Menikah Dengan Pria Yang Salah

Menikah Dengan Pria Yang Salah
Episode 19


__ADS_3

Dia tidak jadi makan, Alex minum air putih dan kopi agar perut nya terisi. Karena sudah mengantuk dia memilih untuk tidur.


Melati sudah tidur begitu lelap, mungkin dia Lelah, dia juga seperti nya sudah sangat lega bisa bercerita kepada orang lain karena selama ini dia harus memendam nya sendiri kecuali bercerita kepada Gaga.


Keesokan harinya Melati bangun. Dia sholat Shubuh, setelah selesai dia melihat penampilan diri nya di cermin.


"Ini benar-benar sangat buruk sekali." batin Melati.


Kamar nya ada yang mengetuk. "Non di panggil Ibu ." ucap Bibik dari luar.


"Iyah Bik." jawab Melati dari dalam.


Aku harus menunggu wajah sembab ku." ucap nya. Dia melihat ke arah makeup nya.


"Mulai dari sekarang aku harus belajar makeup. Aku harus membuat diri ku lebih cantik." ucap Melati.


Setelah selesai memoles wajah nya dia keluar dari kamar nya.


Mereka berkumpul di ruang tamu. Namun lagi asik berbincang-bincang bel rumah berbunyi.


"Biar aku saja yang buka." ucap Stevan Menahan Melati yang hendak membuka nya.


"Assalamualaikum." ucap Alex ketika pintu di buka. Stevan kaget melihat Alex di balik pintu.


"Walaikum salam Alex.." ucap Stevan. "Di mana Melati?" tanya Alex.


"Kamu bisa sopan gak bertanya pada orang yang lebih tua?" tanya Stevan.


Alex Menghela nafas panjang. "Jangan mencoba membuat aku emosi." ucap Alex.


"Siapa yang datang Stevan?" tanya Mamah nya. Alex melihat Mertua nya langsung menyalim tangan Mertua nya.


"Alex ayo masuk ke dalam. Melati dan lainnya ada di ruang tamu." ucap mertua nya.


Melati dan Dinda melihat Alex datang langsung terdiam. Alex melihat Melati. Dan setelah itu kepada Dinda.


Stevan datang dan membawa istri nya duduk di samping nya.


"Kamu ke sini kok gak ngabarin sih nak?" tanya orang tua Melati.


"Mendadak Mah, Pah. Aku mau menjemput Melati." ucap Alex.

__ADS_1


"Aku masih mau di sini." ucap Melati.


"Gak boleh seperti itu nak, kamu harus ikut kata-kata suami kamu." ucap Papah nya.


"Tapi aku masih mau sama mamah dan Papah di sini. Sebelum Kak Stevan pulang." ucap Melati.


"Kasian suami kamu sendiri di rumah." ucap mamah nya lagi.


Orang tua nya terus membujuk Melati pulang, namun Melati tidak mau.


Melati melihat Alex yang sudah Kesal dia jadi takut.


Akhirnya dia mau pulang dengan keadaan terpaksa sekali.


Di siang hari nya mereka baru bisa pulang.


Selama di perjalanan Melati hanya diam saja. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


"Tunggu dulu Melati!" ucap Suami nya di saat Melati hendak masuk ke dalam rumah.


"Ada apa lagi?" tanya Melati.


"Kamu sengaja mempermalukan saya di depan keluarga kamu kan?" ucap Alex. "Apa yang aku lakukan? Aku tidak melakukan apapun, justru aku melindungi nama baik kamu agar tidak jelek di keluarga ku." ucap Melati.


"Jangan menyentuh ku!" ucap Melati menepis tangan Alex yang hendak memegang rahang nya.


"Sudah cukup enam bulan kamu menyiksa aku, tapi sekarang aku tidak Melati yang dulu, aku tidak bodoh lagi dan tidak akan bisa di tindas lagi oleh kamu." ucap Melati melepaskan tangan Alex dengan kasar.


Alex sampai terdiam melihat istrinya melawan ternyata jauh lebih galak. Bahkan Menatap Alex saja dengan tatapan Tajam seperti tidak ada ampun atau rasa hormat.


