Jenny mmbrikan kertas pada mbak Retna. Semua orang sibuk melihat nomor kamarr msing².
"Apa semuanya sudah mendapat nomor kamar?" Tanya jenny.
"suda Bu" jwb mereka serentak. Namun salah seorang dari mereka mengangkat tangan.
"Ada apa?" Tanya jenny sambil melihat kearahnya.
"Maaf Bu, saya belum dapat kamar" jawab Jesi. Semua berbisik
"Ohh, tenyata kurangan kamar, baiklah. Kamu satu kamar sama saya". Ucap Jenny sambil trseynyum.
Semua orang pasa berbisik iri. meski sekamar sama Jenny dan bukam dengan bos mereka, tetap saja ada yg iri.
"Sekarang pergi ke kamar Kalian msing² dan beristirahat. Sore nanti berkumpul lagi". Ucap jenny.
Tak lama mobil mewah berhenti tepat didepannya. Jenny melangkah membuka pintu penumpang dengan sopan, mempersilahkan Jesi masuk. Mobil itu terus melaju dari penginapan.
"Maaf kak, tapi kita akan kemana? Kok kayak beda yah?" Tanya Jesi.
Jenny trsenyum. 'gimana mungkin si bos biarin istrinya sekamar sama orang lain?' batin jenny.
Mobil itu berhenti tepat didepan sebuah penginapan berlantai tiga. Jangan ditanya lagi, dari luarnya saja sudah terkesan mewah.
Sopir mengambil koper Jesi dari bagasi dan memberikan pada Jesi.
"Silahkan Nona muda, Tuan Muda telah menunggu anda" ucap jenny sopan lalu berbalik.
"Hahh? Jadi kak Jenny nggak sekamar sama saya? Trus tadi?"
"Tidak nona, saya dipenginapan sebelah sana" jenny menunjuk penginapan yg tak jauh dari mereka berdiri. Tangan Jesi meremas pengaman koper miliknya.
Tiba² ada yg merebut kopernya. Ketika berbalik.
__ADS_1
'Deggg'.
Jantungnya serasa mau dicopot. Bagaimana tidak, Rian berdiri tepat didepannya, bahkan wajah mereka hanya berjarak beberapa centimeter.
"Bagaimana mungkin Saya membiarkan istri saya bersama orang lain smntra saya sendiri ada disini?" Ucap Rian smbil menatap wajah Jesi.
'Bluss'.
Wajah Jesi memerah menahan malu.
"Bukankah km yg mau sy disini?" ucap Rian.
"Hehhh?".
Rian terus menarik koper Jesi kedalam kamar. Ketika Jesi mengalihkan pandangannya kesamping. Langsung disuguhkan dengan pemandangan yg benar² memanjakan mata.
"Wahh, indah Sekali" ucapnya tersenyum sedangkan Rian memperhatikan Jesi dari sampingnya dengan tersenyum
"Jika kau mau, kita bisa tinggal disini lebih lama lagi" ucpnya.
'Jika kau bilang iya, aku akan selalu membawamu kesini. Ini adalah investasi ku. Milikku pribadi, aku bebas kesini kapan saja kumau'. Batin Rian.
"Lebih baik kau istirahat, bukankan sore ini diadakan lomba?" Tanya Rian.
"Ahh, kau benar. Terima kasih sudah mengingatkan ku". Jesi tersenyum.dan berlalu kekmar mandi. Setelah membersihkan tubuhnya yg terasa lengket, dia mengganti pakaiannya.
sedangkan Rian sudah duduk di sofa. Diatas meja sudah tersedia makan siang mereka berdua.
"Makanlah dulu, kesehatanmu perlu dijaga" ucap Rian lembut.
Jesi melihat kearah tangan Rian yg sudah dilepas perbannya.
"Tanganmu?"
"Ohhh, masih terasa nyeri. Lukaku blm sepenuhnya mengering. Kapan saja bisa berdarah lagi" ucap Rian.
"Sebenarnya apa yg kau lakukan sampai tanganmu seperti itu?" Tanya Jesi sambil duduk disampingnya Rian.
__ADS_1
'tak mungkin aku bilang karena cemburu'. Batin Rian.
Jesi Mengambil makanan yg lumayan banyak utk mreka brdua. Awalnya Jesi sedikit risih dgn hal ini, namu ini SDH utk bbrapa kali dia menyuapi Rian.
"Tunggu dulu". Ucap Rian.
"Apa?"
"Do'a. Kita blm berdo'a" ucap Rian mengingatkan.
"Ahh, aku hampir lupa" mereka berdoa lalu Jesi mulai menyuapi Rian. Sesekali Rian mengarahkan sendok kearah Jesi.
__________________
"JEIJE" panggil April.
"Ehh, Ril, knpa?"
"Gue iri sama Lo, gue kangen sama Lo, pokoknya semua deh" keluh April.
"Hah? Kok gitu sih Ril?"
"Gimana enggak? Eh tapi gimana, Lo sekamar sama Bu Jenny? Nyaman nggak? Kalo nggak nyaman Lo bisa kok sekamar sama gue sama Mbak Retna". Ucap April.
"nggak pa-pa kok Ril, gue baik² dan nyaman² aja". Ucap Jesi berbohong. Bagaimana bisa dia mengatakan jika dia sekamar sama si bos.
"Ya udah yuk, kita kesana. Gabung sama anak² yg lain". Ajak April smbil menarik tangan Jesi mendekat.
Para panetia sedang membuat tali yg panjang, digantungi buah apel. Game ini lah yg membuat beberapa pasangan Game menjalin hubungan. Dimana setelah game ini selesai.
Apel yg digantung akan dimakan oleh orang berbeda. Laki-laki dan perempuan. Banyak pasangan yang sudah berdiri disana. Bahkan Rian dan kedua orang kepercayaan nya juga hadir untuk menonton.
Alex menarik tangan Jesi untuk ikut berpartisipasi. Bahkan saat ini mreka berdua sudah berdiri didepan smua orang.
Mata Rian memerah seketika, menahan kesal melihat Alex bersama Jesi. Jenny yg melihat perubahan wajah Rian, mengikuti arah tatapannya dan berhenti tepat di Jesi. Jenny trsenyum simpul....
"Ehemm, ada yg mau liat Big Bos kita ikut tidak?" Tanya Jenny. Yg lain Saling menatap. Kira² Rian akan ikut game ini atau tidak?. Para wanita sudah berdiri, Rian melihat kearah Jenny Solah brkata 'krja bagus'....
__ADS_1