
"Itu hanya pasangan pura-pura saja Kak, aku dengan Gaga di undang, begitu juga dengan Alex dan teman perempuan nya, kami baik-baik saja." ucap Melati.
"Lagian setelah itu aku pulang dengan suami ku kok." ucap Melati.
"Kamu serius? Kamu gak bohong kan?" tanya Stevan. "Ngapain aku bohong sama kakak. Aku baik-baik saja kok kak." ucap Melati.
"Kalau Alex berani macem-macem sama kamu, kasih tau kakak." ucap Stevan..
"Baiklah kak, aku pasti tau kok." ucap Melati, panggilan pun langsung mati.
"Maafin aku yah kak, aku harus berbohong agar kalian tidak kefikiran dan mengkhawatirkan aku." ucap Melati.
"Tuh kan apa yang aku bilang benar kalau Melati baik-baik saja." ucap Dinda.
"Tapi tetap saja aku mengkhawatirkan dia." ucap Stevan.
"Sudah tidak apa-apa." ucap Dinda. "Melati pasti cerita kalau dia dengan Alex bermasalah." ucap Dinda.
"Humm kamu benar juga." ucap Stevan.
Priska lagi berkumpul bersama teman-teman nya.
"Kamu benar-benar sangat berani keluar bersama suami orang seperti ini Priska." ucap teman-teman nya menunjukkan foto yang sedang beredar.
Priska tersenyum. "Suatu saat nanti aku akan menjadi istri dari Alex." ucap Priska.
"Apa kamu yakin? Istri nya bukan lah orang yang sembarangan.. Kalau keluarga nya tau kamu pasti akan terkena masalah." ucap Teman nya.
"Aku tidak takut sama sekali, karena kami saling mencintai dan aku yakin kami pasti bersama terus." ucap Priska.
"Sudah lah Priska sebaiknya kamu mencari pria lain saja, jangan suami orang." ucap teman nya.
"Aku hanya mencintai Alex. Aku sudah terlanjur mencintai dia." ucap Priska.
"Huff sangat sulit kalau sudah seperti ini." ucap teman-teman nya.
Tiba-tiba handphone Priska berdering.
"Nih kita membahas dia, dia langsung menelpon." ucap Priska menunjukkan kalau Alex menelpon nya.
Alex mengajak nya untuk makan malam bersama di luar. Priska tidak keberatan sama sekali.
Di malam hari..
"Sayang aku sangat lelah, aku langsung istirahat ke kamar yah." ucap Priska kepada Alex.
"Ya udah." Hanya itu yang keluar dari mulut Alex.
Melati keluar dari kamar nya, dia mengambil tas Alex, kemeja merapikan Sepatu Alex.
"Apa kamu sudah makan?" tanya Melati. Alex mengangguk.
__ADS_1
"Bagus deh kalau kamu sudah makan, kebetulan aku juga tidak masak." ucap Melati.
"Melati sudah sangat jarang menyalim tangan ku." batin Alex.
"Kamu istirahat saja, aku tidak bisa menyiapkan air mandi untuk kamu karena kamar itu sudah tidak milik ku, aku tidak boleh masuk sembarangan." ucap Melati.
Alex masih tetap terdiam. Melati kembali ke kamar nya.. Alex masuk ke kamar nya juga.
"Sayang mau ikut mandi bersama ku?" Priska sudah berdiri di depan pintu kamar mandi menggunakan handuk.
"Aku sangat lelah, kamu mandi saja dulu."ucap Alex.
"Apa kamu yakin?" tanya Priska membuka handuknya.
Alex mengambil handuk nya. "Hanya mandi saja, aku sangat lelah ingin cepat istirahat." ucap Alex sambil masuk ke kamar mandi.
"Sayang..." Panggil Priska sambil menggosok punggung Alex.
"Hummm?" jawab Alex.
"Kapan kamu menceraikan istri kamu dan menikahi aku?" tanya Priska.
"Sebelum nya kita sudah membahas ini. Aku sudah membawa kamu tinggal di sini, itu untuk sementara sudah cukup karena aku masih pusing memikirkan pekerjaan." ucap Alex.
