Menikah Dengan Presdir

Menikah Dengan Presdir
EPS. 3


__ADS_3

'Tingg..'


pintu lift terbuka, Jesi dengan cepat keluar, Elyna berjalan cepat menyusul Jesi lalu menyenggol Jesi, membuatnya hampir saja terjatuh, namun.


Jesi menutup matanya, jika terjatuh bolongnya pasti akan terasa sakit.


"Ehh, kenapa aku nggak jatuh yah?". Batin Jesi, dia membuka sedikit matanya dan melihat wajah tampan Alex berada tepat didepan wajahnya.


Mata mreka Sling bertemu. Dengan cepat Jesi melepaskan diri dari Alex.


"Mksih Lex" ucap Jesi.


"Masama, lain kali hati-hati" ucap Alex sambil tersenyum.


Smua orang menatap Alex dan Jesi. Bukan rahasia lagi, jika Alex menyukai Jesi, bukan hanya Alex saja, namun hampir semua pria yangg berstatus Lajang yang bekerja di A&Q Sweet Grup mnyukai Jesicha.


Ada yang cemburu dan iri pada Jesi. Namun Jesi selalu menutup mata, Telinga dan hatinya untuk pria. Dia trauma dengan Pria sejak 3 tahun yang lalu. Dia selalu menolak pria manapun sejak 3 tahun yang lalu.dan hanya menerima ajakan kencan buta mereka saja,.


Kembali ke kantor. Seperti biasa, para wanita yg selalu bergosip tentang Rian sampai detik ini. Sangat ribut, memang Rian itu sangat tampan ditambah mapan. Namun Jesi melangkah seakan-akan tak tahu apapun.


"Apa yg akan mreka lakuin ke gue yah, kalo mereka tahu gue istrinya Pak Rian. Bisa² gue mati nih". Batin Jesi.


Tiba² Mbak Retna msuk. Mreka smua langsung diam seribu bhsa.


"Apa kalian bisa diam? Apa kalian belum mengecek E-mail yg dikirim sama Bu Jenny?" Tanya Mbk Retna dgn kesal.


"Emangnya Bu Jenny ngirim Email Mbk?" Tanya salah satu kriawan


"Ehh, bentar, iya nih, Bu Jenny ngirim Email". Jawab yang lain


"Apa isinya?" Tanya yg lain.


"Bu Jenny nyusuh kita buat jaga jarak sama pak Presiden, soalnya pak Presiden udah nikah, dia nggak mau istrinya salah paham sama kita dan buat rumah tangganya gugur gara-gara kita" ucpnya.


Sketiak smua kriawati langsung ribut. Ada yg pingsan, ada yg menjerit histeris. Beda lagi untuk kariawan laki², mreka bahagia karena bisa mengejar wanita yg mereka sukai.


Namun beda dengan Jesi yg wajahnya mulai memerah. Dengan cpat Jesi mlangkah ketempatnya dan mengecek Email, namun tak ada.

__ADS_1


"Kok GK ada sih?" Gumam Jesi. Dia langsung mengerjakan tugasnya ketika tak ada email untuknya yg masuk.


'Druutt..Druutt..' SMS msuk


"HUSBAND". Nm Kontak


"***Apa belum selesai juga?"


"Belum***". Jwb Jesi singkat..


"Jam istirahat hampir selesai dan kau tak Makan siang? Ingat. Bekerja itu penting, namun kesehatanmu jauh lebih penting". Balas Rian cepat.


Jesi trsenyum melihat pesan dari Rian


"Baiklah, aku akan selesaikan ini, setelah itu baru Makan siang". Balas Jesi lagi.


"TIDAK! aku tunggu di Hotel samping kantor. Jika dalam 20 mnit kau tak datang. Terima hukumanmu!" Balas Rian.


'Ahkk, baiklah, tak ada pilihan lain' batin Jesi sambil merapikan mejanya.


'Hoss..hoss..hoss'


"Bu Jenny?" batin Jesi. 'Apa yang dia lakukan disini? bisa ketahuan ini'


"Mari Nona, tuan muda sudah menunggu anda di dalam" ucp Jenny, sekretaris Rian.


Dengan gugup Jesi melangkah mengikuti Jenny dri blkang.


'Tingg'.


Lift berhenti, Jenny kembali berjalan. Mreka berhenti tepat di depan pintu ruangan 2501. Sepanjang jalan Jesi hanya menundukkan kepalanya, dia takut hubungan mereka terbongkar.


"Silahkan masuk nona, Tn. Muda sdh mnunggu anda". Ucp jenny sambil membuka pintu.


Jesi mulai melangkah masuk. Disana sudah terdapat seorang pria tampan yg duduk didepan meja. Dia hanya menatap Jesi dingin lalu berjalan dan menarik kursi untuk diduduki Jesi.


Setelah Jesi duduk. Ada beberapa pelayan yg masuk dan mengantar makanan. Seakan mengerti dengan Jesi yg diam dan berwajah pucat.

__ADS_1


"Jenny dan Hengky telah mnjadi kaki tanganku selama bertahun-tahun. Mereka adalah stafku yg handal. Mreka tahu smua jenis Bisnisku. Jika kamu ada masalah atah tak nyaman, kamu dapat menghubungi mereka untuk membantu mu". Ucap Rian menjelaskan tapi nada suaranya tetap dingin.


Jesi mengangguk. "Kakak Jenny dan Abang Hengky. Mohon bimbingannya😊". Ucapnya sambil tersenyum.


Mreka berdua mengangguk paham. setidaknya Jesi tak mnghadapi Rian yang dingin sendirian. Stelah itu Mreka brdua pamit keluar dengan sopan.


Rian mengambil bbrapa syuran utknya dan berkata.


"Bahkan sesibuk apapun itu jangan lupa Makan". Ucapnya.


Tapi Jesi tak peduli dan berkata.


"Yah, sy akan memperhatikannya nnti". Rian meletakan sendok dan garpunya, ada aura mencekam yg keluar.


"Lain kali makan siang denganku. Ini perintah!" Seakan tak mau dibantah lagi oleh istrinya. Rian tampak agak galak saat ini. Jesi mengerti perhatian Rian.


"Trimksih pak Presdir, tapi.."


"Pak Presdir?" Rian mengerutkan keningnya.


Jesi meralat katanya dgn cpat. "Rian, tap..i"


"Tapi?" Tanya Rian.


"...." Jesi tak mampu berkata lagi. "Sudalah, lupakan saja" ucpnya lagi.


Mreka Mkn ditemani keheningan. Setelah slesai.


"Saya masih punya banyak pekerjaan. Saya kmtbli bekerja dulu". Pamit Jesi. Rian hanya mngangguk. Setelah Jesi hilang dari pandangannya, Rian trsenyum penuh makna.


Seorang wanita berusia 40an msuk.


"Maaf tuan, saya kesini untuk membereskan piring".


"Masuk". Ucap Rian. Yah wanita itu adalah pelayan dari rumah yang bertugas mengantarkan makan siang untuk Rian. karena Rian tak suka makan makanan dari luar, selain makanan dari rumahnya


________NOTE_______

__ADS_1


mohon dukungannya yah kak, jangan lupa like, komen dan Vote-nya. arigataou


__ADS_2