
Terpaksa Melati harus menahan rasa pusing nya membersihkan semua nya dan setelah itu memasak kan untuk suami nya.
Tidak ada percakapan di antara mereka, setelah memberikan suami nya makan dia mengistirahatkan tubuh nya kembali.
Dia harus minum obat agar cepat sehat, setelah minum obat dia tertidur pulas. Alex baru saja selesai makan dia menyimpan piring nya sendiri. Dia hendak ke kamar namun melihat Melati yang ketiduran di sofa.
Alex melihat tangan nya yang di kasih salep oleh Melati karena melepuh. ia mendekati Melati. Alex mau membangun kan namun tidak jadi karena dia takut akan mengganggu Melati.
Alex naik ke atas tidak beberapa lama dia kembali membawa selimut. Membuat selimut ke badan Melati pelan-pelan agar tidak terbangun.
Melati bergeliat Alex langsung pergi dari sana. Melati membuka mata nya. "Ya ampun kenapa aku bisa ketiduran di sini?" ucap Melati namun dia melihat selimut.
Terdiam sejenak namun dia menggeleng kan kepala nya.
"Ah tidak mungkin." ucap nya menepis pikiran nya.
Dia melihat ke arah dapur tidak ada Alex di sana.
"Seperti nya dia sudah tidur." ucap Melati. Dia merapikan meja ruang tamu, mematikan TV dan naik ke atas.
Melati membuka pintu kamar. Dia melihat Alex yang ternyata masih main handphone di atas kasur.
Melati tidak mengatakan apapun dia ke kamar mandi tidak beberapa lama kembali mengoleskan obat ke memar wajah nya agar cepat hilang.
Setelah itu dia naik ke kasur dan tidur membelakangi Alex. Alex melirik ke samping nya. "Kenapa dia kebanyakan diam? Biasanya dia bertanya kepada aku belum tidur." batin Alex.
"Apa kamu jadi ke rumah orang tua kamu?" tanya Alex.
"Hummm.." jawab Melati. "Saya tidak bisa.. "Aku bisa bawa mobil sendiri, aku juga tidak minta kamu nganterin aku." ucap Melati.
Alex terdiam. Melati berbalik dia menatap Alex.
"Aku juga tidak ingin kamu datang ke rumah ku." ucap Melati. kali ini Alex benar-benar terdiam.
"Aku sudah tau kalau kamu tidak mungkin mengantarkan aku, kamu lebih memilih bersama Priska dari pada sama istri kamu sendiri." ucap Melati.
Keesokan harinya... Pagi-pagi sekali Melati sudah siap-siap untuk ke rumah orang tua nya.
Alex baru selesai mandi dia melihat Melati memasukkan baju nya ke dalam koper kecil.
"Kenapa kamu membawa koper?" tanya Alex. "Mungkin aku bisa beberapa hari di sana." ucap Melati.
"Kalau begitu aku berangkat dulu." ucap Melati menyalim tangan Alex dan langsung pergi.
Alex melihat sifat Cuek Melati membuat nya heran. Alex memakai bajunya dengan cepat.
__ADS_1
Melati keluar dari rumah itu. "Aku harap beberapa hari aku bisa tenang." ucap nya. Mobil nya meninggal kan halaman rumah suaminya.
Alex turun ke bawah. "Baru saja dia pergi namun sudah terasa sangat sepi sekali." ucap Alex.
Melihat makanan di tudung nasi membuat nya lapar. Sebelum berangkat bekerja dia harus Makan terlebih dahulu.
Melati di perjalanan begitu senang sekali. Ini adalah pertama kalinya dia pulang ke rumah orang tua nya dengan tenang tampa mengkhawatirkan apapun.
"Assalamualaikum Mamah... Papah..." Dia sudah tiba di rumah.
Semua orang yang di rumah menyambut nya. Mereka sangat merindukan satu sama lain.
"Suami kamu mana ? Kenapa kamu datang sendirian?" tanya Mamah nya.
"Mas Alex kerja Mah, Pah, jadi gak bisa ikut deh." ucap melati.
"Oohhh begitu yah." ucap Mamah nya. Melati menganguk.
