Menikah Dengan Presdir

Menikah Dengan Presdir
EPS. 20


__ADS_3

"Kakak" panggil Jesi


"Ada apa?". Tanya Ex.


"Tumben kalian bersama. Apa yang kalian lakukan tadi?". Tanya Jesi, sambil melempar pandang kesemua orang.


"Tak ada yang kami lakukan, Sayang". Ucap Rian berbohong.


Sebelum Jesi bangun dan mendengarkan perdebatan dua pria tampan itu. Ex memberitahu semua yang terjadi, dan hal-hal apa saja yang tak boleh dilakukan.


***Beberapa saat yang lalu.***


"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan kakak ipar?" Tanya Rian, dia kesal dibangunkan pagi-pagi buta hanya untuk mendengarkan ocehan Kakak iparnya.


"Lebih baik kau diam dulu". Ucap Ex kesal. Dia juga malas bangun sepagi ini. Bayangkan dia harus bangun jam 4 subuh. Hanya untuk menceritakan semuanya.


"Kau pasti penasaran bukan. Jika aku mengetahui identitas kalian semua?" Ucap Ex. Mereka mengangguk.


"Apa kalian pernah mendengar seorang wanita bernama Alzara Romanov". Ucap Ex. Yang lain menggeleng, namun tidak dengan Rey.


"Tentu saja aku tahu kak Ex.". Balas Rey.


"Siapa dia Son?" Tanya Mama.


"Dia seorang model yang pernah bekerja di salah satu perusahaan Entertainment di NY". Ucap Rey panjang lebar.


"Dia adikku. Jesica Admalja". Ucap Ex. Rey melongo tak percaya.


"Kak Ex, jangan bercanda". Balas Ex


"Tunggu, bagaimana mungkin kakak ipar itu Alzara Romanov?". Ucap Rey tak percaya dengan ucapan Exsel.


"Kau bisa mencarinya di situs web".


Rey langsung mencarinya seperti ucapan Ex.


"Kak Ex. Ini bukan kakak ipar kan?" Tanya Rey, sambil melihat gambar Jesi terpampang di sana.


Ex mengangkat bahunya. Rian merebut ponsel adiknya dan melihat gambar istrinya disana. Sangat cantik, dengan gaun seperti seorang putri kerajaan.


"Apakah ini istriku?" Tanya Rian. Ex mengangguk.


"Tentu saja". Balas Ex


"Tapi".


"Kakak" potong Rey.


"Hmm?". Balas Rian.


"Kau ingat kan? Aku ingin menjodohkan mu dengannya, namun kau menolaknya, ingat kan?" Ucap Rey. Dia mengingat dengan jelas Rian memarahinya karena selalu menjodohkan nya dengan model maupun aktris.


Rian ingat dengan jelas, Rey menyodorkan satu foto dengan identitas nya. Mengatakan untuk menemui wanita itu, tapi Rian bahkan tak melihat foto itu dan malah melemparkan kedalam tempat sampah.

__ADS_1


'Jika aku menerima kencan yang diatur Rey saat itu. Aku pasti langsung mendapatkan, dan pencarian ku berhenti saat itu' batin Rian.


"Lalu mengapa dia tak mencariku? Apa dia tak ingin bertemu lagi dengan ku?". Ucap Rian menatap kearah Ex. Rian tahu Ex mengetahui hubungan nya dengan Jesi saat masih anak-anak.


"Dia bukan tak ingin mencarimu. Tapi tak mengingatmu.". Balas Ex.


"Mengapa?" Tanya Rian kesal. Mengapa hanya dia yang mencari Jesi selama ini, dan Jesi tak pernah mencari.


"Amnesia retrograde. Jesi mengalami Amnesia retrograde, yang merupakan hilangnya memori untuk peristiwa yang terjadi sebelum trauma" ucap Ex.


"Trauma? Amnesia retrograde" ucap Rian ulang. "Apa yang terjadi sebenarnya saat itu?!" Bentak Rian.


Ex mulai menceritakan kejadian 14 tahun silam, yang menyebabkan hilangnya ingatan Sang adik.


*FLASHBACK ON*.


*14 TAHUN YANG LALU*


*Ex POV*.


"Saat itu mama dan papa menerima telpon dari salah satu anak buah, dia mengatakan untuk segera meninggalkan tanah air. Karna musuh terbesar papa dan mama sudah mengetahui kelemahan mereka.


Aku dan Queen lah kelemahan mereka. Queen masih sangat kecil untuk mengetahui identitas nya yang asli. Dan kami semua selalu melindunginya..


Aku juga tahu siapa yang selalu diceritakan nya, teman laki-laki yang selalu menemaninya bermain. Kau Adrian" ucap Ex melihat kearah adik iparnya.


"Jadi kami menyiapkan keperluan kami, membereskan semua yang mungkin kami butuhkan.


Aku mengingat kan Jesi agar berpamitan denganmu. Jadi dia hanya menulis surat dan menitipkan surat itu pada penjaga di tempat kalian sering bertemu dan bermain game.


Aku berbohong padanya dengan alasan kakek dan nenekku sudah menunggu kami di Spanyol. Dan kami harus berangkat, kalau tidak kami akan ketinggian pesawat. Dan Queen mempercayaiku.


Aku, papa, mama dan Queen meninggalkan rumah itu, berharap musuh tak menemukan kami.