"Tapi..."
"Kenapa lagi? Kamu jangan membuat kepala ku semakin pusing." ucap Alex.
Priska terdiam sejenak dan lanjut berbicara.
"Tidak semudah itu Priska. Aku harus meminta ijin kepada istri ku, keluarga nya dan orang tua ku." ucap Alex.
"Menikah siri saja." ucap Priska.
Alex Menggeleng kan kepala nya.
"Tidak mungkin Priska..Kamu jangan bercanda. Aku akan memikirkan nya besok, untuk sekarang ini aku belum kefikiran." ucap Alex.
"Sampai kapan kamu akan menyembunyikan aku seperti ini? Aku tidak tahan lagi." ucap Priska.
"Kalau kamu tidak tahan, sebaiknya kita udahan saja." ucap Alex.
"Kamu kenapa berbicara seperti itu sih?" ucap Priska.
Alex keluar dari bathub. "Lupakan saja." ucap Alex.. Priska menghela nafas panjang.
"Emang nya aku ngomong apa? Kenapa dia jadi marah Gitu sih?" ucap Priska.
Alex selesai pakai baju dia langsung tidur. Priska keluar dari kamar mandi melihat Alex tidur membuat nya Kesal.
"Apa dia tidak sayang kepada ku? Kalau dia sayang pasti lebih ingin serius kepada ku." ucap Priska.
__ADS_1
Di malam hari nya Alex terbangun tepat di jam 1 malam.
Alex haus tapi tidak ada air minum di kamar nya dia terpaksa turun ke bawah.
Namun dia kaget melihat Melati di dapur yang sedang memasak.
"Kenapa kamu belum tidur?" tanya Alex kepada Melati.. Melati menoleh ke arah Alex.
"Aku lapar, aku ingin memasak mie instan untuk mengganjal lapar ku." ucap Melati tanpa menoleh ke arah Alex.
Alex mengambil air minum.
"Saya juga lapar. Buatlah satu untuk ku." ucap Alex.
"Hanya sisa satu, kalau Kamu mau untuk kamu saja. Aku bisa makan roti." ucap Anisa.
"Kita bisa bagi dua." ucap Alex mengambil sendok dan juga ikut bergabung Makan dengan melati.
Melati yang tadi nya makan terkejut sehingga mundur sedikit.
Alex memasuk kan ke dalam mulutnya satu sendok.
"Kenapa kamu mundur? Ayo makan." ucap Alex mendekat kan ke arah Melati.
Melati Menggeleng kan kepala nya. Dia memilih untuk memakan roti membawa nya ke kamar. Alex melihat Melati pergi dia menghela nafas panjang.
Dia tidak berselera untuk makan lagi. Alex duduk di sofa.
"Kenapa semakin ke sini aku tidak tega memperlakukan Melati seperti ini? Tapi di sisi lain aku juga sayang kepada Priska. Aku juga tidak tega." ucap Alex dalam hati.
"Huff aku benar-benar sangat Aneh sekali." ucap Alex.
Alex mengingat kejadian di saat Melati keluar dari hotel bersama pria.
"Aku harus mencari tau tentang itu." ucap Alex karena dari hari itu dia menyiksa Melati. Dan tidak mau menyentuh Melati walaupun sebelumnya dia belum tidur dengan Melati.
Keesokan harinya Dia benar-benar mencari tahu langsung ke hotel itu.
Ternyata selama ini dugaan nya salah.. Melati bertemu dengan salah satu editor nya karena dulu dia masih aktif menulis.
Alex mengusap wajah nya begitu kasar.
Menyesal, malu itu yang dia rasakan sekarang.
"Maafin aku Melati." batin Alex.
Dia memilih kembali ke kantor nya setelah itu.
"Seharusnya aku tidak melakukan hal seperti ini kepada Melati." ucap Alex.
"Tentang aku, Stevan dan juga Dinda dia seharusnya tidak harus terbawa-bawa." ucap Alex.
__ADS_1
Akhirnya sadar juga pak
Alex sepanjang jalan memikirkan itu sampai tidak sadar kalau Priska menelpon nya beberapa kali namun tidak di jawab.