
Hari ini Jesi diijinkan pulang, sejak kemarin dia terus merengek ingin pulang, dengan alasan bosan berada di rumah sakit.
"Semuanya sudah siap Tuan muda, Nona". Ucap Hengky. Rian mengangguk
"Terima kasih, Kak Hengky". Jesi tersenyum tulus.
Hengky mengangguk. "Sudah menjadi tugas saya, Nona". Ucap Hengky.
Jenny baru saja menebus obat dan membayar tagihan Jesi selama di Rumah sakit.
"Mari Nona, Tuan muda". Ucap Jenny. mereka meninggalkan ruang rawat inap Jesi, menyusuri lorong-lorong rumah sakit, dibuntuti Hengky dan Jenny yang membawa pakaian serta kebutuhan Jesi.
Mereka sampai di pintu rumah sakit, disana sudah ada mobil Rian yang menunggu tepat didepan sana. Hengky berjalan terlebih dahulu, membukakan pintu untuk kedua tuannya. Diikuti Jenny dari belakang, Hengky menerima tas yang dibawa Jenny berisi pakaian Jesi.
Setelah menyimpan semuanya dibagasi, Hengky membuka pintu dan duduk dibelakang kemudi, mulai menghidupkan mesin mobil lalu meninggalkan area rumah sakit.
Sepanjang jalan Jesi hanya memandang keluar mobil, sampai rasa kantuk menghampirinya.
"Hoammm". Jesi menguap, Rian melihat kesamping nya.
"Tidurlah, aku akan membangunkanmu nanti, jika sudah sampai". Ucap Rian. Jesi mengangguk, lalu munutip matanya, Rian menggeser kepala Jesi agar bersandar di bahunya, Jesi yang belum larut dalam mimpi membuka matanya dan mendongkak menatap wajah tampan suaminya. Rian mengangguk, dia paham dengan apa yang Jesi pikirkan.
Mobil mewah itu berhenti didepan gerbang, Sorang pria berpakaian hitam membuka gerbang dan mempersilahkan mobil itu memasuki area rumah mewah. Sepanjang jalan hanya pepohonan yang menyambut mereka, sekitar 100 meter.
__ADS_1
Mobil mewah itu berhenti tepat didepan pintu rumah mewah yang entah berapa luasnya. Beberapa pelayan sudah berdiri dengan posisi menyambut si tuan rumah, Hengky turun dan membuka pintu untuk kedua tuannya.
Rian menengok kearah Jesi yang masih tertidur pulas, tak tega membangunkannya istrinya, Rian menggendong Jesi ala bridal style kedalam rumah.
Para pelayan hanya memandang takjub pada tuan muda mereka, ada juga yang tersenyum dalam, bersyukur karena tuan muda mereka membawa pulang nona muda mereka, namun ada juga yang iri dengan wanita yang berada dalam dekapan Rian. Khususnya pelayan yang masih lajang alias belum menikah, mereka selalu bermimpi bisa menjadi nona muda keluarga ini.
Dan juga, disana sudah berdiri sepasang suami-isteri paruh baya, menyambut kepulangan anak dan menantu mereka. Orang tua Rian yang masih lengkap. Mereka masih terlihat awet, alias tampan dan cantik.
"Sayang". Ucap siwanita paruh baya yang adalah mama Rian. Dia melihat kearah wanita yang berada dalam gendongan Rian. Mereka tersenyum, mama Rian mendekat bersama suaminya.
"Apa dia kelelahan?" Tanya sang Mama sambil mengelus pipi Jesi. Rian mengangguk. "Bawalah dia kekamarmu, cepat". Rian mengangguk dan mulai menyusuri tiap anak tangga diikuti sang mama.
Mama Rian membantu membuka pintu agar Rian tak kesusahan, Rian memasuki kamarnya yang luas dan mewah itu, membaringkan tubuh istrinya diatas tempat tidur king size miliknya. Mama mendekat dan melihat wajah Jesi intens.
"Iya mah, akinya aku bisa membawanya kemari". Ucap Rian, Mamanya memeluk Rian. "Mama bangga sama kamu, Sayang".
"Makasih mah". Balas Rian.
"Ya udah, kamu istirahatlah. Mama pergi dulu yah". Ucap mama, Rian mengangguk.
Setelah mamanya keluar, Rian membuka Jasnya, lalu menyimpannya dalam tempat pakaian kotor, lalu memasuki kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air hangat.
Sekitar 20 menit, Rian keluar dan mengenakan piyama, dan bergabung dengan istrinya. Mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
__ADS_1
Rian menatap wajah Jesi yang tertidur pulas dengan intens, dia mengusap kepala Jesi dengan lembut.
'Akirnya aku bisa membawamu kemari, Sayang'. Batin Rian. Jesi merasa sedikit terganggu dengan posisi tidurnya yang kurang nyaman. Lalu memeluk tubuh Rian. Dia hanya tersenyum, lalu mengangkat kepala Jesi dan menjadikan tangannya sebagai bantal. Mata Rian akhirnya mulai tertutup, mengikuti istrinya yang sudah larut dalam mimpi.
.
.
.
.
.
.
****NOTE****
Minta dukungan nya kak..
jangan lupa like, komen dan Vote-nya.
Arigataouš
__ADS_1