Namun ternyata kami salah, ada beberapa orang yang, mengejar kami. Lalu menculik mama, kemudian dijadikan sandra.


Kami mencari mereka, aku dan papa. Kami tak menyadari jika Queen mengikutinya kami dengan bersembunyi dibagasi mobil.


Saat kami tiba ditempat mama disandera, mereka menyandera mama digubuk dekat pantai. Lebih tepatnya di tebing yang menjulang kepantai.


Disana mereka menaruh bom di tubuh mama. Dan waktu yang tersisa adalah 10 menit.


Aku dan papa terkejut ketika melihat Queen berada disana juga, dia berjalan tepat dibelakang kami.


Disana adalah markas musuh, kami juga takut mereka melakukan sesuatu pada Queen. Karna dia masih sangat kecil. Dia baru berusia 9 tahun saat itu.


Dia berlari kearah mama, lalu memeluk mama.". Ucapan Ex terhenti. Dia seakan tak sanggup lagi bicara, tak sanggup melanjutkan ucapannya. Dia melihat sendiri adegan itu. Namun dia harus menceritakan semuanya pada Rian.


"Ma...mama memeluknya sambil menangis. Adik kecilku yang bahkan belum mengerti apapun tentang dunia yang berbahaya ini. Yang dia tahu hanya bermain dan bersenang-senang.


Aku dan papa berlari memeluk mama, mama membisikkan sesuatu padaku. "Jaga adikmu dengan baik. Lindungilah dia dengan kekuatan mu. Mama percaya sama kamu". Itulah yang mama bisikan padaku.


Papa berusaha menjinakkan bom itu,, namun sayang. Tak ada yang bisa menjinakkan bom diantara aku dan papa. Apalagi Queen.

__ADS_1


Aku melihat sendiri bagaimana usaha papa. Dan saat itu bantuan masih berada dijalan.


Saat bom.hampir meledak, papa memeluk mama dan berteriak padaku. "Lindungi adikmu". Itulah kata-kata terakhir papa." Kaito menyodorkan segelas air putih pada bosnya. Ex menerimanya lalu meneguknya hingga kandas.


"L..Lalu".


"Ahhkkkk". Dia berteriak.


'Brakk'


Ex melempar gelas itu. Semua orang mengelus dadanya. Yang sesak. Bagaimana bisa hal ini terjadi. Apa lagi mama, bisa mama tebak apa yang terjadi selanjutnya. Menantunya kehilangan orang yang dicintainya saat itu.


"Aku memeluk Queen dan melompat ke jurang. Kami bisa mendengar suara ledakan itu sebelum kami terjatuh kedalam air".


"kepalanya terbentur karang sebelum kami benar-benar jatuh kedalam air. Saat itu ombaknya juga sangat ganas, meski aku memeluk Queen,. Namun kami dipermainkan oleh ombak. Aku dan Queen memang pandai berenang, namun kami tak bisa melakukan apapun saat itu, meski kami berusaha untuk keluar dari air.


Untung saja ada nelayan yang melihat kami berdua jatuh, jadi dia menolong kami. Namun Queen sudah tak sadarkan diri


Dia juga mengatakan jika dia melihat Bantuan datang, namun terlambat. Papa dan mama sudah tak ada


Anak buahku berhasil menghabisi mereka semua. Termasuk pemimpin mereka.


Kami dibawa kerumah sakit. Queen koma selama seminggu, dan kakek dan nenek ku menjemput kami ke Spanyol.


Setelah Queen sadar, dia tak mengingat apapun. Dia bahkan menjerit histeris setiap kali melihat gambar kolam renang ataupun lautan.


Dia selalu mengatakan jika kepalanya sakit. Dokter menyarankan agar Queen menjalani terapi, agar mengembalikan ingatannya.


Namun usaha kami gagal. Dia semakin menderita denga terapi itu. Akhirnya aku membawanya pulang, perlahan dia mulai tenang lalu aku mengajar kan. Nya bela diri. Dan cara menggunakan senjata agar dia bisa melindungi dirinya ketika aku tak berada disampingnya untuk sementara waktu.".


"Aku menyembunyikan identitasnya, lalu dia tertarik dengan dunia fashion, dia menjadi salah satu model terkenal di perusahaan Entertainment temanku.


Tapi tak bertahan lama, dia ingin kembali ke Indonesia. Menjalani kehidupan seperti biasa, lalu bertemu dengan mu, adik ipar.". Ucap Ex, dia melihat kearah Rian yang juga mengeluarkan air mata.


" Aku sangat bersyukur dia bisa bertemu lagi denganmu". sambungnya.


"Lalu mengapa kau menolak permintaan ku untuk menemukannya lima tahun lalu?" Tanya Rian.


"Aku ingin melihat usahamu". Ucap Ex.


"Apa? Bukankah sudah kubilang, jika aku mencarinya selama bertahun-tahun saat itu?" Ucap Rian kesal.


"Aku belum melihat usahamu saat itu". Jawab Ex santai. Rian meninju udara disampingnya.


"Dan, aku juga yang menghalangi pencarianmu tiga tahun yang lalu, dibandara. Kau ingat?". Ucap Ex.


"Jadi waktu itu dia benar-benar ditabrak oleh Jesi dibandara? Pertemuan pertama mereka stelah bertahun-tahun itu" batin Rian.


"Ahhkk,,, kakak ipar, kau benar-benar sialan". Umpat Rian.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2