
Tiba-tiba pintu kamar mandi dibuka.
"Rey" panggil Jesi.
Semua melihat kearah nya.
"Bagaimana hasilnya?" Tanya Rey mendekat
"Aku tak tahu" jawab Jesi polos. "Ini" Jesi menyodorkan taspack itu pada Rey.
Rey menatap tak percaya. "Selamat kakak ipar, kau hamil" ucap Rey.
"Benarkah?" Tanya Jesi. Rey mengangguk.
Rian langsung mendekat dan memeluk tubuh mungil istrinya.
"Trima kasih sayang, trima kasih" ucap Rian sambil meneteskan air mata bahagia. Mama juga langsung memeluk Rey bahagia.
"Aku akan jadi seorang ibu?" Tanya Jesi masih tak percaya. Rian mengangguk.
"Sungguh? Kau tak membohongi ku kan?" Tanya Jesi lagi. Rian menggeleng.
"Jika calon dokter itu membohongi kita, akan ku gantung dia" ucap Rian menatap adik satu-satunya.
"Rey" panggil Jesi.
"Ada apa kakak ipar?" Tanya Rey.
"Kau tak membohongiku kan? Jika kau berbohong maka.. " Jesi melihat kearah Rian.
"Maka apa kakak ipar?" Tanya Rey polos.
"Uang jajan, dan semua fasilitas mu akan ku cabut, semua media sosialmu akan ku blokir" ucap Rian, dia tahu hal apa yang palingtak disukai oleh adiknya.
"Ohh kakak, jangan kumohon, kau bisa melihat sendiri hasil taspack ini" ucap Rey takut, dia menyodorkannya taspack pada Rian
Hal inilah yang paling mengerikan baginya. Angka nol direkening mengurang, ditambah fasilitas dan media sosial nya hilang.
"Dan jika kau tak percaya, maka kakak, kau dan kakak ipar bisa memeriksanya langsung di dokter kandungannya, disana mereka akan memeriksa kakak ipar dengan peralatan mereka, ku mohon kakak, jangan yah" pinta Rey sambil mengedipkan matanya. Memasang pupy eyes nya
"Kau benar Rey, sayang, lebih baik kalian meriksa nya langsung dengan dokter kandungan, mama pengen tahu, sudah berapa lama Jeje hamil" ucap mama sambil memeluk menantunya.
"Iya sayang, mama benar" ucap Jesi pada Rian.
__ADS_1
"Baiklah, kita periksa setelah sarapan" balas Rian.
"Tapi, bukankan kamu harus bekerja? Aku bisa memeriksanya dengan mama, ditemani Rey juga" balas Jesi, dia tak mau membuat suaminya repot.
"Tidak, aku yang akan langsung menemanimu memeriksa calon anak kita" ucap Rian membantah. Dia kembali memeluk Jesi.
"Ya sudah kalau begitu, mama dan Rey keluar dulu" mama menarik tangan Rey keluar dari kamar putranya.
Rey hanya mengikuti langkah kaki mamanya, jika tidak, mama akan memberikan celoteh yang sangat panjang, dan itu sangat membosankan baginya.
"Sayang, Rey tak berbohong kan?" Tanya Jesi polos, dia masih tak percaya jika dirinya hamil.
"Tentu saja, lihat ini" Rian memberikan taspack pada Jesi.
"Aku tak mengerti maksudnya" balas Jesi polos.
"Jika gadis dua ini ada, itu artinya kau hamil, dan kita akan memeriksanya sebentar" ucap Rian sambil mengecup bibir istrinya yang polos ini.
'manisnya istriku' batin Rian. Dia suka dengan sifat Jesi yang terkadang Seperti anak kecil.
"Pagi mah, Pah, Rey" sapa Jesi dan Rian bersamaan.
"Pagi nak/sayang/kakak" jawab mereka serempak.
"Bagaimana, apa kau mau sesuatu?" Tanya mama.
"Nggak mah, aku nggak pengen apa-apa" balas Jesi, memang saat ini dia tak menginginkan apapun. Mereka makan seperti biasanya.
"Kakak ipar" panggil Rey.
"Ada apa?" Balas Jesi.
"Apa kau tahu, aku selalu saja berharap mempunyai ponakan yang lucu" ucap Rey polos.
"Mengapa?" Tanya Jesi, semua menatap juga kearah Rey.
"Karna, semua teman-teman ku mempunyai ponakan yang sangat lucu, aku iri pada mereka, mereka selalu saja membanggakan ponakan mereka,, ahhkkkk,, andai saja ponakanku sudah lahir" celoteh Rey.
"Siapa yang sudah punya ponakan? George? Aident? Revo? Atau Jonny?" Tanya mama.
"Semua, mereka semua mempunyai ponakan, hanya aku saja yang belum." Ucap Rey murung. "Tapi sekarang tidak lagi, aku akan mempunyai ponakan yang sangat lucu, benarkan kakak?" Ucap Rey pada Rian.
Rian hanya mengangkat bahunya.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁
Jesi dan Rian sudah berada diruang dokter kandungan saat ini. Setelah menunggu beberapa menit, untung saja Hengky dengan cepat menghubungi pihak rumah sakit dan mengatakan jika sang pemilik akan mengunjungi rumah sakit
Memeriksa istrinya yang sedang hamil.
"Silahkan nyonya berbaring disini" ucap Dokter.
Jesi menurut, Rian juga berada disampingnya menggenggam tangan mungil Istrinya.
Dokter mengolesi gel pada permukaan perut Jesi, dan menekan dengan alat yang digunakan dalam pemeriksaan. (USG)
Dilayar monitor, Jesi dan Rian melihat jelas calon anak mereka.
"Janinnya baru berjalan 2 Minggu, bisa tuan dan nyonya lihat, masih sangat kecil". Ucap Dokter.
"Jadi beneran dok, saya hamil?" Tanya Jesi lagi.
"Iya Nyonya, berjalan 2 Minggu" jawab Dokter sambil tersenyum.
"Syukurlah, aku pikir Rey berbohong" ucap Jesi polos.
"Rey?" Ucap Dokter mengulang.
"Adikku, calon dokter" jawab Rian. Dia bangga, ternyata Rey bisa diandalkan juga.
"Ohh,," balas Dokter.
Lalu membersihkan sisa gel yang lengket dan dingin itu dari permukaan perut Jesi dengan tissue.
"Tuan muda, saya hanya memperingatkan jika adaanya perubahan hormonal pada tubuh nyonya, juga menyebabkan terjadinya perubahan fisik dan psikis. Itulah mengapa ibu hamil akan sangat mudah berubah-ubah emosinya.
Akibatnya, kerap ibu hamil pada trimester ini merasakan ketidaknyamanan. Mual, muntah, mudah lelah, dan pusing merupakan keluhan yang sering dirasakan di masa ini. Jadi Tuan muda harus siap siaga dengan apa yang akan terjadi.
Nyonya juga harus menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Morning sickness adalah hal yang wajar terjadi, jadi Tuan muda jangan panik." Ucap Dokter menjelaskan.
"Saya akan membuatkan resep untuk nyonya, harap dikonsumsi secara rutin" sambung dokter lagi.
*******Note..
Sampai sini dulu yah, author GK tahu nih tentang kehamilan, cuma nyari2 dikit di internet, maaf yah kalo emang GK sesuai sama yang dialami sama yang sudah berpengalaman...
Arigataou 😉***
__ADS_1