"Kamu kurang ajar!" ucap Alex.


"Aku tidak akan pernah membiarkan kamu pergi ke rumah orang tua kamu lagi!" ucap Alex.


Melati menatap Alex. "Jangan berharap kamu bisa mengatur ku lagi." ucap Melati.


"Ingat yah kamu masih istri ku, kalau kamu tidak mendengar kan perintah suami mu, kamu adalah istri yang durhaka." ucap Alex.


"Lalu bagaimana dengan kamu? selalu menyiksa istri, berselingkuh dan tidak pernah memberikan nafkah bahkan menjadikan istri nya budak. Itu sudah melebihi dari suami durhaka!" ucap Melati.


Alex tidak bisa menjawab lagi. Melati memilih untuk pergi ke dalam.

__ADS_1


Dia sangat terkejut melihat Rumah yang begitu berantakan hanya tiga hari di tinggal. Dia melihat ke dapur ternyata lebih parah.


"Apa yang kamu lakukan di rumah ini? kenapa begitu berantakan?" ucap Melati.


"Itu sebab nya aku menjemput kamu, tidak ada yang membersihkan rumah, merapikan kamar, memasak." ucap Alex.


Melati Menghela nafas panjang. Melihat wajah suaminya membuat dia semakin muak.


Dia naik ke lantai atas masuk ke kamar dan dia sangat kaget lagi melihat Priska tidur di kamar itu tidak berpakaian.


"Kenapa kamu masuk tidak mengetuk pintu terlebih dahulu?" ucap Priska. "Oh iya mulai dari sekarang kamar ini adalah milik ku dengan Priska, dia akan tinggal dengan kita di sini." ucap Alex. Melati Menggeleng kan kepala nya.


"Tidak bisa!" ucap Melati.


"Rumah ini adalah milik ku, kalau kamu tidak suka kamu bisa pergi dari rumah ini." ucap Alex.


"Ini adalah kesempatan aku untuk pergi.." batin Melati.. Namun melihat wajah Priska dia berubah pikiran.


"Enggak ini tidak bisa di biarin, kalau aku pergi itu arti nya aku kalah, aku kalah dari pelakor ini. Aku akan bertahan walaupun ini akan sangat sakit." batin Melati.


Dia keluar dari kamar itu dan. membersihkan Kamar di bawah, setidaknya dia bisa menenangkan diri di sana.


Walaupun air mata perlahan keluar dari pipi nya tetap saja dia harus kuat.


"Sayang aku lapar, aku kehabisan tenaga karena kamu tidak membiarkan aku tidur tadi malam." ucap Priska merengek kepada Alex yang baru saja turun.


Melati Duduk di ruang tamu. "Melati kenapa kamu belum masak?" tanya Alex.


"Tidak ada yang akan di Masak!" ucap melati. Alex melihat ke dapur ternyata tidak ada.


"Kenapa kamu malah santai-santai di sana? Kamu bersihkan rumah ini!" ucap Alex.


"Kami akan mencari makan di luar, kalau aku kembali rumah masih seperti ini kamu akan tau akibatnya." ucap Alex membawa Priska keluar.


Melati meletakkan cemilannya di atas meja. "Bagaimana cara aku menjelaskan ini kepada orang tua ku, mereka sangat menyanyangi Alex dan sangat percaya kepada dia." batin Melati.


"Tapi aku adalah wanita kuat, aku bisa mengatasi masalah ku sendiri, aku sudah dewasa orang tua ku tidak boleh ikut campur." ucap Melati.


Sebenarnya dia sudah ingin membersihkan rumah itu Tapi karena Masih ada mereka di rumah dia tidak bersemangat. Karena hanya dia sendirian Melati mulai bersemangat. Tidak butuh waktu lama rumah itu sudah bersih.


Melati tersenyum melihat rumah nya kembali rapi.

__ADS_1


"Rumah ini sangat cantik namun tidak ada kebahagiaan sama sekali yang aku temui di sini." ucap nya.


__ADS_2