Menikah Dengan Presdir

Menikah Dengan Presdir
EPS. 18


__ADS_3

"Lepaskan mereka *******". Teriak Rian. Dia benar-benar habis kesabaran dan sialan ini juga tak mengijinkan orang-orangnya masuk.


Mereka bertiga di ikat, lalu ditekuk lutut nya, mereka dihadapkan dengan mama dan Rey yang jaraknya sekitar 10 meter dari tempat mereka.


Sedangkan diatas sana, Jesi sudah tak bisa lagi menahan emosinya. Dia kesal pada Ex yang terus menahannya. Kaito merangkak sambil membawa tali, mengikatnya dengan kuat. Lalu memberikan sambungannya pada Jesi.


Jesi memegang tali yang sudah terikat, menatap kearah Ex.


Andy mendekat kearah Rian dan papa. Sedangkan Hengky berada dibelakang mereka, sekitar 3 meter.


"Apa yang kau inginkan, Hahhh!!" Bentak Papa.


"Ouhh, Frans, kau ini bodoh yah". Ucapnya mengejek. Lalu berjalan kearah mama. Menyentuh rambut halus mama, lalu mencium nya.


"Dasar menjijikkan, lepaskan mamaku!!" Bentak Rian. "Aku sudah membawa apa yang kau inginkan, lepaskan mereka!!". Tambahnya.


"Rasanya belum puas kalau hanya harta kalian saja, aku juga ingin melihat kehancuran kalian". Ucapnya sambil berjalan mendekati Rey yang sudah kehabisan tenaga. "Lakukan pertunjukan nya". Ucapnya.


Beberapa orang memasukkan dengan membawa senjata, Andy mengambilnya lalu mengarahkannya pada Rey.


"Jangan sakiti mereka Andy, dosa apa yang sudah kulakukan sehingga kau jadi begini?!" Bentak Papa, diiringi air mata.


"Frans.. Frans. Apa kau lupa? Aku selalu mencintai Nya". Tunjuknya pada mama. "Tapi kau merebutnya dari ku! Kau menghancurkan aku! Sekarang, aku akan membalasmu!!" Teriaknya.


Beberapa orang penjaga yang berdiri sejak tadi berjalan mendekati Rian dan juga papa. Mereka mengarahkan pistol kearah Rian dan papa.


"Andy, kumohon lepaskan mereka!" Pinta Mama. Wanita itu terus saja menangis.


"Tidakk!! Ini lah konsekuensinya jika kau memilihnya dan bukan aku!!" Bentaknya pada mama.


Jesi terus menyaksikan semuanya, tangannya meremas revolver miliknya. Saat Andy hampir menarik pelatuk...


"SEKARANG!". Ucap Ex yang sejak tadi mengawasi dan bicara lewat Aerphone.


'Speeettt.. Takkk'. Peluru keluar dari revolver milik Jesi dan mengenai tepat ditangan kanan Andy.


"Ahhkkkk". Pekik nya. "Keparattt, siapa yang berani menembak ku, Hahh!!!" Teriaknya.


Jesi yang sejak tadi meremas tali dan Revolver nya melompat sambil memegang erat tali itu. Memutar diudara. Layaknya sedang bermain di sirkuit.


Semua orang melihat kearah nya, Jesi membidik musuhnya tanpa melihat.


'Takkk...Bruggg'


'Takkk...Bruggg'


'Bruggg'


'Bruggg'


Semua musuh yang terkena peluru tajam Jesi jatuh tak sadarkan diri. Jesi tak membidik titik vital mereka, hanya mereka saja yang terlalu lemah. Pikir Jesi.


Jesi melompat dan saling beradu kekuatan dengan beberapa musuhnya yang belum tumbang.


Sedangkan Rian dan yang lain hanya melongo tak percaya. Seseorang datang menyelamatkan mereka layaknya super-hiro.


Jesi memutar tubuhnya lalu melayangkan tendangan tepat ditengkuk dua pria.


'Dorrr'.


