
Rian membuka mulutnya dan membiarkan Jesi menyuapinya makanan.
'Ternyata begini rasanya diperhatikan oleh istri' Batin Rian
"Jika kau terus menyuapiku, kapan kau akan makan?" Tanya Rian.
"Makanlah dulu, aku bisa makan setelahmu" jawab Jesi lembut.
Ketika satu suapan lagi Jesi berikan, Rian memegang tangan Jesi dan mengarahkan sendok makan padanya.
"Kau juga harus makan, oke?".
Jesi mengangguk dan tersenyum. Mereka makan bersama dalam piring Rian, karena nasi dalam piring Rian hanya sedikit, mereka berlanjut dipiring Jesi.
___________________
"Jeije" panggil seseorang.
Jesi menengok. "Eh Mbak Retna, slamat pagi Mbak" sapanya sopan.
"Pagi Jeije. Kamu tahu nggak? Proyek yang kemarin itu udah disetujui loh. Mbak bangga sama kamu Je" ucap Mbak Retna.
Jesi tersenyum. "Syukurlah kalo gitu Mbak, aku juga ikut seneng".
Keduanya berjalan bersama, sampai di departemen sekretaris semua kariawan tersenyum dan memberikan selamat pada Jesi, Karena telah membuat departemen sekretaris bisa berbangga diri. selama mereka selalu direndahkan oleh departemen yg lain.
Tiba-tiba, keributan yg tadi terdengar sunyi seketika. Semua orang melihat kearah pria tampan yg ditemani oleh sekretaris dan Asistennya.
"Ehemm"
"Selamat pagi pak". Sapa semuanya. Rian mengangguk
"Saya langsung saja. Karena Kalian telah berhasil dalam proyek shangchuan, Presiden akan memberikan Kalian bonus, yaitu Weekend ini diadakan trip di istana Bishui. Semua biaya ditanggung perusahaan" ucap Hendri dan bukan Rian.
"hanya ini yang saya sampaikan, lanjutkan pekerjaan kalian" sambung Hengky.
__ADS_1
Stelah itu Mereka bertiga pergi dari sana.
Smua orang berpelukan bahagia. Siapa yg tak senang bisa berlibur di istana itu. Hanya para konglomerat saja yg bisa masuk kesana. Fasilitas nya jangan ditanya lagi, sangat mewah. Bahkan kamar sederhana utk menginap saja setara dengan penghasilan mereka slma 1 tahun.
Para kriawan mulai berbisik. Apakan Rian juga ikut atau tidak. karena Rian ada urusan selama Minggu ini.
Jesi duduk ditempatnya sambil melamun. Beberapa kariawan membuat taruhan, akankah Rian mengikuti tur ini atau tidak. Bahkan hampir semua kariawan bertaruh, tak banyak, hanya 100 rb perorang. Bagi Jesi, itu tidaklah penting, jadi dia tak mengikuti taruhan tersebut.
Jesi baru saja selesai memasak. Rian sdh duduk dikursinya. Seperti kemarin, Jesi menyuapi Rian lagi, Lukanya bahkan belum mengering.
"Apa yg ingin kau katakan?" Tanya Rian disela makannya. Ketika dia melihat wajah Jesi yg ingin mengatakan sesuatu tapi ragu.
"Emm"
"Katakan saja"
"Emm,.. apa kau akan ikut? Mksudku tur bsok. Apa kau ikut tur?" Tanya Jesi ragu.
"Tidak. Aku tahu sendiri, aku sibuk Minggu ini". Jawab Rian dingin. "Mmangnya Kenapa?"
"Kau ingin aku mengikuti tur ini?" Tanya Rian.
"Ahh,,, tidak juga.... Lupakan saja". Ucp Jesi.
________________
Para kriawan telah berkumpul di depan gedung kantor. Tapi kini mereka tak mengenakan pakaian formal, namun pakaian santai.
Tiba² ada yg menepuk pundak Jesi dari belakang.
"Astaga. April, Lo mau buat gue jantungan?" Ucap Jesi kesal.
"Ya elah Jeije, masa gitu aja Lo jantungan sih?" balas April terkekeh. April merupakan temannya di kantor yg slalu peduli padanya.
"Kira² si bos ikut nggak yah?" Tanya April
__ADS_1
"Mana gue tau ****,,, Lo tau aja sendiri, si bos mah pasti gak dateng. Dia pasti sibuk". Ucap Jesi, dari kesimpulan semalam mengatakan Rian tak ikut tur ini.
"Yah, berarti uang gue abis donk"
"Lo jdi ikut taruhan?"
"Hmm". Angguk April
"Ya elahhhh ****, ngapain make ikutan segala. Tapi terserah lo juga sih". sambung Jesi.
Ketika mreka berdua asik bercanda, panetia mmbrikan instruksi untuk naik Bus. Perusahaan menyewa 2 bus untuk para kariawannya. Hampir saja mreka msuk ke dalam bus, tiba² sebuah mobil mewah berhenti dekat mereka.
Dan turunlah Hengky lalu membuka pintu penumpang untuk bosnya. Rian melangkah keluar dengan begitu mempesona, para kariawati menatap kagum.
"Karena aku mempunyai waktu luang weekend ini, aku akan bersama Kalian ikut dalam tur ini". Ucapnya, lalu matanya menatap Jesi,
tepat saat itu Jesi juga melihat kearah Rian. Mata mreka bertemu.
'Blusss'.
Wajah Jesi memerah seketika. Apa lagi mengingat kejadian tadi pagi dimana Rian kesusahan memakai kemejanya, Jesi membantu memakaikan dan mwngancingi kemeja nya,
Jesi trus menutup matanya. Namun dengan jahilnya Rian mngambil tangan Jesi dan menyentuh perutnya.
'Blusss'..
wajahnya memerah mnahan malu
Semua kariawan mulai menaiki bus. Dan mulai berangkat. Ketika mereka hampir tiba, semua orang melihat pemandangan yg memanjakan mata
"wahhh...indahnya". Ucap April dn Jesi bersamaan....
******NOTE*******
maaf yah kalau ada kesalahan penulisan dalam story ini mohon pengertiannya arigataou 😉
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan Vote-nya.