
"Kamu jangan ikut campur!" ucap melati menunjuk Priska namun tiba-tiba tangan nya di turunkan oleh Alex.
"Jangan coba-coba untuk berbicara kasar pada Priska!" ucap Alex. Melati sangat kecewa suami nya membela Priska.
"Aku sudah tau kalau kamu tidak akan pernah meninggalkan Priska, semoga kalian bahagia." ucap Melati masuk ke dalam kamar nya.
Di kamar dia melempar kan Tas nya ke tempat tidur dengan sangat kesal.
"Apa maksud semua ini Tuhan? Kenapa dunia sangat jahat kepada ku?" tanya Melati.
Karena dia sudah lelah akhirnya dia tertidur Tampa membersihkan diri nya.
Di malam hari nya Alex terbangun dia melihat ke samping nya. Perlahan dia turun dari kasur dan ke kamar mandi.
Merasa mata nya tidak mengantuk lagi dia turun ke lantai bawah.
Alex duduk di ruang tamu memerhatikan pintu kamar Melati.
"Kenapa aku tidak bisa berhenti membayangkan wajah Melati? Ada apa dengan diri ku? Biasanya aku tidak pernah menyesali perbutan ku kepada nya. Namun sekarang aku sangat merasa bersalah." ucap Alex.
Alex berjalan ke arah pintu kamar. Mau mengetuk tapi takut mengganggu. Dia membuka handle pintu perlahan agar tidak mengganggu Melati.
Melati tertidur dengan sangat lelap dengan wajah nya yang cantik pakaian yang bagus.
Alex mendekati nya dan duduk di pinggir kasur.
"Apa yang aku pikirkan? Kenapa aku begitu jahat kepada istri ku sendiri?" ucap Alex kepada diri nya.
"Huff ini membuat ku semakin gila." ucap nya sambil mengacak-ngacak rambut nya.
"Melati semakin cantik saja, kenapa setiap melihat nya seperti ini jantung ku berdebar sangat cepat."
Alex merapikan rambut melati yang menutupi wajahnya.
"Tidak seharusnya kamu menikah dengan pria jahat seperti ku, maafin aku Melati." ucap Alex.
Dia hendak mencium kepala istri nya namun terhenti karena teringat Priska, Stevan dan Dinda.
Alex menjauh dari Melati.
"Ini tidak boleh, ini tidak boleh!" ucap Alex sambil menggeleng kan kepala nya.
Alex keluar dari Kamar itu.
Melati bergeliat perlahan membuka mata nya.
"Kenapa aku rasa seseorang ada yang masuk." ucap nya. "Ah sudahlah mungkin aku mengigau." dia melanjutkan untuk tidur.
Pagi hari...
__ADS_1
"Sayang aku hari ini ke salon yah, aku mau memperbaiki kuku ku." ucap Priska tepat di depan Melati yang sedang mencuci piring di dapur.
"Ya udah kamu pergi saja, aku akan mengirimkan uang nya ke rekening kamu." ucap Alex.
"Aaaa makasih yah sayang, aku makin sayang deh sama kamu." ucap Priska mencium pipi Alex.
"Ya udah kalau begitu aku siap-siap dulu yah, aku mau barengan sama kamu berangkat nya." ucap Priska.
"Iyah..." ucap Alex.
Alex berjalan ke arah meja makan, dia melihat Melati yang sibuk dengan piring kotor.
"Apa...." Alex mau menegur Melati bertanya apa sudah sarapan atau tidak namun tidak jadi karena Melati sama sekali tidak perduli dia ada di sana.
Alex makan Masakan yang sudah di siapkan oleh istri nya. Namun tidak berhenti dia mencuri-curi pandang melihat Melati.
Setelah pekerjaan Melati selesai dia mau pergi dari sana tiba-tiba di tahan oleh Alex.
"Kamu mau kemana? Temanin saya sarapan!" ucap Alex.
"Loh Priska mana? Tunggu Priska saja." ucap melati dengan santai langsung pergi.
Alex menghela nafas panjang.
Waktu nya berangkat bekerja. "Saya berangkat kerja." ucap Alex kepada melati yang duduk di ruang tamu.
