Menikah Dengan Pria Yang Salah

Menikah Dengan Pria Yang Salah
Episode 13


__ADS_3

"Sudah percuma aku menjelaskan panjang lebar kamu tidak akan mendengar kan nya." ucap dokter.


"Keadaan istri ku bagaimana?" tanya Alex.


"Cukup buruk. Kalau dia Belum sembuh total dan langsung bekerja berat atau melakukan hal yang membuat nya sakit akan sangat berakibat fatal!" ucap Dokter Dafa.


"Berikan obat untuk istri ku agar dia cepat sembuh!" ucap Alex. Dafa menghela nafas panjang.


"Aku sudah menyuntikkan obat. Dan juga asisten ku akan datang Memeriksa keadaan nya nanti." ucap Dafa.


Dia pamit pergi dari rumah Itu. Alex memerhatikan Melati. Namun tiba-tiba dia mengingat Gaga dan Melati. di tambah lagi dia baru tau kalau Gaga sudah lama mengejar Melati.


"Aarrrrhhhhhh!!!! Dia menendang Meja. Alex sangat marah memutuskan untuk pergi dari sana.


Di malam hari nya...


Alex baru saja pulang dia melihat rumah sangat gelap sekali. Tidak ada lampu yang hidup.


"Kemana semua orang? Kenapa sangat gelap?" tanya Alex. Dia baru ingat kalau semua bodyguard nya di suruh pergi karena tidak bisa di andalkan.


Dia mengusap wajah nya. Meminum air putih agar tidak terlalu pusing karena Alex baru selesai minum sendiri.


Melihat rumah begitu sepi dia baru teringat Melati.


"Melati! Di mana dia?" ucap Alex, dia lupa kalau istri nya sedang sakit.


"Melati! Melati!" panggil nya membuka pintu kamar dan ternyata Melati masih belum sadar.


"Suami seperti apa aku? Pria seperti apa aku yang meninggal kan istri ku sendiri di rumah di saat pingsan seperti ini?" ucap Alex merutuki diri nya.


Dia mendekati Melati.


"Melati kamu sudah bangun?" tanya Alex. Melati membuka mata nya. Alex terlihat lega melihat Melati membuka mata nya.


"Maafin aku sudah meninggal kan kamu sendirian. Bagaimana keadaan kamu?" tanya Alex. Melati tiba-tiba mencabut infus nya.


"Aku ingin kita bercerai, aku tidak tahan lagi aku ingin pulang ke rumah orang tua ku." ucap Melati. Namun Alex menahan Melati.


"Saya mohon jangan pergi dalam keadaan seperti ini." ucap Alex. Melati yang sangat jarang mendengar nada lembut Alex ketika berbicara dengan nya membuat nya luluh kembali.


Melati melihat di luar hujan dan sudah malam tidak tidak mungkin dia pergi walaupun dia sangat ingin pergi.


"Malam ini aku ingin tidur sendirian." ucap Melati. "Baiklah aku akan tidur di luar." ucap Alex. Dia membawa bantal dan selimut keluar.


Melati duduk di pinggir kasur. Dia merasakan sakit yang begitu hebat di badan nya dan juga di tangan nya. Namun dia harus menahan semua nya.

__ADS_1


Keesokan harinya...


Badan Melati mulai sehat. Dia berencana hari ini mau ke rumah sakit untuk merawat diri nya sendiri.


Baru saja turun dia melihat Alex dan Priska di meja makan.


Alex melihat Melati.


"Kamu mau Kemana?" tanya Alex kepada Melati yang sudah rapi.


Melati melihat ke arah mereka berdua. "Aku mau ke rumah sakit." ucap Melati.


"Kamu belum sembuh total, aku akan mengantarmu." ucap Alex. "Sayang.... Kamu yang meminta aku ke sini, bagaimana bisa kamu pergi meninggalkan aku di sini." ucap Priska.


"Tapi Melati sakit. Dia tidak akan bisa menyetir sendiri." ucap Alex.


"Aku bisa sendiri, kalian lanjut saja!" ucap Melati.


"Tapi.." " Tidak ada tapi-tapian. Lagian kenapa sih kamu tiba-tiba perduli sama istri kamu?" ucap Priska.