Satu tembakan mengarah pada Jesi, namun untungnya meleset. Jesi mengambil seorang pria yang terbaring dan menjadikannya sebagai tameng. Lawannya semakin banyak. Ex dan yang lain yang sudah berada di posisi masing-masing membidik sasaran mereka. Seperti hewan buas yang dilepaskan.


"Tangkap dia..!! Siapa yang menaruh tikus sialan itu disini!". Bentak Andy marah. Acara bersenang-senang nya hancur sudah karna orang yang tak dikenalnya ini.


Saat yang lain maju, Jesi melawan tanpa rasa takut. Rambut hitamnya diikat seperti ekor kuda. Dia mengenakan topeng dari besi, melawan dengan satu tangan kosong dan satunya lagi dengan Revolver yang sudah habis pelurunya.


Rian dan yang lain hanya menonton pertunjukan yang sangat menegangkan. mama terus berteriak histeris melihat orang yang sudah bersedia menyelamatkan nyawa keluarganya. Tidak tahu mereka, jika yang sedang melakukan pertunjukan itu adalah istri, kakak ipar dan menantu mereka.

__ADS_1


'Siapapun dia, aku sangat berterima kasih'. Batin semua orang.


Namun sialnya, Andy berhasil menyelinap dan mengarahkan Pistol tepat pada Rian yang jaraknya paling dekat dengannya.


"Berhenti atau dia mati?!". Ucapnya sambil diiringi senyum sinis.


Jesi menghentikan aksinya. Meletakan revolver yang sudah kosong dilantai sambil sebelah tangannya diangkat keatas.


Ex, Danil, Kaito dan yang lain yang sudah siap dengan bidikan mereka langsung melepas peluru mereka.


Tidak, Mereka tidak melepas peluru asli, mereka menembakan obat bius pada musuh-musuh yang masih berdiri kokoh.


Perlahan satu per satu musuh jatuh, semua memandang orang-orang yang berjatuhan, tak ada suara tembakan. Lalu mengapa mereka?...


Ketika Andy masih melihat kearah anak buahnya yang mulai berjatuhan, Jesi dengan cepat menarik satu revolver lain yang masih penuh pelurunya.


Hanya melihat sekilas, lalu


'SPEEETTT.. Takk'..


Tepat mengenai kepala Andy, dia langsung terjatuh tak bernyawa.


Rian melihat kearah Jesi tak percaya.


"Siapa dia?". Gumam Rian.


Selesai.


Jesi menyimpan revolver miliknya kembali, lalu berjalan kearah Mama dan Rey. Mengambil pisau yang terselip sejak tadi disepatunya.


Memotong tali yang sejak tadi mengikat mereka. Awalnya Rey, kaki Rey yang sudah lemas membuatnya jatuh tepat ditubuh Jesi. Dengan cepat Jesi menangkapnya. Lalu membaringkannya dilantai.


Kemudian berpindah ke mama. Sama seperti Rey, mama juga menjatuhkan badannya kearah Jesi.


Mama menyentuh topeng Jesi yang hanya menutupi sebagian wajahnya.


"Sudah selesai". Ucapnya. Mama mengangguk.


Lalu dia berjalan kearah papa dan Hengky, melepas tali yang mengikat tangan mereka kebelakang.


Terakhir diamelangkah kearah suaminya.


"Sudah berakhir, jangan khawatir". Ucapnya lalu menyentuh wajah suaminya dengan pelan. Memutari Rian, lalu memotong tali yang juga mengikat tangan Rian kebelakang.


Semuanya bernafas lega, namun dari sekian orang yang pingsan. Mereka tak menyadari, salah satu penjaga yang terkena pukulan Jesi tak pingsan, dia hanya berputar-putar pingsan.


Dia mengambil pistol didampingi dan mengarahkan pada Rian. Namun Jesi melihat itu.


"Queen awas!!". Teriak Ex yang juga melihat kearah penjaga itu.


'Dorrr'.


Jesi langsung memeluk Rian dan berputar, sangat cepat. Kejadian itu berlangsung sangat cepat.