"Humm kamu hati-hati yah." ucap Melati Terus fokus dengan Laptop nya.
Akhirnya dia pergi dengan perasaan tidak bersemangat.
"Kenapa di diam kan oleh Melati aku jadi seperti ini?" ucap Alex.
"Kamu ngomong apa sih sayang? Kamu ada masalah yah? Dari tadi aku memerhatikan kamu diam saja." ucap Priska.
Alex Menggeleng kan kepala nya.
"Gak apa-apa kok. Hanya memikirkan pekerjaan saja." ucap Alex
"Oohhh." ucap Priska.
"Ya sudah kalau begitu kamu turun." ucap Alex karena sudah sampai.
"Makasih yah sudah mau nganterin aku " ucap Priska mau mencium pipi Alex namun Alex menghindar.
"Jangan seperti itu! Gak enak di lihat orang." ucap Alex.
"Biasanya juga gak apa-apa kok. kamu kok malah nolak sih?" ucap Priska.
"Kamu tidak melihat di depan ramai?" ucap Alex.
__ADS_1
"Iyahh sih, tapi kaca mobil kamu tidak transparan." ucap Priska.
"Sebaiknya kamu turun. Aku harus berangkat ke kantor." ucap Alex.
"Ya udah deh kalau gitu, bye sayang..." ucap Priska. Alex hanya diam saja.
"Ada yang aneh pada Alex, apa dia menyembunyikan sesuatu dari ku?" tanya Priska.
Di kantor Alex tidak bisa konsentrasi dia melihat berita yang sudah beredar kalau rumah tangga nya sedang tidak baik-baik saja.
"Dinda, Stevan!" panggil mamah nya Melati.
"Kenapa mah? Bikin kaget saja, lagi fokus Nonton." ucap Stevan.
"Mamah gak Salah baca kan tentang rumah tangga adik kamu?" tanya Mamah nya.
"Ini hanya isu mah, mana mungkin itu benar." ucap Dinda. "Iyah mah." ucap Stevan. Mereka sudah setuju untuk tidak membahas itu kepada orang tua nya namun orang tua nya Malah tau sendiri.
"Lihat nih Melati datang bersama Gaga, sementara Alex bersama perempuan lain." ucap Mamah nya.
"Mamah tidak perlu memikirkan itu, nanti kalau apa-apa pasti Melati cerita sama kita." ucap Stevan.
"Semoga saja tidak apa-apa." ucap mamah nya.
"Ya udah Mamah istirahat gih." ucap Dinda. Mamah nya menganguk.
"Apa berita itu benar? Aku harus mencari tahu." ucap Stevan.
"Gak perlu sayang... cukup kita tanya saja pada Melati." ucap Dinda langsung menelpon Melati.
"Iyah halo mbak, aku lagi menulis nih." ucap Melati.
"Halo Melati. Bagaimana kabar kamu?" tanya Stevan.
"Alhamdulillah baik Kok kak." ucap Melati.
"Kakak sudah melihat berita. Apa itu benar? Tolong kamu jelas kan sama kakak!" ucap Stevan.
"Berita apa?" tanya Melati. "Kamu buka saja dulu." ucap Stevan.
Melati membuka di laptop nya. "Oohh tentang ini, aku sudah berfikir ini akan viral dan banyak di perbincangkan." ucap Melati.
"Apa yang terjadi?" tanya Stevan.
"Aduhh aku bingung harus menjelaskan apa.. Aku sangat gugup, aku harus bagaimana ini?" ucap Melati di dalam hati nya.
"Kenapa kamu diam? Coba jelasin sama kakak!" ucap Stevan.
"Itu hanya pasangan pura-pura saja Kak, aku dengan Gaga di undang, begitu juga dengan Alex dan teman perempuan nya, kami baik-baik saja." ucap Melati.
__ADS_1
"Lagian setelah itu aku pulang dengan suami ku kok." ucap Melati.
"Kamu serius? Kamu gak bohong kan?" tanya Stevan. "Ngapain aku bohong sama kakak. Aku baik-baik saja kok kak." ucap Melati.