Melati mendekati Alex menyalim tangan Alex dan pergi.


Melati masuk ke dalam mobil nya. "Sudah cukup lama aku tidak menyetir sendiri, aku harap semua nya baik-baik saja." ucap Melati.


"Melati!!!" Ucap Gaga. Melati yang baru saja keluar dari mobil melihat Gaga. "Apa yang terjadi pada kamu?" tanya Melati melihat Gaga babak belur seperti nya dia baru saj berobat.


"Jangan perduli kan aku, kamu gak di apa-apain kan sama Tuan Alex? Kenapa wajah kamu, kenapa tangan mu." Gaga terlihat sangat khawatir sekali.


Melati tidak menceritakan apa yang terjadi. Gaga segera mengantarkan nya ke dalam untuk berobat.


Setelah menunggumu beberapa jam akhirnya selesai. Melati berbaring di tempat tidur Rumah sakit.


Dia merabah wajah Gaga yang lebam.


"Ini pasti perbuatan suami ku kan?" ucap melati.


"Bukan!! Ini adalah perbuatan orang lain." ucap Gaga.


"Itu adalah orang Suruhan Alex. Aku minta maaf. Kamu harus terbawa-bawa ke dalam masalah ku." ucap Melati.


Gaga Menggeleng kan kepala nya. "Aku justru sangat merasa bersalah karena tidak bisa melindungi kamu." ucap Gaga.


Melati tersenyum. "Maafin aku." ucap Melati.


Gaga mengelus rambut Melati.

__ADS_1


"Aku harus segera pergi dari sini, aku takut Tuan Alex mengirimkan mata-mata mengawasi kita. Aku tidak ingin membuat nya semakin marah pada kamu." ucap Gaga.


Melati menahan tangan Gaga. "Aku butuh kamu, aku mohon jangan pergi, aku tidak ingin sendirian aku takut." ucap Melati.


Gaga melihat tangan Melati. "Baiklah.." ucap Gaga. Dia tidak akan menolak karena ini pertama kali nya Melati meminta nya untuk tinggal di Sisi nya.


Sementara di rumah Alex sibuk dengan pekerjaan nya.


"Sayang kenapa sih dari tadi kamu mengabaikan aku? Aku di sini sudah dari tadi pagi tapi kamu malah sibuk dengan pekerjaan kamu." ucap Priska.


"Kalau kamu tidak suka silahkan pergi." ucap Alex.


"Kok kamu gitu sih?" ucap Priska.


"Aku sedang bekerja! apa kamu tidak melihat nya!" ucap Alex.


"Ya udah deh aku minta maaf." ucap Priska. Tiba-tiba Melati datang.


"Assalamualaikum.."


"Walaikumsalam.." jawab Alex langsung berdiri.


"Bagaimana keadaan kamu kata dokter?" tanya Alex.


"Semua nya baik-baik saja. Aku ingin istirahat ke kamar." ucap Melati setelah menyalim tangan Alex.


Alex merasa ada yang aneh pada Melati. Dia terlihat lebih Cuek dan tidak perduli. Bahkan dia tidak mau menatap mata Alex.


Di kamar Melati duduk di depan cermin meja Rias nya.


"Kalau ini adalah jalan terbaik aku harap aku kuat." ucap Melati.


Dia melihat wajah nya yang benar-benar membiru karena pukulan dari suami nya.


Tiba-tiba orang tua nya menelpon.


"Halo Melati... Apa kabar kamu nak? Mamah mimpi buruk tadi malam." ucap Mamah nya.


"Aku baik-baik saja mah. Mamah jangan khawatir." ucap Melati.


"Bagus lah nak, oh iya Kakak kamu Stevan sudah kembali dari luar negeri. Mereka hampir sampai di rumah.. Datang lah Besok ke sini nak, jangan lupa ajak suami kamu." ucap Orang tua nya.


"Kak Steven sudah datang? Horeee!!!" Ucap melati dia sangat senang. "Kamu datang yah nak." ucap mamah nya. Melati menginyakan, panggilan langsung mati.


"Aku sangat merindukan kak Steven." ucap Melati. Namun tiba-tiba dia melihat wajah nya.

__ADS_1


__ADS_2