Ex juga membiarkan peluru kesayangan menyarangkan dikepala pria brengsek itu.


Mereka semua keluar dari tempat persembunyiannya. Sama seperti Jesi yang tadi, mereka turun dari tali-tali yang tiba-tiba sudah berada dibawah.


Rian memeluk Jesi, sejak tadi dia sudah penasaran dengan orang ini.


Lalu memegang topeng yang menutupi wajah itu.


'Deggg'..


Jantungnya serasa mau berhenti.


Orang yang sudah menyelamatkan keluarga nya adalah Istrinya sendiri.

__ADS_1


Tapi bagaimana mungkin.


Rian masih terkejut dengan apa yang dilihatnya.


" Sayang,,, sayang buka matamu". Ucapnya, cairan bening itu melesat keluar.


"Baby, please open your eyes". Ucapnya. Papa membopong putra dan istrinya mendekat. Melihat penolong mereka, mengapa Rian menangis. Pikir mereka.


Reaksi yang dikeluarkan oleh Rian, sama seperti mereka. Hanya Rey saja yang masih bingung, siapa yang didalam pelukan kakaknya.


Ex mendorong tubuh Rian kasar.


Lalu menarik Jesi dan menidurkannya dilantai. Mengambil pisau yang masih berada didalam genggam Jesi.


Dia merobek paksa baju ninja milik Jesi.


'Hufftttt...'.


Dia memberi kode pada Kaito dan Danil, sementara yang lain juga langsung melesat pergi.


"Apa yang kau lakukan?!" Bentak Rian. Ada orang asing yang datang dan langsung mengambil Jesi darinya.


"Diam kau!!". Bentak Ex balas. "Pergi dan siapkan mobil, CEPAT!!!" sambungnya.


Untung saja anak buahnya yang berharga diluar sudah bersiap dengan mobil mereka. Lalu datang membuka pintu dengan paksa.


Kaito kembali dengan kantong oksigen, lalu memasangkannya pada Jesi.


"Pegang!!" Ucapnya. Rey langsung mendekat dan memegang kantong oksigen.


Ex membuka paksa baju Anti peluru yang dikenakan oleh adiknya. Untung saja tadi sebelum beraksi Jesi memakai baju Anti peluru,.dan tentu saja dilapisi lagi dengan tangkap.


"Apa itu?". Tanya Rian.


"Baju Anti peluru. Tembakan tadi hanya mengenai baju ini, namun Queen masih bisa merasakan sakitnya." Ucap Ex melihat kearah tembakan yang mengenai dada Kanan Jesi.


Ex mengangkat tubuh adiknya ala bridal style. Rian dan yang lain mengikuti dari belakang.


"Siapa kau? Mengapa kau membawa istriku!" Ucap Rian. Ex menghentikan langkahnya.


"Siapa aku bukan urusanmu. Lebih baik kalian pergi dari sini, polisi dalam perjalanan kemari". Balasnya. "Dan kau, ikuti aku". Ucapnya pada Rian.


Tak ada bantahan, Rian mengikutinya.


Ex memasukan tubuh adiknya kedalam mobil sport nya, diikuti Rian yang memangku kepala Jesi.


Ex duduk dibelakang kemudi dan mulai menghidupkan mesin mobil nya, meninggalkan bangunan itu.


Diikuti oleh mobil-mobil yang menyusul dari belakang, orang-orang kepercayaan Rian, mama-papa, dan Rey, dan yang terakhir mobil milik Kaito dan Danil.


Deretan mobil itu berhenti digerbang Mansions, lalu pintu gerbang terbuka dengan sendirinya.


Mobil mewah itu berhenti tepat didepan mansions mewanti, entah berapa luasnya.


"Selamat datang di Mansions ku". Ucap Ex.


.


.


.


.


*****NOTE*****


Jangan lupa like, komen dan Vote-nya.

__ADS_1


maaf kalau ada kesalahan penulisan dalam story ini mohon pengertiannya yah. Arigataou 😉


__ADS_2