"Kak Steven." ucap Melati memeluk Stevan.
"Kamu Manja sekali, kenapa kamu begitu cengeng sementara kamu sudah menikah." ucap Steven karena Adik nya menangis.
"Aku sangat merindukan kakak, tidak ada hubungan nya aku menikah atau tidak. Kakak tinggal sangat jauh." ucap Melati.
"Sudah-sudah jangan menangis. Sekarang kakak sudah di sini. Sini peluk kakak." ucap Steven.
Waktu nya untuk makan siang..
"Mah gak usah ke dapur, biar aku sama mbak Dinda saja." ucap Melati.
Melati dan Dinda ke dapur.
"Kali ini kamu buatin teh untuk kak Steven yah, Masih ingat kan?" ucap Dinda.
"Masih kok Mbak." ucap Melati.
"Kamu pasti kesal kan sama mbak karena menikah dengan mbak, Stevan harus jauh dari kamu." ucap Dinda.
Melati menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak mengatakan seperti itu mbak." ucap Melati.
"Mbak sangat merasa bersalah." ucap Dinda.
"Jangan berbicara seperti itu mbak, merindukan itu adalah hal wajar." ucap Melati. Dinda tersenyum.
__ADS_1
Makan siang yang begitu enak. Mereka tertawa dengan sangat Akrab sekali.
"Hanya berkumpul seperti ini saja sudah membuat Mamah dan papah senang. Tapi masih kurang lengkap suami melati belum bisa ikut bergabung." ucap papah nya.
Masih kurang bahagia kalau belum ada Cucu pah." ucap Mamah nya. Semua nya langsung terdiam.
"Mah jangan membahas Cucu dong, Mamah tau kalau aku tidak bisa memiliki Anak." ucap Steven.
"Mamah bukan bermaksud sama kamu." ucap mamah nya. Semua mata menuju ke melati.
"Bisa gak sih gak usah membahas soal anak? Kita bisa mengangkat anak dari panti asuhan." ucap Steven.
"Mamah mau Cucu kandung." ucap Mamah. Semua diam.
"Kalau sudah rejeki tidak akan kemana Mah, sebaik nya kita lanjut makan." ucap Dinda mencairkan suasana.
Mereka pun lanjut untuk Makan.
Di tempat lain Alex baru kelar bekerja.
"Kamu bawa makanan apa?" tanya Alex kepada Priska yang datang membawa makan siang untuk Alex.
"Aku membeli makanan dari restoran kesukaan kamu." ucap Priska. Alex terdiam sejenak.
"Tumben-tumbenan kamu meminta aku datang membawa makanan, memang nya istri kamu tidak menyiapkan Makan siang?" ucap Priska.
"Kamu pasti sudah bosan kan? Masakan istri kamu gak enak sama sekali." ucap Priska.
"Melati kembali ke rumah orang tua nya karena Steven datang." ucap Alex.
"Oohhh." ucap Priska. "Untuk beberapa hari mungkin dia akan di Sana." ucap Alex.
"Bagus deh kalau begitu, aku bisa tinggal bersama kamu. Lagian aku bisa menemani kamu." ucap Priska. Alex terdiam.
"Kok kamu Diam sih? Aku boleh yah nginap di rumah kamu." ucap Priska.
"Boleh..." ucap Alex. Priska tersenyum.
"Akhirnya aku bisa satu rumah sama kamu. Aku tidak sabar menikah dengan kamu." ucap Priska. Alex hanya tersenyum kurang bersemangat.
"Loh kok kamu udahan makan nya?" ucap Priska. "Aku sudah kenyang." ucap Alex.
"Gak enak yah? Kamu makan hanya sedikit." ucap Alex. "Aku tadi Makan roti banyak. Terimakasih yah Sayang sudah mau datang membawa makanan untuk ku." ucap Alex mencium kening Priska.
"Aku mau kembali bekerja, sebaiknya kamu pulang duluan yah." ucap Alex. "Aku langsung ke rumah kamu yah." ucap Priska. Alex Menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Sebaiknya jangan dulu, aku harus memastikan Melati kapan pulang." ucap Alex.